Bayu Yudha Prasetya

Beranda » Tips » Contoh Laporan KKN Posdaya

Contoh Laporan KKN Posdaya

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Kondisi Umum Desa Jojogan

1.1.1 Keadaan Geografis

Desa Jojogan berada dalam wilayah administrasi Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang. Jarak Desa Jojogan dari pusat pemerintahan kecamatan 6 km, jarak dari ibukota kabupaten 67 km, jarak dari ibukota propinsi 200 km dan jarak dari ibukota negara adalah 420 km. Desa ini terbagi dalam 3 dusun, 5 Rukun Warga (RW), dan 22 Rukun Tangga (RT).

Dusun yang terdapat di Desa Jojogan adalah :

  1. Dusun Jojogan
  2. Dusun Sida Mulya
  3. Dusun Sida Makmur

Batas-batas Desa Jojogan, yaitu :

  • Sebelah utara berbatasan dengan Desa Bodas
  • Sebelah timur berbatasan dengan Desa Cikadu
  • Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Purbalingga
  • Sebelah barat berbatasan dengan Desa Majalangu

1.1.2 Keadaan Alam

Garis besar kondisi lokasi tersebut masih perlu ditingkatkan baik dari segi kualitas Sumber Daya Alam maupun dari segi Pengelolaan Sumber Daya Manusia. Alam di Desa Jojogan memiliki kondisi tanah yang sifatnya labil  dan mudah mengalami pergerakan baik secara tektonik maupun akibat pergerakan aliran air tanah. Kondisi lahan miring menjadi ciri khas daerah Jojogan dan selain itu topografi lahan pun cukup sulit untuk dilalui.

1.1.3 Keadaan Penduduk

Jumlah Penduduk

  1. Menurut jenis kelamin

Klasifikasi penduduk Desa Jojogan menurut jenis kelamin dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 1. Klasifikasi penduduk Desa Jojogan menurut jenis kelamin

Jenis Kelamin

Jumlah (Jiwa)

Laki-laki

2.107

Perempuan

2.075

Total

4.182

Sumber : Monografi Desa Jojogan 2007

  1. Menurut agama

Klasifikasi penduduk Desa Jojogan menurut agama yang dipeluk dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 2. Klasifikasi penduduk Desa Jojogan menurut agama

Agama

Jumlah (Jiwa)

Islam

4.171

Kristen

7

Katholik

4

Total

4.182

Sumber : Monografi Desa Jojogan 2007

  1. Menurut mata pencaharian

Klasifikasi penduduk Desa Jojogan menurut jenis mata pencaharian dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 3. Klasifikasi penduduk Desa Jojogan menurut mata pencaharian

Jenis Mata Pencaharian

Jumlah (Jiwa)

Petani

601

Pedagang

80

Buruh Tani

101

Pertukangan

30

Nelayan

0

Pegawai Negeri Sipil

28

Swasta

130

Total

970

Sumber : Monografi Desa Jojogan 2007

  1. Menurut pendidikan

Klasifikasi penduduk Desa Jojogan menurut pendidikan dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4. Klasifikasi penduduk Desa Jojogan menurut pendidikan

Pendidikan Terakhir

Jumlah (Jiwa)

Sarjana

0

Diploma

3

SMU/SMK

30

SMP

80

SD

428

Total

541

Sumber : Monografi Desa Jojogan 2007

Tingkat Mutasi

Klasifikasi penduduk Desa Jojogan menurut mutasi dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel. 5. Jumlah mutasi penduduk per tahun

Keterangan

Jumlah (Jiwa)

Jumlah Kematian

8

Jumlah Kelahiran

63

Jumlah Pendatang

Jumlah Pindah Desa

Total

71

Sumber : Monografi Desa Jojogan 2007

1.1.4 Keadaan Perekonomian

Sebagian besar penduduk Desa Jojogan mempunyai mata pencaharian sebagai petani dan buruh tani.  Sarana penunjang perekonomian kurang maksimal karena sarana transportasi terutama jalan-jalan di Jojogan yang tergolong sudah banyak yang rusak, sehingga mempersulit jalur distribusi perekonomian Desa Jojogan dengan desa-desa yang lain. Selain itu tidak adanya Koperasi Desa dan Pasar yang terdapat di desa juga mempersulit pengembangan produksi tani, sehingga harga – harga pasaran yang berlaku masih mengacu pada tengkulak.

1.1.5 Potensi Desa Jojogan

Bidang Pertanian

Lahan pertanian di Desa Jojogan sebagian besar ditanami padi, jagung, dan nilam.  Tanaman nilam di desa merupakan daerah yang berpotensi karena kondisi lahan yang cocok ditanami nilam. Akan tetapi, dengan sulitnya air pada musim kemarau merupakan kendala bagi penanaman nilam yang kemudian para petani berpindah menanam jagung, serta kacang – kacangan.

Bidang Peternakan

Disamping mata pencaharian sebagai petani masyarakat Desa Jojogan juga memelihara domba, kambing, sapi, ayam, bebek, dan angsa walaupun dalam kapasitas kecil.

Keadaan Sosial, Pemerintahan dan Kelembagaan

Desa Jojogan terbagi atas 3 dusun, 5 RW, dan 22 RT.  Perangkat desa terdiri atas Kepala Desa dibantu 1 orang Sekretaris Desa dan 4 orang Kepala Urusan (Kaur) yang dibagi dalam 4 bidang yaitu Urusan Keuangan, Urusan Pemerintahan, Urusan Pembangunan, dan Urusan Umum.  Kepala Desa Jojogan membawahi 3 orang Kepala Dusun.  Di Desa Jojogan terdapat BPD yang merupakan mitra kerja Kepala Desa.

Struktur organisasi pemerintahan Desa Jojogan dapat dilihat sebagai berikut :

 

 

 

 

 

 

 

Struktur Organisasi Pemerintahan Desa Jojogan

 

 
   

 

 

 

 

Sekretaris Desa

Suroso

 

                       

 

     
   
 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : Monografi Desa Jojogan 2007

1.1.6 Sarana dan Prasarana

Sarana Peribadatan

Sebagian besar masyarakat Jojogan memeluk agama Islam dan ada beberapa orang memeluk agama Kristen dan Katholik.  Sarana peribadatan yang dimiliki Desa Jojogan dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 6. Sarana peribadatan Desa Jojogan

Jenis

Jumlah

Masjid

  4

Musholla

19

Total

23

Sumber : Monografi Desa Jojogan 2007

Sarana Olahraga

Sarana olahraga yang dimiliki Desa Jojogan hanya memiliki 1 sarana olah raga, yaitu lapangan sepak bola. Tidak adanya saranan olah raga yang lainnya dikarenakan tidak ada lahan kosong lagi yang kebanyakan lahan – lahan tersebut telah ditanamai berbagai macam tanaman oleh para warga desa.

Sarana Pendidikan

Sarana pendidikan yang dimiliki Desa Jojogan dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 7. Sarana pendidikan Desa Jojogan

Jenis

Jumlah

TK

1

SD/MI

4

SLTP

SMU

Total

5

Sumber : Monografi Desa Jojogan 2005

1.1.7 Bidang Peningkatan Peranan Wanita

Organisasi Desa Jojogan dalam hal keterlibatannya di bidang peningkatan peranan wanita memiliki satu PKK setingkat desa.

1.1.8 Bidang Hukum

Kesadaran hukum di lingkungan Desa Jojogan cukup baik.  Hal ini dapat dilihat dari kondisi aman dan terkendali, walaupun kegiatan siskamling, pembuatan akta tanah dan akta kelahiran di desa tersebut kurang lancar penyelenggaraannya.

1.1.9 Analisis Potensi dan Kebutuhan

Kehidupan masyarakat Desa Jojogan banyak bertumpu pada sektor pertanian, terutama padi yang lebih banyak ditanam oleh masyarakat Desa Jojogan.  Hasil produksi padi masih menjadi konsumsi masyarakat Jojogan dan ada sebagian yang dikirim ke luar Jojogan. Musim kemarau merupakan musim yang sulit air terutama untuk rumah tangga dan pertanian, akibatnya masyarakat tidak bisa melakukan kegiatan pertanian secara maksimal yaitu tidak dapat dilakukannya sistem pergiliran tanam setelah 2 kali tanam padi. Dan oleh karena itu masyarakat Desa Jojogan lebih banyak menyukai menanam tanaman palawija yang dikarenakan sangat bergantung pada hujan yang mengaliri desa tersebut.

Selain padi, masyarakat juga menanam tanaman palawija seperti jagung dan kacang – kacangan serta nilam. Tanaman nilam merupakan potensi terbesar di desa Jojogan, akan tetapi masih adanya kesulitan di bidang pengembangan, pendistribusian serta pemasarannya. Tanaman nilam juga sangat bergantung pada banyaknya air yang mengaliri tanaman tersebut.

Sarana pendidikan sudah dirasa cukup walaupun belum terdapat SLTP dan SLTA.  Di Desa Jojogan terdapat 4 Sekolah Dasar, yaitu SD Negeri 1 Jojogan, SD Negeri 2 Jojogan, SD Negeri 3 Jojogan, dan SD Negeri 4 Jojogan.  Kendala terbesar disektor pendidikan adalah kurangnya tenaga pengajar terutama pengajar Bahasa Inggris.  Buku perpustakaan juga jarang keberadaannya kalaupun ada kebanyakan sudah tua dan rusak.  Hal ini dapat mengakibatkan prestasi siswa rendah dan informasi aktual dibidang pendidikan tidak dapat terakomodasikan secara menyeluruh.  Sedangkan sarana sosial budaya cukup baik yaitu adanya kesenian kuda lumping (ebeg).  Untuk sarana peribadatan sudah ada namun terawat dengan cukup baik yaitu dengan adanya 4 buah masjid dan 19 buah surau atau mushola.

Peran serta masyarakat dalam rangka menunjang kelangsungan pemerintahan desa dapat dikatakan cukup baik.  Hal tersebut dapat dilihat dengan adanya pertemuan rutin warga baik ditingkat RT, RW, maupun dusun dan masing-masing Kadus berkumpul setiap Senin dan Kamis di Balai Desa untuk membahas hal-hal yang terjadidi masing-masing dusun.  Kinerja BPD juga cukup baik yaitu terlihat dengan adanya 2 peraturan desa yang telah ditetapkan dan disyahkan.

1.2 Latar Belakang Kegiatan KKN

Pembangunan Nasional merupakan suatu rangkaian upaya pembangunan yang berkesinambungan yang meliputi seluruh kehidupan bermasyarakat, bangsa dan negara. Pembangunan Nasional dilaksanakan dari, oleh dan untuk rakyat dalam segala aspek kehidupan. Salah satu faktor dominan untuk tercapainya Pembangunan Nasional adalah sumber daya manusia yang handal dalam menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Bergulirnya era reformasi ternyata memberi dampak sistem pembangunan di Indonesia, hal ini dibuktikan dengan kebijakan mengenai Otonomi Daerah  Pembangunan yang desentralistik kini dititikberatkan pada masing-masing daerah dalam menggali potensi daerah itu sendiri sehingga setiap daerah harus mengoptimalkan potensi yang ada. Penguasaan IPTEK merupakan salah satu jalan untuk mensukseskan otonomi daerah.

             Perguruan Tinggi merupakan salah satu elemen dari pembangunan, hal ini mengingat Perguruan Tinggi  mempunyai peran yang sangat strategis dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi. Selain itu Perguruan Tinggi  sangat berperan sebagai salah satu pusat pengembangan IPTEK sehingga secara tidak langsung bertanggung jawab terhadap pengembangan ilmu pengetahuan sebagai sumber informasi masyarakat. Konsep ini telah tertuang dalam Tri Darma Perguruan Tinggi Berkaitan dengan konsep Tri Darma Perguruan Tinggi , mahasiswa sebagai bagian Civitas Akademika sudah seharusnya untuk merealisasikan konsep tersebut. Kuliah Kerja Nyata ( KKN ) merupakan pengejawantahannya, dimana mahasiswa diharapkan mampu berperan sebagai Motivator, Dinamisator dan Inspirator khususnya pembangunan di pedesaan. KKN sebagai suatu bentuk kegiatan yang memadukan darma pendidikan dan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat dalam suatu kegiatan, sehingga KKN sebagai suatu program tidak berdiri sendiri dan tidak terpisahkan dari tujuan isi kurikulum dan bahkan penambah atau pelengkap isi kurikulum yang sudah ada, sebagai pengalaman belajar yang menghubungkan konsep-konsep akademis dengan realitas hidup dalam masyarakat dan sebagai pengetahuan teori mahasiswa yang dapat diperkaya melalui pengalaman praktis di lapangan.

 

 

1.3 Tujuan

  1. a.             Tujuan Umum

         Menggambarkan secara keseluruhan tentang keadaan perkembangan Desa Jojogan Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang.

  1. b.             Tujuan Khusus
  • Menggambarkan keadaan demografi Desa Jojogan.
  • Menggambarkan keadaan pendidikan masyarakat Desa Jojogan.
  • Menggambarkan keadaan ekonomi Desa Jojogan.
  • Menggambarkan keadaan sosial budaya serta sarana dan prasarana serta tata guna lahan Desa Jojogan.
  • Menganalisa dan menggali sumber daya alam dan potensial lainnya yang terdapat di Desa Jojogan baik yang sudah dimanfaatkan maupun belum.

1.4   Manfaat

Manfaat dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah sebagai berikut :

  • Salah satu pertimbangan oleh para pengambil keputusan di jajaran pemerintahan Desa maupun Kecamatan.
  • Media proses pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengambarkan dan menganalisa kondisi pada suatu wilayah kerja binaan.
  • Acuan dan bahan referensi bagi tim KKN mendatang.

1.5 Perumusan Masalah

Berdasarkan analisis potensi dan kebutuhan diatas maka timbul berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Desa Jojogan yaitu :

  1. Belum mengetahui teknik pemasaran yang efektif dan efisien.
  2. Pengolahan hasil produksi masih bersifat tradisional dan kurang variatif.
  3. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya air bersih dan hidup dalam lingkungan yang sehat.
  4. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi serta rendahnya kualitas dan kuantitas pendidikan formal.
  5. Kurangnya kesadaran penduduk dalam kesadaran hukum dan kesadaran untuk tidak main hakim sendiri.

1.6 Perumusan Kegiatan

1.6.1 Program Fisik

  1. Bidang Sarana dan Prasarana
  • Plangisasi petunjuk perangkat desa
  • Pengadaan pos siskamling
  1. Bidang perekonomian dan produksi
  • Pembuatan pupuk organik
  • Pengembangan produksi nilam (pemasaran)
  1. Bidang Kesehatan dan Kebersihan lingkungan
  •   Kerja Bakti
    • Perlombaan K-3 di SDN 03 dan SDN 04 Jojogan
    • Partisipasi kegiatan Posyandu (pemberian vitamin A)
  1. Bidang Peranan Wanita
  •   Pembuatan Bunga Plastik
  •   Pembuatan Nugget Tempe
  1. Bidang Pendidikan, sosial, budaya dan spiritual
  • Pengadaan Al- Quran dan Iqra
  •   Pengadaan poster pendidikan
  •   Partisipasi Pengajian, Rapat RT, PKK dan TPQ
  1. Bidang Adminitrsasi desa
  •   Pembuatan surat keterangan lahir (Akta Kelahiran)

1.6.2 Program Non Fisik

  1. Bidang perekonomian dan produksi
  •   Penyuluhan Kewirausahaan
  •   Penyuluhan Penyakit Tanaman Pangan
  •   Penyuluhan Pembuatan Pupuk Organik
    • Penyuluhan Koperasi
  1. Bidang pendidikan, sosial, budaya dan spiritual
  •   Penyuluhan Pentingnya menjaga Produktivitas Generasi  Muda
  • Pengajaran pramuka
  1. Bidang kesehatan dan kebersihan lingkungan
  •   Penyuluhan Demam Berdarah
  •   Penyuluhan Pentingnya Hidup bersih dan Sehat (PHBS)
    • Refresh kaderisasi Posyandu
  1. Bidang Adminitrasi Desa dan Hukum
  • Penyuluhan Pemerintahan Desa
  • Penyuluhan Akta Kelahiran, KTP, dan KK
  1. Bidang Pelestarian Lingkungan
  • Penyuluhan Tata Guna Lahan
  1. Bidang Sarana dan Prasarana
  • Penyuluhan Siskamling
  • Penyuluhan Gotong – royong
  1. Bidang Peningkatan Peranan Wanita
  • Penyuluhan Pentingnya PKK dan  Pemberdayaan Wanita

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PELAKSANAAN  PROGRAM DAN PEMBAHASAN

 

2.1 Program Fisik

2.1.1 Bidang Sarana dan Prasarana

a.    Pengadaan petunjuk rumah perangkat Desa

Lokasi                               : Rumah perangkat Desa Jojogan

Sasaran                              : Aparat desa

Waktu Pelaksanaan       : 24 Februari – 07 Maret dan 9 Maret  2008

Biaya                                  :  Rp. 100.000,00

Hasil dan Manfaat              : Mempermudah dalam mencari rumah perangkat Desa Jojogan

Faktor Pendorong               : Belum adanya petunjuk nama perangkat desa

Faktor Penghambat            : Kurangnya dana dan dukungan dari masyarakat setempat.

   b.   Pengadaan Poskamling

Lokasi                                 : Daerah Dusun Sindu

Sasaran                                : Masyarakat

Waktu Pelaksanaan             : 17 Februari 2008

                            Biaya                                   : Rp. 50.000,00

                Hasil dan Manfaat              : Menjadi tempat standby bagi masyarakat yang mengadakana ronda di Dusun Sindu.

                Faktor Pendorong               : Tidak adanya poskamling yang terdapat di Dusun Sindu

                Faktor Penghambat             : Kurangnya kesadaran masyarakat untuk menggalakan siskamling.

2.1.2 Bidang Perekonomian dan Produksi

   a.   Pembuatan Pupuk Organik

                Lokasi                                 : Wilayah kediaman Kadus 1

                Sasaran                                : Petani setempat   

                Waktu Pelaksaan                : 14 Maret 2008

                Biaya                                   : Rp. 80.000,00

                Hasil dan Manfaat              : Masyarakat dapat memanfaatkan pupuk organik tanpa harus bergantung pada pupuk kimia.

                Faktor Pendorong               : Harga pupuk kimia yang terus meningkat.

                Faktor Penghambat             : Rendahnya pengetahuan warga tentang pentingnya pemanfaatan dari pupuk organik.

   b.   Pengembangan Produksi Nilan (Pemasaran)

                Lokasi                                 : Dukuh Jingkang

                Sasaran                                : Petani Nilam

                Waktu Pelaksaan                : 21 Februari 2008

                Biaya                                   :  –

                Hasil dan Manfaat              : Petani Nilam mempunyai wacana baru mengenai bagaimana memasarkan produk nilamnya dengan baik tanpa harus melalui tengkulak

                Faktor Pendorong               : Harga Nilam yang sangat tinggi yang memacu pengembangan nilam

                Faktor Penghambat             : Tidak adanya Koperasi Desa yang berperan sebagai penyeimbang harga pasar.

2.1.3  Bidang Pendidikan, Sosial, Budaya dan Spiritual

a.   Pengadaan Al-Quran dan Iqro

                Lokasi                                 : Dusun Jingkang dan Simenyan

                Sasaran                                : TPQ dan Mushola

                Waktu Pelaksanaan             : 15 Maret 2008

                Biaya                                   : Rp 105.000,00

                Hasil dan Manfaat              : Membantu dalam memperlancar kegiatan mengaji di TPQ dan Mushola

                Faktor Pendorong               : Kurangnya fasilitas dalam kegiatan mengaji

                Faktor Penghambat             : Terbatasnya dana untuk penggadaan Al-quran dan Iqro

b.   Pengadaan poster pendidikan

                Lokasi                                 : SD N Jojogan

                Sasaran                                : SD N 01, 02, 03, 04,

                Waktu Pelaksanaan             : 21 Februari 2008

                Biaya                                   : Rp 55.000,00

                Hasil dan Manfaat              : Memberikan penjelasan dan pengetahuan pada siswa – siswi tentang pahlawan – pahlawan bangsan, hewan, bahasa inggris, dll.

                Faktor Pendorong               : Masih banyaknya siswa – siswi SD yang belum mengetahui nama – nama pahlawan, nama hewan, dan rendahnya pengetahuan di bidang bahasa inggris

                Faktor Penghambat             : Kurangnya sadarnya siswa – siswi SD akan pentingnya ilmu pengetahuan dan sejarah bangsa.

 

 

c.    Partisipasi Pengajian, Rapat RT, PKK dan TPQ

                Lokasi                                 :  Kediaman RW 01, RW 02, RT 6, Masjid, dan Musholla.

                Sasaran                                : Masyarakat Desa Jojogan

                Waktu Pelaksanaan             : 15 – 18 Februari 2008

                                                              22 – 23, 25 Februari 2008

                                                              29 – 1, 3 Februari 2008

                                                              6 – 7 Maret 2008

                Biaya                                   : –

                Hasil dan Manfaat              : Pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat desa Jojogan jadi cepat terjalin.

                                                               Masyarakat jadi lebih meningkatkan kegiatan musyawarah RW, RT, kegiatan pengajian, dan kegiatan muslimatan.

                Faktor Pendorong               : Masih kurangnya kesadaran warga akan pentingnya musyawarah.

                Faktor Penghambat             : Faktor cuaca yang tidak mendukung sehingga mengakibatkan sedikitnya warga yang datang.

 

 

2.1.4  Bidang kesehatan dan kebersihan lingkungan

a. Kerja Bakti

                 Lokasi                                : Dusun Jojogan dan Dusun Sindu

                Sasaran                                : Poskamling di Dusun tersebut

                Waktu Pelaksanaan             : 17 – 20 Februari 2008

                Biaya                                   : Rp 80.000,00

                Hasil dan Manfaat              : Pengerjaan Poskamling cepat terselesaikan dan dapat langsung digunakan.

                Faktor Pendorong               : Adanya keinginan masyarakat untuk mengadakan Poskamling

                Faktor Penghambat             : Kurangnya dana dalam pembuatan Poskamling.

  1. Perlombaan K-3 di SD

             Lokasi                                 : SDN 03 dan SDN 04 Jojogan

Sasaran                                : Sekolah

Waktu pelaksanaan             : 1 Maret dan 4 Maret 2008

                Biaya                                   : Rp 27.000,00

                Hasil dan Manfaat              : Semua murid dan guru SD dapat merasakan kenyamanan saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung

                Faktor Pendorong               : Kegiatan bersih – bersih sekolah yang telah diterapkan oleh setiap SD setiap hari Sabtu dan Selasa.

                Faktor Penghambat             : Kurangnya sarana prasarana yang memadai yang mendukung upaya kegiatan kebersihan.

 2.1.5  Bidang Peranan Wanita

a.    Pembuatan Bunga Plastik

                Lokasi                                 : Balai Desa Jojogan

                Sasaran                                : Arisan ibu-ibu / PKK / Muslimatan

                Waktu Pelaksanaan             : 23 Februari 2008

                Biaya                                   : Rp. 50.000,00

                Hasil dan Manfaat              : Masyarakat jadi tahu cara pembuatan bunga plastik

                Faktor Pendorong               : Kurangnya kreativitas ibu-ibu dalam pembuatan bunga plastik.

                Faktor Penghambat             : Terbatasnya dana yang tersedia.

b.   Pembuatan Nugget Tempe

                Lokasi                                 : Balai Desa Jojogan

                Sasaran                                : Arisan ibu-ibu / PKK / Muslimatan

                Waktu Pelaksanaan             : 2 Maret 2008

                Biaya                                   : Rp. 50.000,00

                Hasil dan Manfaat              : Masyarakat jadi tahu cara pembuatan nugget tempe.

                Faktor Pendorong               : Kurangnya kreativitas ibu-ibu dalam pembuatan makanan jadi khususnya nugget tempe.

                Faktor Penghambat             : Terbatasnya dana yang tersedia dan bahan yang sulit didapat (tepung roti).

2.1.6 Bidang Adminitrasi Desa

a.    Penulisan Surat Keterangan Lahir

                Lokasi                                 : Balai Desa Jojogan dan Balai Desa Cikadu (Akta Massal).

                Sasaran                                : Masyarakat Desa Jojogan

                Waktu Pelaksanaan             : 19 – 28 Februari 2008

                Biaya                                   : Rp. –

                Hasil dan Manfaat              : Memudahkan masyarakat dalam memiliki surat keterangan lahir bagi yang belum memilikinya.

                Faktor Pendorong               : Sudah menumpuknya arsip – arsip pengurusan Akta Kelahiran yang belum terselesaikan selama bertahun – tahun.

                Faktor Penghambat             : Kurang lengkapnya data-data mengenai seseorang yang hendak mengurus Akta Kelahiran dan lambatnya kinerja Pamong Desa.

2.2 Program Non Fisik

2.2.1 Bidang perekonomian dan produksi

a.    Penyuluhan Kewirausahaan

                Lokasi                                 : Dukuh Jingkang, Desa Jojogan

                Sasaran                                : Pengusaha Tani

                Waktu Pelaksanaan             : 21 Februari 2008

                Biaya                                   : Rp 30.000,00

                Hasil dan Manfaat              : Masyarakat jadi mengetahui bagamiana cara menjadi seorang wirausaha.

                Faktor Pendorong               : Kurangnya kesadaran warga untuk memanfaatkan hasil taninya menjadi suatu hasil usaha yang bernilai ekonomis.

                Faktor Penghambat             : Masih rendahnya pemikiran masyarakat mengenai tata cara berwirausaha yang baik dan benar.

 

 

b.   Penyuluhan Penyakit Tanaman Pangan

                Lokasi                                    : Tempat Ketua RW 01 dan Balai Desa Jojogan.

                Sasaran                                   : Petani

                Waktu Pelaksanaan                : 16 Februari dan 9 Maret 2008

                Biaya                                      :  Rp. 40.000,00

                Hasil dan manfaat                  : Para petani jadi mengetahui berbagai macam penyakit tanaman pangan dan mengetahui pula bagaimana cara pencegahan serta pengobatannya.

                Faktor Pendorong                  : Keinginan para petani untuk menghasilkan kualitas tanamannya menjadi maksimal.

                Faktor Penghambat                : Kurangnya pengetahuan yang dimiliki para petani.

c. Penyuluhan Pembuatan Pupuk Organik

                            Lokasi                                 : Kediaman Kadus 1 Desa Jojogan

       Sasaran                                : Petani setempat

                   Waktu Pelaksanaan             : 12 Maret 2008

                   Biaya                                   : Rp 25.000,00

                   Hasil dan Manfaat              : Masyarakat jadi mengetahui gambaran cara membuat pupuk organik dan manfaatnya.

                   Faktor pendorong               : Banyaknya pupuk yang berbahan kimia yang digunakan petani untuk mengolah sawahnya.

                   Faktor penghambat             : Kondisi Cuaca yang tidak mendukung.

   d. Penyuluhan Koperasi

       Lokasi                                    : Dukuh Jingkang

       Sasaran                                   : Masyarakat Desa

       Waktu Pelaksanaan                : 21 Februari 2008

       Biaya                                      : Rp 25.000,00

                            Hasil dan Manfaat                 : Masyarakat jadi tahu manfaat dari koperasi.

                            Faktor pendorong                  : Tidak adanya koperasi di Desa Jojogan.

Faktor penghambat                : Harga pasar ditentukan oleh para tengkulak.

2.2.2        Bidang pendidikan, sosial, budaya, dan spiritual

  1. Penyuluhan Pentingnya Menjaga Produktivitas Generasi Muda

       Lokasi                                    : Balai Desa Jojogan

       Sasaran                                   : Pemuda Desa Jojogan

       Waktu pelaksanaan                : 5 Maret 2008         

       Biaya                                      : Rp 30.000,00

                Hasil dan Manfaat                 : Para pemuda desa jadi mengetahui pentingnya menjaga produktivitas generasi muda dengan cara tidak harus merantau kerja di Jakarta.

       Faktor pendorong                  : Banyaknya pengangguran yang dialami pemuda desa. 

       Faktor Penghambat                         : Minimnya lapangan pekerjaan di desa.

  1. Pengajaran Pramuka

       Lokasi                                    : SDN 01, 02, 03, 04

       Sasaran                                   : Murid SD

       Waktu pelaksanaan                :        18 – 21 Februari 2008

                                                               25 – 28 Februari 2008

                                                               3, 4 Maret 2008

                                                               8 Maret 2008

       Biaya                                      : Rp 80.000,00

                            Hasil dan Manfaat                 : Anak – anak SD jadi termotivasi untuk belajar pramuka dan mempersiapkan Pesta Siaga.

       Faktor pendorong                           : Keinginan untuk menjuarai Pesta Siaga di Tingkat Kecamatan

                Faktor Penghambat                : Jarak rumah anak SD yang berjauhan dan kondisi cuaca yang tidak mendukung.

2.2.3        Bidang Kesehatan dan kebersihan lingkungan

  1. Penyuluhan Demam Berdarah

       Lokasi                                    : Dukuh Jingkang dan Balai Desa Jojogan

       Sasaran                                   : Masyarakat Desa Jojogan

       Waktu pelaksanaan                :        21 Februari 2008

                                                               9 Maret 2008

       Biaya                                      : Rp 35.000,00

       Hasil dan Manfaat                 : Masyarakat jadi mengetahui gambaran tentang demam berdarah dan bahaya demam berdarah.

       Faktor pendorong                  : Masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang demam berdarah.

       Faktor Penghambat                : Tidak adanya Puskesmas di Desa Jojogan.

  1. Penyuluhan Pentingnya Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

       Lokasi                                    : Balai Desa Jojogan

       Sasaran                                   : Masyarakat Desa Jojogan

       Waktu pelaksanaan                : 9 Maret 2008

       Biaya                                      : Rp 35.000,00

       Hasil dan Manfaat                 : Masyarakat jadi tahu pentingnya hidup bersih dan sehat dan pola hidup sehat yang baik dan benar.

       Faktor pendorong                  : Antusiasme warga dalam membiasakan hidup bersih dan sehat.

       Faktor Penghambat                : Masih banyaknya sampah – sampah yang dibuang ke aliran sungai.

  1. Refresh Posyandu

       Lokasi                                    : Posyandu Desa Jojogan

       Sasaran                                   : Kader Posyandu

       Waktu pelaksanaan                : 14 Maret 2008

       Biaya                                      : Rp 25.000,00

       Hasil dan Manfaat                 : Warga jadi tahu tentang pentingnya proses kaderisasi Posyandu demi menjaga keberlangsungan tenaga media di tingkat desa.

       Faktor pendorong                  : Banyaknya kader Posyandu yang telah tidak aktif.

       Faktor Penghambat                         : Pemahaman tentang pentingnya Posyandu yang kurang.

2.2.4.      Bidang Adminitrasi Desa dan Hukum

  1. Penyuluhan Hukum tentang Pemerintahan Desa

       Lokasi                                    : Balai Desa Jojogan dan kediaman Ketua RW 01

       Sasaran                                   : Perangkat Desa dan warga

       Waktu pelaksanaan                : 15 – 16 Februari 2008

       Biaya                                      :  –

       Hasil dan Manfaat                 : Para perangkat desa dan warga jadi mengetahui fungsi dan peran Pemerintahan Desa dan perangkat desa lainnya.

       Faktor pendorong                  : Masih minimnya pengetahuan tentang Pemerintahan Desa yang diemban perangkat desa.

       Faktor Penghambat                : Jarangnya ada rapat atau musyawarah desa demi kelancaran pembangunan desa.

  1. Penyuluhan Hukum tentang Akta Kelahiran, KK, dan KTP.

       Lokasi                                    : Balai Desa Jojogan

       Sasaran                                   : Perangkat Desa dan warga

       Waktu pelaksanaan                : 3 Maret 2008

                                                         4 Maret 2008

       Biaya                                      :  Rp. 40.000,00

       Hasil dan Manfaat                 : Para perangkat desa dan warga jadi mengetahui pentingnya dan fungsi dari Akta Kelahiran, Kartu Keluarga (KK), dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

       Faktor pendorong                  : Kurangnya kinerja perangkat desa dalam pengurusan Akta Kelahiran, KK, dan KTP.

       Faktor Penghambat                : Dengan lambatnya pengurusan Akta Kelahiran, KK, dan KTP maka harus mengikuti perkembangan tentang KK dan KTP yang baru.

2.2.5.      Bidang Sarana dan Prasarana

  1. Penyuluhan Siskamling

       Lokasi                                    : Kediaman Ketua RW 01 dan Ketua RW 02

       Sasaran                                   : Warga RW 01 dan RW 02

       Waktu pelaksanaan                : 15 – 16 Februari 2008

       Biaya                                      :  –

       Hasil dan Manfaat                 : Masyarakat jadi mengetahui pentingnya siskamling dan menggalakkan ronda malam demi menjaga keamanan desa khususnya di lingkungan RW 01 dan RW 02 di malam hari.

       Faktor pendorong                  : Lumpuhnya keamanan desa dengan ditandai terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan di malam hari.

       Faktor Penghambat                : Banyaknya poskamling yang telah rusak dan tidak dipakai dan faktor cuaca yang tidak mendukung.

  1. Penyuluhan Gotong Royong

       Lokasi                                    : Kediaman Ketua RW 01 dan Ketua RW 02

       Sasaran                                   : Warga RW 01 dan RW 02

       Waktu pelaksanaan                : 15 – 16 Februari 2008

       Biaya                                      :  –

       Hasil dan Manfaat                 : Para perangkat desa dan warga jadi mengetahui pentingnya dan fungsi dari Akta Kelahiran, Kartu Keluarga (KK), dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

       Faktor pendorong                  : Kurangnya kinerja perangkat desa dalam pengurusan Akta Kelahiran, KK, dan KTP.

       Faktor Penghambat                : Dengan lambatnya pengurusan Akta Kelahiran, KK, dan KTP maka harus mengikuti perkembangan tentang KK dan KTP yang baru.

2.2.6.      Bidang Pelestarian Lingkungan

a.   Penyuluhan Tata Guna Lahan

       Lokasi                                    : Balai Desa Jojogan

       Sasaran                                   : Masyarakat Desa Jojogan

       Waktu pelaksanaan                : 9 Maret 2008

       Biaya                                      :  Rp. 30.000,00

       Hasil dan Manfaat                 : Masyarakat jadi mengetahui cara mengolah lahan yang baik dan benar dan menjadikan hasil panen yang optimal.

       Faktor pendorong                  : Banyaknya tanaman pangan yang gagal panen yang diakibatkan hama, jarak tanam yang berdekatan, dan seringnya terjadi longsor dikarenakan tidak adanya lahan untuk menyerap air.

       Faktor Penghambat                : Kondisi lahan yang labil dan tidak adanya lahan untuk ditanami tanaman yang berguna mencegah longsor.

2.2.7.      Bidang Peningkatan Peranan Wanita

a.   Penyuluhan Pentingnya PKK dan Pemberdayaan Wanita

       Lokasi                                    : Balai Desa Jojogan

       Sasaran                                   : Ibu – Ibu PKK

       Waktu pelaksanaan                : 15 Februari 2008

       Biaya                                      :  Rp. 30.000,00

       Hasil dan Manfaat                 : Ibu – Ibu di Desa Jojogan jadi lebih memahami fungsi dan peran PKK dalam suatu keluarga dan masyarakat.

       Faktor pendorong                  : Berkurangnya kader PKK di Desa Jojogan.

       Faktor Penghambat                : Sedikitnya antusiasme warga, terutama ibu – ibu muda dalam mengikuti kegiatan PKK.

 

2.3  Pembahasan Penyimpangan Realisasi Program

1. Pengadaan AL-Quran dan Iqra

Dalam program pengadaan Al-Quran dan Iqra yang direncanakan terealisasi pada tanggal 3 Maret 2008, dikarena padatnya jadwal kegiatan dan banyaknya TPQ dan Madrasah di Desa Jojogan sehingga kami melakukan pendataan terlebih dahulu, dan oleh karena itu penyerahan Al-Quran dan Iqra dilakukan pada tanggal 15 Maret 2008.

2. Refresh Posyandu

Proses kaderisasi Posyandu yang dibantu oleh Tim KKN Unsoed mengalami kesulitan yang dikarenakan banyaknya kader / sukarelawan yang telah tidak aktif dan meninggalkan Desa Jojogan, sehingga kami merealisasikannya dalam bentuk penyuluhan.

3. Penyuluhan Akta Kelahiran

                   Penyuluhan ini dijadwalkan pada tanggal 27 Februari dan baru terealisasi tanggal 3 Maret 2008 di Balai Desa Jojogan yang dikarenakan pendataan warga yang belum lengkap yang belum mempunyai KTP dan KK Nasional.

4. Penyuluhan tentang Pembuatan Pupuk Organik

Penyuluhan ini direncanakan akan dilakukan tanggal 10 Maret 2008  tapi karena sulitnya pengumpulan warga di siang hari, maka program ini kita realisasikan tanggal 12 Maret 2008 pada waktu malam hari bertempat di kediaman Kadus 1 Jojogan.

 

5. Pembuatan Pupuk Organik

Program ini menyimpang dari rencana yang seharusnya terealisasi pada tanggal 12 Maret 2008, tetapi dapat terealisasi pada tanggal 14 Maret 2008 yang dikarenakan sulitnya mencari bahan yaitu jerami, yang kemudian kita dapatkan melalui bantuan warga di ujung dusun Jojogan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

 

3.1 KESIMPULAN

          Berdasarkan hasil observasi pelaksanaan kegiatan KKN yang dilaksanakan selama 36 hari di Desa Jojogan, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang kami dapat menyimpulkan bahwa :

  1. Sebagian besar Program KKN terlaksana dengan baik, baik untuk kegiatan non fisik maupun kegiatan fisik.
  2. Program KKN yang telah dilaksanakan, baik kegiatan non fisik maupun fisik dapat diterima dan bermanfaat bagi masyarakat desa setempat. Masyarakat dapat menikmati hasil KKN dan memperoleh tambahan pengetahuan melalui berbagai penyuluhan dan praktek oleh mahasiswa KKN.
  3. Hasil kegiatan KKN tesebut secara tidak langsung membantu pemerintah daerah dalam rangka pelaksanaan pembangunan, terutama pembangunan, terutama pembangunan desa dan juga meningkatkan hubungan antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah, instansi teknis dan masyarakat.
  4. Desa Jojogan memiliki potensi sumber daya alam yang cukup banyak, akan tetapi semuanya masih belum tergali secara optimal karena sarana dan prasarana pendukung yang masih kurang serta masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat.
  5. Potensi masyarakat Desa Jojogan pada dasarnya cukup besar terbukti sifat kegotongroyongan yang cukup tinggi hanya saja mereka membutuhkan orang yang mampu memberikan contoh nyata dan juga menggerakkan mereka.
  6. Kehadiran mahasiswa KKN di Desa Jojogan menjadikan warga masyarakat terutama siswa-siswi Sekolah dasar menjadi lebih bersemangat dalam belajar dan untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi.
  7. Kegiatan KKN tesebut juga memberikan manfaat yang berarti dan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa peserta KKN.

3.2 SARAN

  1. Perlu adanya bantuan dari pihak lain dalam hal ini Pemerintah daerah dan pihak swasta dalam bentuk material maupun non material untuk meningkatkan pembangunan di Desa Jojogan khususnya untuk pengadaan air bersih dan reboisasi lahan yang telah gundul yang diakibatkan pembabatan hutan alba secara liar sehingga menyebabkan seringnya terjadi longsor.
  2. Semangat dan jiwa kegotongroyongan masyarakat perlu dilestarikan dan didukung oleh peningkata pendidikan masyarakat agar pembangunan di wilayah Desa Jojogan ini dapat berlangsung secara berkesinambungan.
  3. Perlu peningkatan koordinasi antara perangkat desa, tokoh masyarakat, dengan mayarakat serta pemuda dalam pelaksanaan pembangunan desa.
  4. Perlu adannya tindak lanjut yang terarah dalam pelaksanaan program-program pembangunan baik fisik maupun non fisik sehingga rintisan yang telah dilakukan selama kuliah kerja nyata tidak sia – sia.
  5. Perlu adanya suatu bentuk pendampingan desa, karena untuk merubah keadaan suatu penduduk desa memerlukan waktu yang tidak sedikit dan memerlukan pertemuan yang intensif, untuk itu disarankan ada suatu bentuk pendampingan dari pihak-pihak yang berkompeten untuk mengadakan perubahan kearah yang lebih.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Tim LPM Unsoed, 2008, Diktat Kuliah Pembekalan KKN . Purwokerto

Perangkat Desa , 2007, Monografi Desa Jojogan.Pemalang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GAMBAR DOKUMENTASI KEGIATAN KKN UNSOED KELOMPOK 1

SEMESTER GENAP 2007/2008

DESA JOJOGAN, KECAMATAN WATUKUMPUL,

KABUPATEN PEMALANG

 

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan Posyandu (Pemberian Vitamin A)

 

 

 

 

 

 

 

Pengadaan Poskamling

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penyuluhan Gotong Royong dan Siskamling

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Partisipasi Kegiatan PKK

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perlombaan K-3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pembuatan Nugget Tempe

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Plangisasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengadaan Poster Pendidikan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengajaran Pramuka

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penyuluhan Pupuk Organik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pembuatan Pupuk Organik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penyuluhan Demam Berdarah dan PHBS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penyuluhan Tata Guna Lahan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pembuatan Bunga Plastik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan Pengajian atau Muslimatan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penyerahan Al-Qur’an dan Iqra

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: