Bayu Yudha Prasetya

Beranda » Pengetahuan Umum » Macam Pengunjung Kafe

Macam Pengunjung Kafe

1. Eksmud

Gambar

Ini golongan pengunjung dengan kasta tertinggi. Biasanya  mereka ada pas jam makan siang. Orang-orang seperti ini nggak akan ngeliat harga kalo mesen makanan. Antara banyak duit atau emang nggak bisa ngitung. Tiap datang pakaiannya selalu rapih: Kemeja-dasi-pantovel. Kemeja-dasi-pantovel. Antara keren atau emang nggak punya baju lain.

2. Couple

Gambar

cowok akan jadi royal jika makan dengan pasangannya. Tingkah lakunya pun aneh – aneh. Yang kalo datang sendiri biasanya minum es teh manis, kalo sama pacar minumnya jadi kebarat-baratan, misalnya, Mocha-Licious Frosticcino. Kalo datang sendiri biasa mesennya nasi goreng ayam, kalo sama pacar tiba-tiba mesen Chicken Mashed Baked Potato.

Lain cerita buat cewek. Entah kenapa keanggunan mereka meningkat drastis. Dari yang biasa makannya banyak, mendadak jaim dan nggak mesen apa-apa. Duduknya jadi anteng.. Antara pengen anggun atau kepikiran naik haji..

3. Anak Gaul

Gambar

Ini golongan yang akan paling sering kita lihat di caf. Dandanannya keren. Tampangnya masa kini. Bahkan terkadang masa depan.

Mereka, anak gaul ini, akan selalu bergerombol.

Ada semacam standar pergaulan yang entah dari mana datangnya. Rata-rata punya gaya dan pembawaan yang sama.

Ketika selesai makan, mereka tidak mencari tissue seperti manusia kebanyakan. Perlahan-lahan hanya mengambil tas dan mengeluarkan, kamera. Kemudian satu persatu dari mereka menggelinjang. Dengan suara halus, mereka akan menatap nanar, jangan lupa tag aku ya.

4. Pelajar dan Mahasiswa

Gambar

Ketika kamu melihat orang memegang menu, dan lama.. kemungkinan besar itu pelajar atau mahasiswa.

Ngebahas yang ini sebenernya agak nggak tega. Antara nyeritain orang dan ngumbar aib sendiri..

Pertama, mereka akan memegang menu dengan erat. Dengan tampang yakin dan terlihat memahami, perlahan-lahan mereka menganggukkan kepala.

Nggak. Mereka tidak sedang mencari makanan yang enak. Kamuflase ini hanya untuk mengulur waktu, demi kelakuan mulia, mencari harga termurah nomer 2.
Ya gitu.. Seenggaknya nggak keliatan terpuruk-terpuruk banget mesen yang paling murah.

Ketika selesai makan, mereka akan saling pandang tanpa bicara. Tanpa aba-aba, mereka mulai memerebutkan bill. Nggak, bukan buat nraktir. Hanya sekedar memastikan, bagianku berapa yah...

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: