Bayu Yudha Prasetya

Beranda » Uncategorized » China dan India Hanya Punya Satu Zona Waktu

China dan India Hanya Punya Satu Zona Waktu

Demi peningkatan produktivitas, Kementerian Koordinator Perekonomian mengusulkan penyederhanaan zona waktu Indonesia dari tiga –WIB, Wita, dan WIB– menjadi satu.

Rencananya, zona tunggal ini mengikuti zona Wita yang delapan jam lebih cepat dari Greenwich Mean Time (GMT), atau sejam lebih cepat dari Waktu Indonesia Barat. Atau sama dengan waktu di negeri jiran, Malaysia dan Singapura.

Ditilik dari sejarah, sudah sembilan kali Indonesia mengubah peraturan zona waktu. Perubahan terakhir adalah memindahkan Bali ke dalam zona waktu Wita yang bertujuan meningkatkan wisatawan luar negeri masuk ke Pulau Dewata.

Indonesia juga pernah memiliki hanya satu zona waktu, saat penjajahan Jepang — mengikuti zona waktu negeri Matahari terbit.

Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Marwan Adam mengatakan, beberapa kali Indonesia mengalami perubahan zona waktu.

Ia berpendapat, selain dengan lebih efektif, penyatuan zona waktu dengan mengikuti Wita adalah hal yang tepat. “Saya melihat pemilihan di tengah tepat. Untuk mengurangi kesenjangan Timur dan Barat,” kata dia saat dihubungi VIVAnews.com, Selasa 13 Maret 2012. “Ide awalnya bagus, tidak memaksakan Jakarta, justru Jakarta yang menyesuaikan.”

Lebih jauh lagi, Asvi berpendapat, tak hanya zona waktu yang ke tengah, tapi perlu juga dipertimbangkan memindahkan ibu kota ke tengah. “Ke Kalimantan Tengah,” tambah dia.

Kembali ke soal zona waktu, pemerintah perlu melakukan sosialisasi dan simulasi. “Karena ritme hidup, bangun, tidur, ritme kerja, hal-hal yang berkaitan dengan jadwal kerja perlu disesuaikan,” tambah dia.

Meski sering dilakukan, perubahan zona waktu, dia menambahkan, pasti juga menimbulkan dampak.

China dan India hanya punya satu

Jika disatukan, Indonesia bukan satu-satunya negara besar dengan satu zona waktu. Saat ini, China dan India juga memberlakukan aturan tersebut.

Meski luas wilayahnya meliputi bentangan geografis setara dengan lima zona waktu, China hanya punya satu: waktu Beijing, 8 jam lebih maju dari Greenwich Mean Time (+8 GMT).

Sejarah mencatat, sebelum Perang Saudara 1949 dan pembentukan Republik Rakyat China yang berhaluan komunis, China dibagi menjadi lima zona waktu. Dari timur ke barat, ada zona waktu Changpai, Chungyuan, Kansu-Szechuan, Sinkiang-Tibet, dan Kunlun.

Seperti dimuat wisegeek.com pada tahun 1271, Kubilai Khan mendirikan imperiumnya di Mongolia dengan ibu kota Peking (sekarang Beijing). Sejak saat itu, Beijing menjadi pusat budaya, komersial, politik dan progresif untuk semua standar Cina. Waktu dianggap relevan dengan aktivitas Beijing. Inilah yang mendasari, waktu Beijing dijadikan patokan di China. Alasan yang sama yang dipakai saat ini.

Akibatnya, di China barat misalnya, matahari tidak akan naik sampai 10:00 pagi. Awalnya tak ada yang mempermasalahkan hal ini. Sebab, sebagian besar masyarakat China bekerja di sektor agraris. Mereka tak melihat jam, melainkan memantau aktivitas matahari. Di era modern, daripada kebingungan, masyarakat China biasa membuat patokan waktu sendiri, selain zona waktu yang ditetapkan pemerintah.

Selain China, negara besar lain yang hanya memiliki satu zona waktu, yakni India. Indian Standard Time (IST) diterapkan pemerintah pasca kemerdekaan tahun 1947 di seluruh wilayah, meski Kalkuta dan Mumbai menerapkan waktunya sendiri selama beberapa waktu.

Berbeda dengan China, Rusia punya 11 zona waktu. Pada akhir 2009, para ahli mempelajari proposal yang disampaikan Presiden, Dmitry Medvedev soal pengurangan zona waktu.

Tujuan Medvedev kala itu, untuk mengubah ekonomi Rusia yang terbelakang menjadi maju dalam hal teknologi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: