Bayu Yudha Prasetya

Beranda » Militer » Mengapa Kubu Axis Kalah Perang?

Mengapa Kubu Axis Kalah Perang?

Ada banyak analisis dan pendapat kenapa kubu Axis (Jerman, Italia, dan Jepang) bisa mengalami kekalahan. Pada awalnya kubu Axislah yang berada pada posisi offensif tetapi keadaan mulai berbalik ketika Amerika mulai turut campur dalam perang.
Apalagi faktor-faktor yang lain? Semoga paparan dibawah bisa menjawab :

1. Karena kesalahan Jepang yang “terpaksa” menyerang Pearl Harbour, maka Amerika yang semula netral akhirnya ikut berperang di kancah Perang Dunia II.

2. Medan perang yang terlalu luas dan banyak. Hitler gegabah membuka perang di tiga Front, yaitu Front Barat dengan Inggris cs, Front Timur dengan Uni Soviet, dan Front Afrika dengan Amerika. Hitler seharusnya menunda peperangan dengan Uni Soviet sesuai dengan pakta Mollotov-Ribbentrop tetapi lebih berkonsentrasi untuk menghantam Inggris terlebih dahulu karena posisi Inggris sangat strategis untuk dijadikan pangkalan oleh kekuatan – kekuatan asing yang ingin menyerang Jerman baik secara Frontal maupun Comando.

3. Mussolini (Italia) yang tidak mau kalah dengan invasi Hitler latah menginvasi Yunani sehingga menyebabkan Hitler kerepotan. Padahal Hitler sudah dipusingkan dengan perang di 3 front sekaligus.

4. Tentara jerman terlalu tersebar luas dengan waktu yang tidak cukup untuk memperbanyak jumlah sumber daya manusia. Karena lebih susah menduduki 1 tempat dengan 1000 tentara, daripada 10 tempat dengan 100 tentara di tiap bagiannya. Sehingga Jerman mengalami kekurangan sumber daya manusia, karena memberi prioritas untuk mengisi divisi dan skuardon di angkatan perang. Padahal pabrik – pabrik juga membutuhkan SDM yang tidak sedikit.

5. Hitler terlalu memaksakan banyak hal. Misalnya, dengan memerintahkan jutaan tentaranya merebut Rusia walau dalam cuaca tidak bersahabat. Seharusnya dia belajar lebih banyak dari Napoleon yang juga gagal menguasai Rusia.

6. Banyaknya pihak internal Jerman yang mulai lelah terhadap perang. Sebagai contoh, adanya konspirasi untuk membunuh Hitler.

7. Tragedi Dunkirk, dimana Hitler membiarkan 300ribu tentara Inggris pulang dengan selamat sampai ke mother land nya. Sehingga hal ini memberikan kemenangan psikologis buat tentara sekutu.

8. Partisan sekutu yang sering melakukan sabotase di daerah kekuasaan Jerman. Walaupun kecil, tapi perannya juga sangat besar untuk mengacaukan tentara NAZI. Contohnya : di Yugoslavia Chetnik Mihailovic & Partisan Tito.

9. Strategi perang Hitler yang statis padahal sudah dinasehati dan diperingati oleh para jenderalnya. Dimana Hitler selalu memberikan perintah bertahan sampai tetes darah terakhir untuk mempertahankan wilayah yang sudah direbut. Tanpa mempertimbangkan sama sekali opsi untuk mundur lalu menyerang balik.

10. Hitler terlalu rasis dengan Yahudi, seharusnya dia memanfaatkan kepandaian orang-orang Yahudi. Faktanya yang membuat bom atom adalah grup Manhattan salah satunya Einstein dan Openheimmer yang notabene adalah eksodus Yahudi dari Jerman.

11. OKW ( Ober Kommando Wehrmacht / staff gabungan angkatan perang Jerman ) tidak diberi waktu yang lebih lama untuk merencanakan pendaratan dan pelumpuhan Inggris oleh Luftwaffe (angkatan udara Jerman).

12. Mental perang Hitler yang terlalu ke darat (mungkin karena latar belakang kopralnya di AD). U-boot Jerman seharusnya diberi proritas produksi yang besar demikian juga dengan anak buahnya sehingga RAF akan lebih diproritaskan oleh inggris untuk menjaga convoy kapal supplynya, sekaligus memotong pasokan supply persenjataan dan makanan kedaratan Inggris yang dapat mengakibatkan daya tempur Inggris melemah drastis.

13. Sewaktu mengadakan peperangan dengan UniSoviet Jerman-Nazi tidak mempersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya pabrik-pabrik persenjataan dan perlengkapan perang yang jauh lebih banyak,karena selain faktor cuaca yang ganas di Rusia jumlah pasukan Rusia diawal peperangan pun sebetulnya jauh lebih banyak daripada yang dimiliki Jerman, hanya saja Pasukan tersebut tersebar di berbagai wilayah Rusia yang terlampau Luas.

14. Sekutu menemukan pemecah kode rahasia Jerman

15. Hitler tidak terlalu niat untuk menyerang Inggris

16. Hitler terlalu memaksakan tentaranya untuk menyerang Rusia tanpa berhenti atau jeda. Sehingga menyebabkan kelelahan yang amat sangat dari tentara Jerman.

17. Jepang seharusnya menyerang Rusia terlebih dahulu ketimbang membangunkan raksasa Amerika yang sedang tidur. Sehingga Jepang bisa membentuk tembok Atlantik yang akan memotong jalur bantuan Amerika ke Rusia.

18. Hitler seharusnya langsung mengirim beberapa divisi ke Afrika Utara buat menguasai Mesir, memutus Terusan Suez, menduduki ladang minyak Iran dan Irak, dan merebut simpati rakyat Arab dgn mengusir Zionis Yahudi dari Palestina. Dengan demikian, Turki bakal bergabung dgn Axis, suplai migas Inggris bakal habis, suplai migas Jerman bakal tak terbatas, dan Hitler bisa mendapat dukungan umat Muslim sedunia karena berhasil membebaskan Timur Tengah dari penjajahan Inggris-Perancis.

19. Hitler seharusnya merebut Gibraltar dan Malta dari tangan Inggris. Dengan demikian mengusir Inggris dari Laut Mediterania dan dengan mengembalikan Gibraltar ke Spanyol, Francisco Franco bakal menggabungkan Spanyol ke dalam Axis.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: