Bayu Yudha Prasetya

Beranda » Militer » 6 Kesalahan fatal ADOLF HITLER saat Perang Dunia 2

6 Kesalahan fatal ADOLF HITLER saat Perang Dunia 2

Gambar

Setelah menandatangani perjanjian Versailles, maka Jerman resmi kalah kepada sekutu.
Nah, saat Jerman sedang terpuruk dalam ekonomi dan militernya,
Sang Adolf Hitler bisa membuat Jerman dengan partai NAZI-nya menjadi kekuatan yang mengerikan di dunia saat itu.
Ini membuktikan betapa hebatnya Hitler mampu membangun negaranya dari keterpurukan

Namun, ada beberapa kesalahan fatal yang dilakukan Hitler.
Andai kesalahan-kesalahan ini tidak dilakukan, maka mungkin akhir dari Perang Dunia 2 akan berbeda…

1. Membiarkan kabur lebih dr 300 ribu pasukan Inggris & Perancis yg sudah terdesak di Dunkirk dan hampir kalah

Saat Jerman menyerang sekutu di barat setelah menduduki Polandia, pasukan sekutu mengalami kekalahan terhadap pasukan Jerman yang menyerang dengan efektif dan efisien dengan taktik blitzkrieg-nya. Namun, saat pasukan Inggris dan Perancis terpojok di Dunkirk, Adolf Hitler malah memerintahkan untuk tidak menyerang dan malah membiarkan pasukan Inggris dan Perancis kabur menuju dataran Inggris.

2. Lemahnya Italy yg merupakan Sekutu Jerman, selain itu tidak adanya koordinasi antara Hitler dan Mussolini

Tanpa sepengetahuan Hitler, Italy menyerang Yunani dan Sekutu di Afrika utara apalagi Italy tidak mampu memenangkan pertempuran dikedua front itu sehingga membuat Hitler ikut campur. padahal pasukan Jerman sendiri sedang sibuk berperang di eropa barat malah bertambah luas front peperangan yg mesti dilakoni. Akibat perang dikedua front ini maka rencana Hitler utk menyerang Soviet di pertengahan bulan mei ’41 tertunda selama 5 minggu dan musim dingin yang ekstrim di Rusia mulai menyerang.

3. Hitler menyerang Uni Soviet ketika perang di front barat belum selesai dimenangkan

Hitler terlalu percaya diri bahwa militer Soviet meskipun besar tp tidak tangguh trutama bila diserang mendadak. Dia berpendapat jika Soviet dpt segera ditaklukkan maka tidak lama kemudian Inggris yg sendirian akan jg menyerah, dan Amerika juga tidak akan ikut berperang di eropa jika seluruh eropa telah ditaklukkan Jerman. Hitler optimis dpt dgn cepat menang krn serangan dilakukan dgn mendadak saat militer Soviet lengah dan masih tersebar di wilayah yg luasnya 1/3 bumi. Selain itu dia melihat bahwa militer Soviet membutuhkan waktu berbulan-bulan utk mengalahkan finlandia yg kekuatan militernya tidak sampai 5% dari kekuatan Jerman.

4. Tragedi Stalingrad terjadi akibat Hitler membagi 2 kekuatan pasukannya

Saat dimulainya Operasi Barbarossa, selagi menuju ke Uni Soviet, Jerman membagi pasukannya menjadi 2 kekuatan, yang pertama bertugas menyerang Ukraina dan yang kedua bertugas maju menuju Stalingrad. Namun sayangnya, pertahanan Uni Soviet amat tangguh di Stalingrad ditambah lagi dengan cuaca yang semakin dingin. Lalu setelah itu pasukan Rusia mengepung pasukan Jerman dan Sekutunya yg terjebak didalam kota dan tidak dpt meloloskan diri krn perintah Hitler utk terus bertahan. Akhirnya setelah pengepungan hampir 6 bulan seluruh pasukan German menyerah dengan sepertiganya tewas.

5. Kegagalan Jerman mengajak Jepang untuk menyerbu Uni Soviet

Ini merupakan kesalahan Hitler yang amat fatal. Seandainya Jepang membantu Jerman menyerang Uni Soviet, maka akhir dari “Operasi Barbarossa” akan berbeda dan ini akan mempengaruhi hasil akhir dari Perang Dunia 2. Jepang malah mengalihkan rencana dengan menyerang Sekutu di asia tenggara. Hal sebaliknya justru suksesnya intelijen Uni Soviet yg mengetahui bahwa Jepang tidak berniat menyerang Uni Soviet. Dengan demikian, Stalin dengan tenang memindahkan pasukannya yg berada di Siberia utk bertempur di front barat menghadapi Jerman dan sekutunya.

6. Lemahnya armada kapal perang permukaan German sehingga U-Boot mesti bertempur sendirian

U-Boot adalah senjata andalan Jerman di lautan, berupa kapal selam yang kecil namun mematikan. U-Boot bertugas untuk menghantam kapal-kapal pengirim logistik untuk sekutu saat Perang Dunia 2. Kiriman dari Amerika yang melalui samudera Atlantik banyak yang dihancurkan oleh U-Boot. Namun, U-Boot saja tidak cukup untuk menghancurkan seluruh kapal pemasok logistik untuk sekutu. Apalagi German tidak punya kapal induk yg dpt mengangkut puluhan pesawat utk menghadang armada Sekutu trutama di Atlantik dan samudera Hindia sehingga suplai logistik, senjata dan pasukan dari Amerika, Kanada, Australia, New Zealand dan India ke Inggris dan Uni Soviet semakin pesat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: