Bayu Yudha Prasetya

Beranda » Hukum » PROSEDUR PENDAFTARAN MEREK MENURUT UU NO. 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK

PROSEDUR PENDAFTARAN MEREK MENURUT UU NO. 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK

Pihak yang dapat mengajukan permohonan pendaftaran merek
yaitu:
1. orang peseorangan
2. badan hukum
3. beberapa orang / badan hukum (pemilikan bersama/merek kolektif)
 

Prosedur pendaftaran merek menurut UU No. 15 Tahun 2001 tentang Merek

            Prosedur pendaftaran merek menurut UU No. 15 Tahun 2001 dimulai dengan tanggal penerimaan pendaftaran. Tanggal penerimaan pendaftaran yang dimaksud adalah dipenuhinya syarat-syarat administratif sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 7, pasal 8, pasal 9, pasal 10, pasal 11, pasal 12 UU No. 15 Tahun 2001. Jika syarat-syarat administratif belum terpenuhi, maka akan diberikan kesempatan kepada pemohon selama 2 bulan untuk melengkapinya dan dapat diperpanjang dengan 3 bulan berikutnya.
            Jika keseluruhan syarat telah terpenuhi, maka akan dicatat sebagai tanggal penerimaan pendaftaran. Yang kemudian akan dilanjutkaan pada tahapan pemeriksaan substantif.  Jangka waktu untuk pemeriksaan substantif adalah 9 Bulan dengan melibatkan masyarakat untuk ikut serta dalam pemeriksaan substantif. Hasil dari pemeriksaan substantif ada 2 (dua) kemungkinan dengan konsekuensi hukum yang berbeda, yaitu:
1. Disetujui untuk didaftar, atau
2.Ditolak untuk didaftar
a.d 1. Apabila disetujui untuk didaftar, konsekuensinya yaitu dalam waktu maksimal 10 hari sejak putusan tersebut, maka dilakukanlah pengumuman atas permohonan pendaftaran merek, dalam masa ini juga menimbulkan 2 (dua) kemungkinan, yaitu:
a. Tidak ada keberatan dari masyarakat
Jika tidak ada keberatan dari masyarakat, maka dalam jangka waktu maksimal 30 hari sejak berakhirnya masa pengumuman, harus sudah diterbitkan sertifikat merek.
b. Ada keberatan dari masyarakat
Dengan adanya keberatan dari masyarakat, maka dalam jangka waktu maksimal 14 hari sejak masa pengumuman berakhir, salinan keberatan harus diserahkan kepada pemohon. Dalam hal ini pemohon diberi kesempatan untuk memberikan sanggahan pendapat atas keberatan dari masyarakat, dengan jangka waktu maksimal 2 bulan.
Nantinya keberatan dari masyarakat dan sanggahan dari pemohon akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pemeriksaan kembali. Pemeriksaan kembali maksudnya yaitu memeriksa keberatan dari masyarakan dan sanggahan dari pemohon. Dalam jangka waktu maksimal 2 bulan sejak berakhirnya masa pengumuman, maka harus sudah ada keputusan. Keputusan tersebut yaitu:
a. Keberatan dari masyarakat ditolak (yang berarti sanggahan dari pemohon diterima), dengan demikian keluarlah sertifikat merek.
b. Keberatan dari masyarakat diterima (yang berarti sanggahan dari pemohon ditolak), maka keluarlah surat penolakan merek.
            a.d 2. Apabila setelah dilakukannya pemeriksaan substantif menghasilkan sebuah penolakan, maka kepada pemohon diberikan hak untuk memberikan sanggahan atas penolakan tersebut, dalam jangka waktu maksimal 30 hari. Jika hingga batas akhir tidak ada sanggahan dari pemohon, maka keluarlah surat penolakan.
            Jika dalam waktu tersebut dilakukan sanggahan, sedangkan sanggahan tersebut ditolak, maka keluarlah surat penolakan. Namun jika sanggahan tersebut diterima, maka maksimal dalam jangka waktu 10 hari akan dilakukan pengumman. Pengumuman tersebut akan dilakukan selama jangka waktu maksimal 3 bulan dengan mengikut sertakan masyarakat.
            Jika dengan dilakukannya pengumuman tidak ada keberatan, maka maksimal dalam jangka waktu 30 hari keluarlah sertifikat merek. Namun jika ada keberatan dari masyarakat, maka dalam jangka waktu 14 hari, salinan keberatan disampaikan kepada pemohon. Dalam hal ini pemohon diberikan kesempatan untuk memberikan sanggahan kepada masyarakat dalam jangka waktu maksimal 2 bulan. Keberatan dari masyarakat dan sanggahan dari pemohon akan digunakan untuk pemeriksaan kembali.
            Maksimal 2 (dua) bulan setelah berakhirnya masa pengumuman, maka harus sudah dikeluarkan suatu keputusan. Keputusan tersebut, yaitu:
            a. keberatan masyarakat ditolak (yang berarti permohonan pemohon diterima), maka keluarlah sertifikat merek.
            b. Keberatan dari masyarakat diterima (yang berarti sanggahan pemohon ditolak), maka akan keluar surat penolakan
            Dengan dikeluarkannya sertifikat merek, maka pemohon mendapatkan hak atas merek dan mendapatkan perlindungan hukum selama 10 Tahun dan dapat diperpanjang 10 tahun lagi. Perlindungan tersebut dihitung sejak tanggal penerimaan pendaftaran.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: