Bayu Yudha Prasetya

Beranda » Hukum » Hukum Internasional » Slobodan Milosevic: Kejahatan Kemanusiaan dan Peradilan Internasional

Slobodan Milosevic: Kejahatan Kemanusiaan dan Peradilan Internasional

uewb_07_img0489Slobodan Milosevic merupakan presiden Republik Federal Sosialis Yugoslavia sejak tahun 1989 hingga tahun 2000. Namanya menjadi perbincangan internasional setelah ditetapkan sebagai terdakwa oleh Mahkamah Internasional dalam kasus genosida. Slobodan Milosevic terlibat dalam berbagai konflik disintegrasi Yugoslavia. Dirinya menghadapi 66 dakwaan, termasuk pembersihan etnis mengenai kebijakannya dalam memerangi separatisme dari daerah / wilayah Yugoslavia yang ingin memerdekakan diri.

Konflik Kosovo dan Metohija merupakan yang paling menyita perhatian internasional terkait isu pembersihan etnis, meski Slobodan juga terlibat kejahatan dalam konflik sebelumnya ketika Kroasia, Slovenia, Macedonia, dan Bosnia Herzegovina yang akhirnya memerdekakan diri pada awal dekade 1990an. Ketika Kosovo dan Metohija menginginkan kemerdekaan penuh karena diskriminasi pemerintah pusat yang tidak mengindahkan keinginan dan kebutuhan mereka, Slobodan justru mengatakannya sebagai gerakan pemberontakan atau separatisme. Slobodan kemudian memerintahkan tentara untuk menyerang etnis Albania yang merupakan penduduk mayoritas dan berdalih untuk melindungi kepentingan bangsa Serbia yang minoritas di Kosovo. Kebijakan ini akhirnya mengakibatkan pengungsian dalam jumlah yang besar karena ketiadaan rasa aman bagi etnis Albania. Yang salah di sini adalah Slobodan secara langsung melanggar HAM warga Kosovo dengan memerangi mereka sehingga banyak jiwa yang hilang dan secara tidak langsung mereka mengusir penduduk dari tanah leluhur mereka.

Permasalahan kejahatan kemanusiaan ini kemudian dibawa oleh Peradilan / Mahkamah Internasional. PBB membentuk badan khusus untuk menanganinya, yaitu International Criminal Tribunal for Former Yugoslavia (ICTY) untuk menangani kasus ini. Namun, Slobodan terlebih dahulu meninggal pada tanggal 11 Maret 2006 di penjara PBB di Den Haag sebelum diadili. ICTY gagal menyelesaikan kasus ini meski telah 5 tahun melakukan pemeriksaan sejak 2001.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: