Bayu Yudha Prasetya

Beranda » Konspirasi » YAHUDI MENGGENGGAM DUNIA

YAHUDI MENGGENGGAM DUNIA

WILLIAM G. CARR
Sinopsis :
Peran sebagai aktor intelektual di balik layar dan berbagai aktivitas gelap
Yahudi yang mempermainkan peta politik dunia laksana papan catur
sekehendak hatinya bukanlah rahasia lagi. Jauh sebelum Israel berdiri di bumi
Palestina, bahkan sebelum terjadinya revolusi industri di Inggris, renaissance di
Prancis, dan aufklarung di Jerman, cakar-cakar Yahudi telah berbicara.
William G Carr, bukanlah orang asing dalam masalah “peryahudian” ini. Ia
adalah seorang mantan anggota dinas rahasia Inggris yang tahu betul selukbeluk
gerakan Yahudi dan zionisme. Dalam buku ini, ia menguak dengan
gamblang kekuatan Yahudi yang terselubung yang telah menggigit dunia Barat
dengan taring-taring mautnya.
Ini merupakan sebuah peringatan sangat penting! Kita harus mengetahui dan
membuka mata lebar-lebar, bahwa ada bahaya yang selalu mengintai dan
berupaya memporak-porandakan peradaban dunia.
i
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………………..i
PENGANTAR PENERJEMAH………………………………………………………………..iii
SEJARAH SINGKAT BANGSA YAHUDI ……………………………………………..viii
YAHUDI DAN DUNIA KRISTEN …………………………………………………………..xv
I S R A E L ……………………………………………………………………………………………..xx
I. ZIONISME SEBUAH PERSEKONGKOLAN TERHADAP
KEMANUSIAAN…………………………………………………………………………….1
A. Konspirasi dalam Perjalanan Sejarah…………………………………………………………2
B. Taktik Konspirasi ……………………………………………………………………………………4
C. Periode Teoritis ………………………………………………………………………………………7
1. Komunisme Konsep Karl Marx………………………………………………………………………..7
2. Nazisme………………………………………………………………………………………………………..8
3. Zionisme……………………………………………………………………………………………………….9
D. Pemilik Modal Internasional…………………………………………………………………..12
E. Ideologi Konspirasi ……………………………………………………………………………….13
F. Komunisme dan Nazisme (Karl Marx dan Karl Reiter). ……………………………..15
II. REVOLUSI INGGRIS …………………………………………………………………..20
III. RAHASIA DI BALIK REVOLUSI PERANCIS………………………………27
A. Rothschild dan Konglomerat Yahudi……………………………………………………….27
B. Persiapan Revolusi Perancis……………………………………………………………………35
C. Tahap Pelaksanaan Sebuah Rancangan Terselubung………………………………….36
D. Mirabeau dan Duke Durlian……………………………………………………………………39
E. Revolusi Perancis dan Marie Antoinette …………………………………………………..41
F. Kekuatan Konspirasi dan Napoleon …………………………………………………………47
IV. KONSPIRASI BERCOKOL DI AMERIKA …………………………………..51
A. Menancapkan kuku sedikit demi sedikit…………………………………………………..51
B. Merebut Perekonomian ………………………………………………………………………….54
C. Peperangan Sipil Amerika (1861-1866) dan Terbunuhnya Abraham
Lincoln………………………………………………………………………………………………..55
D. Manuver Kekayaan ……………………………………………………………………………….60
E. Monopoli Terbesar dan Konferensi tahun 1910…………………………………………62
V. KONSPIRASI DAN MASYARAKAT RUSIA…………………………………64
A. Rahasia Sebelum Revolusi……………………………………………………………………..64
B. Pembantaian Januari dan Revolusi Manshevik………………………………………….69
C. Lenin dan Revolusi Merah ……………………………………………………………………..71
D. Peran Rasputin dan Revolusi Merah………………………………………………………..74
VI. RAHASIA DI BALIK PERANG DUNIA I ……………………………………..79
A. Persiapan Perang…………………………………………………………………………………..79
B. Perang dan Layar Politik………………………………………………………………………..80
C. Zionisme mencekik Inggris…………………………………………………………………….83
1. Rahasia di balik masalah Palestina………………………………………………………………….83
ii
2. Deklarasi Balfour …………………………………………………………………………………………84
VII. DI BALIK PANGGUNG PERJANJIAN VERSAILLES………………….90
A. Kebencian Muncul di Jerman …………………………………………………………………90
B. Masalah Palestina………………………………………………………………………………….93
C. Stalin dan Yahudi………………………………………………………………………………..101
VIII. HITLER DAN PERISTIWA YANG MENYEBABKAN
PECAHNYA PERANG DUNIA II………………………………………………..108
A. Faktor Ekonomi ………………………………………………………………………………….109
B. Pertikaian antara Nazisme dan Kristen …………………………………………………..113
IX. RAHASIA DI BALIK PERANG DUNIA II…………………………………..119
X. SISI GELAP POLITIK PERANG DUNIA II ………………………………..124
Xl. DUNIA MASA KINI…………………………………………………………………….130
XII. SISI GELAP JATUHNYA BOM ATOM DI HIROSHIMA DAN
NAGASAKI …………………………………………………………………………………131
iii
PENGANTAR PENERJEMAH
Masih sangat langka buku yang membicarakan tingkah dan ulah kaum Yahudi
dalam sejarah perjalanan ummat manusia secara detail. Sifat ketertutupan
Yahudi merupakan trademark yang unik sejak dulu. Oleh karena itu,
mengangkat masalah Keyahudian sebagai tema pembicaraan merupakan
kesulitan yang tidak mudah diterobos. Namun demikian, sejak satu setengah
abad yang silam ada beberapa buku tentang aktivitas Yahudi yang beredar,
seperti buku Konglomerat Rothschild, karya Demachy. Sayangnya, buku yang
langka seperti itu tidak banyak menyoroti orang, khususnya tentang kehidupan
keluarga Rothschild dari sisi politik. Padahal, mereka ini sebenarnya pihak
yang bertanggung jawab (setidaknya 50%) atas pertumpahan darah yang
menimpa bangsa Eropa sejak tahun 1770. Ada pula buku yang paling istimewa
yang ditulis orang tentang Keyahudian itu berjudul Yahudi Internasional. Buku
ini memaparkan kekuasaan Yahudi atas Amerika Serikat dengan bahasa dan
kemasan yang mudah difahami oleh pembacanya. Buku ini tidak membongkar
keluarga Rothschild dan peran gila mereka di Amerika, karena konglomerat
Rothschild lebih banyak muncul di Eropa daripada di Amerika, khususnya
pada saat buku itu ditulis. Adapun sekarang, masalahnya tentu sudah jauh
berbeda. Sayangnya, buku ini dalam keempat bagiannya tidak menyinggung
peran gila yang dimainkan oleh pihak Yahudi selama 150 tahun yang lalu.
Kiranya ada perlunya kita menyinggung isi buku berjudul Revolusi Perancis,
Revolusi Internasional-Persekongkolan terhadap Peradaban, dan sebuah buku
lagi berjudul Perkumpulan Rahasia, semua tulisan Ny. Nesta Webster, seorang
ahli sejarah kontemporer terkemuka dari London. Sejarawan, politisi atau juru
dakwah dan kaum muslimin pada umumnya perlu membaca karya seperti itu.
Buku yang lain, yaitu buku Faktor Keprihatinan Dunia yang diterbitkan oleh
The Morning Post, London juga penting untuk bahan bacaan, meskipun buku
itu tidak menyinggung persoalan keluarga Rothschild. Buku lain lagi adalah
buku Rahasia Keluarga Rothschild, karya Mary Hobart, meskipun kurang
berbobot, tapi beberapa saat setelah penerbitannya, segera lenyap dari
peredaran, diperkirakan akibat keberatan keluarga Rothschild sendiri.
Dalam bidang media massa , keluarga Rothschild telah sepenuhnya menguasai
dan membentuk publik opini, dan sekaligus menyembunyikan hakikat obyektif
dari mata masyarakat umum. Sedang para tokoh agama, politisi dan para
penulis kebanyakan dihantui oleh rasa tidak aman untuk membeberkan rahasia
kekuatan di balik tabir Yahudi. Lothrop Studdard berkata, “Suatu peristiwa
telah terjadi, dan peradaban Kristen yang telah berusia lebih dari 19.000 tahun
berada dalam bahaya.” Lothrop tidak berani menjelaskan suatu peristiwa yang
terjadi itu, meskipun sebenarnya dia tahu persis apa yang telah terjadi.
Selain itu semua, 99% rakyat Amerika tidak mengetahui hakikat kebijakan
politik luar negerinya. Bahkan para tokoh politisinya tidak mengetahui rahasia
iv
negerinya, akibat permainan kekuatan politik di balik tirai. Apa akibat dari
permainan kekuatan politik di balik tirai itu? Dr. Klein Michel ketika masih
menjabat sebagai Rektor Universitas Kalifornia Selatan berkata, “Di sana
terdapat 96% rakyat Amerika berada di bawah garis standar kecendekiaan.
Hanya 4% yang berada di atas garis sadar kecendekiaan1
Menteri Pertahanan Weeks juga mengakui terus terang, bahwa tingkat
kemerosotan suara vokal yang ada di Kongres sekarang belum pernah terjadi
pada masa lampau.2 Demikian pula Senator Poura merumuskan kesimpulan
yang sama, bahwa para politisi telah menemui kegagalan sangat parah dalam
melaksanakan tugas.3
Untuk mengetahui lebih jelas setiap kejahatan yang didalangi oleh Yahudi, kita
perlu mengikuti pernyataan dari beberapa politisi terkemuka. Disraeli dalam
bukunya Coningsby (halaman 25), yang ditulis pada tahun 1884 mengatakan,
“Dunia sekarang diperintah oleh orang-orang dengan cara yang berbeda dari
apa yang ada dalam benak orang-orang yang tidak mengerti hakikat persoalan.
Lebih jelasnya, penguasa itu bukanlah raja atau perdana menteri. Lalu siapa
gerangan para penguasa itu? Ini merupakan misteri yang harus diungkap,
sehingga kita bisa menguasai mereka dan menciptakan perdamaian”.
Otto Von Bismarck, kanselir tangan besi dari Jerman menggambarkan adanya
sebuah kekuatan yang tidak kelihatan, yang keberadaannya bisa dirasakan,
dinamakan Imponderabilia, yang artinya ‘tidak bisa dibayangkan’.
Giuseppe Mazzini, seorang pejuang nasional Republik Italia (1805-1872)
berkata kepada Dr. Prindostein, “Kami ingin bisa menghadapi setiap bahaya,
tapi di sana terdapat bahaya terselubung yang mengintai kita. Dari mana
bahaya itu datang, dan di mana bersembunyinya, tidak seorangpun
mengetahui. Sebab, bahaya itu adalah perkumpulan rahasia yang tersusun rapi.
Bahkan orang yang telah lama terjun ke dalam organisasi itu juga tidak bisa
mengetahuinya”. Dengan kata lain, orang Kristen yang mau diperintah oleh
penguasa yang mengabdi untuk kepentingan Yahudi adalah penganut Yesus
yang bodoh dan jahat.
George Dallon4 berkata, “Para anggota Free Masonry biasa (Symbolic Masonry)
tidak menyadari, bahwa di belakang mereka ada persekutuan rahasia. Saya
memberikan pengarahan khusus kepada para anggota Free Masonry itu dalam
rangka merusak dunia, tentang siapa yang memimpin persekutuan itu, dan
siapa pula anggotanya. Mereka adalah ‘Tangan Tersembunyi’.”
Disraeli memberikan komentar tentang Revolusi 1848 dengan mengatakan,
“Revolusi gemilang yang sekarang sedang menyusun langkah, dan tidak
1 Chicago News, 30 July 1923
2 The Chicago Tribune, 16 Juni 1922
3 Collier’s Magazine, November 1922
4 Lihat The War of Anti-Christ with the Christian Civilisation, oleh George Dallon
v
diketahui orang itu terus berkembang di bawah bimbingan orang-orang
Yahudi yang menduduki kursi profesor di berbagai Universitas di Jerman.5
Apakah Eropa jatuh di tangan Yahudi? Dalam bukunya Fajar Menyingsing
Nietzsche mengatakan, “Nasib bangsa Yahudi akan menjadi salah satu perhatian
ummat manusia pada abad ke-20 mendatang. Namun tidak ada gunanya orang
menutup kandang, ketika kuda telah dicuri orang. Orang Yahudi sudah terlanjur
menyeberangi sungai Rubicon, baik bermaksud untuk menguasai Eropa, atau untuk
menghancurkannya. Mereka sekarang dalam keadaan serupa dengan apa yang mereka
alami di Mesir berabad-abad yang lampau. Eropa bisa jatuh ke tangan mereka seperti
buah masak, atau bahkan akan dipetiknya ketika masih berupa bunga.”
Pengamatan Nietzsche di atas dikuatkan oleh sebuah tulisan yang dimuat
dalam The Guardian London, “Demikianlah yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi.
Maka selamatkanlah Eropa dari peperangan yang membinasakan. Merekalah yang
menyulut peperangan itu. Mereka pula yang meletakkan tangan-tangan di atas
sumber-sumber tambang emas dunia. Kemudian pecah perang dunia II. Sebelum itu,
mereka mendalangi Revolusi Bolshevik di Rusia, disusul dengan peristiwa yang
ditimbulkan oleh ulah tangan mereka dengan menguasai Hunggaria, di bawah
pimpinan Bella Kuhn yang berlangsung hanya 100 hari. Kemudian datang giliran
negara Bavaria. Maka dunia baru tersentak dan menyadar nasib yang bakal menimpa
ummat manusia…. Orang-orang Yahudi harus kehilangan Eropa, seperti telah mereka
alami, ketika mereka kehilangan Mesir beberapa abad yang silam. Mereka memulai
perjalanan menuju tanah Zion (Palestina) sekali lagi. Kali inilah mereka hijrah ke sana,
seperti ketika mereka hijrah dari Mesir.”6
Dalam bukunya Hakikat Protokol Zion, penulis asal Slavia, Gregory Bostonich
membuat karikatur orang Yahudi sebagai seekor ular setan yang melingkari
Eropa. Sedang pandangan matanya mengincar Konstantinopel (Istanbul).
Namun ular setan itu tidak berhasil, karena Turki diperintahkan oleh Bani
Utsmani. Baru pada saat pemerintahan Mustafa Kemal Attaturk, seorang
Yahudi berdarah Mongol yang memerintah dengan tangan besi, dan ular setan
tersebut berhasil menguasai Istanbul, kemudian Palestina.
Amerika juga terancam bahaya besar, karena jenis bangsa Yahudi yang paling
jahat telah datang membanjiri Amerika Serikat siang dan malam terusmenerus.
Banyak kantor Yahudi internasional yang sengaja memalsukan
identitas dan dokumen perjalanan untuk orang-orang Yahudi itu. Mayoritas
imigran Yahudi di New York menyamar sebagai bangsa Polandia (Polish), atau
Rusia, atau Irlandia7. Tangan tersembunyi itu membantu setiap Yahudi atau
antek-anteknya yang menentang ajaran Kristen di Amerika, seperti dukungan
kepada kaum Rasionalisme, yang dicetuskan oleh Baruch Spinoza, seorang
5 Conongsby 1844, halaman 250
6 Ditulis oleh Dr. John Harclerk, seorang cendekiawan Inggris. Ungkapan itu bukan dimaksudkan untuk
mendukung hak orang Yahudi di bumi Palestina. Tetapi untuk menegaskan keharusan diusirnya orangorang
Yahudi itu dari Eropa, seperti yang mereka alami ketika di Mesir
7 Plain English August 13, 1921
vi
Yahudi tulen. Membeberkan hakikat rahasia Tangan Terselubung termasuk
masalah yang riskan. Oleh karena itu, tidak mengherankan kalau para tokoh
agama, para penulis dan politisi bersikap pura-pura tidak mengetahui
permasalahan, yang pada hakikat-nya berarti telah ikut memperkokoh ‘Gila
yang berkepanjangan’ itu.
Adapun buku yang ada di hadapan para pembaca ini, dengan judul Yahudi
Menggenggam Dunia adalah sebuah ungkapan yang tepat, yang telah dipilih
oleh penulisnya. Ungkapan tersebut bisa dimengerti dengan mudah oleh
sebagian orang, tapi oleh sebagian yang lain tidak, disebabkan oleh beberapa
hal. Oleh karena itu, dunia terbagi menjadi dua dalam menghadapi kekuatan
Yahudi itu, yaitu :
1) Golongan yang terjebak dan dicengkeram keras oleh kuku iblis Yahudi,
dan oleh cekikan pemerintah ‘Pemilik Modal Internasional’. Pola pikir,
moral dan ideologi yang mereka anut bisa dikendalikan oleh kekuatan
tersebut menuju perjalanan yang sengaja telah dipasang oleh Zionisme
Internasional, baik disadari atau tidak.
2) Golongan yang memahami adanya kenyataan tangan-tangan di balik
layar itu, baik karena mereka punya tingkat kepedulian tinggi terhadap
gejala, atau karena mereka berpikiran dan berwawasan luas serta
berpikir jernih. Atau karena mereka belajar dari pengalaman pahit dan
malapetaka yang pernah mereka alami, akibat tangan kotor Yahudi itu.
Dalam golongan ini termasuk kaum Muslimin, karena mereka
merupakan sasaran bagi persekongkolan Zionisme Internasional yang
mewakili kekuatan jahat dan dendam kesumat terhadap kemanusiaan.
Adolf Hitler pemimpin Nazi Jerman pada umumnya dikenal sebagai setan
berkulit manusia yang bertekad menghabisi setiap sesuatu yang berbau Yahudi
Jerman. Bahkan kalau mungkin Hitler ingin membinasakan semua orang
Yahudi untuk menyelamatkan manusia dari kejahatan mereka. Namun banyak
orang tidak menyadari, bahwa Zionisme Internasional lah yang telah
melapangkan jalan naiknya Hitler ke atas singgasana Jerman. Dan Zionisme
Internasional pula yang telah menciptakan suasana kemarahan bangsa Jerman
terhadap orang Yahudi. Para tokoh Zionis menganggap perlu untuk
menumbalkan ratusan ribu, bahkan jutaan orang Yahudi itu sebagai salah satu
cara untuk mewujudkan cita-cita jangka panjang mereka, yaitu menuntut darah
bangsa mereka yang ditumpahkan oleh kejayaan Hitler dan Nazinya. Harga
darah Yahudi tersebut sampai sekarang masih terus mengalir terus berupa
uang ganti rugi, yang harus dibayar oleh Pemerintah Jerman dalam jumlah
milyaran dollar kepada Zionisme Internasional, sebagai tebusan apa yang
disebutnya dosa-dosa Hitler. Dan tebusan yang paling berharga bagi bangsa
Yahudi adalah berdirinya sebuah negara Israel di jantung dunia Islam, yang
telah sekian lama menjadi incaran kekuatan di balik tabir itu. Tidak banyak
orang yang mengetahui dan menyadari hakikat fakta-fakta itu.
vii
Sejarah kadang merupakan peristiwa terulang. Zionisme Internasional berdiri
di belakang pecahnya perang dunia I dan II, untuk mendalangi pembagian
dunia menjadi dua, yaitu blok Barat dan blok Timur yang nampak saling
berebut pengaruh, sebagai langkah pembuka jalan bagi timbulnya perang
dunia III. Ummat manusia akan terus berada dalam ancaman malapetaka besar,
selama para tokoh Zionisme masih diberi kesempatan untuk bernafas dengan
bebas, dalam upaya mereka untuk menguasai dunia.
viii
SEJARAH SINGKAT BANGSA YAHUDI
Berbicara tentang bangsa Yahudi artinya kita bersoal tentang asal-usul, sejarah,
taktik dan permainan yang mereka lakukan, sehingga bangsa Yahudi itu
berhasil mendirikan sebuah negara Yahudi di bumi Palestina yang bersifat
temporer. Hal ini akan kita bahas lebih lanjut.
Bangsa Yahudi yang ada sekarang ini bisa dibagi menjadi dua golongan, yaitu
Yahudi Semitik dan Yahudi Ezkinaz. Yang terakhir ini juga sering disebut
Yahudi non-Semitik. Adapun asal-usul Yahudi Semitik sendiri masih
dipersengketakan oleh para sejarawan. Sebagian berpendapat, mereka adalah
keturunan Nabi Ibrahim. Beliau ini berhijrah dari kota Aur di sebelah Selatan
Mesopotamia, menuju ke Khurran di Syiria. Di sinilah ayah Nabi Ibrahim
meninggal dunia. Kemudian Nabi Ibrahim berpindah lagi menuju bumi
Kananiah sekitar tahun 2000 SM. Di antara keturunan beliau adalah Nabi
Ya’kub, yang diberi gelar Israel, sehingga anak cucunya kelak dipanggil dengan
Bani Israel. Di antara keturunan Ya’kub (Israel) adalah Nabi Yusuf yang pernah
menjabat semacam Menteri Pertanian Mesir, sehingga anak cucu Ya’kub (Bani
Israel) berdiam di Mesir hingga masa Nabi Musa as. Beliau inilah yang
mengajak Bani Israel keluar dari Mesir, untuk menyelamatkan diri dari
penindasan Fir’aun. Versi ini banyak dipegang oleh para sejarawan dan para
tokoh Yahudi sendiri.
Sebagian sejarawan lagi berpendapat, bahwa bangsa Yahudi pada hakikatnya
adalah bangsa campuran antara berbagai unsur (mixed race) yang dipersatukan
oleh satu nasib dan watak. Mereka hidup mengembara seperti kaum gypsy
pada masa Jahiliyah, atau seperti kaum pengembara Syatharien, dan Iyarien
(Vagabonds) pada masa Dinasti Abbasiah. Dalam pengembaraannya dari satu ke
lain daerah itu, bangsa Yahudi pernah menyerbu ke kota-kota bumi Kananiah,
kemudian merampok dan merampas harta penduduknya. Mereka membentuk
komunitas yang memiliki karakteristik tersendiri dan bahasa campuran antara
bahasa klasik seperti bahasa Syiriak, Akadian dan bahasa Phinisian.
Kalau kebenaran sejarah Yahudi Semitik telah mengalami kesimpangsiuran,
dan asal-usul mereka dimasalahkan, maka ajaran agama Yahudi yang murni
dari sudut mana pun diragukan keasliannya, setelah tertimbun dalam berbagai
pemalsuan. Dasar yang melandasi pola pikir dan tingkah-laku Yahudi tidak
lain adalah ajaran Talmud, yaitu pedoman rahasia yang tidak diketahui dengan
pasti, kecuali oleh mereka sendiri.8 Dengan demikian, kedudukan ajaran agama
Yahudi sebagai agama samawi telah cenderung berubah menjadi ‘Organisasi
Rahasia’. Dengan meneliti sejarah Yahudi dalam kisah Nabi Musa menurut
Kitab Suci, kita akan mengetahui, bahwa Nabi Musa hidup di Mesir bersama
8 Baca Talmud, oleh Dr. Zafarul Khan, Darun Nafais
ix
kaumnya, Bani Israel di bawah naungan Pemerintah Mesir itu. Kemudian
mereka meninggalkan negeri itu untuk menyelamatkan diri dari kejaran raja
Fir’aun dan bala-tentaranya menuju Palestina. Ketika Nabi Musa wafat, mereka
belum bisa memasuki pintu wilayah Palestina. Pada masa Nabi Daud, mereka
bisa memasuki tanah Palestina dari Sinai, dan menguasai Yerusalem kira-kira
pada tahun 2000 SM. Namun mereka juga belum bisa menguasai seluruh
wilayah Palestina. Pada masa pemerintahan Nabi Sulaiman putra Daud,
kerajaan mereka terbagi menjadi kerajaan kecil-kecil. Dan kerajaan purba inilah
yang sekarang dijadikan alasan historis untuk mengklaim sahnya negara
Yahudi di Palestina sekarang. Padahal, kerajaan Yahudi dalam sejarah Nabi
Daud dan Nabi Sulaiman tidak lebih dari sebuah kota dan desa-desa
sekelilingnya.9 Hanya karena kebiasaan saja, bangsa Yahudi memanggil
pemimpinnya dengan sebutan ‘Raja’.
Di antara kerajaan tersebut yang terkenal adalah kerajaan Sumeria dan kerajaan
Yahuda. Raja Sargeus dari Yunani pernah menyerbu negeri Sumeria pada
tahun 576 SM. Sedang raja Nebuchadnezzar II dari Babilonia menyerbu
kerajaan Israel yang ibu kotanya Yerusalem, kemudian menghancurkan Kuil
Sulaiman. Orang-orang Yahudi ditawan dan digiring ke Babilonia. Di sinilah
para tokoh Yahudi membesarkan hati kaumnya dengan konsep janji Tuhan dan
Bumi Nenek Moyang. Sejak itu, dalam perjalanannya mereka selalu berusaha
untuk bisa kembali ke Palestina dengan berbagai cara dan upaya. Namun
mereka selalu menemui kegagalan, meskipun telah mencoba berkali-kali.
Bahkan akibatnya justru membuat mereka bertambah ketat di bawah
pengawasan penguasa. Tidak jarang kekejaman penguasa menjadi penderitaan
rutin yang mereka alami, dan mengakibatkan kegiatan-kegiatan eksodus dan
diaspora orang-orang Yahudi makin meluas ke seluruh penjuru bumi untuk
menyelamatkan diri. Dari tanah Babilonia lah para pemuka Yahudi
menemukan ide dan konsep Bumi Yang Dijanjikan dan konsep Bangsa Pilihan
Tuhan, dengan harapan ide semacam itu akan bisa melestarikan persatuan dan
kemurnian Ras Yahudi, dan untuk mengembalikan kepercayaan diri bangsa
Yahudi.
Dari kilasan fakta di atas kita bisa melihat, bagaimana bangsa Yahudi
sepanjang sejarah mengendalikan perkumpulan rahasia, yang dikembangkan
dengan getol untuk mewujudkan cita-cita mereka. Makin lama perkumpulan
rahasia itu berkembang mirip dengan pemerintahan terselubung, yang
dikendalikan oleh tokoh-tokoh Yahudi Internasional, yang berdiam di berbagai
penjuru dunia. Bangsa Yahudi punya keyakinan, bahwa bangsa lain adalah
‘Goya’, atau dalam bahasa Ibraninya ‘Goyim’, yang juga sering disebut
‘Gentiles’, atau ‘Umamy’ dalam bahasa Arabnya, yang berarti bangsa lain itu
diciptakan Tuhan untuk kepentingan Yahudi belaka, sebagai bangsa pilihan
Tuhan.
9 Baca Tarikhu Phalistien al-Qaddian, oleh penulis yang sama
x
Kemudian, pada tahun 160 M Palestina dan wilayah Syam lainnya dikuasai
oleh kerajaan Romawi. Rajanya, yaitu raja Herod Agung (40-4 SM) membangun
istana dan juga membangun Kuil Sulaiman (Salomon Temple) kembali, di
samping memberikan kebebasan kepada penduduk Yahudi. Namun pada
tahun 77 M raja Titus bertindak keras terhadap orang Yahudi, karena mereka
mengadakan pemberontakan dan kekacauan di negeri itu, sehingga kota
Yerusalem hancur. Kemudian raja mengeluarkan peraturan yang melarang
orang Yahudi berdiam di Yerusalem atau berziarah ke Kuil Sulaiman.10 Sampai
beberapa abad kemudian bangsa Romawi itu tetap bercokol hingga
ditaklukkan oleh kaum Muslimin. Kemudian penduduk asli setempat masuk
agama Islam. Mereka adalah bangsa Arab yang merupakan mayoritas
penduduk bumi Palestina, sampai awal abad ke 20 ini. Setelah kedatangan
orang-orang Yahudi secara besar-besaran dari seluruh penjuru dunia, jumlah
penduduk Arab sekarang berbalik menjadi minoritas. Hal ini terjadi karena
kebijakan deportasi Pemerintah Israel terhadap penduduk Arab, dengan
dukungan penuh dari gerakan Zionisme Internasional.
Demikianlah latar belakang bangsa Yahudi Semitik. Adapun kaum Zionis
sekarang yang jumlahnya 82% dari seluruh penduduk adalah orang Yahudi
jenis Ezkinaz (non-Semitik), sesuai dengan sumber Zionisme sendiri.11
Pada abad pertama Masehi, sejumlah orang berdarah Turki Mongolia
meninggalkan negeri mereka, keluar berjalan menuju arah Barat dari Asia,
melintasi daerah yang terletak di sebelah Utara Laut Kizwin dan Laut Mati.
Mereka ini mendirikan kerajaan besar yang disebut ‘Kerajaan Kojar’. Oleh sebab
itu, Laut Kizwin juga disebut Laut Kojar. Orang Kojar berdarah Turki Mongolia
itu menganut kepercayaan Animisme. Dalam perjalanan sejarah, ternyata
mereka lebih cenderung untuk memeluk agama Yahudi Baru, yang telah
mengalami perubahan oleh tangan tokoh-tokoh Yahudi pada masa penindasan
raja Nebuchadnezzar II dan penguasa Babilonia sesudahnya, dan juga pada
masa-masa lain yang berbeda. Tentang bagaimana agama Yahudi sampai
kepada Kojar itu, tidak banyak ditulis dalam sejarah. Dan bagi sebagian bangsa
Yahudi, bangsa Kojar tidak dianggap sebagai golongan mereka, yang di sini
tidak perlu disebut secara rinci.12 Kerajaan Kojar berlangsung cukup lama
dengan wilayah kekuasaan yang cukup luas, dan mencapai masa kejayaannya
pada abad ke 9 M.
10 Lihat Comton’s Pictured Encyclopedia Vol VII hal 412
11 Baca The Jewish Encyclopedia dan Perez Encyclopedia, serta buku akhjar ala Ruq’atis Syathranj karya
William G. Carr
12 Orang Yahudi tidak mengikuti keyahudian seseorang kalau garis keturunan dari pihak ibu bukan
Yahudi. Tokoh agama tertinggi di Haifa menolak untuk mengawinkan seorang perwira angkatan Udara
Israel dengan Ghalia ben Guiron, yaitu cucu Ben Guiron, karena ibunya (Ghalia) beragama Kristen.
Alasan yang dipegang oleh tokoh agama itu adalah, bahwa di sana tidak terdapat bukti yang bisa
menunjukkan, bahwa Ghalia adalah seorang Yahudi (Koran Le Monde 1968).
xi
Kemudian pada tahun 965 M kerajaan Kojar dikalahkan dan dikuasai oleh
bangsa Slavia, setelah terjadi pertempuran sengit bertahun-tahun antara kedua
belah pihak. Penindasan penguasa Slavia terhadap orang-orang Yahudi Kojar
kemudian menimbulkan arus pelarian ke luar negeri. Sebagian mereka
melarikan diri dan hidup di bawah Pemerintahan Rusia. Para pelari ini
membentuk kelompok masyarakat bawah tanah, yang kemudian tidak jarang
mendalangi timbulnya kekacauan atau tindak pembunuhan politik di Rusia.
Sebagian besar lainnya melarikan diri ke Eropa Timur. Dari sini mereka
menyebar ke seluruh dunia, terutama ke Amerika Serikat. Dan anak cucu
Yahudi Kojar itulah yang kemudian membanjiri Palestina sekarang, dan
mengklaim adanya hak sejarah yang sah bagi bangsa Yahudi di Palestina dalam
artian yang sebenarnya. Seperti telah kita singgung terdahulu, kerajaan Yahudi
berlangsung tidak lama, yaitu periode kekuasaan Nabi Daud dan Nabi
Sulaiman. Sedang kekuasaan Yahudi lainnya tidaklah lebih dari kekuasaan atas
satu kota beserta desa sekitarnya, mirip kehidupan suku-suku yang bermukim.
Mereka belum pernah membentuk komunitas di seluruh Palestina, karena
mereka bukanlah penduduk asli. Sama dengan keadaan Yahudi di Israel
sekarang, mereka datang dari berbagai penjuru dunia sebagai imigran, yang
tidak ada hubungannya dengan darah Yahudi Semitik.
Sebagai akibat wajar dari keyakinan bangsa Yahudi dan perasaan hidup dalam
ketidakpastian selama sejarah mereka, ditambah lagi dengan adanya
keyakinan, bahwa bangsa Yahudi adalah ‘Bangsa Pilihan Tuhan’, maka mereka
selalu mengandalkan taktik subversif, dan menciptakan suasana kacau di
negeri-negeri di mana mereka berdiam. Dalam sejarah, mereka dikenal sebagai
golongan yang terorganisasi rapi dan rahasia, sehingga banyak peristiwa
sejarah yang didalangi oleh orang-orang Yahudi itu. Kita bisa memperhatikan
sifat mereka yang membenci bangsa lain (Gentiles), di samping membenci
setiap pemerintahan kuat yang lahir dalam sejarah.
Sementara itu, Islam muncul sebagai kekuatan yang besar, yang tidak
dikehendaki oleh Yahudi. Kaum Yahudi menyebar ke seluruh wilayah kaum
Muslimin untuk menyulut benih-benih perselisihan, pemberontakan dan
perpecahan. Mereka berhasil mendirikan beberapa sekte sesat di tengah
masyarakat Muslim dan beberapa gerakan sesat bawah tanah, yang bertujuan
melemahkan kekuatan ummat Islam. Setelah kaum Muslimin melemah, dan
superioritas dunia berada di tangan dunia Kristen Eropa, orang Yahudi
memindahkan kegiatan mereka ke negeri-negeri itu, terutama Inggris dan
Perancis. Dan awal abad ini kekuatan dunia berbalik ke tangan Amerika dan
Rusia. Maka, kegiatan Yahudi pun berpindah ke sana.
Akan tetapi, meskipun keadaan kaum Muslimin sangat lemah pada masa
pemerintahan Sultan Abdul Hamid, orang Yahudi tidak berhasil membeli bumi
Palestina dengan kekayaan yang mereka miliki. Bahkan Sultan Abdul Hamid,
seorang penguasa kerajaan Turki Utsmani yang dikambinghitamkan oleh para
sejarawan, telah menunjukkan sikapnya yang tegas terhadap Theodore Herzl,
xii
pemimpin gerakan Zionisme Internasional kala itu, yaitu pada akhir abad
ke 19. Sultan Abdul Hamid menunjukkan pendiriannya yang tegas dengan
menolak kehadiran Herzl untuk memberikan suap kepada Sultan, agar beliau
mengizinkan orang Yahudi hijrah ke Palestina. Kemudian Sultan Hamid
mengirim catatan khusus kepada Herzl lewat kawannya Neolinsky.
Sebagaimana ditulis sendiri oleh Herzl dalam buku hariannya halaman 35,
yang dimuat dalam media Pusat Studi PLO. Sultan pesan kepada Neolinsky
sebagai berikut :
“Jika Herzl benar-benar kawanmu, sebagaimana Anda adalah kawanku juga, maka
tolong beritahukan agar Herzl jangan sekali-kali meneruskan langkahnya, karena aku
tidak akan menjual sejengkal pun wilayah kerajaanku. Kerajaanku bukanlah milik
pribadiku, melainkan milik seluruh kaum Muslimin. Dan untuk memperoleh itu,
mereka telah mengorbankan harta benda dan hidupnya. Oleh karena itu, kami akan
mempertahankan bumi itu dengan darah kami pula, dari setiap usaha yang dilakukan
oleh pihak luar untuk merebutnya. Pasukan kami telah terjun dalam medan perang di
Syiria dan Palestina. Mereka rela gugur satu demi satu, karena tidak ada seorang pun
dari prajurit kami yang mau menyerah kepada musuh. Mereka lebih senang mati
membela kehormatan Islam daripada hidup dalam kenistaan. Kerajaan Turki bukanlah
milik pribadiku, melainkan milik bangsa Turki. Tanah sejengkal pun tidak boleh dijarah
orang. Orang Yahudi supaya menyimpan saja jutaan uang miliknya itu. Seandainya
kerajaan ini bisa dihancur-luluhkan orang Yahudi boleh mengambil tanah Palestina
dengan cuma-cuma. Akan tetapi harus diingat, bahwa kerajaan kami tidak pernah akan
mundur dari tekad, yang telah kami pegang selama ini. Orang Yahudi tidak akan bisa
menghancurkan kami, sebelum mereka bisa melangkahi mayat-mayat kami lebih dulu.”
Apa yang terjadi setelah orang Yahudi mengetahui ketegaran sikap Sultan
Abdul Hamid? Ternyata mereka tidak kehilangan akal. Dengan menggunakan
orang Yahudi warga Turki sendiri yang bergerak di bawah tanah, yaitu
wilayah Turki yang sekarang menjadi bagian dari wilayah Yunani, mereka
berhasil menumbangkan kekuasaan Sultan Abdul Hamid. Sultan sendiri
akhirnya mengetahui sebab-sebab pokok yang membuatnya terguling. Hal ini
bisa dilihat dari sepucuk surat Sultan kepada Syeikh Mahmud Abu Syamat di
Damaskus. Dikatakan dalam surat itu, bahwa Sultan mendapat tawaran dari
para tokoh Yahudi berupa sejumlah uang emas, dengan imbalan beliau
mengizinkan orang-orang Yahudi hijrah ke Palestina, yang akhirnya mereka
akan mendirikan sebuah negara di sana. Prof. Sa’id Al-Afgani mengupas selukbeluk
dokumen itu dalam majalah Al-Araby edisi 169 Desember 1972 sebagai
berikut :
“Syeikh Mahmud Abu Syamat adalah sesepuh kelompok Tharikat Sadzaly
Yashrithy. Dia adalah penerus pertama yang menggantikan pimpinan Tharikat
itu setelah pendirinya Syeikh Ali Al Yashrithy meninggal dunia. Raghib Ridha,
yaitu kepala urusan istana Sultan adalah murid Syeikh Syamat. Setiap kali
berkunjung ke Istanbul, Syeikh Syamat selalu menginap di rumah muridnya
itu. Sultan menanyakan, siapa yang menjadi tamu dan menginap di kediaman
kepala urusan istananya itu. Setelah Raghib Ridha menjelaskan siapa Syeikh
xiii
Syamat itu, Sultan merasa tertarik dan bermaksud mengundangnya ke istana.
Kemudian Sultan akhirnya memutuskan untuk menjadi muridnya, diikuti oleh
para pemuka masyarakat Istanbul, para pejabat pemerintah kerajaan Turki dan
para prajuritnya. Ketika Sultan digulingkan dan diasingkan dalam sebuah
istana yang terletak di daerah Salonika, ternyata salah satu penjaga di istana
pengasingan itu adalah seorang murid Syeikh Syamat juga. Dengan surat
melalui orang tersebut, Sultan diam-diam mengadakan hubungan
korespondensi dengan Syeikh Abu Syamat. Surat itu tetap disimpan oleh
Syeikh Abu Syamat dan anak-anaknya. Baru pertama kali inilah surat
dokumenter penting tersebut dimuat dalam sebuah buku. Berikut ini adalah
lembaran surat tersebut :
Itulah lembaran pertama surat Sultan Abdul Hamid kepada Syeikh Abu
Syamat, yang ditulis dalam bahasa Turki.
Tulisan di atas adalah lembaran kedua. Berikut ini adalah salinan surat Sultan
Abdul Hamid dalam bahasa Arab, yang diterjemahkan ke dalam bahasa
Indonesia dengan bebas.
YA HUWA13
Bismillâhirrahmânirrahîm
Segala puji bagi Allah, dan salam sejahtera kami panjatkan kepada junjungan
kita Nabi Muhammad saw, segenap keluarganya, dan para sahabat sekalian
hingga Hari Pengadilan.
Saya tulis surat ini kepada yang mulia Syeikh Tharikat abad ini Ali Sadzaly,
cahaya Ruh dan kehidupan ‘Syeikh Mahmud Effendy Abu Syamat’. Kami akan
menyambut uluran kedua tangan beliau yang mulia, dengan mengharapkan
do’a restu beliau.
Setelah menghaturkan rasa hormat perlu saya sampaikan, bahwa surat Anda
tanggal 22 Mei tahun ini telah saya terima dengan selamat. Alhamdulillah saya
ucapkan, bahwa Anda dalam keadaan sehat walafiat. Tuanku yang mulia,
dengan Taufik dan Hidayah Allah ta’ala, saya bisa melakukan amalan wirid
Tharikat Sadzaly siang dan malam. Saya perlu menyampaikan bahwa hingga
saat ini saya terus membutuhkan panggilan batin anda. Selain itu, ada masalah
yang perlu saya sampaikan kepada Anda dan orang yang bisa diajak berpikir
seperti Anda, berkenaan dengan masalah yang sangat penting berikut ini,
sebagai amanat perjalanan sejarah.
Saya meninggalkan kekhalifahan bukan karena suatu sebab tertentu, melainkan
karena adanya tipu daya dengan berbagai ancaman dari tokoh-tokoh
Organisasi Persatuan yang dikenal dengan sebutan Cun Turk, sehingga
13 Huwa maksudnya Allah. Cara menyebut Allah dengan sebutan Huwa termasuk etika dalam Tharikat
Sadzaly
xiv
terpaksa saya meninggalkan kekhalifahan itu.14 Sebelumnya, Organisasi ini
telah mendesak saya berulang-ulang, agar saya menyetujui dibentuknya
sebuah negeri nasional bagi bangsa Yahudi di Palestina. Saya tetap tidak
menyetujui permohonan berulang-ulang yang memalukan itu. Akhirnya
mereka menjanjikan uang sebesar 150 juta poundsterling emas. Saya tetap
dengan tegas menolak tawaran itu. Saya menjawab dengan kata-kata,
‘Seandainya kalian membayar dengan seluruh isi bumi ini, aku tidak akan
menerima tawaran itu. Tiga puluh tahun lebih aku hidup mengabdi kepada
kaum Muslimin dan kepada Islam itu sendiri. Aku tidak akan mencoreng
lembaran sejarah Islam yang telah lama dirintis oleh nenek-moyangku, para
Sultan dan khalifah kerajaan Turki Utsmani. Sekali lagi, aku tidak akan
menerima tawaran kalian.’
Setelah mendengar dan mengetahui sikap dan jawaban saya itu, mereka
dengan kekuatan rahasia yang mereka miliki memaksa saya menanggalkan
kekhalifahan, dan mengancam akan mengasingkan saya di Salonika. Maka
terpaksa saya menerima keputusan itu daripada menyetujui permintaan
mereka. Saya masih bersyukur kepada Allah, karena saya menolak untuk
mencoreng kerajaan Islam Turki, dan dunia Islam pada umumnya dengan noda
abadi yang diakibatkan oleh berdirinya negeri Yahudi di tanah Palestina.
Biarlah semua berlalu. Saya tidak bosan mengulang-ulang rasa syukur kepada
Allah ta’ala, yang telah menyelamatkan kita dari aib besar itu. Saya rasa cukup
di sini apa yang perlu saya sampaikan dan sudilah Anda dan segenap ikhwan
menerima salam hormat saya. Guruku yang mulia, mungkin sudah terlalu
banyak yang saya sampaikan. Harapan saya, Anda beserta jamaah yang Anda
bina bisa memaklumi semua itu.”
Wassalamu’alaikum wr. wb.
22 September 1909
ttd
Pelayan Kaum Muslimin (Adul Hamid bin Abdul Majid)
14 Mereka adalah anggota Organisasi Rahasia Yahudi Internasional, dan kelak berhasil menumbangkan
kerajaan Islam Turki Utsmani, dan mengganti Turki menjadi negara Republik sekuler, di bawah
pimpinan Yahudi Musthafa Kemal Attaturk
xv
YAHUDI DAN DUNIA KRISTEN
Orang-orang Yahudi bisa bertahan hidup sambil mengisolasi diri dari
masyarakatnya, dengan mempertahankan bahasa dan kepercayaan mereka.
Mereka tetap bisa menjalin kerja-sama antar mereka meskipun mereka hidup di
berbagai negeri yang berjauhan. Namun anehnya, mereka tidak bisa hidup
antar-bersama dalam komunitas besar. Landasan umum yang mereka pakai
sebagai dasar untuk menguasai dunia dan menghancurkan dunia Kristen
jarang keluar dari garis yang telah ditentukan, seperti tertera dalam isi surat
yang disiarkan oleh majalah riset Yahudi Perancis tahun 1880 berikut ini :
Pada tanggal 13 Januari 1489, Shamur seorang pendeta Yahudi di kota Orles
menulis surat kepada masyarakat Yahudi Istanbul, minta pandangan
berkenaan dengan situasi gawat yang dialami oleh masyarakat Yahudi di
Perancis. Dijelaskan, bahwa orang-orang Perancis di kota Aix, Arles dan
Marseilles mengancam keberadaan tempat-tempat ibadah (Synagogues).
Shamur bertanya apa yang harus dilakukan. Surat itu dijawab :
“Saudara-saudara, dengan rasa sedih pengaduan kalian kami pelajari. Derita nasib
buruk yang kalian alami membuat kami ikut bersedih. Kalian mengadukan, bahwa raja
Perancis telah memaksa kalian memeluk agama Nasrani. Kalian sulit menentang
perintah paksaan itu. Maka masuklah ke agama Nasrani. Tetapi harus diingat, bahwa
ajaran Musa harus tetap kalian pegang erat-erat dalam hati sanubari. Ummat Kristen
memerintahkan supaya kalian menyerahkan harta benda kalian. Laksanakanlah.
Selanjutnya didiklah putra-putri kalian menjadi pedagang dan pengusaha yang
tangguh, agar pelan-pelan bisa merebut kembali harta benda itu dari tangan mereka.
Kalian juga melaporkan, bahwa mereka mengancam keselamatan hidup kalian. Maka,
binalah putra-putri kalian untuk menjadi dokter, agar bisa membunuh orang-orang
Kristen secara rahasia. Mereka menghancurkan tempat peribadatan kalian. Maka,
didiklah putra-putri kalian untuk menjadi pendeta, agar bisa menghancurkan gereja
mereka dari dalam. Mereka menindas dengan melanggar hak dan nilai kemanusiaan.
Maka, didiklah putra-putri kalian sebagai agen-agen propaganda dan penulis, agar bisa
menyelusup ke dalam jajaran pemerintahan. Dengan demikian, kalian akan bisa
menundukkan orang Kristen dengan cengkeraman kuku-kuku kekuasaan internasional
yang kalian kendalikan dari balik layar. Ini berarti pelampiasan dendam kesumat kalian
terhadap mereka.”
24 July 1489
ttd
Pemimpin Tertinggi Yahudi Konstantinopel
Para pemimpin Yahudi sering mengadakan pertemuan rahasia, untuk
meletakkan dasar kerja-sama antara mereka, dan merumuskan program kerja
dalam upayanya mewujudkan cita-cita. Barangkali, konferensi Basel di Swiss
tahun 1894 adalah salah satu pertemuan yang penting yang mereka adakan.
xvi
Rahasia protokol sesepuh Zion sempat bocor dan tersiar luas. Dalam Protokol I
terdapat ungkapan yang membicarakan orang Kristen sebagai berikut :
“Orang dalam masyarakat Kristen sering kehilangan akal akibat pengaruh alkohol.
Kaum mudanya menjadi lumpuh tak berdaya karena tenggelam dalam kemaksiatan
dini, akibat usaha kegiatan para aktivis kita yang terdiri dari para tenaga akademik,
para pelayan wanita yang bekerja di tempat-tempat maksiat, dan para wanita yang kita
sebarluaskan dengan sengaja di tengah-tengah masyarakat untuk tujuan perusakan
moral.”
“Kita adalah orang pertama yang menyerukan di tengah masyarakat lampau semboyan
Liberte (Kemerdekaan), Egalite (Kebersamaan) dan Fraternite (Persaudaraan), sehingga
bangsa-bangsa dungu di dunia mengulang-ulang semboyan tersebut, tanpa menyadari
makna di balik itu. Bahkan, karena sikap mereka yang berlebih-lebih terhadap semboyan
kosong itu telah menjauhkan dunia dari persaudaraan, kebersamaan dan kebebasan
pribadi yang sebenarnya.”
Orang Yahudi selalu memindahkan pusat kepemimpinan rahasianya dan pusat
kegiatannya dari satu negeri yang kuat ke negeri yang lain yang lebih kuat,
yaitu dari Perancis ke Inggris, dan sekarang berpindah ke Amerika, sesuai
dengan perkembangan kekuatan negeri-negeri tersebut dan pengaruhnya
terhadap berbagai peristiwa internasional. Bangsa Amerika sebenarnya tidak
mau menerima kehadiran imigran Yahudi itu.15 Namun kenyataan yang terjadi
adalah sebaliknya. Imigran Yahudi jenis terburuk dari Mongolia telah
membanjiri Amerika siang dan malam. Banyak agen Yahudi memalsukan
paspor, dan identitas mereka. Para imigran yang datang ke New York
mayoritas adalah orang Yahudi yang menyamar sebagai imigran dari Polandia
atau Rusia atau dari Irlandia. Para pemimpin Amerika bukan tidak tahu
adanya bahaya yang ditimbulkan oleh membanjirnya imigran Yahudi itu.
Seorang tokoh kemerdekaan Amerika Benyamin Franklin, ketika membuat
rancangan Undang-Undang Amerika Serikat tahun 1789, menulis pernyataan
sebagai berikut :
The Jewish Race
A Prophecy of Benjamin Franklin (Excerpt from ‘The Journal of
Charles Pinskey of South Carolina on The Proceeding of the
Continental Convention of 1789′ regarding the statement of
Benjamin Franklin of Jewish Immigration).
“There is a grave danger for the USA. This great danger is the
Jews, for in every land the Jews have settled they have depressed
the moral level and lowered the degree of commercial honesty.
They have remained un-assimilated, oppressed, the attempt to
strangle the nations financially as in the case of Portugal and
Spain .
15 Plain English, August 1921
xvii
For more than 1700 years, they have lamented their sorrowful
fate namely that they have been driven out of their mother land.
But gentlemen, if the civilized world today gave them back
Palestine, they would immediately find pressing reason for not
returning there. Why? Because they are vampires, and vampires
can not live on other vampires.
They can not live among themselves as they must live on
Christians or other people who do not belong to their race.
If they are not excluded from the USA , by the constitution
within a hundred years, they will stream into this country in
such numbers, they will rule and destroy us by changing our
form of government, for which we Americans shed our blood,
and sacrifice our lives, our properties, and personal freedom. If
the Jews are not excluded within 200 years our children will be
working in the fields to feed them, while they remain in the
counting houses gleefully rubbing their hands.
I warn you, gentlemen. If you do not exclude the Jews forever,
your children and your children’s children will curse you in your
graves. Their ideals are not those of Americans, the leopard can
not change his spots. They will emperil our institutions, they
should be excluded by the constitutions.”
(Original of this copy can be seen in the Franklin Institute of
Philadelphia, Pennsylvania).
Bahasa Indonesianya :
Bangsa Yahudi
Ramalan Benyamin Franklin (Kutipan dari ‘Jurnal Charles
Pinsky, South Carolina berkenaan dengan ‘Rencana Undang-
Undang 1789′ mengenai pernyataan Benyamin Franklin tentang
imigrasi Yahudi).
“Di sana ada bahaya besar yang mengancam Amerika. Bahaya
itu adalah orang-orang Yahudi. Di bumi mana pun Yahudi itu
berdiam, mereka selalu menurunkan tingkat moral kejujuran
dalam dunia komersial. Mereka hidup mengisolasi diri, dan
berusaha mencekik leher keuangan penduduk pribumi, seperti
yang terjadi di Portugal dan Spanyol.
Sejak lebih dari 1700 tahun, orang Yahudi mengeluhkan nasib
yang mereka alami, karena mereka telah diusir dari bumi
pertiwi. Perlu diketahui wahai saudara sekalian, seandainya
dunia berbudaya sekarang memberi mereka tanah Palestina,
mereka akan segera mencari berbagai alasan untuk tidak
kembali ke sana. Mengapa? Mereka tidak lain adalah binatang
xviii
vampir (hantu yang menghisap darah manusia). Dan seekor
vampir tidak akan bisa hidup dengan vampir lain. Orang
Yahudi itu tidak bisa hidup bersama mereka sendiri. Mereka
harus hidup bersama orang Kristen atau bangsa-bangsa yang
bukan golongan mereka.
Jika orang Yahudi tidak disingkirkan dari Amerika dengan
kekuatan Undang-Undang, maka dalam masa 100 tahun
mendatang mereka akan menguasai dan menghancurkan kita
dengan mengganti bentuk pemerintahan yang telah kita
perjuangkan dengan pengorbanan darah, nyawa, harta, dan
kemerdekaan pribadi kita. Seandainya orang Yahudi itu tidak
diusir dari Amerika dalam waktu 200 tahun mendatang, anak
cucu kita nanti akan bekerja di ladang-ladang untuk memberi
makan kepada orang-orang Yahudi itu. Sementara itu, orang
Yahudi akan menghitung-hitung uang dengan tangan mereka di
berbagai perusahaan keuangan.
Aku ingatkan Anda sekalian. Kalau Anda tidak menyingkirkan
orang Yahudi dari Amerika untuk selamanya, maka anak cucu
dan cicit kalian akan memanggil-manggil nama kalian dari atas
liang kubur kalian kelak. Pikiran yang ada di benak orang
Yahudi tidak seperti yang ada pada orang Amerika. Meskipun
mereka hidup bersama kita selama beberapa generasi, mereka
tidak akan berubah sebagaimana macan tutul tidak bisa
mengubah warna tutul kulitnya. Mereka akan menghapus
institusi kita. Oleh karena itu, mereka harus disingkirkan
dengan kekuatan konstitusi.”
(Teks yang asli bisa dilihat di Franklin Institute Philadelphia, Pennsylvania).
Meskipun sudah sering diusahakan oleh tokoh Amerika untuk menentang
bahaya keberadaan Yahudi di negeri itu, tapi orang Yahudi dengan berbagai
cara akhirnya bisa menguasai Amerika, dan bahkan bisa mempengaruhi
Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Apa yang kita saksikan
sekarang, setiap calon Presiden Amerika harus lebih dulu berlomba
mengatakan dukungan terhadap bangsa Yahudi, sebelum ia memenangkan
pemilihan presiden. Maka tidaklah berlebih-lebihan kalau kita mengatakan,
bahwa Amerika adalah anak Israel, bukan sebaliknya. Perdana Menteri Israel
lah yang menentukan kemenangan bagi seorang calon Presiden Amerika. Oleh
karena itu, setiap calon Presiden Amerika harus tekun mengikuti
perkembangan yang terjadi di Israel, dan perkembangan yang ditulis oleh para
penasihat Yahudi. Padahal, mayoritas warga Amerika lebih membenci Yahudi
daripada membenci warga kulit hitam. Yahudi di Amerika adalah golongan
yang menentukan publik opini. Merekalah yang menguasai media massa, dan
dengan itu mereka terus berusaha memasyarakatkan berbagai jenis kebejatan
xix
moral dan penyalahgunaan obat bius, agar cengkeraman Yahudi terhadap
rakyat Amerika terus bertambah kuat.
Komunisme adalah super power kedua di dunia ini, yang diciptakan oleh
seorang Yahudi bernama Karl Marx. Maka, tidaklah mengherankan kalau
Komite Sentral Partai Komunis Uni Sovyet dikuasai oleh orang-orang Yahudi.16
Dan perlu dicatat, bahwa negara kedua yang mengakui berdirinya negara
Yahudi Israel di Palestina adalah Uni Sovyet. Bahkan negara itu menyatakan
kesediaannya untuk melakukan intervensi militer demi melindungi Israel bila
perlu. Meskipun perkembangan terakhir dalam sikap politik Rusia terhadap
Israel nampak ada perubahan, namun kenyataannya Rusia tetap melindungi
hidup Israel. Rusia selalu menentang gagasan pembicaraan tentang Israel,
dengan memainkan peranan apa yang disebut Politik Keseimbangan Kekuatan
di wilayah itu. Perlu dicatat, seorang Yahudi bisa berbaju kapitalis atau
komunis, atau sebagai warga Amerika atau Yugoslavia, namun ia tetap orang
Yahudi, yang hidup karena Talmud, sedang hidup Talmud karena Yahudi.17
16 Hari-hari akhir Romanov, oleh Robert Wilton seorang wartawan London Times di Rusia, hal. 137 &
138
17 Talmud, sejarah dan ajarannya, oleh Esrael Abraham
xx
I S R A E L
‘Nasib bangsa Yahudi akan menjadi salah
satu perhatian ummat manusia pada abad
ke 20 mendatang.’
Nietzsche
Sekarang Zionisme Internasional telah meraih sukses besar dalam mewujudkan
cita-citanya. Kelahiran Israel adalah hasil persekongkolan internasional
terhadap hak bangsa Arab. Namun impian ‘Bangsa Pilihan Tuhan’ tetap
merupakan tujuan yang lebih besar daripada negeri Israel di Palestina itu. Dr.
Nahem Golman18 mengatakan :
“Bangsa Yahudi telah memilih Palestina bukan karena tambang yang
dihasilkan dari Laut Mati bernilai 3 milyar dolar, bukan pula karena cadangan
minyak yang ada di Palestina diperkirakan melebihi yang ada di Amerika
Utara dan Selatan, tetapi pertama karena mereka berpegang pada ajaran
Taurat, dan kedua karena Palestina adalah titik pusat yang paling vital bagi
kekuatan dunia, dan merupakan pusat strategis kemiliteran yang bisa dijadikan
tonggak untuk menguasai dunia.”
Kita telah memperpanjang pembicaraan tentang impian Yahudi dan keyakinan
mereka. Ringkasnya, mereka berkeyakinan, bahwa Yahudi adalah bangsa
superior (unggulan) pilihan Tuhan, dan bangsa lain adalah bangsa inferior
(Gentiles) yang sengaja dicipta Tuhan untuk mengabdi kepada bangsa Yahudi.
Di antara ajaran yang mereka pegang adalah menghalalkan segala cara, yang
senantiasa berlawanan dengan moral agama mana pun, demi upaya
mewujudkan cita-cita mereka. Kalau kita simak sepanjang sejarah bangsa
Yahudi, kegagalan dan kehinaan justru selalu mereka alami, sejak peristiwa
penawanan mereka oleh Nebuchadnezzar II, kemudian digiring ke Babilonia.
Nasib buruk selalu menimpanya, karena semua itu disebabkan oleh watak asli
dan perilaku mereka yang sebenarnya. Itulah sebabnya, keramahan bangsabangsa
di dunia berubah menjadi kebencian terhadap mereka.
Sebagaimana telah disinggung di muka, negara Israel dilahirkan dalam kondisi
istimewa. Negara superpower yang tidak sepakat dalam satu masalah,
menyepakati juga berdirinya negara Israel, karena negara itu punya
kepentingan dengan Zionisme Internasional. Maka, para penguasa negara itu
dikuasai oleh sikap pemikiran balas budi (moral obligation) dan belas kasihan,
misalnya karena kekejaman Nazi Hitler kepada Yahudi. Itulah sebabnya,
bantuan Jerman kepada Israel masih tetap mengalir sebagai pembayaran ganti
rugi atas kekejaman pasukan Nazi terhadap mereka.
18 Dalam ceramahnya yang disampaikan di Montreal , Canada tahun 1947, dan dimuat dalam harian The
National Unity edisi 12 tahun 1953
xxi
Meskipun Israel mempunyai kekuatan fisik, namun sampai sekarang masih
hidup dengan bantuan luar negeri, terutama dari negara yang dikendalikan
oleh Pemerintah di balik layar. Seandainya bantuan itu dihentikan, maka Israel
akan segera gulung tikar dalam waktu singkat. Itikad dan naluri
ekspansionismenya merupakan sebab kehancuran bagi dirinya sendiri. Kita
tentu masih ingat peristiwa penyanderaan sejumlah atlet Israel oleh
sekelompok gerilyawan Palestina pada Olimpiade Munich (München) tahun
1972. Para gerilyawan Palestina menuntut, agar pemerintah Israel
membebaskan para tawanan Palestina dari penjara. Namun pasukan Israel
justru membantai para atletnya sendiri yang disandera bersama dengan para
penyandera mereka. Hal ini dilakukan oleh Israel sebagai alasan untuk
melegitimasi kekejaman pasukannya pada hari Sabtu, sebelum ‘Hari
Ampunan’19, dengan menyerbu Libanon dan membantai ratusan penduduk
sipil. Padahal, Sabtu adalah hari suci orang Yahudi. Namun membunuh orang
non-Yahudi pada hari itu dianggapnya sebagai persembahan kurban kepada
Tuhan. Menurut kepercayaannya, perbuatan itu lebih besar pahalanya
daripada memperingati hari besar mereka.
Sebenarnya kepercayaan Yahudi kepada Talmud tidak ada legitimasi Israel di
Palestina. Bangsa Yahudi tidaklah banyak, meskipun mereka berkumpul
menjadi satu. Eksistensi negara Israel menggantungkan hidupnya dari bantuan
dan belas kasihan negara lain. Kedua unsur itu merupakan indikator kuat bagi
kerapuhan negara Zionis itu. Namun perlu dicatat, bahwa kehancuran akibat
kerapuhan itu tidak akan terjadi begitu saja, mengingat adanya dukungan
materi dan non-materi dari negara super power kepada Israel. Seandainya ia
bisa memenuhi hidup tanpa bantuan pihak lain, Yahudi akan bisa bertahan
lama.
MUSTHALAH MAUFUR MA.
19 Ialah hari besar bagi Yahudi pada tanggal 10 Tisyrin (bulan Yahudi) dengan berpuasa dan
bersembahyang terus menerus, dan mengakui dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan kepada orang
lain pada siang hari (dikutip dari Rafael Batay, kepada bagian riset Institut Theodore Herzl, dan
penulis Encyclopedia Zionisme dan Israel)
1
I. ZIONISME SEBUAH PERSEKONGKOLAN
TERHADAP KEMANUSIAAN
Buku ini akan berusaha mengungkap tabir rahasia sejarah dunia, dengan
berbagai fakta yang selama ini belum banyak diketahui orang. Kita akan
menerobos kabut tebal, yang selama ini merupakan tameng bagi kekuatan
gelap yang bersifat rahasia, dan mampu menentukan garis perjalanan sejarah
dunia. Dunia ini sering diliputi oleh pertikaian antar-manusia. Fenomena dan
faktor yang mendukung sering berbeda. Akan tetapi, semua pertikaian hanya
berporos pada satu sumber, yaitu pertikaian antara kebenaran dan kejahatan.
Kebenaran diwakili oleh agama-agama samawi, sedang yang lain diwakili oleh
kekuatan jahat berupa ide-ide yang sering membinasakan.
Banyak sudah pakar yang meneliti hakikat yang melatarbelakangi berbagai
peristiwa sejarah. Dari mereka ada kelompok yang membentuk studi khusus,
dengan tujuan untuk mengetahui secara pasti tentang rahasia yang ada di balik
peperangan antar manusia. Sebagian mereka ada yang menghabiskan waktu
lebih dari 40 tahun, untuk mengetahui rahasia sejarah, seperti banyak
disebutkan dalam Kitab-Kitab suci. Salah satu kisah yang terkenal adalah kisah
terusirnya Adam dan istrinya dari Firdaus karena terpengaruh oleh godaan
setan. Sejak peristiwa ini, kekuatan jahat tetap menghembuskan racunnya ke
tengah-tengah umat manusia sampai sekarang. Sejarah itu menyadarkan kita,
bahwa setiap peperangan, pergolakan atau kekacauan, yang sering
menumbalkan kehidupan manusia dan materi adalah akibat dari
persekongkolan kekuatan jahat terhadap kebenaran.
Berbagai data telah bisa dikumpulkan oleh para pengamat sejarah. Pada
prinsipnya, pertikaian yang timbul sepanjang sejarah ternyata bukan melawan
musuh berupa manusia, melainkan kekuatan setan di balik kegelapan yang
diderita oleh manusia, di seputar orang-orang yang menduduki jabatan penting
di dunia. Mereka inilah yang menutup mata bangsa-bangsa dengan kaca mata
setan, sehingga tidak bisa melihat ajaran Allah yang benar.
Kita sendiri sering melupakan peringatan Kitab suci, bahwa setan itu adalah
lambang kecerdikan, kesesatan dan kelicikan, sekaligus merupakan kekuatan
untuk menghancurkan aturan Syariat Tuhan, yang diturunkan untuk mengatur
kehidupan manusia dengan tenteram, damai, kasih sayang dan saling
menghormati. Pada saat yang sama kita melihat ideologi setan yang mengklaim
filsafat sebagai kebenaran, yang dalam istilah politik modern berfungsi sebagai
regim thaghut dan diktator. Ideologi setan itu menciptakan sistem sosial yang
membuka peluang lebar bagi timbulnya kebenaran, kebobrokan dan
pemberangusan kebebasan sejati, yang pada akhirnya mencabik-cabik ikatan
keluarga dan masyarakat. Kitab Talmud atau Taurat orang Yahudi (bukan
Taurat Nabi Musa) adalah kisah perjanjian lama, yang dijadikan pegangan bagi
2
kekuatan setan untuk menguasai dunia, sehingga bumi ini penuh dengan
kejahatan, kedzaliman dan penindasan. Demikianlah gereja setan yang berdiri
di muka bumi, sejak lahirnya berusaha keras mengadakan persekongkolan
untuk memerangi ajaran Allah.
Ketika Nabi Musa diutus menyampaikan Risalah Tuhan, persekongkolan setan
telah sampai pada puncaknya. Dunia yang dikenal pada masa itu telah
sepenuhnya dikuasai oleh mereka. Mereka telah menguasai rakyat dan
menduduki pos-pos penting dalam berbagai bidang kehidupan. Nabi Musa
setelah mengetahui ketimpangan itu segera memerangi mereka, dan menjuluki
mereka sebagai anak-anak setan (Lucifer). Bahkan Nabi Musa mengungkapkan
di muka umum, bahwa mereka itulah orang-orang yang menamakan dirinya
Yahudi, dan sekaligus merusak syariat Nabi Musa. Mereka oleh Nabi Musa
juga dicap sebagai pendusta yang tidak menganut ajaran agama apa pun,
disamping juga ‘dikukuhkan’ sebagai rentenir Yahudi. Dengan demikian, Nabi
Musa sebagai utusan Allah telah membeberkan hakikat keburukan setan
bertubuh manusia. Adalah bagian dari misinya untuk menyelamatkan manusia
dari kejahatan setan yang dari masa ke masa terus menyesatkan manusia.
Tindakan Musa itu mengilhami generasi bangsa-bangsa berikutnya untuk
mengetahui persekongkolan setan itu, agar selanjutnya bisa menghindar.
Semoga salam sejahtera dilimpahkan Allah kepada Nabi Musa, dan semoga
pula kita bisa mengambil i’tibar dari beliau dalam memerangi kejahatan setan.
A. Konspirasi dalam Perjalanan Sejarah
Karena kehendak Allah semata persekongkolan modern (Konspirasi modern)
terpukul dan terungkap olah khalayak umum pada tahun 1784. Akibat pukulan
itu, bukti dan dokumen rahasia banyak yang jatuh ke tangan pemerintah
Bavaria. Peristiwa itu terjadi setelah Adam Weiz Howight, salah seorang tokoh
pendeta Kristen terkemuka dan profesor Theologi pada Universitas Angold
Stadt di Jerman murtad dari agamanya. Ia kemudian mengikuti faham
Atheisme. Pada tahun 1770 tokoh-tokoh Yahudi Jerman menemukan Adam
Weiz Howight sebagai seorang cendekiawan yang paling tepat untuk
dimanfaatkan, demi kepentingan Yahudi. Mereka segera menghubungi
Howight untuk selanjutnya memberi tugas penting, agar Howight bersedia
meninjau Kitab Protokol tokoh-tokoh Zion klasik, kemudian menyusunnya
kembali berdasarkan prinsip modern sebagai langkah untuk menguasai dunia,
yaitu dengan meletakkan faham Atheisme dan menghancurkan seluruh ummat
manusia. Lebih jelasnya, untuk menghancurkan bangsa lain selain Yahudi
(Gentiles), yaitu dengan menyalakan api peperangan dan pembunuhan massal
(genocide), pemberontakan dan membentuk organisasi teroris berdarah dingin,
di samping menghancurkan pemerintah yang berlandaskan prinsip
kemanusiaan.
Tahun 1776 Howight telah menyelesaikan tugasnya dengan cemerlang, dengan
meletakkan dasar-dasar sebagai landasan program berdarah sebagai berikut :
3
1) Menghancurkan pemerintah yang sah, dan mendongkel ajaran agama
dari pemeluknya.
2) Memecah-belah bangsa non-Yahudi (Gentiles) menjadi berbagai blok
militer yang saling bermusuhan terus-menerus, dengan menciptakan
berbagai masalah antara blok-blok itu, mulai dari masalah ekonomi,
sosial, politik, budaya, ras dan seterusnya.
3) Mempersenjatai blok-blok agar saling menghancurkan.
4) Menanamkan benih perpecahan dalam suatu negeri, kemudian
memecah-belah lagi menjadi berbagai kelompok, yang saling membenci.
Dengan begitu, sendi-sendi agama dan moralitas serta materi yang
mereka miliki akan terkuras habis.
5) Mewujudkan seluruh cita-cita yang telah disusun secara bertahap, yaitu
menghancurkan pemerintah sah serta norma-norma susila, termasuk
ajaran agama dan moralitas yang menjadi pegangan masyarakat. Ini
merupakan langkah pertama untuk menabur benih pergolakan,
kebejatan dan kekejaman.
Peran Howight bukan hanya meletakkan prinsip dasar dalam Konspirasi
Internasional itu, melainkan juga menyusun kembali organisasi Free Masonry.
Ia diberi kepercayaan untuk mengepalai organisasi rahasia tersebut, dan
melaksanakan rencana yang telah disusun dengan nama samaran Perkumpulan
Cendekiawan Zion, yang oleh para tokoh Yahudi juga disebut sebagai
Perkumpulan Nurani Yahudi. Sebutan ini lebih tepat jika dinisbatkan kepada
asal kata ‘An-Naar’ yang berarti ‘api’, dari pada kepada kata ‘An-Nuur’ yang
berarti ‘cahaya’. Sebab, cendekiawan yang dimaksud adalah anak-anak setan
yang bertubuh manusia. Sedang setan itu menurut Al-Qur’an diciptakan dari
api. Dan lagi Howight dalam gerakannya yang dipimpinnya menggunakan
tipu daya licik, agar hakikat busuk dari rencana kegiatan tetap merupakan
rahasia.
Organisasi bertujuan menciptakan satu pemerintahan dunia, yang tersendiri
dari tokoh-tokoh yang memiliki tingkat intelejensia tinggi. Dengan
perkumpulan inilah Howight mampu merekrut sejumlah lebih dari 2000 tokoh
kaliber dunia, dengan latar belakang yang berbeda untuk menjadi anggota
kelompok Nurani, mulai dari ilmuwan, psikolog, ahli ekonomi, politisi,
pengusaha dan guru-guru besar berbagai Universitas terkemuka. Tidak lama
kemudian, Howight berhasil mendirikan Free Masonry Induk yang biasa
disebut The Grand Eastern Lodge, yang dijadikan sebagai pusat dan panutan
bagi lain-lain perkumpulan Free Masonry yang tersebar di kota-kota besar
dunia.
4
B. Taktik Konspirasi
Weiz Howight belum merasa puas dengan prestasi yang telah diraih. Ia
melangkah lebih jauh dan membuka hubungan dengan berbagai kalangan
tinggi kaum Yahudi untuk meletakkan rencana yang lebih matang, dan
sekaligus pelaksanaannya. Di sini kita bisa mengukur, sejauh mana rencana gila
yang diletakkan oleh anak-anak setan sebagai perangkap terhadap kaum
Gentiles. Ini kita ketahui dari dokumen rahasia mereka yang pernah bocor,
sehingga rencana rahasia yang telah mereka susun rapi bisa terungkap.
Adapun rencana umum dalam Konspirasi yang terus dipegang oleh para tokoh
Free Masonry sepanjang sejarah adalah : 20
1) Menggunakan taktik suap dengan uang, di samping memakai sarana
kebebasan seks, dalam upaya menggaet tokoh yang punya kedudukan
penting dalam bidang akademik, ekonomi, sosial dan lain-lain, yang bisa
dijadikan sasaran Konspirasi. Apabila umpan yang diincar berhasil
dijaring masuk perangkap, maka dengan diam-diam para tokoh Free
Mason mulai melilitkan tali-tali perangkap pembiusan lewat arena
politik, ekonomi, sosial, atau menjadikan mangsanya sebagai umpan
skandal yang menggemparkan. Tidak jarang para penderita itu
mengalami nasib penculikan, penyanderaan, atau bahkan pembunuhan,
termasuk pula istri dan anak-anak mereka.
2) Para tokoh Free Mason yang bekerja sebagai pendidik di berbagai
lembaga pendidikan ditugaskan untuk memperhatikan anak-anak didik
yang berbakat, dan membinanya sebagai sosok manusia yang
berpandangan anti nilai-nilai moral, sehingga kelak mudah
dimanfaatkan oleh gerakan Free Masonry.
3) Menyiapkan program kerja yang menyangkut para pemimpin Free
Mason, untuk memperluas jaringan kerja dengan memusatkan kegiatan
pada bidang mass media, meliputi surat kabar, majalah, radio dan TV.
Jaringan kerja ini harus ditempatkan di bawah pengawasan
Perkumpulan Yahudi Internasional.
4) Menguasai alat komunikasi dan mass media untuk dimanfaatkan
sebagai senjata dalam membuat berita yang membingungkan, atau
memalsukan kenyataan, atau memutar-balik fakta. Maka, kekacauan
dunia bisa disetir oleh mereka.
Perancis dan Inggris pada masa itu adalah dua negara adikuasa dunia. Maka
Howight menjadikan dua negara itu sebagai target utama untuk dihancurkan
dari dalam oleh persekongkolan Yahudi, untuk kemudian dikuasai.
Demikianlah Howight bekerjasama dengan tokoh-tokoh Yahudi dalam proyek
rahasia yang punya dua ujung tombak sasaran, yaitu satu sisi menjerumuskan
20 Baca lebih jelas dalam buku Rahasia Gerakan Free Masonry dan Rotary Club, Muhammad Fatir
Amin, Pustaka Al-Kautsar, 1991, red
5
Inggris ke dalam kancah peperangan yang berkepanjangan di berbagai negeri
jajahannya, sehingga nyaris mengalami kelumpuhan yang parah. Sisi lain
adalah menyalakan api revolusi besar di Perancis yang mampu
menggoncangkan masyarakat Perancis tahun 1789.
Setelah selesai merumuskan program di atas, kaum Nurani Yahudi
menugaskan seorang tokoh anggota Free Mason asal Jerman bernama Tasfaac
pada tahun 1784, untuk menyusun dokumentasi program Weiz Howight dalam
bentuk buku yang diberi nama Program Asli yang Unik. Sejak itu buku tersebut
menjadi pegangan dan rujukan bagi persekongkolan internasional.
Perkumpulan Free Masonry mengirim satu eksemplar buku penting itu kepada
beberapa tokoh Yahudi di ibu kota Perancis, untuk mengatur jalannya gejolak
revolusi. Namun berkat Rahmat Allah semata, utusan tersebut disambar petir
ketika ia sampai di sebuah kota kecil antara Frankfurt dan Paris, dan meninggal
dunia saat itu juga. Ketika pasukan keamanan menyelidiki untuk mengetahui
sebab kematiannya, dokumen penting yang ada dalam saku mantelnya sangat
mengejutkan mereka. Dokumen tersebut segera disampaikan kepada yang
berwajib di kerajaan Bavaria.
Penguasa Bavaria mempelajari dokumen tersebut dengan penuh perhatian.
Setelah itu, pemerintah segera mengeluarkan instruksi kepada pasukan
keamanan untuk menduduki sarang Free Masonry The Grand Eastern Lodge,
yang dipimpin oleh Weiz Howight itu. Demikian pula kediaman nama-nama
tokoh kaum Nurani Yahudi yang terdapat dalam dokumen tersebut tidak luput
dari penggerebekan pasukan keamanan. Di kediaman mereka itu pula
ditemukan dokumen penting lainnya mengenai program Yahudi. Pemerintah
Bavaria menyadari kejahatan program Perkumpulan Gereja Tertinggi Yahudi
yang bersekongkol dengan sejumlah konglomerat internasional dalam sebuah
organisasi rapi dan mengerikan, sampai tingkat yang sukar dijangkau oleh
khayalan manusia. Pemerintah Bavaria menyadari sepenuhnya adanya bahaya
program setan tersebut terhadap dunia secara keseluruhan. Maka pemerintah
memandang perlu menyebarluaskan dokumen itu kepada raja-raja di Eropa
dan para tokoh gereja. Akan tetapi ternyata para tokoh Yahudi dan para
pemilik modal internasional telah lama menyelusup ke dalam jaringan
pemerintah negara-negara Eropa. Mereka masih tetap mampu dengan mudah
membungkam mulut para raja dan para tokoh gereja itu.
Peristiwa kebocoran rahasia di atas dijadikan pelajaran berharga oleh
Perkumpulan Konspirasi Yahudi. Para tokohnya bersikap lebih berhati-hati dan
lebih waspada pada kondisi apa pun. Sejak itu pergerakan mereka nyaris
menghilang dari permukaan, meskipun kegiatan mereka sebenarnya masih
berjalan seperti biasa. Hanya saja, kegiatan mereka selanjutnya banyak
dialihkan masuk ke dalam perkumpulan Free Masonry yang lain, yang disebut
The Blue Masonry dengan tujuan untuk mendirikan sebuah organisasi
Masonry di dalam Masonry itu sendiri. Mereka sepakat memperluas jaringan
kerja yang anggotanya terdiri dari beberapa tokoh Yahudi nomor wahid, agar
6
program rahasia mereka tidak mudah bocor ke luar. Pemilihan anggota inti
dilakukan lewat pemantauan dan pertimbangan mendalam, diambil dari
anggota perkumpulan rahasia itu, terutama dari mereka yang menganut faham
atheisme, dan tidak berpegang pada prinsip moral. Faktor yang amat
dipentingkan ialah mereka harus berdedikasi tinggi kepada Free Masonry.
Perkumpulan rahasia itu tidak jarang menggunakan kegiatan bakti sosial,
sebagai kedok untuk menutupi rencana jahat yang disembunyikan di balik
layar, seperti kasus yang menimpa John Robinson, seorang guru besar filsafat
pada Universitas Skotlandia. Ia tidak menyadari telah terperangkap dalam
jaringan program Yahudi Internasional itu. Ia mengadakan perjalanan ke
berbagai negara Eropa, untuk mempelajari program kerja yang telah disusun
oleh Weiz Howight, dengan tujuan membentuk pemerintahan diktator yang
ideal, yang menguasai dunia. Pada mulanya John Robinson meragukan
program Yahudi itu. Namun keraguannya segera berubah menjadi yakin,
setelah ia mengetahui peran Perkumpulan Yahudi pada Revolusi Perancis
tahun 1789, dan pengaruh mereka terhadap tokoh-tokoh gereja dan pemerintah
Perancis. Maka ia segera menyadari bahaya yang mengancam negaranya
Inggris, dan segera pula menulis surat tentang bahaya persekongkolan Yahudi
yang diberi judul Keterangan. Namun peringatan itu tidak mampu menggugah
pemerintah negaranya disebabkan oleh besarnya pengaruh Yahudi, khususnya
setelah berdirinya bank Inggris atas persekongkolan mereka.
Adapun di Amerika Serikat, Free Masonry bisa dikatakan relatif lebih muda.
Meskipun relatif muda, perkumpulan tersebut sudah tersebar luas di seluruh
negeri. Mula-mula para tokoh Yahudi mendapat kesulitan, karena adanya
peringatan dari Rektor Universitas Harvard, David Robin kepada segenap
mahasiswa dan alumninya tentang pengaruh Yahudi yang terus meningkat di
kalangan gereja dan para tokoh politik. Mereka itu sudah menjadi sekutu bagi
seorang tokoh bernama Mr. Jefferson, yaitu murid Weiz Howight yang kembali
ke Amerika untuk terjun ke dalam kancah politik dengan dukungan Yahudi.
Seorang calon Presiden AS yang kuat, John Kowinsky Adams juga merasakan
jeratan persekongkolan ini, terutama karena melihat peran yang dimainkan
oleh Jefferson, ditinjau dari sudut gerakan Free Masonry dalam upaya
mewujudkan cita-cita Yahudi untuk menguasai Amerika. Maka JK Adams
segera mengirimkan karyanya kepada kawannya, kolonel William Stone dan
menjelaskan tentang hakikat persekongkolan Yahudi. Tulisan tersebut masih
tersimpan di perpustakaan Rotenberg Square Philadelphia.
7
C. Periode Teoritis
1. Komunisme Konsep Karl Marx
Free Masonry tertinggi dan pemilik modal Internasional yang menjadi kaki
tangannya menggunakan beberapa gerakan kekacauan dan kekerasan dalam
upaya menghancurkan sistem sosial. Jaringan gerakan ini tersebar luas di
berbagai negara Eropa, terutama di Rusia dan Eropa Tengah. Perkumpulan
pertama kali terungkap tahun 1829, dengan program baru yang telah
dipersiapkan oleh para tokoh Yahudi, setelah disusun kembali oleh Weiz
Howight, yaitu ketika seorang anggota perkumpulan berkebangsaan Inggris,
Mr. Ryote pada tahun itu diutus ke New York untuk mengadakan konferensi
Free Masonry. Mr. Ryote mengungkapkan susunan baru organisasi Free
Masonry, dengan meleburkan semua perkumpulan lainnya, termasuk
perkumpulan faham Atheisme yang ada di Eropa ke dalam satu wadah yang
disebut Perkumpulan Bangsa-Bangsa, yang cabang-cabangnya didirikan di
seluruh penjuru dunia dengan menamakan diri sebagai Organisasi Komunis
Internasional. Dalam organisasi ini diajarkan Ideologi berdasarkan filsafat
tertentu yang dijadikan sebagai landasannya.
Konferensi tersebut dibebani mengumpulkan dana untuk kepentingan proyek
tersebut. Lalu dibentuk komisi khusus, terdiri dari 3 orang penting, yang satu
di antaranya adalah Clifton Roosevelt seorang kakek presiden AS yang kelak
menjadi Presiden Amerika ke 32, yang terkenal buas dalam perang dunia II itu.
Sementara itu, tokoh-tokoh Yahudi memilih seorang Yahudi Jerman Karl Marx
dan Engels untuk meletakkan konsep yang dibutuhkan untuk menguasai
dunia. Kedua orang ini dipanggil ke London, dan berdiam di daerah yang
terkenal sebagai sarang maksiat Soho. Mereka berdua menulis buku yang
dikenal dengan Das Kapital, yang nantinya dianggap sebagai kitab sucinya
orang komunis. Di samping itu, mereka berdua juga menulis Deklarasi
Komunis yang disebut Manifesto. Tokoh-tokoh Yahudi Internasional telah
banyak mengeluarkan uang untuk penerbitan dan distribusi buku tersebut ke
seluruh penjuru dunia.
Untuk menyebarluaskan Komunisme, perkumpulan Yahudi menggunakan
gerakan kekacauan yang dikembangkan oleh tangan-tangan kotor mereka ke
segenap penjuru dunia. Di samping itu, ada lagi dua perkumpulan lain, yang
tampak dari luar seolah-olah saling bermusuhan, namun keduanya adalah
setan-setan yang berlainan wajah dengan satu tujuan, yaitu menempatkan
dunia di bawah kekuasaan Yahudi. Kedua perkumpulan itu adalah Nazisme
dan Zionisme.
8
2. Nazisme
Pada saat Karl Marx dan Engels menyelesaikan buku Das Kapital dan
Manifesto Komunis di bawah pengawasan dan dana langsung dari pihak
Yahudi di London dan Frankfurt , para tokoh Yahudi juga menyiapkan gerakan
yang sama dengan nama yang berbeda, seolah bertujuan menentang
Komunisme. Para tokoh Yahudi menemukan Karl Reiter, seorang profesor di
Universitas Frankfurt, di samping anggota Masonry, juga meletakkan dasardasar
teori yang menentang Komunisme yang ditulis oleh Karl Marx. Reiter
menulis dasar-dasar filsafat ekonomi lengkap yang menentang teori tersebut
berdasarkan pada satu landasan, yaitu Materialisme Atheis, di samping teori
Reiter mempunyai landasan Supremasi ras Jerman. Para tokoh Yahudi
membungkam rahasia faham Atheisme, di balik dua faham yang muncul
dalam satu waktu. Akan tetapi, rahasia tersebut segera dimaklumi, setelah kita
mengetahui tujuan jangka panjang, yang ingin mereka capai yaitu mencabikcabik
bangsa-bangsa di dunia satu per satu dengan senjata faham yang
mematikan seperti itu, di bawah pengawasan persekongkolan Internasional,
sehingga dunia terbelah menjadi blok militer yang saling membantai dengan
senjata yang dibuat oleh mereka masing-masing. Atas prakarsa Yahudi,
kehancuran politik, ekonomi dan sosial telah menunggu bagi masing-masing
pihak. Sudah bisa dipastikan, bahwa pihak yang paling banyak mengeruk
keuntungan adalah pihak konspirasi Internasional. Dengan demikian, mereka
akan bisa mendirikan kerajaan Yahudi di atas kehancuran, akibat malapetaka
peperangan yang terjadi.
Teori dan pemikiran Karl Reiter kelak dijadikan dasar pemikiran filosof besar
Jerman Frederick Nietzsche. Ia meletakkan pemikiran filsafat dan teorinya, dan
memainkan peran penting dalam perkembangan pemikiran historis. Nietzsche
juga melontarkan konsep tentang manusia super (Superman) atau Übermensch
dan keunggulan ras Jerman atau ras Arya. Pemikiran Nietzsche inilah yang
pada hakikatnya akan melahirkan konsep Fasisme kemudian Nazisme. Teori
ini telah menyebabkan gemuruhnya persenjataan Jerman dan sekutunya di
Barat atas nama Superioritas ras sebanyak dua kali di awal abad ini, di samping
peristiwa perang dunia I tahun 1914 dan perang dunia II tahun 1949.
Demikianlah makin nampak jelas bayang-bayang tak dikenal di balik peristiwa
besar itu, di samping kita juga merasakan kehancuran fatal dari program
kekuatan rahasia setan pada abad yang silam.
9
3. Zionisme
Adam Weiz Howight meninggal dunia tahun 1830, setelah sekian lama hidup
‘mengabdi pada persekongkolan internasional dengan gagasan setannya.
Program kerja yang dituangkan telah dijadikan pegangan tokoh-tokoh Yahudi
dalam upaya menguasai dunia. Pada akhir hayatnya, Howight telah
menyatakan tobat dari Atheisme kembali kepada agama Kristen. Tahun 1834, 4
tahun setelah Howight wafat, persekongkolan Internasional menemukan
penggantinya, yaitu tokoh pembesar Italia bernama Mazzini, untuk menjadi
pengawas pelaksanaan program Yahudi, yaitu meniupkan api kerusuhan di
berbagai penjuru dunia. Mazzini memainkan peranan setan ini sebagai biang
kerok persekongkolan Internasional sampai tahun 1872. Ironisnya, buku-buku
sejarah yang menjadi pegangan pelajaran di sekolah-sekolah menggambarkan
Mazzini sebagai seorang nasionalis sejati bagi negerinya, di samping sebagai
tokoh kemerdekaan Italia, tokoh revolusioner dan bapak kebangsaan Italia. Ini
menunjukkan dengan jelas kuatnya persekongkolan internasional mengelabui
mata dunia sepanjang sejarah.
Pada tahun 1840 kelompok Yahudi berhasil menggaet seorang tokoh genius
yang berlatar belakang militer untuk bergabung ke dalam persekongkolan
internasional, yaitu seorang jenderal berkebangsaan Amerika, Albert Pyke.
Tokoh ini saat itu sedang menaruh dendam kesumat kepada Davis, karena
Davis ini melepaskan personil angkatan bersenjata AS keturunan India anak
buah Pyke, dengan tuduhan kejahatan perang. Kesempatan ini dimanfaatkan
oleh Yahudi untuk mengail dalam air keruh. Pyke diajak pergi ke Italia untuk
dipertemukan dengan Mazzini dan para pengikutnya. Dalam waktu yang tidak
lama Pyke sudah menyerap Program Konspirasi Internasional yang dimainkan
oleh mereka. Lewat berbagai macam iming-iming yang menggiurkan, Pyke
telah muncul sebagai salah satu anggota persekongkolan. Ia bahkan menjadi
sesepuh penting yang punya pikiran untuk menguasai dunia dalam sebuah
pemerintahan diktator di bawah pimpinan persekongkolan Zionis
Internasional. Dengan demikian, Pyke telah mewarisi peran Mazzini dan Weiz
Howight sebagai pengawas pelaksana program persekongkolan Internasional.
Ia memulai tahap baru yang disebut tahap koordinasi dan tahap rencana
militer, untuk disesuaikan dengan ilmu pengetahuan modern. Pyke
menempatkan persekongkolan internasional pada dua sisi, yaitu sisi rencana
dan sisi ilmiah. Para sesepuh Yahudi memberikan kesempatan kepada Pyke
untuk menyelesaikan pertama-tama sisi rencana, dengan memilihkan sebuah
tempat di kota kecil, Little Rock, negara bagian Arkansas. Jenderal Pyke
menempati sebuah Villa indah di pinggiran kota itu selama tahun 1859-1871.
Selama masa itu ia menghabiskan waktunya untuk mempelajari dokumen Weiz
Howight dan proyek persekongkolan setan, lalu menyusun rencana baru
sebagai langkah lanjutan. Pertama kali Pyke menyusun kembali organisasi Free
Masonry, jaringan kerjanya dan hubungannya dengan perkumpulan lainnya,
serta meningkatkan organisasi sesuai dengan faham baru yang lebih rumit,
rahasia dan efektif. Hal ini dirasa perlu oleh para tokoh Yahudi, mengingat
10
bahwa organisasi rahasia menjadi sasaran bagi kecurigaan berbagai kalangan di
seluruh Eropa, setelah terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Mazzini, dan
pengaruh gerakannya yang meluas ke beberapa negara Eropa, yang telah
mengakibatkan berbagai pemberontakan, kekacauan dan pembantaian.
Tuduhan selalu ditujukan kepada tangan Yahudi di balik tirai atas semua
peristiwa itu sebagai biang keladinya.
Demikianlah Pyke telah meletakkan pola baru bagi Free Masonry dalam
bentuk strategi dan pelaksana, dengan membentuk 3 komisi pusat. Yang
pertama berpusat di kota Charleston, South Carolina AS. Yang kedua berpusat
di Roma, Italia, dan yang ketiga berpusat di Berlin, Jerman. Ketiga komisi itu
bertugas mengontrol setiap gerakan Free Masonry, mengkoordinasi dan
memberi instruksi kepada gerakan tersebut dalam bidang tugas, kegiatan dan
kerjasama antara masing-masing bidang, yang cabangnya tersebar di daerah
operasi rawan tertentu di seluruh penjuru dunia. Cabang-cabang itu hingga
kini merupakan pusat penggerak dan pembinaan, serta operasi persekongkolan
jahat di seluruh dunia. Maka persekongkolan dunia yang kita saksikan
merupakan operasi sistematis dengan menggunakan taktik canggih,
berdasarkan riset dan informasi mendetail didukung dengan dana besar oleh
kaum pemilik modal internasional. Maka dengan mudah mereka menyusup di
semua lapangan kehidupan di berbagai negara. Peristiwa yang
didemonstrasikan oleh agen-agen Amerika dan Inggris merupakan fakta yang
bisa kita baca akan besarnya pengaruh persekongkolan internasional dengan
taktik barunya itu. Agen rahasia Amerika dan Inggris terkejut melihat berbagai
peristiwa itu punya gejala yang sama, meskipun setiap peristiwa di dunia
tampak tidak saling berhubungan, dan terjadi di tempat yang berlainan dan
berjauhan. Seolah di situ ada tangan tersembunyi yang menjerat leher dari balik
tabir. Agen-agen itu terus menyelidiki kondisi yang tidak wajar itu, dan
akhirnya ditemukan bukti-bukti, bahwa semua itu memang dikendalikan oleh
tangan-tangan setan Yahudi. Agen-agen itu mengetahui, bahwa banyak
cendekiawan yang disewa oleh persekongkolan Yahudi. Sebenarnya mereka ini
sudah lama menemukan sistem Wireless dari gelombang radio, namun mereka
tidak mengungkapkannya kepada dunia luar. Ini berjalan dalam masa yang
cukup lama. Penemuan ilmiah ini hanya dimanfaatkan untuk kepentingan
persekongkolan Yahudi, dengan mengadakan hubungan kawat antara jenderal
Pyke dan organisasinya di seluruh dunia. Namun tak lama kemudian, seorang
ilmuwan Italia Marcom mengumumkan tentang ditemukannya sistem Wireless
dan radio, sehingga pusat-pusat pengkajian ilmiah mulai mengkaji penemuan
itu lebih mendalam. Jenderal Pyke sendiri setelah itu di Little Rock
meningkatkan efektivitas kerjanya, sesuai dengan majunya ilmu. Sejak itu,
istilah Zionisme disebut-sebut dalam rencana Yahudi, sebelum secara resmi
didirikan dan diproklamasikan pada abad yang silam. Pyke memakai istilah
Zionisme politik untuk mewujudkan pergerakan ini. Pengalaman panjang Weiz
Howight dan berbagai pelajaran yang dialami oleh konspirasi Yahudi
11
Internasional merupakan pegangan yang selalu dipakai oleh Howight dalam
gerakan jahatnya. Selanjutnya ia menyusun rencana sebagai berikut :
1) Konspirasi Yahudi Internasional beranjak dari sejumlah rencana dan
proyek sebelumnya sebagai landasan dan titik tolak dari periode
terakhir yang pernah dicapai. Berdasarkan itu, sesepuh Yahudi
menetapkan gerakan subversif internasional yang berpaham atheis
mutlak, dan membebaskan ummat manusia dari ikatan nilai-nilai moral,
agar ummat manusia terjerumus ke dalam kebobrokan dengan
menciptakan faham ekstrem berikut :
1.1. Komunisme
1.2. Fasisme
1.3. Zionisme politik
Untuk menopang terlaksananya usaha ini, segala kekuatan dan dana
yang dimiliki oleh Yahudi harus dicurahkan ke sana, seperti kekuatan
Free Masonry, jaringan subversif, sumber-sumber dana Yahudi,
perusahaan, arus pemikiran atheis, untuk mendukung ketiga faham di
atas, baik terang-terangan maupun secara rahasia.
2) Langkah berikutnya adalah rencana rinci yang merupakan strategi tepat
untuk menjamin tercapainya tujuan terakhir dari konspirasi, yang telah
dicanangkan oleh para tokoh Yahudi, yaitu mempersiapkan terjadinya
perang dunia, yang apinya akan menyala 3 kali berturut-turut. Setelah
itu, gerakan konspirasi akan memetik buah sebagai berikut :
2.1.Memprakarsai meletusnya perang dunia I dengan sasaran untuk
menjatuhkan pemerintah kerajaan Rusia, kemudian menjadikan
negeri itu sebagai pusat gerakan Atheis. Saat itu merupakan babak
baru bagi komunisme ideologis yang didukung kekuasaan. Dari sini
ideologi komunisme akan menyebar luas ke seluruh dunia
menghancurkan setiap perlawanan dan setiap kepercayaan agama
serta nilai-nilai moral. Para tokoh Yahudi benar-benar telah berhasil
menyulut perang yang diprakarsai itu. Langkah pertama yang
ditempuh untuk menyalakan api perang ini adalah dengan
mengadakan perselisihan tajam antara dua kekuatan dunia saat itu,
yaitu Jerman dan Inggris. Sementara itu, para pemilik modal Yahudi
internasional terus bekerja untuk memperuncing pertikaian, dan
mendorong masing-masing pihak untuk saling menggempur, dan
pecahnya perang dunia I yang membinasakan itu.
2.2.Memprakarsai meletusnya perang dunia II dengan tujuan memberi
kesempatan kepada komunisme untuk menguasai separo dari dunia
agar tercapai kekuatan seimbang dengan kekuatan Eropa Barat
secara keseluruhan. Ini merupakan persiapan babak ketiga untuk
menguasai dunia. Di samping itu, perang dunia II juga memberikan
peluang bagi Zionisme politik untuk bisa mewujudkan cita-cita
12
Yahudi, yaitu mendirikan negara Israel di Palestina. Negara Yahudi
inilah yang direncanakan menjadi starting point bagi babak ketiga
dan terakhir.
2.3.Akan memprakarsai meletusnya perang dunia III dan terakhir.
Dalam butir rencana ini akan terjadi benturan Zionisme Politik
dengan para pemimpin kaum muslimin di dunia Islam, untuk
menghancurkan Islam, yang dianggapnya sebagai kekuatan terakhir,
yang akan tetap melawan kekuatan setan itu. Ancaman ini punya
sasaran untuk menghancurkan dunia Islam dan aqidah Islamiah,
dengan melibatkan Zionisme Politik dan negara Israel ke dalam
perang itu. Jaringan Yahudi Internasional akan menjebak seluruh
negara di dunia untuk ikut terseret dalam kancah peperangan, yang
akan menghancurkan berbagai bidang kehidupan. Untuk
menghancurkan aqidah Islamiah, bukan rahasia lagi, bahwa
kekuatan Yahudi tengah giat-giatnya mengadakan konspirasi besarbesaran
di Timur Tengah, Timur Dekat dan negara Timur lainnya.
Langkah ini merupakan rangkaian dari satu rencana gila untuk
mewujudkan cita-cita Yahudi.
Adapun rencana persekongkolan Yahudi terhadap dunia Kristen pada masa
pasca perang dunia III tidak ada ungkapan yang lebih tepat, kecuali ucapan
jenderal Pyke dan surat yang ditulisnya sendiri kepada Mazzini tanggal 15
Agustus 1865. Surat itu hingga kini masih tersimpan di Museum London
Inggris. Teks surat itu berbunyi sebagai berikut :
“Kami akan melepas ikatan kelompok pengacau dan atheis, agar bisa berbuat sekehendak
hati. Kami akan mengadakan kerusuhan sosial yang menggemparkan, sehingga bangsa
seluruh dunia tahu, bahwa akibat dari atheisme mutlak adalah lahirnya kebrutalan dan
pertumpahan darah. Pada saat itulah tidak ada lagi jalan bagi ummat manusia di setiap
penjuru bumi untuk menyelamatkan dari jenis manusia minoritas Yahudi itu.
Kemudian menyusul para pemeluk Kristen akan kehilangan kepercayaan mereka
terhadap agama yang dianut. Mereka akan sangat membutuhkan ideologi. Saat itulah
mereka akan melihat cahaya sejati, yaitu ketika ideologi setan tersingkap kami buka, dan
mengajak ummat manusia secara terang-terangan, karena orang Kristen telah
menghancurkan agamanya sendiri.”
D. Pemilik Modal Internasional.
Mazzini meninggal dunia tahun 1872. Jenderal Pyke kemudian menggantikan
sebagai pimpinan gerakan, bersama dengan tokoh Italia lainnya bernama
Adriano Lemi. Keduanya merupakan penerus Mazzini dalam gerakan sabotase
internasional. Setelah Lemi dan jenderal Pyke meninggal dunia, kepemimpinan
gerakan sabotase internasional diteruskan oleh dua orang Yahudi lainnya, yaitu
Lenin dan Trotsky, dibiayai oleh para pemilik modal Yahudi dan lembagalembaga
keuangan raksasa di Inggris, Perancis, Jerman dan Amerika. Hal ini
bukan merupakan sesuatu yang mengherankan, karena pemilik modal Yahudi
13
telah diibaratkan oleh Kitab-Kitab suci sebagai saudara setan dan para
pembelanya, dan mereka banyak diberi predikat itu.
Para pemimpin mereka telah berusaha meyakinkan manusia, bahwa
komunisme adalah sebuah gerakan progresif yang berdiri di atas
tanggungjawab golongan proletar, dan bertujuan menghancurkan sistem
kapitalisme dan kaum borjuis. Padahal, hakikat komunisme sangat jauh
berbeda dari apa yang digambarkan oleh para tokoh dan pendukungnya.
Kiranya perlu diketengahkan hakikat komunisme berdasarkan dokumen asli
yang diungkap oleh agen-agen rahasia Amerika dan Inggris. Dijelaskan, bahwa
golongan pemilik modal Yahudi Internasional telah membiayai dan masih
memberi dukungan finansial kepada gerakan kuasi-Revolusi internasional itu,
sebagaimana mereka telah membiayai Lenin dan Trotsky. Mereka juga
membiayai tokoh-tokoh sebelumnya, yaitu jenderal Pyke, Mazzini, Karl Marx
dan Engels. Mereka juga membiayai berbagai gerakan sabotase internasional
dan peperangan yang terjadi sejak 1776 hingga sekarang, lewat jaringan bank
dan lembaga keuangan internasional yang mereka miliki. Kaum kapitalis
internasional itu tidak lain adalah rentenir kelas kakap, yang merupakan gurita
Yahudi dalam masyarakat manusia melalui Konspirasi Internasional.
Pada abad sekarang ini kita menyaksikan fenomena baru yang
membingungkan, yaitu gejala membanjirnya bantuan luar negeri dan ‘pinjaman
besar-besaran’ yang datang dari negara adikuasa dalam waktu yang berbeda
kepada pemerintah negara-negara tertentu. Gejala itu cenderung merupakan
ungkapan siasat modern, yang ditempuh oleh gereja Yahudi itu. Tujuannya
adalah menenggelamkan pemerintah negara-negara itu ke dalam krisis
ekonomi, karena beban bunga mencekik leher. Dalam keadaan terjepit seperti
itu, negara-negara itu akan mudah digiring ke mana saja dikehendaki oleh
setan-setan rentenir, yang bekerja dibalik tirai itu. Dengan demikian, rencana
jenderal Pyke telah melangkah ke depan guna merintis pecahnya perang dunia
III, dengan tujuan menghancurkan dunia Islam dan Aqidah kaum muslimin.
Dan dunia jatuh ke tangan setan, yang tidak pernah akan bisa stabil.
E. Ideologi Konspirasi
Jenderal Pyke bukan saja pimpinan Konspirasi Internasional yang meneruskan
berbagai tugas Weiz Howight, melainkan juga pimpinan tertinggi kekuatan
setan itu. Kenyataan itu dikuatkan oleh berbagai dokumen yang bisa dipercaya,
di antaranya berupa sebuah surat yang ia tulis sendiri tertanggal 14 Juli 1889,
ditujukan kepada Free Masonry tertinggi Amerika Serikat tentang
pembentukan formasinya yang baru. Surat tersebut jatuh ke tangan pihak
asing, yang antara lain disebutkan di dalamnya :
“Kita harus mengatakan kepada umum, bahwa kita menyembah Tuhan.
Namun Tuhan yang kita sembah itu tidak lebih daripada ungkapan ketakutan
manusia kepada hal-hal yang tidak diketahui dengan pasti. Kita telah sampai
pada tingkat pengetahuan tinggi harus mempertahankan keberhasilan iman
14
sejati pada ketuhanan setan. Benar, setan adalah ‘Tuhan’ kami, hanya karena
nasib buruk semata, Tuhan Allah juga disebut Tuhan. Karena keberadaan dua
Tuhan yang saling bertentangan merupakan keharusan, maka tidak ada Tuhan
kecuali Allah dan setan. Oleh karena itu, kita yakin bahwa hanya menyembah
setan saja termasuk kekufuran nyata. Sebab, kebenaran filsafat menunjukkan,
bahwa Allah dan setan adalah dua Tuhan dan punya kedudukan sejajar, dan
setan adalah tuhan cahaya dan kebaikan. Tuhan setanlah yang sejak dulu
hingga sekarang masih tetap menentang Allah, Tuhan kegelapan dan
kejahatan.”
Pernyataan di atas memberikan gambaran yang jelas tentang ideologi yang
terselubung, yang menjadikan pegangan tokoh-tokoh Konspirasi Internasional,
yaitu ideologi mengerikan yang selalu menjadikan kebanggaan mereka.
Pernyataan di atas juga membuka hakikat warna gereja Yahudi tertinggi.
Dengan kata lain, perkumpulan sesepuh Zionisme adalah sebuah perkumpulan
kekuatan kejahatan yang memasang seluruh perangkap Konspirasi
Internasional dan menyemburkan api peperangan melawan kekuatan
kebenaran, agar ajaran Tuhan Allah tidak sampai berdiri tegak di atas bumi-
Nya. Peperangan demi peperangan yang dinyatakan oleh para pendeta setan
merupakan perang kebrutalan yang bertolak dari pengkhianatan,
pemutarbalikan fakta, pembangkangan dan kekacauan, dengan tujuan untuk
menghancurkan sendi-sendi agama samawi, kemudian diganti dengan sistem
sekulerisme-materialis. Kalau kita memperhatikan peringatan Allah dalam
Kitab Suci akan nampak jelas jalan yang ditempuh oleh kekuatan setan sejak
dulu. Kekuatan setan itu selalu bekerja merayap di kegelapan dan di balik tirai
tebal kesembunyian, baik tujuannya maupun aktivitasnya. Mereka
menggerakan jerat-jerat maut dengan memperalat orang lain. Taktik inilah
yang digambarkan oleh Kitab Suci, yaitu golongan mayoritas selalu termakan
oleh isu minoritas pendukung kekuatan setan, ibarat barang mati sebagai
mainan di tangan. Gejala itu merupakan pengalaman panjang yang diambil
oleh kekuatan setan sejak zaman purbakala.
Penelitian terhadap beberapa surat yang ditulis oleh Mazzini, dan diberi
komentar oleh para tokoh Yahudi telah dilakukan oleh beberapa pengamat
mengenai kerahasiaan tokoh-tokoh Konspirasi dan tujuannya. Mazzini sendiri
sebagai tokoh terbesar pada masanya tidak mengetahui seluruh isi konspirasi
itu. Berikut ini cuplikan dari surat Mazzini kepada pembantunya, seorang
Yahudi bernama Dr. Bright Nitschtain :
“Kami membentuk perkumpulan dengan menyebarkan anggota-anggotanya ke
seluruh pelosok bumi, dengan maksud untuk menyingkirkan setiap kendala
yang menghalangi gerakan kami. Di situ terdapat tirai tersembunyi yang melilit
setiap diri kami, dengan tak seorang pun yang mengetahui, kecuali . . . . .
Meskipun lilitan tirai itu kami rasakan berat, namun kami tidak tahu siapa yang
memasangnya, dan di mana tirai itu. Sungguh, rahasia dalam perkumpulan
kami merupakan misteri besar.”
15
Kardinal Carway Rodrigues dari kota Santiago Chili pernah menulis buku
berjudul Menyingkap Rahasia Free Masonry yang menjelaskan, bagaimana
sesepuh Yahudi Free Masonry. Ia membeberkan sejumlah dokumen yang
membuktikan, bahwa para tokoh Free Masonry golongan tingkat 32 dan33
tidak mengetahui apa yang akan terjadi dalam Free Masonry yang lain, yang
juga berada di bawah naungan Free Masonry, yang disitu terdapat kegiatan
training bagi wanita-wanita kaki-tangan Konspirasi. Di buku itu pada halaman
208 menjelaskan adanya dokumen penting, karena adanya hubungan dengan
Adriano Lemi, yaitu penerus Mazzini yang dipilih oleh jenderal Pyke sendiri,
untuk mengemban tugas gerakan pengacau internasional. Dokumen tersebut
menjelaskan, bahwa Adriano Lemi adalah mantan pendeta Yahudi sebelum
bergabung dengan jenderal Pyke. Ia siap untuk melaksanakan tugasnya, setelah
mendapat indoktrinasi ideologi Konspirasi dari jenderal Pyke.
Tujuan pembentukan organisasi rahasia dalam organisasi rahasia yang lain,
dan terselubungnya rahasia Konspirasi dan ideologi Konspirasi disesuaikan
dengan golongan pangkat para anggota jaringan yang membuat para pengamat
dan sejarawan menjadi bingung dalam menganalisa tujuan dan hakikat Free
Masonry itu. Adapun tujuan Konspirasi menurut para pengamat tentang
peristiwa yang terjadi di dunia ini mengakibatkan berbagai macam rentetan
pertikaian dunia yang tak kunjung berakhir. Orang lain tidak boleh tahu,
bahwa aneka peristiwa itu adalah untuk menguasai arah pikiran manusia
untuk menentukan nasib mereka. Hakikat yang sebenarnya adalah tetap
merupakan misteri di mata umum, sebagai akibat dari propaganda yang
menyesatkan. Dan tidak mengetahui setengah dari hakikat yang sebenarnya
jelas merupakan suatu bahaya. Dan apabila orang tidak tahu sama sekali, hal
ini akan lebih berbahaya.
Menentukan nasib ummat manusia dan menguasai pola pikirannya jelas
merupakan salah satu tujuan pertikaian masa kini. Akan tetapi, tujuan ini
hanyalah tujuan dasar sebagai tahap awal bagi Konspirasi Internasional.
Langkah berikutnya adalah garis yang sejak dulu sudah dirancang oleh
kekuatan setan.
F. Komunisme dan Nazisme (Karl Marx dan Karl Reiter).
Faham Komunisme modern berdiri tahun 1773, dirintis oleh sejumlah pemilik
modal internasional, dengan tujuan untuk meletakkan dasar bagi berdirinya
pemerintah yang berideologi atheisme, berdasarkan diktatorisme universal.
Faham ini sering bentrok dengan kaum Baron kapitalis. Lenin dalam bukunya
Komunisme Sayap Kiri halaman 53 menjelaskan :
“Ideologi kami, yaitu Komunisme bukanlah suatu faham ideologis yang
sebenarnya, tetapi suatu alat untuk mencapai tujuan.”
Sebenarnya tidak ada perbedaan yang mencolok antara Atheisme Hitam, yaitu
Nazisme dan Atheisme Merah (Komunisme). Perbedaannya terletak pada
program yang dicanangkan oleh tokoh mereka pada tahap terakhir, untuk
16
menguasai seluruh sumber daya alam, dan mewujudkan cita-cita mereka
dengan mendirikan pemerintahan diktator atheisme internasional di muka
bumi.
Karl Marx yang hidup tahun 1818-1883 berasal dari darah keturunan Yahudi
Jerman. Ia diusir dari Jerman menuju Perancis. Di Perancis diusir lagi, karena
kegiatan jahatnya. Kemudian ia ke Inggris. Tahun 1848 ia mengeluarkan
deklarasi Komunisme (Manifesto Komunis), merencanakan program jangka
panjangnya dengan menggabungkan semua republik Sosialisme Universal
sebagai pusat pemerintahan dunia, dan menegaskan, bahwa untuk mencapai
tujuan itu dibutuhkan waktu panjang.
Adapun Karl Reiter yang hidup antara tahun 1779-1854 adalah orang Jerman
juga. Ia guru besar dalam ilmu Sejarah dan Geo-politik. Teori yang ia cetuskan
merupakan jawaban atas Manifesto Komunis dengan menjelaskan, bahwa ras
Arya adalah bangsa Aryalah yang paling berhak menguasai seluruh Eropa,
kemudian seluruh dunia. Untuk mewujudkan teorinya, Reiter mengorganisasi
seluruh tokoh pendukung ras Arya fanatik, untuk meletakkan dasar-dasar
faham Nazisme, dengan harapan bisa mewujudkan superioritas ras Arya,
sebagai bangsa yang paling berhak menguasai dunia, dan menyulapnya
menjadi pemerintah atheisme di bawah kekuasaan diktator universal. Untuk
mewujudkan programnya, para pendukung teori superioritas Aryanisme itu
dihadapkan kepada dua pilihan, yaitu bersekutu dengan pemilik modal
internasional, atau menghancurkan mereka sama sekali.
Kita meragukan jumlah pendukung Komunisme dan Nazisme yang
mengetahui atau menyadari, bahwa kedua faham itu adalah faham yang
ditunggangi oleh kekuatan Konspirasi Yahudi internasional sebagai langkah
untuk menguasai dunia. Kami mengatakan ragu, karena jumlah tokoh yang
mengetahui hakikat kedua faham itu sangat terbatas pada para pemimpin
tertinggi mereka. Mungkin Karl Marx dengan Komunismenya lebih banyak
dikenal masyarakat umum daripada Karl Reiter dengan Nazismenya. Sebab,
Karl Reiter selama beberapa tahun menghabiskan umurnya di dunia akademik,
yaitu sebagai guru besar pada Universitas Frankfurt. Kemudian ia pindah ke
Universitas Berlin sebagai guru besar Geografi. Di kalangan Universitas Berlin
sendiri, Karl Reiter dikenal sebagai seorang pakar dalam bidang Geografi,
Sejarah dan Ilmu Politik. Di luar itu, hubungan Karl Reiter dengan para tokoh
Nazisme sendiri kurang erat, kecuali beberapa kalangan tertentu saja. Sedang
tujuan yang dicanangkan oleh para tokoh Nazisme tidak banyak diketahui oleh
umum. Namun pihak agen-agen inteligen Kerajaan Inggris telah berhasil
membuka skandal yang dilakukan oleh Reiter dan para pialang senjata perang
(War-lord) Jerman, sewaktu ia menjadi guru besar di berbagai Universitas
Jerman. Karl Reiter sendiri telah menemukan bukti-bukti lewat penyelidikan
sejarah, bahwa kaum pemilik modal terkemuka yang ada telah lama
mendirikan perkumpulan rahasia di bawah naungan The Grand Free Mason
Lodge. Ini merupakan suatu strategi untuk menggerakan revolusi dunia, yang
17
pada akhirnya mereka akan mendapat peluang untuk menguasai sumber daya
alam dan sumber daya manusia, di bawah pemerintahan yang mereka sebut
dengan Kekuasaan Diktator Universal, berlandaskan materialisme Atheis.
Reiter juga telah mencatat dalam buku hariannya, bahwa mayoritas pemilik
modal adalah orang-orang yang berdarah Yahudi, terlepas mereka penganut
agama Yahudi atau bukan. Setelah mempelajari sejarah lahirnya teori
Komunisme dan manifestonya, Reiter segera melihat bahaya yang mengancam,
jika segolongan kecil manusia pemilik modal terus berjaya menguasai dan
menentukan arah teori Komunisme Internasional, sesuai dengan program yang
mereka canangkan. Maka untuk melangkah pertama, Reiter menghubungi para
pialang perang Jerman berdarah Arya, dengan mengajukan proposal tentang
strategi untuk memerangi pengaruh pemilik modal Yahudi Internasional,
dengan menggariskan tujuan dan sasaran yang hendak dicapai bagi ras Arya,
yaitu menguasai sumber daya alam untuk menandingi rencana Komunisme.
Reiter juga mengajukan rencana kepada para tokoh Arya untuk mendirikan
organisasi Nazisme, dengan mengambil ideologi Fasisme sebagai cara yang
bisa digunakan untuk mencapai tujuan rahasia dan menundukkan dunia. Lebih
jauh Reiter memperkenalkan sisi lain dari teorinya, yaitu superioritas ras Arya
dengan menegaskan, bahwa para Baron pemilik modal itu memanfaatkan
segala kapasitas yang mereka miliki untuk kepentingan masalah Semitisme
atau ras Yahudi. Oleh karena itu, tokoh ras Arya harus memperlihatkan sikap
permusuhan terhadap sesuatu yang berbau semitik, demi kepentingan ras
Arya. Rancangan yang ditulis Karl Reiter mengandung beberapa tujuan yang
hendak dicapai, yaitu :
1) Menundukkan seluruh wilayah Eropa di bawah kekuasaan Jerman.
Reiter mengusulkan agar dibentuk angkatan bersenjata terdiri dari unsur
Jerman murni (yang disebut Junkers), yaitu kasta terhormat dan
kalangan militer kebangsaan Jerman dan Prusia. Setelah itu baru
melangkah ke dalam petualangan militer. Langkah ini didahului oleh
serbuan ekonomi terhadap negara-negara Eropa, untuk melemahkan
kekuatan ekonomi dan militer sehingga untuk mengembalikan kekuatan
itu, negara-negara itu memerlukan waktu yang lebih lama daripada
yang dibutuhkan oleh pasukan Nazi Jerman. Reiter juga menandaskan
pentingnya arti meyakinkan teorinya kepada bangsa Jerman, tentang
superioritas intelegensia dan fisik ras Arya atas bangsa lain di dunia.
Pemikiran inilah yang kelak melahirkan teori tentang superioritas
bangsa Jerman, untuk menandingi pemikiran teori Yahudi yang
mengatakan bahwa Bani Israil adalah manusia pilihan Tuhan yang
diberi wewenang mewarisi dunia seisinya. Demikianlah jutaan manusia
terbagi menjadi dua blok, yang masing-masing mengklaim superioritas
di atas lainnya.
2) Karl Reiter meletakkan dasar-dasar politik keuangan dengan
menyingkirkan sesuatu yang berbau Yahudi dari arena perekonomian
Jerman dan negara lain yang akan ditundukkan.
18
3) Karl Reiter juga menampilkan idenya untuk mendirikan pasukan elit
Nazi untuk menandingi pasukan elit komunis struktur penuh rahasia,
dan untuk menundukkan golongan menengah dan golongan atas di
negara-negara yang diincar oleh Jerman dengan menyadarkan mereka,
bahwa Nazisme adalah satu-satunya penyelamat dari ancaman
Komunisme. Maka, menyambut kehadiran pasukan Nazi sebagai kawan
setia adalah langkah paling tepat, agar negara-negara itu terhindar dari
malapetaka Komunisme. Reiter memperingatkan para tokoh rasialis
Arya agar menghindar dari serbuan negara lain, sampai ada instruksi
resmi dari agen rahasia dan dari pasukan elit untuk mengadakan
serbuan yang dipropagandakan sebagai pasukan pertolongan oleh para
agen Nazi. Dengan begitu, rakyat negara-negara itu akan menyambut
kedatangan pasukan Jerman sebagai penyelamat, bukan penakluk.
Kelak ketika Adolf Hitler menyalahi prinsip yang diletakkan oleh Reiter di
atas, para pemimpin Jerman yang merupakan kader-kader Nazi mengadakan
usaha pembunuhan terhadap Hitler, meskipun pada mulanya mereka juga
yang mengangkat Hitler untuk melaksanakan program Nazi itu.
Sebagaimana telah disebutkan, Karl Reiter telah menggariskan program
keharusan untuk menghancurkan Komunisme secara total, dan mengikis habis
setiap yang berbau Yahudi dengan mengatakan, “Tidak ada jalan lain bagi
bangsa Arya untuk menguasai dunia, kecuali menghancurkan sesuatu yang
berbau Yahudi.” Pernyataan Reiter tersebut dikuatkan dengan fakta historis
yang menunjukkan, bahwa Komunisme tidak lain adalah alat kaum pemilik
modal Yahudi Internasional, yang dipakai untuk memotong jalan pintas
beberapa fase, sebagai upaya meraih kepentingan materi jangka pendek.
Program Reiter yang lain mengandung beberapa butir rencana lainnya untuk
melengkapi butir-butir rencana di atas. Bagi kita, semua itu belum cukup untuk
dipakai membuka rahasia teori Reiter dengan Nazinya.
Pengalaman penulis dalam bidang studi perbandingan agama, ilmu Geo-politik
dan ekonomi, ditambah dengan pengalaman panjang dalam berbagai studi
literatur dan studi lapangan telah mengantar penulis pada kesimpulan, bahwa
berjuta manusia dalam sejarah, baik dulu maupun sekarang, telah menjadi
mangsa sebagai kuda tunggangan oleh kedua faham atheis-materialistis ini,
yaitu faham Diktator Universal Hitam dan faham Nazisme atau Komunisme
Merah. Maka, ibarat pion-pion dalam permainan catur internasional yang
dilalap oleh Ster, sampai salah satu dari dua kekuatan itu atau keduanya
lenyap dari muka bumi. Dengan mempersiapkan fase demi fase dalam
Konspirasi yang terjadi pada masa lalu, kita bisa memperkirakan gerakan dan
peristiwa apa yang akan terjadi pada masa dekat ini, akibat benturan dua
kekuatan yang saling berhadapan mengadu otot. Kita akan selalu menyaksikan
rentetan pertikaian abadi antara kekuatan yang Haq melawan kekuatan yang
Bathil.
19
Konspirasi pada periode modern telah dimulai dari markas besar keuangan
dunia, yang dimiliki oleh tokoh Yahudi kenamaan Michelle Mayer yang
dikenal dengan Konglomerat Rothschild. Di markas besar ini, yang ketika itu
berpusat di Frankfurt, berkumpul 13 milyuner yang menguasai berbagai
lembaga dan jaringan keuangan internasional. Ketiga belas tokoh konglomerat
Yahudi itu telah sepakat untuk bisa menguasai sumber daya alam dan sumber
daya manusia sedunia dengan cara membentuk perkumpulan rahasia,
meskipun untuk itu mereka harus mengeluarkan dana yang sangat besar.
Mereka telah menggariskan rencana matang dalam fase-fase yang telah
ditentukan, yaitu :
1) Menyingkirkan rezim kerajaan di Eropa, dan menjatuhkan seluruh
pemerintahan sah di seluruh dunia.
2) Menghancurkan agama samawi, dan mencegah pengalaman nilai-nilai
agama.
3) Mendirikan dasar kekuasaan baru yang berorientasi kepada faham
materialistik-atheis, dan menyebarkannya ke seluruh dunia dengan
dukungan finansial kepada jaringan-jaringan faham itu beserta tokohtokohnya.
Kebanyakan tokoh gerakan Konspirasi terdiri dari orang-orang Yahudi, yang
telah mendapat doktrin dari para sesepuh kekuatan setan, dari satu generasi ke
generasi berikutnya. Tokoh non-Yahudi jumlahnya sangat sedikit, tetapi
mereka semua adalah para pemilik modal dan anggota jaringan ekonomi
internasional. Para konglomerat ini pada hakikatnya adalah kaum kapitalis dan
pialang perang, yang memanfaatkan setiap kesempatan yang ada, akibat
pertikaian antar-bangsa Eropa. Gejala ini merupakan ladang untuk mengeruk
keuntungan dari pihak-pihak yang bersengketa. Dalam hal ini, mereka punya
modal pengalaman yang panjang. Hampir semua anggota Konspirasi punya
keahlian untuk membuat manusia sebagai boneka dalam transaksi petualangan
persenjataan perang, dengan memakai kedok yang berbeda-beda. Mereka
menyelusup ke berbagai penjuru sebagai setan yang serakah.
20
II. REVOLUSI INGGRIS
Edward I adalah raja Inggris pertama yang berani mengusir orang-orang
Yahudi dari negerinya. Peristiwa itu memancing para tokoh Yahudi di
Perancis, Belanda, Jerman, dan Inggris untuk mengadakan kekacauan untuk
menggoncang seluruh Inggris. Langkah pertama yang mereka tempuh adalah
menciptakan perpecahan antara raja Inggris dan pemerintahnya, dan di sisi lain
antara pemerintah dan gereja. Konspirasi Yahudi Internasional mulai
menyemprotkan racun dengan konsep-konsep kontroversial di kalangan politik
dan gereja di Inggris, sehingga negeri itu terjebak ke dalam pertikaian intern
antara pemerintah dan para tokoh gereja. Bahkan rakyat Inggris sendiri
terbelah menjadi sekte-sekte yang saling bermusuhan, yaitu antara Protestan
dan Katolik. Kemudian kelompok Protestan sendiri terbelah menjadi dua
kelompok. Sedang biang kejadian pergolakan yang memporak-porandakan
bersembunyi dibalik layar.
Kemudian ketika Charles I menduduki singgasana sebagai raja Inggris, dan
terjadi perselisihan dengan parlemen, seorang pemilik modal Yahudi
berkebangsaan Belanda bernama Minasbech ben Esrael mendapat peluang
untuk menghubungi panglima kenamaan Inggris Oliver Cromwell,
menawarkan sejumlah besar uang untuk membiayai sebuah rencana rahasia
yang bertujuan menggulingkan tahta kerajaan Inggris. Cromwell menerima
baik tawaran itu. Selanjutnya ia bergabung dengan para anggota pemilik modal
Yahudi internasional lainnya, untuk melaksanakan rencana tersebut. Kerjasama
mulai dirintis dengan diperkuat oleh tokoh Yahudi bernama Fernandez
Carfagal, yang kemudian menjadi kepala penasehat di bidang Angkatan
Bersenjata Cromwell, dan mendapat julukan sebagai Yahudi Agung.
Persekongkolan ini membuat Cromwell sebagai tokoh gerakan militer bawah
tanah, yang didukung dengan keuangan dan persenjataan secara besar-besaran
oleh kekuatan di balik layar. Ketika rencana itu mulai mengerahkan kekuatan
senjata, ratusan tentara bayaran yang terlatih membanjiri masuk ke Inggris
dengan menyelundup, dan selanjutnya bergabung dengan gerakan pengacauan
yang dikendalikan oleh kelompok Yahudi, mengadakan tindakan teror di
berbagai tempat. Mereka menyebarluaskan kepanikan di kalangan penduduk,
untuk memancing terjadinya perang saudara melawan pasukan pemerintah.
Taktik kotor Yahudi seperti itu merupakan mata rantai sejarah sejak dulu
hingga kini, seperti yang kita saksikan di wilayah pendudukan Israel di
Palestina sekarang. Pergolakan yang terjadi di Inggris itu dipimpin dari balik
layar oleh tokoh Yahudi berkebangsaan asing bernama De Souz. Ia adalah duta
besar Portugal untuk London ketika itu, di samping tokoh Yahudi lain yaitu
Fernandez Carfagal yang mendapat perlindungan kekebalan diplomatik dari
sang duta besar itu.
21
Revolusi Inggris mulai disulut, setelah para pemilik modal melihat saatnya
telah tiba, dan segala sesuatunya telah siap. Mereka mulai mengobarkan api
pertikaian agama antara Protestan dan Katolik. Setelah itu, mereka baru
memunculkan gerakan bersenjata, sehingga suhu politik dan sosial di Inggris
menjadi kacau dan mencemaskan. Keterangan rinci tentang hal ini bisa dibaca
dalam buku Biografi Charles II, karya Isaac Disraeli seorang tokoh Yahudi
Inggris, ayah Benjamin Disraeli, yang kelak merupakan politikus dan menjadi
Perdana Menteri Inggris beberapa kali, dan mendapat gelar Lord Baker Sefield.
Dalam buku yang ditulisnya itu Isaac Disraeli mengatakan, bahwa ia
mendapatkan sebagian besar catatan tentang lika-liku revolusi Inggris itu dari
Maleh Bour De Salem, seorang tokoh Yahudi yang menjadi duta besar Inggris
untuk Perancis pada masa raja Charles I. Disamping itu, ia juga menulis
tentang kesamaan revolusi Inggris dan revolusi yang terjadi di Perancis
dikemudian hari. Hakikat kedua revolusi tersebut adalah hasil karya tangan
yang sama.
Keterlibatan Lord Cromwell dalam persekongkolan Yahudi Internasional
diungkapkan oleh Alfred Douglas dalam majalah mingguan Plain English edisi
3 September 1921. Alfred menjelaskan, bahwa Persekongkolan Yahudi
Internasional sudah lama hilang. Namun perkumpulan itu masih bisa
mengatur langkah-langkah untuk berhubungan dengan kawannya yang
berkebangsaan Belanda Kannis Moulheim pada masa Napoleon Bonaparte.
Ternyata ada dokumen berupa sebuah surat rahasia berbahasa Jerman yang
dikirim oleh Lord Cromwell kepada pimpinan perkumpulan Yahudi Ebenz
Brant yang berbunyi sebagai berikut :
“Kami akan mendukung setiap imigrasi Yahudi ke Inggris sebagai imbalan atas
bantuan keuangan Yahudi yang telah diberikan. Namun hal itu nampaknya
mustahil, selama raja Charles masih hidup. Sedang menghabisi hidup Charles
lewat pengadilan juga tidak mungkin. Saat ini kami tidak mempunyai landasan
yang cukup kuat untuk menuntutnya dengan hukuman mati di pengadilan.
Satu-satunya jalan yang bisa kami sarankan adalah dengan jalan
membunuhnya. Akan tetapi, kami juga tidak bisa memberikan jalan,
bagaimana cara membunuhnya, kecuali menyewa pembunuh bayaran
profesional. Kemudian kami akan membantunya dalam melarikan diri ke luar
Inggris.”
Surat Cromwell di atas dibalas oleh Ebenz Brant sebagai berikut :
“Kami akan mengulurkan bantuan finansial yang dibutuhkan, jika Charles telah
digulingkan, dan orang-orang Yahudi diterima di Inggris. Percobaan
membunuh Charles adalah langkah yang berbahaya. Jalan terbaik adalah dengan
taktik yang membuat Charles melarikan diri. Pada saat itu Charles harus
ditangkap dan diajukan ke pengadilan untuk dihukum mati. Setelah itu, uluran
bantuan kami akan segera mengalir. Berbicara tentang syarat-syarat, sebelum
dimulai pengadilan itu tidak akan banyak gunanya.”
22
Dua bulan setelah mereka bisa membuat raja Charles melarikan diri, sang raja
segera ditangkap. Menurut sejarawan Inggris kenamaan, yaitu Hollis dan
Laudloo, Cromwell adalah orang yang mengatur siasat terjadinya peristiwa itu
semua. Sebelum raja Charles melarikan diri, Cromwell terlebih dulu telah
membersihkan para pendukung setia raja dari parlemen selama dua bulan
sebelumnya. Setelah itu, pada tanggal 6 Januari 1649 dibentuk sebuah
Mahkamah yang dinamakan Mahkamah Pengadilan Tinggi, yang
dimaksudkan untuk mengadili sang raja. Dua pertiga dari anggota Mahkamah
ini adalah anggota pasukan Cromwell sendiri. Namun Cromwell sendiri tidak
bisa memainkan peranan seperti diharapkan oleh para arsiteknya. Akhirnya
para tokoh Yahudi menugaskan tokoh Yahudi Inggris bernama Carfagal untuk
mengatur siasat, kerjasama dengan Isaac Dwerlous, dan mereka berhasil
menciptakan tuduhan pengkhianatan terhadap raja Charles. Hakikat peristiwa
ini berbeda dari apa yang ditulis oleh sejarah, bahwa tersingkirnya Raja Charles
karena rakyat Inggris menentangnya. Dan tepat pada tanggal 30 Januari 1649
Raja Charles dihukum mati di depan gedung pusat lembaga keuangan Yahudi
yang berdiri dekat White Hall London. Dengan demikian, orang-orang Yahudi
telah melampiaskan dendam kesumat kepada sang raja atas pengusiran mereka
dari Inggris sejak masa pemerintahan Cromwell. Maka Cromwell segera diberi
uang yang dijanjikan untuknya, persis seperti ketika Yahudi bersekongkol
dengan tokoh-tokoh Yahudi untuk membunuh Nabi Musa as.
Satu hal yang perlu diingat ialah, bahwa tujuan persekongkolan Yahudi bukan
sekedar membunuh Raja Charles, tapi lebih jauh ingin menguasai
perekonomian Inggris, dan menyalakan api peperangan antara Inggris
melawan negara lain-lain. Peperangan yang berkecamuk pasti memerlukan
biaya yang besar. Para penguasa Eropa diharapkan akan meminjam uang dari
para pemilik modal Yahudi itu dengan bunga berlipat-ganda. Dan
ketergantungan keuangan itu akan memberi mereka kesempatan untuk
mendikte kebijakan pemerintah yang bersangkutan, disamping akan mendapat
keuntungan uang berlipat ganda dari hutang yang mereka pinjamkan.
Sebenarnya sudah bisa diperkirakan mengenai peristiwa yang bakal terjadi,
setelah terbunuhnya Raja Charles tahun 1649 hingga berdirinya Bank Inggris
tahun 1694, yang di antara periode itu hutang nasional kerajaan Inggris telah
naik sampai tingkat yang mencemaskan. Untuk lebih jelasnya, kita lihat
kronologi peristiwa sejak meninggalnya Charles sebagai berikut :
1649 : Cromwell menyerbu ke Irlandia dengan mengandalkan dukungan
finansial dari para pemilik modal internasional, sehingga api pertikaian
berkobar antara orang-orang Irlandia yang beragama Katolik,
disebabkan oleh penderitaan mereka akibat serbuan Inggris yang
membawa bendera Protestan.
1650 : Pemberontakan meletus terhadap Cromwell di bawah panglima Inggris
Son Trous, tapi bisa dipatahkan, dan pemimpin pemberontak itu
ditangkap.
23
1651 : Charles 11 putra raja Charles I memerangi Cromwell, tapi tidak berhasil,
dan kemudian ia dibuang ke Perancis.
1652 : Inggris terlibat perang melawan Belanda.
1653 : Cromwell mengumumkan diri sebagai penguasa mutlak dengan gelar
The Lord Defender of Great Britain.
1654 : Inggris terlibat perang di Eropa lagi.
1656 : Pergolakan koloni Inggris di Amerika, yang kemudian lahir Negara
Amerika Serikat.
1657 : Cromwell meninggal dunia, disusul dengan penobatan putranya,
Richard sebagai penguasa Inggris.
1659 : Richard jemu dalam persekongkolan dengan Yahudi yang
berkepanjangan, kemudian ia mengundurkan diri dari pemerintah.
1660 : Jenderal Monk dari angkatan bersenjata Inggris menduduki London,
kemudian mengangkat Charles II sebagai raja Inggris.
1661 : Skandal persekongkolan antara Cromwell dan para pemimpin Yahudi
terungkap, dan menimbulkan reaksi menggemparkan di London.
Makam Cromwell diserbu oleh massa, dan dibongkar sebagai
pelampiasan kemarahan mereka.
1662 : Pertentangan agama antara sekte Kristen Protestan; dan penindasan
sekte yang menolak untuk tunduk kepada gereja resmi Inggris, yaitu
Gereja Anglikan.
1664 : Inggris terlibat perang lagi melawan Belanda.
1665 : Krisis ekonomi melanda Inggris, yang menimbulkan pengangguran dan
kelaparan di kalangan rakyat. Juga di tahun itu terjadi musibah
kebakaran besar yang menghanguskan sebagian besar kota London,
disusul kemudian berjangkitnya wabah penyakit lepra.
1666 : Inggris terlibat perang melawan Belanda dan Perancis.
1667 : Gerakan sabotase rahasia yang digerakkan oleh orang-orang Yahudi
muncul kembali dikalangan elit pemerintah, yang dikenal dalam sejarah
Inggris dengan sebutan Kabala, sehingga muncul gelombang baru dalam
penindasan agama dan politik di Inggris.
1674 : Program baru yang dilakukan oleh kelompok Konspirasi Internasional
menggunakan dan menampilkan peran baru dan para kaki tangan baru
pula, dengan menghentikan perang antara Belanda melawan Inggris.
Langkah pertama adalah mengorbitkan William Straad Holder untuk
menduduki panglima tertinggi angkatan bersenjata Belanda, dan
mendapat gelar Duke of Orange. Setelah itu, mereka mengatur skenario
untuk bisa mempertemukannya dengan Lady Mary, putri pewaris tahta
kerajaan Inggris, yaitu Duke of York.
24
1677 : Pernikahan putri Mary dengan Duke of Orange, yang berarti
mendekatkan singgasana Inggris dengan Duke of Orange tersebut. Dan
tabir penghalang yang membatasinya hanyalah keberadaan Charles II
dan Duke of York. Maka kalau kedua orang itu bisa dienyahkan berarti
singgasana Inggris berada di tangannya.
1683 : Usaha Konspirasi untuk membunuh Raja Charles II dan Duke of York.
Akan tetapi, persekongkolan tersebut gagal.
1685 : Charles II meninggal dunia. Duke of York menaiki tahta kerajaan Inggris
dengan gelar Raja James II. Kemudian tersiar desas-desus luas yang
diatur oleh Konspirasi Internasional untuk menentang raja baru itu pada
saat penobatannya. Dan Duke of Mouth Moot terlibat pertempuran
menentang raja baru, tapi tidak berhasil, dan ia sendiri ditawan, lalu
dihukum mati pada tanggal 15 Juli 1685. Sebagai buntutnya, terjadilah
penangkapan besar-besaran terhadap para penentang raja. Sementara
itu, kekuatan Konspirasi Yahudi terus mengipas angin kebencian rakyat
terhadap raja, sebagai upaya untuk memberi jalan lapang bagi Duke of
Orange menuju singgasana Inggris.
1688 : Kekuatan Konspirasi merintis satu langkah baru, setelah melihat
perkembangan situasi yang terjadi di Inggris, yaitu mengatur
penyerbuan yang dipimpin oleh pangeran William of Orange itu dari
Belanda, dengan dukungan kapal-kapal laut pada tanggal 5 November
menuju pantai Turbay, sehingga memaksa Raja James II turun tahta, dan
meninggalkan Inggris menuju Perancis. Rakyat telah termakan oleh isu
yang diatur sebelumnya dari satu sisi, dan dari sisi lain disebabkan
karena tindakan pembersihan besar-besaran yang dilakukan oleh raja
James II terhadap para penentangnya, setelah gagalnya pemberontakan
Duke of Mouth Moot. Disamping itu, kepribadian James sendiri juga
telah ikut andil sebagai penyebab keruntuhannya.
1689 : William of Orange dan putri Mary sang permaisuri mengukuhkan diri
sebagai Raja dan Ratu Inggris. Berhubung mantan Raja James II itu
beragama Katolik, maka rakyat Inggris yang beragama Katolik berusaha
mengembalikan James menjadi raja mereka. Dan kekuatan Konspirasi
memunculkan William of Orange sebagai pahlawan Protestan. Dan
benar, Raja James kembali ke Irlandia, sebuah negara bagian Inggris raya
yang beragama Katolik pada bulan Maret tahun itu. Pertempuran sengit
pun tidak bisa terhindarkan antara mantan raja dengan pasukan William
of Orange pada 12 Juli 1689. Dengan kata lain, pasukan Katolik perang
melawan pasukan Protestan.
Sampai sekarang, orang Inggris tetap memperingati peristiwa perang tersebut
tanpa menyadari, bahwa sebenarnya yang terlibat dalam perang itu merupakan
mainan yang dibuat olah para pemilik modal Yahudi Internasional yang
bertujuan menguasai ekonomi dan politik Inggris sejak tahun 1640 hingga 1689.
Inggris merupakan super power dan merupakan titik temu kekuatan ekonomi
25
Eropa. Maka untuk melangkah pada tahap yang paling menentukan bagi
rencana Konspirasi Internasional adalah mendirikan lembaga keuangan
Inggris, dan menanam modal mereka pada ekonomi nasional Inggris, yang
sedang memikul beban pinjaman besar akibat perang yang dirancang oleh
mereka sendiri.
Dari berbagai peristiwa historis yang telah berlalu dibuktikan, bahwa negara
dan bangsa, baik yang memulai dengan agresi militernya, atau
mengumandangkan terompet pemberontakan dan kekuasaan, pada akhirnya
tidak pernah bisa secara obyektif mendapat hasil yang diidamkan, atau bisa
memecahkan masalah yang mereka hadapi, baik secara politik, ekonomi
maupun budaya. Sedang pihak yang beruntung dan terus beruntung tidak lain
adalah kekuatan Konspirasi Yahudi Internasional itu sebagai pemilik modal
internasional dan pialang perang, yang memainkan peran dari balik layar.
Maka tidak aneh kalau panglima perang Belanda William of Orange yang
berhasil menaiki singgasana kerajaan Inggris itu telah membawa negara ke
lembah hutang sebesar £1.250.000 dari para pemilik modal Yahudi
Internasional. Setiap anak sekolah di Inggris bisa membaca peristiwa tragis
tersebut dalam buku sejarah nasional Inggris. Akan tetapi, pembicaraan
mengenai hutang yang dilakukan oleh John Hoblan dan William Peterson yang
mewakili pemerintah Inggris tidak menyebutkan sama sekali, siapa nama para
pemilik modal yang memberikan hutang dalam jumlah sebesar itu, dan sampai
sekarang identitas mereka merupakan teka-teki dalam sejarah. Menurut para
sejarawan yang mencatat peristiwa pembicaraan mengenai hutang-hutang itu
dinyatakan, bahwa pembicaraan dilakukan dalam sebuah gereja yang tertutup
untuk menjaga kerahasiaannya. Syarat yang diajukan oleh para pemilik modal
Yahudi untuk memberikan pinjaman dalam jumlah tersebut di atas, dan
disetujui oleh Raja William of Orange beserta para utusannya adalah :
Nama dan identitas pemberi pinjaman harus dirahasiakan. Pemerintah harus
memberikan rekomendasi istimewa bagi berdirinya Bank Inggris. Pemerintah
Inggris harus menjamin keamanan direktur Bank tersebut. Mereka akan
memberi pinjaman sebesar £ 1.250.000 dengan jaminan, bahwa :
1) setiap £ 10 dari uang pinjaman berarti memberi wewenang kepada
mereka untuk mencetak £ 1 mata uang emas, dan didepositokan khusus
bagi mereka di Bank tersebut.
2) mereka diberi wewenang untuk menentukan angka hutang nasional
Inggris, dan sekaligus diberi kepastian mengenai pembayarannya
kembali, baik pinjaman pokok maupun jumlah bunganya, dengan
mengenakan pajak langsung kepada rakyat Inggris.
Demikianlah bunyi syarat itu. Jelaslah kiranya, bahwa raja boneka Konspirasi
Yahudi William of Orange telah menjual kerajaan Inggris dan rakyatnya
kepada pemilik modal Yahudi Internasional seharga £ 1.250.000. Ini berarti,
impian mereka untuk menguasai Inggris secara ekonomis dan politik telah
menjadi kenyataan lewat Bank Inggris, yang telah berhasil dikuasai itu.
26
Demikian juga ini berarti, mereka telah mempunyai hak untuk mengeluarkan
mata uang Inggris secara resmi. Oleh karena itu, kekuatan hukum tidak lagi
mampu menyentuh atau menghalangi mereka, setelah kendali kekuasaan
berada dalam genggaman tangan mereka. Pemerintah Inggris telah
ditenggelamkan dalam lumpur hutang besar-besaran. Dengan kapasitas yang
diberikan pemerintah kepada Bank Inggris untuk mengeluarkan setiap
pinjaman £ 10.000 untuk setiap £ 100 emas yang disimpan dalam nomor
account khusus mereka sebagai jaminan, berarti mereka mendapat bunga dari
keseluruhan jumlah, yaitu £ 1.000, bukan hanya sepersepuluh dari jumlah nilai
itu. Setiap nasabah yang mau pinjam, baik individu maupun lembaga, harus
menyediakan jaminan berupa tanah, saham atau harta milik apa raja, dan
harganya dinilai jauh di bawah harga umum. Kalau pihak peminjam terlambat
membayar pinjaman itu atau bunganya, pihak Bank segera menahan barang
jaminan tersebut. Dengan demikian para pemilik saham Bank itu akan
mendapat laba berlipat ganda. Bukan hanya itu, tapi tujuan utamanya adalah
membuat bangsa Inggris tidak berdaya mengembalikan hutang itu, yang
kemudian membuat negara itu berada dalam kondisi baru dan terperangkap ke
dalam jerat-jerat yang telah dipasang oleh garis Yahudi Internasional.
Dalam waktu 4 tahun, hutang nasional Inggris, yaitu sejak tahun 1694-1698,
melonjak dari £ 1.250.000 menjadi £ 16 juta. Ini disebabkan keterlibatan Inggris
dalam berbagai peperangan di Eropa. Kemudian kekuatan Konspirasi
Internasional menggelar jeratnya lebih jauh lagi, dengan menyalakan api
peperangan yang dalam sejarah Eropa dikenal dengan Peperangan Spanyol
Berkepanjangan. Tahun 1701 Duke of Malbour terpilih sebagai panglima
angkatan bersenjata Belanda.
Dalam Encyclopedia Yahudi (Jewish Encyclopedia) diakui, diakui bahwa Duke
of Malbour ketika itu mendapat komisi sebesar £ 60.000 setiap tahunnya dari
pemilik modal Yahudi Belanda bernama Solomon Medina.
Kronologi peristiwa sejarah menunjukkan kepada kita sampai pada saat
meletusnya Revolusi Perancis tahun 1789, bagaimana Inggris bisa terjerembab
dalam lilitan hutang hingga mencapai £ 885 juta pada tahun 1815. Adapun
tahun 1945 hutang tersebut telah mencapai angka mengerikan, yaitu £ 22.503.
532. 372. Sedang jumlah bunga yang harus dibayar pada tahun 1945-1946
mencapai angka £ 445.447.841.
27
III. RAHASIA DI BALIK REVOLUSI PERANCIS
Telah kita soroti berbagai peristiwa, bagaimana sekelompok kecil pemilik
modal asing bisa menguasai perekonomian Inggris lewat kaki tangan mereka,
sehingga mereka bisa menguasai kerajaan itu hanya dengan modal £ 1.250.000
saja. Mereka tetap mampu bertahan sebagai kelompok terselubung. Selanjutnya
kita akan menyoroti masalah keterlibatan mereka secara langsung dalam
Revolusi Perancis yang menggemparkan dunia pada tahun 1781, dengan taktik
dan strategi sama seperti pada Revolusi Inggris sebelumnya. Kita juga akan
mengungkap keterlibatan mereka dalam revolusi internasional, peperangan
dan pergolakan, yang dirasakan oleh ummat manusia sejak tahun 1789, dan
mengungkap hakikat kekuatan terselubung yang memasang perangkap dari
balik layar.
A. Rothschild dan Konglomerat Yahudi
The Jewish Encyclopedia memuat sejarah keluarga Rothschild sebagai jutawan
semenjak keluarga ini muncul, dan memainkan peran penting dalam sejarah
dunia terselubung modern. Pendiri keluarga ini adalah Amschel Moshe Pour,
seorang pemilik modal Yahudi kenamaan. Ia pada mulanya hidup mondarmandir
antar-kota besar di Eropa Timur dalam urusan bisnis. Kemudian ia
menetap di Frankfurt Jerman. Nama Rothschild berasal dari bahasa Jerman.
Roth artinya red (merah) dalam bahasa Inggris. Schild artinya shield (tameng)
dalam bahasa Inggris. Jadi Rothschild artinya ‘tameng merah’, atau dalam
bahasa Inggris Red-shield. Ketika Amschel pertama kali membuka usahanya di
jalan Bonden Strous Frankfurt, ia memasang semacam lambang berupa tameng
berwarna merah di tokonya, sehingga nama Rothschild sejak itu diambil
sebagai nama keluarga berketurunan.
Sepeninggal Amschel, putra bungsunya bernama Mayer Amschel meneruskan
usaha ayahnya. Sebelumnya sang ayah telah bercita-cita, agar anaknya ini kelak
meneruskan usaha ayahnya dalam dunia bisnis, meskipun sang anak bercitacita
menjadi pendeta Yahudi. Mayer rupanya berganti haluan sepeninggal
ayahnya. Ia bekerja pada Bank Oppenheimer, milik seorang Yahudi. Tidak
lama kemudian ia banyak memahami seluk-beluk perbankan, sehingga pemilik
Bank akhirnya berminat untuk menjadikannya sebagai mitra usahanya. Setelah
beberapa lama, kemudian ia kembali ke Frankfurt untuk meneruskan usaha
mendiang ayahnya. Simbol Rothschild makin terkenal, dan nama Mayer pun
mulai dikenal sebagai Rothschild I.
Mayer hidup tahun 1743-1812. Kelima anaknya dididik dengan keras untuk
menjadi pengusaha atau bankir yang tangguh, agar suatu saat kelak muncul
sebagai konglomerat. Di antara anaknya yang paling berbakat adalah anak
bungsunya Nathan, sehingga keluarga Rothschild mengirimnya ke Inggris
sejak masih belia, agar kelak bisa menjadi salah seorang pemeran penting
28
dalam bank Inggris. Sedang tujuannya lebih jauh adalah untuk mendirikan
lembaga keuangan raksasa bersama dengan ayah dan keempat saudaranya
yang tersebar di seluruh Eropa.
Sejak Nathan berada di Inggris sebagai kader konglomerat Yahudi, kelompok
pemilik modal internasional melangkah ke babak baru. Mayer yang pada tahun
1773 berusia 30 tahun mengundang tokoh pemilik modal Yahudi ke Frankfurt
untuk membicarakan masalah Monopoli Internasional. Dalam pertemuan itu
Mayer yang bergelar Rothschild I mengemukakan tentang peran yang
dimainkan oleh para pemilik modal Yahudi Internasional dalam Revolusi
Inggris. Ia mengemukakan beberapa kesalahan yang telah dilakukan oleh
mereka sebagai berikut :
1) Mereka lamban dalam melaksanakan program yang telah ditetapkan.
Akibatnya tidak bisa menghasilkan apa yang telah ditargetkan, yaitu
menguasai Inggris secara menyeluruh.
2) Masih ada beberapa golongan berpengaruh di Inggris yang masih
mampu bertahan menghadapi Konspirasi Internasional. Rothschild
mengajukan pandangannya tentang langkah-langkah yang masih belum
terlaksana, yaitu :
a) Mempercepat pelaksanaan program yang belum terlaksana, dan
menyingkirkan golongan oposisi dengan segala cara yang bisa
ditempuh.
b) Menguasai sepenuhnya segenap lapisan masyarakat Inggris, dan
menentukan nasib mereka lewat jalan kekerasan dan teror mental
dan fisik.
Meskipun ada kesalahan yang diamati oleh Mayer, namun itu tidak berarti
tujuan Konspirasi Internasional secara umum telah gagal. Tujuan mereka
menguasai perekonomian Inggris telah tercapai, dan mereka berhasil pula
menarik Inggris ke dalam ketidakstabilan dan kancah peperangan yang
berkepanjangan, agar jeratan yang mencekik leher menjadi makin kuat.
Rothschild membeberkan kepada para pemilik modal Yahudi Internasional itu,
bahwa keberhasilan mereka atas Inggris bukanlah sesuatu yang besar,
dibanding dengan arti Revolusi Perancis yang segera akan berkobar. Para
peserta pertemuan merasa puas dengan uraian Rothschild yang realistis itu,
sehingga mereka sepakat memperkokoh suatu tujuan dalam merancang
Revolusi Perancis dengan rencana matang. Sejak itu mereka sepakat
mengumpulkan dana besar-besaran sebagai persiapan untuk membiayai
rencana tersebut. Dengan modal keuangan besar-besaran, mereka berharap bisa
menciptakan situasi perekonomian Eropa yang menggoncangkan. Khususnya
di Perancis, pengangguran melonjak dahsyat, dan bencana kelaparan
mendekati ambang pintu. Sementara itu, terompet slogan muluk-muluk
ditiupkan dari balik layar oleh kekuatan Konspirasi Yahudi Internasional,
sehingga raja Perancis beserta para pejabat dan pihak gereja menjadi sasaran
29
kebencian rakyat yang makin memuncak dari hari ke hari, dengan melontarkan
tuduhan keji tanpa landasan rasional terhadap kalangan penguasa. Kehancuran
dan kerusuhan pun makin menjadi-jadi.
Setelah Rothschild membeberkan pikirannya secara umum, ia mengeluarkan
dokumen tertulis dari beberapa tokoh Yahudi dan membacakannya. Isinya
sesuai dengan yang ditemukan oleh penulis buku ini, yaitu :
1) Rothschild menyatakan, suatu kenyataan yang riil adalah, bahwa
manusia itu lebih banyak cenderung kepada kejahatan daripada kepada
kebaikan. Konsekuensi logisnya, Konspirasi harus bisa mewujudkan
cita-citanya, apabila sistem pemerintahan suatu negara berdasarkan
pada kekerasan, teror dan petualangan serta pelanggaran hak asasi
manusia. Kalau suatu pemerintahan berdasarkan pada sistem
musyawarah, hukum, peraturan, dan undang-undang, maka akan
merupakan penghalang bagi cita-cita kekuatan Konspirasi dalam
mewujudkannya. Manusia pada zaman dulu tunduk kepada penguasa,
tanpa adanya kritik atau membantah. Kemudian kekuasaan itu
berkembang secara bertahap, sampai pada tahap yang disebut undangundang.
Dengan kata lain, undang-undang menurut Rothschild
merupakan kekuatan pemuas belaka.
Maka dengan demikian, untuk berfilsafat, bahwa undang-undang alam
mengajarkan kebenaran adalah kekuatan, atau standar kebenaran hanya
bisa diukur dengan kekuatan.
2) Rothschild mengemukakan, yang disebut kebebasan politik (political
freedom) pada hakikatnya hanyalah idealisme atau angan-angan yang
tidak akan pernah terwujud dalam alam nyata. Setiap langkah
kekuasaan politik, jalan yang terbaik adalah memperalat seseorang atau
pergerakan, yang secara diam-diam setia kepada Konspirasi untuk
mempropagandakan kebebasan politik di tengah-tengah masyarakat
umum. Kalau idealisme ini telah termakan oleh publik, mereka akan
mudah melepaskan hak-hak dan fasilitas yang diberikan oleh
pemerintah yang sah kepada mereka, demi memperjuangkan idealisme
itu. Pada saat itulah pihak Konspirasi bisa segera merebut hak dan
fasilitas itu. Tidak ada pengaruh idealisme mengenai kebebasan politik
itu bagi Konspirasi selain hal itu hanya merupakan idealisme tanpa
kenyataan.
3) Rothschild menandaskan, kekuatan uang selalu bisa mengalahkan
kekuatan pemerintah merdeka. Agama merupakan faktor yang bisa
menguasai masyarakat pada masa tertentu. Kemudian ikatan agama
pada masa-masa berikutnya mulai digulung di berbagai wilayah bumi
ini, karena alasan kebebasan. Akan tetapi, orang tidak mengerti
bagaimana mereka harus berbuat dengan idealisme kebebasan itu. Yang
demikian itu adalah fakta logis bagi kekuatan Konspirasi untuk
memperalat idealisme kebebasan, agar menimbulkan perpecahan dalam
30
suatu masyarakat. Bagi kekuatan tidak penting, apakah yang
menumbangkan sebuah pemerintah yang sah itu kekuatan dari dalam
sendiri atau pun dari luar. Bagaimana pun proses penumbangan itu,
yang dibutuhkan adalah uang.
4) Rothschild menambahkan, demi tujuan, segala cara boleh dilakukan.
Kalau penguasa memerintah dengan undang-undang dan nilai moral,
berarti ia bukanlah seorang politikus cerdik dalam bermanuver, karena
ia merasa terikat oleh norma dan tidak akan bisa mengelabui rakyat, dan
tidak bisa sembarangan menindak musuh-musuhnya, kecuali kalau
mereka berbuat jahat. Siapa pun yang berminat untuk berkuasa, ia harus
bisa yakin meraih kekuasaan itu dengan tipu daya licik, pemerasan dan
pemutarbalikan fakta. Sebab, keluhuran budi dalam etika pergaulan
masyarakat, seperti jujur, teguh pendirian, komitmen terhadap nilai-nilai
moral merupakan kejahatan atau keburukan dalam dunia politik.
5) Rothschild berfilsafat lebih lanjut, bahwa kebenaran baginya adalah
kekuatan Konspirasi. Kata “kebenaran” baginya adalah ungkapan yang
bersifat fiktif belaka, tanpa memiliki makna sedikit pun. Ia telah
menemukan arti kebenaran yang sebenarnya, yaitu bahwa kebenaran itu
adalah menyerang dengan kekuatan senjata untuk merobek-robek
konsep keadilan dan hukum hingga berkeping-keping. Kemudian orang
harus meletakkan lembaga hukum dan norma-norma susila menurut
kehendaknya. Maka, orang akan segera menjadi penguasa atas segenap
lapisan masyarakat, yang mereka sendiri akan memberikan hak
kekuasaan kepada penguasa itu. Hal semacam inilah yang perlu
dilakukan di Perancis dengan slogan kebebasan palsu.
6) Rothschild memperingatkan segenap peserta pertemuan, “Suatu
keharusan bagi kekuatan kita yang bertujuan menguasai dunia secara
ekonomis, harus tetap terjaga kerahasiaannya dari dunia luar. Pada
suatu saat kekuatan kita akan sampai pada tingkat, yang tidak ada suatu
kekuatan pun yang berani mencoba menghancurkannya”. Rothschild
selanjutnya memperingatkan lagi, agar para peserta tetap konsisten
dengan program Konspirasi. Setiap penyelewengan atau pembocoran
dari garis program yang disusun oleh putra-putra Yahudi berabad-abad
lamanya akan berakhir fatal, dan bisa membinasakan orang Yahudi
sendiri.
7) Rothschild menandaskan keharusan bagi Konspirasi untuk mengambil
simpati khalayak umum, agar mereka bisa dimanfaatkan untuk
kepentingan Konspirasi. Masyarakat umum adalah kalangan buta dan
tidak berpikir panjang, dan mudah terpengaruh. Mereka senantiasa bisa
digerakkan atau digiring atau dituntun oleh pihak lain. Kemudian
Rothschild berkata, “Seorang penguasa tidak bisa menguasai massa,
atau menggiring mereka menurut kemauannya. Kecuali penguasa itu
memerintah sebagai diktator yang sifatnya mutlak. Inilah satu-satunya
31
jalan yang terbuka untuk membangun kebudayaan yang diinginkannya.
Kalau massa diberikan kebebasan mendapat peluang, maka peluang itu
akan segera disalahgunakan untuk menimbulkan kerusuhan.”
8) Rothschild menyinggung masalah sarana, bahwa mencapai tujuan harus
mengandalkan beberapa hal berikut :
a) Minuman keras.
b) Obat-obat terlarang, kebejatan moral dan seks.
c) Suap dan mencampakkan hati nurani kemanusiaan.
Hal-hal itu dalam segala bentuknya harus dikaji secara serius untuk
menghancurkan norma-norma susila masyarakat yang telah dimasuki
oleh perkumpulan Konspirasi. Setiap gerakan Konspirasi mengharuskan
adanya program training khusus bagi muda-mudi, untuk dicetak
menjadi tenaga akademik, pelayan, pendidik dan profesi lainnya untuk
kepentingan Konspirasi. Juga diperlukan wanita-wanita untuk dijadikan
pelayan istimewa di tempat-tempat maksiat, pusat hiburan bagi
kalangan non-Yahudi (Gentiles). Mereka ini adalah wanita-wanita yang
bersedia melacurkan diri dengan bekerja sama dengan wanita lain.
Konsep yang harus dipakai tidak terbatas hanya pada suap-menyuap,
pengkhianatan dan bentuk skandal tertentu, demi kepentingan tujuan
terakhir.
9) Pada tahap prinsip politik, Rothschild mengatakan, “Konspirasi punya
hak untuk merampas kekayaan siapa saja, kalau hal itu akan berarti
memperkokoh kekuasaan atau pun cengkeraman atas orang yang
dimaksud. Konspirasi akan menyelusup untuk menyalakan api
peperangan yang terselubung. Taktik ini akan membawa hasil lebih
besar, lebih aman dan lebih efisien, sehingga rakyat umum akan berada
dalam kecemasan, yang akhirnya akan dikuasai oleh kekuasaan
Konspirasi secara mutlak”.
10) Pembicaraan Rothschild berakhir pada masalah slogan yang harus
digemborkan, dengan mengatakan, “Di dunia ini tidak ada tempat bagi
yang namanya kebebasan, persamaan dan persaudaraan. Slogan-slogan itu tidak
lebih dari ucapan kosong, yang diperkenalkan oleh kita sendiri, lalu kita letakkan
di bibir masyarakat umum agar mereka menggunakan berulang-ulang, persis
burung beo. Sesungguhnya sistem pemerintahan yang sekarang di Perancis
adalah berdasarkan aristokrasi keturunan. Kita akan menghancurkan semua itu
dengan slogan kosong tersebut di atas. Setelah itu baru kita bangun sebuah
pemerintahan di atas puing-puing pemerintahan lama, dengan prinsip
aristokrasi baru. Semua di tangan kita.”
11) Rothschild mengalihkan pembicaraan tentang pandangannya mengenai
perang. Yang pertama harus dilakukan adalah konsep menyulut api
peperangan tertentu, setelah lebih dulu mengadakan studi khusus secara
konsepsional. Kemudian mengatur bagaimana jalan perundingan damai
32
yang bakal dilakukan. Adapun perang itu sendiri harus menyeret negara
tetangga, sehingga bisa ikut terperangkap ke dalam krisis hutang, yang
pada akhirnya Konspirasi akan merupakan pihak yang paling
beruntung.
12) Rothschild tidak lupa berbicara tentang pemerintahan suatu negara. Ia
menjelaskan mengenai keharusan menguasai pemilihan umum dan
aturan permainan kementerian, dan jalan yang menuju ke sana dengan
menggunakan jaringan para kaki tangan Konspirasi, dan slogan-slogan
besar tentang idealisme kebebasan untuk menimbulkan kekacauan dan
pembangkangan atas dukungan dana dari Konspirasi Internasional.
Lebih lanjut Rothschild menerangkan peran yang bakal dimainkan oleh
tokoh-tokoh yang berhasil menduduki posisi penting atas dukungan
Konspirasi. Ia mengatakan, “Mereka akan mengabdi untuk kepentingan
kita dan menuruti instruksi kita. Dengan kata lain, mereka akan selalu
siap berperan sebagai pion-pion di kotak catur. Sedang tangan
penggeraknya adalah kita”.
13) Rothschild bersama forum membicarakan propaganda, setelah ia lebih
dulu berhasil mengemukakan pandangannya mengenai hal ini, dan
memperingatkan adanya keharusan untuk menguasai media massa, agar
mereka bisa mengelabui khalayak umum, di samping sebagai sarana
efektif untuk menimbulkan gejolak massa. Rothschild berkata, “Kita
akan menggunakan senjata emas untuk menguasai media massa. Kalau
kita mengandalkan selain senjata uang, tidak jarang kita harus
menyeberangi lautan darah dan air mata para mangsa untuk menuju
cita-cita. Perlu diingat, bahwa satu orang Yahudi yang menjadi mangsa
sama dengan 1000 gentiles sebagai balasannya.”
14) Rothschild melanjutkan pembicaraannya lagi, dan kali ini mengenai
organisasi yang berada di bawah Konspirasi. Organisasi itu perlu
ditampilkan secara terbuka, setelah kondisi rakyat hancur sampai
tingkat terendah, yaitu ketika kecemasan, ketakutan dan kekacauan
menguasai fenomena kehidupan mereka. Setelah tiba saatnya untuk
mengembalikan sebuah regim yang bisa meyakinkan rakyat, bahwa
pihak yang bertanggungjawab atas malapetaka yang menimpa mereka
adalah sekelompok penjahat dan pengacau yang tidak
bertanggungjawab. Kemudian dimulai langkah baru bagi regim itu
untuk menindak apa yang disebut kaum pengacau dan pengkhianat
tadi, untuk lebih meyakinkan rakyat, bahwa regim baru itu bertindak
sebagai pelindung undang-undang atau pahlawan di mata rakyat.
Padahal, yang kita tuju sebenarnya adalah kekuasaan mutlak, lewat para
pahlawan sulapan tersebut untuk membalas dendam kepada gentiles.
15) Pembicaraan Rothschild beralih pada masalah lainnya dengan
mengatakan, “Krisis ekonomi dan masalah kecemasan umum, yang
diakibatkan oleh rancangan Konspirasi akan melahirkan hak baru, yaitu
33
hak pemilik modal dalam kekuasaan, dan kekuasaan itu akan menjadi
warisan berketurunan.” Seterusnya Rothschild menerangkan,
bagaimana kekuatan Konspirasi menguasai dan menggerakan massa,
yang pada akhirnya mampu mengatasi pihak yang berani menghalangi
kekuatan Konspirasi yang tersembunyi di balik mereka sendiri
mendongkel mangsa yang telah diincarnya.
16) Konspirasi melakukan penyusupan ke dalam jantung Free Masonry
yang ada di Eropa, agar bisa memantau sejauh mana efektivitas
organisasi tersebut dalam perannya sebagai pengabdi kekuatan
Konspirasi. Rothschild menyinggung perlunya Konspirasi mendirikan
organisasi sejenis Free Masonry lain The Grand Eastern Lodges yang
dikelola langsung oleh Konspirasi, yang kemudian diberi nama The Blue
Masonry. Rothschild selanjutnya menyinggung anggota yang tergabung
dalam The Blue Masonry akan ditatar dan dididik secara khusus, agar
mereka bisa berperan sebagai propagandis atheis materialistis di tengahtengah
masyarakat Gentiles.
17) Rothschild makin bersemangat untuk terus berbicara, mengungkapkan
pikiran-pikirannya. Ia mengetengahkan masalah penting dari rancangan
Konspirasi, yaitu tentang kegagalan rakyat Gentiles terus-menerus. Hal
ini memerlukan ungkapan halus dan slogan yang menggiurkan untuk
mengelabui massa. Kemudian dilanjutkan dengan kata-katanya, “Kita
memiliki kepastian untuk mengingkari janji dan slogan yang indah itu,
sehingga berubah menjadi sekedar kata-kata indah yang tak berarti. Kita
akan membakar semangat publik umum hingga tingkat histeris, dengan
menggunakan janji-janji kosong dan taktik pemutarbalikan fakta . Saat
itu kita akan menggiring publik Gentiles itu agar berbuat nekad
menghancurkan segala sesuatu, sampai pun aturan hukum dan agama.
Dengan demikian, kita mudah menghapus nama Tuhan dan tata susila
dari kehidupan.”
18) Ditandaskan oleh Rothschild tentang rancangan pembangkangan
bersenjata, dan pentingnya perang jalanan. Ia menekankan perlunya
tindak kekerasan yang akan menimbulkan kepanikan publik, sehingga
terbuka jalan bagi Konspirasi untuk mengail ikan di air keruh.
19) Dalam bidang diplomasi Rothschild mengemukakan, bahwa setelah
perang usai dibutuhkan kegiatan diplomatik diam-diam. Sebab, kegiatan
ini merupakan peluang emas bagi agen-agen Konspirasi untuk menguak
informasi penting mengenai politik, ekonomi dan keuangan, dengan
kedok sebagai penasehat yang tampak pada arena nasional maupun
internasional, sehingga memungkinkan Konspirasi menancapkan kuku
kekuasaannya dari balik tabir, tanpa ada ancaman yang membahayakan
dari pandangan umum.
20) Untuk bisa menundukkan dunia, lebih dulu diperlukan adanya
monopoli kegiatan ekonomi raksasa dengan seluruh modal yang
34
dimiliki oleh Konspirasi, sampai tidak ada kekuatan nasional Gentiles
mana pun yang menandinginya. Kalau monopoli Konspirasi itu
digunakan untuk memukul suatu pemerintahan, pasti akan timbul krisis
ekonomi dan politik , dan kas nasional negara itu akan tergulung ke
dalam lipatan monopoli Konspirasi. Rothschild lebih lanjut berkata,
“Kita semua adalah pakar ekonomi dan keuangan. Maka kita akan tahu
hasil apa yang akan kita capai, kalau konsep itu kita laksanakan.”
21) Strategi perang yang dirancang untuk menguasai kekayaan alam
Gentiles telah disepakati oleh forum. Mereka merumuskan strategi lewat
pengenaan pajak tinggi melalui organisasi atau regim yang berkuasa.
Maka akan lahirlah kondisi yang menimbulkan persaingan ketat dalam
bidang ekonomi nasional. Akibatnya kehidupan ekonomi Gentiles akan
mengalami kepincangan, dan perkembangan ekonomi serta investasi
nasional akan menurun drastis. Adapun dalam arena internasional,
Konspirasi akan mencekik leher negara-negara yang diincar sedikit demi
sedikit, sehingga akhirnya akan terkucil dari pasaran internasional.
Kemudian Konspirasi akan menguasai kebutuhan pokok rakyatnya
untuk menuju jalan terbukanya kekacauan di kalangan pekerja dan
rakyat kelas bawah.
22) Forum selanjutnya menyepakati gagasan tentang keharusan menyalakan
api peperangan antar-bangsa Gentiles, dengan menggunakan senjata
paling mematikan yang bisa diproduksi, sehingga bagi bangsa-bangsa
itu yang tertinggal hanya kaum fakir miskin yang tidak berdaya
menghadapi kekuatan Konspirasi.
23) Suatu pemerintahan terselubung akan muncul, setelah Konspirasi
berhasil melaksanakan program yang telah ditetapkan.
24) Untuk menguasai unsur pemuda, Konspirasi harus menyelusup ke
dalam setiap lapisan masyarakat, termasuk kalangan pemerintah.
Konspirasi harus tetap memegang program dan rancangan yang telah
digariskan untuk memperdaya kaum muda di berbagai tempat, dan
merusak mereka secara sistematis dengan menyebarluaskan dekadensi
moral dan faham yang menyesatkan, serta memerangi ajaran agama.
25) Dan terakhir mengenai undang-undang. Dalam hal ini Konspirasi tidak
akan mengganggu undang-undang yang ada di suatu negara, tapi
berusaha untuk menyalahgunakan, sehingga pada akhirnya akan
menghancurkan kebudayaan kaum Gentiles itu sendiri.
Sampai pada butir 25 itu, dokumen yang ada pada penulis secara umum
menjelaskan tentang program asli bagi Konspirasi Internasional. Dokumen
tersebut juga menjelaskan tempat dilakukannya pertemuan, yaitu jalan Bonden
Strous, Frankfurt Jerman. Dokumen-dokumen penting serupa itu pernah jatuh
ke tangan profesor Niloss dari Rusia tahun 1901, yang kemudian dibukukan
dan diterbitkan pada tahun 1905 dengan judul Bahaya Yahudi. Setelah
35
diadakan perbandingan antara dokumen yang ada di tangan penulis dan
dokumen yang ada di tangan profesor Niloss itu, ternyata keduanya sama.
Bedanya hanya sedikit, yaitu bahwa dokumen yang ada di tangan Niloss
punya lampiran tentang informasi tambahan mengenai penyusupan Konspirasi
lewat faham atau teori baru, seperti teori Darwinisme (Biological Evolution), dan
ideologi atheis materialisme, seperti Marxisme. Tambahan ini memang wajar,
selaras dengan perkembangan zaman.
Program terpenting yang terkandung dalam dokumen yang ada pada profesor
Niloss adalah sebuah informasi yang membuka kedok dan senjata baru bagi
Konspirasi modern, yang disebut ZIONISME. Zionisme ini relatif masih berusia
muda, dan belum sampai pada tingkatan matang, karena Zionisme baru lahir
pada tahun 1897.
Peringatan profesor Niloss tentang bahaya Yahudi pada mulanya tidak banyak
menarik perhatian, kecuali setelah beberapa tahun kemudian, yaitu ketika
terbongkarnya skandal rahasia di Inggris, yang mengakibatkan raja Inggris
Edward terpaksa turun tahta. Buku Bahaya Yahudi telah diterjemahkan ke
dalam bahasa Inggris oleh Victor Marsedan pada tahun 1921 dengan judul
Protocols of Learned Elderly of Zion. Dan arti kata Protocol sendiri adalah
keputusan atau prinsip atau berarti landasan. Demikian populernya, buku itu
kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia.
Baik dokumen yang ada pada penulis buku ini, ataupun yang ada pada
profesor Niloss, dan ada pada buku Protocols of Zion menunjukkan adanya
kesamaan secara umum. Perbedaannya hanya terletak pada masalah informasi
tambahan, seperti telah kita sebut terdahulu. Hal itu terjadi karena adanya
perkembangan yang terjadi pada masa-masa berikutnya. Perbedaan kedua
terletak pada judul yang diberikan oleh Victor Marsedan. Istilah ‘Protocols’
sebenarnya sudah muncul ketika Rothschild mengadakan pertemuan rahasia,
yang menghasilkan rancangan program Konspirasi, seperti telah kita beberkan
di muka.
B. Persiapan Revolusi Perancis
Rangkaian peristiwa yang mengantar meletusnya Revolusi Perancis adalah
persis seperti telah dirancang dalam Protocol Konspirasi, yang prinsipnya
tersimpul sebagai berikut :
1) Langkah pertama adalah menciptakan timbulnya semangat
pembangkangan di kalangan masyarakat luas terhadap penguasa
kerajaan di Perancis. Semangat benci harus memasuki perasaan dan
pikiran rakyat luas. Cara yang praktis ialah, agar rakyat melakukan
langkah-langkah brutal, seperti telah dirancang oleh pihak Konspirasi.
36
2) Para tokoh Konspirasi menyelusup ke dalam perkumpulan Free
Masonry yang ada di Perancis, terutama Free Masonry yang baru
didirikan, sehingga mereka bisa memasang jaringan-jaringan maut,
sebagai perangkap untuk menyebarluaskan semangat pembangkangan,
faham materialistis dan atheisme.
Rothschild mengakhiri pesan-pesannya seperti tersebut dalam dokumen
dengan sebuah peringatan, agar semua peserta bersikap berhati-hati dalam
melaksanakan program besar itu. Dengan demikian, keterlibatan Konspirasi
dalam Revolusi Perancis tetap merupakan rahasia selamanya.
Mungkin dari kita akan timbul pertanyaan, misalnya, Apakah ada bukti yang
menguatkan tentang pertemuan Rothschild dengan undangan yang telah kita
sebutkan? Bagaimana kita bisa tahu tentang apa yang dibicarakan? Sejauh
mana kebenaran dokumen yang telah kita sebutkan? Dan pertanyaan seperti
itu bisa terus berkelanjutan.
Untuk menjawab pertanyaan seperti itu sebenarnya tidak sulit. Misalnya, kita
telah menyaksikan seorang penunggang kuda yang tewas disambar petir
dalam perjalanannya antara Frankfurt dan Paris. Setelah diselidiki identitasnya,
ternyata ia adalah seorang utusan pembawa dokumen yang ada hubungannya
dengan Konspirasi Internasional. Di dalamnya ada pesan yang ada
hubungannya dengan masalah Jerman dengan pemimpin The Grand Eastern
Lodge di Perancis, yaitu Duke Durlian yang terkenal itu. Pada saat itu Free
Masonry yang ada di Perancis telah lama sepenuhnya berada di tangan
sesepuh Yahudi, sesuai dengan rencana dalam dokumen itu. Duke Durlian
telah mengubah Free Masonry tersebut sebagai pusat jaringan dan organisasi
rahasia untuk mengatur jalannya ledakan revolusi, yaitu setelah tahap
permulaan selesai, ketika ia mengadakan hubungan dengan para tokoh Yahudi
Jerman lewat tokoh lainnya Comte De Mirabeau. Peristiwa terbunuhnya utusan
itu di daerah Datesbon, termasuk wilayah kerajaan Bavaria, menyebabkan
dokumen itu jatuh ke pihak pemerintah Bavaria, seperti telah kita bicarakan
pada bab sebelumnya.
C. Tahap Pelaksanaan Sebuah Rancangan Terselubung
Kaum Yahudi yakin, bahwa hanya para sesepuh Yahudi yang punya otoritas
untuk menginterpretasi apa yang tersebut dalam kitab-kitab suci. Rahasia
maknanya tidak akan terungkap, kecuali lewat sesepuh yang mendapat ilham
dari Tuhan. Klaim mereka ini memang tidak ada artinya. Tapi kalau mereka
membentuk perkumpulan di bawah kekuasaan para sesepuh Yahudi itu,
masalahnya menjadi lain. Sebab, orientasi dan langkah mereka
mengatasnamakan Wahyu Tuhan. Apa yang kita rasakan dalam sejarah
lampau hingga kini, perkumpulan yang diprakarsai dan dikuasai oleh mereka
masih tetap bekerja keras dalam sarang-sarang perkumpulan, yang disebut
perkumpulan kaum Nurani atau nama lainnya. Dalam mitos Yahudi, kata
37
“Nurani” berarti ‘cahaya’. Sedang ungkapan yang lebih tepat berarti “Lucifer”,
yang dalam Kitab Injil berarti ‘Lurah Setan’ pembawa cahaya api.
Secara ringkas, Nurani menurut orang Yahudi adalah orang yang mendapat
ilham atau wahyu, atau orang yang mendapat ilham di luar hukum alam.
Tugas kaum Nurani atau sesepuh Yahudi adalah melaksanakan tugas
kegerejaan Yahudi tertinggi. Tugas itu dianggap sebagai wasiat suci yang
dipikul oleh 13 anggota Majelis Tertinggi Yahudi yang disebut “Majelis 13”.
Pengambilan 13 anggota sebagai jumlah atau angka keramat bukanlah
merupakan tindakan tanpa maksud, tapi punya sejarah dan tujuan tersendiri.
Majelis Yahudi tersebut punya tujuan menghancurkan agama Kristen, yaitu
agama Nabi Isa dan kaum Khawarie (muridnya) yang berjumlah 12 (13 dengan
Nabi Isa). Kecuali itu ada sebab lain, yaitu bahwa jumlah puak Bani Israel yang
13 itu mungkin merupakan lambang sebagai wakil dari perkumpulan Nurani.
Kaum Nurani punya aturan tersendiri, yang bisa menjadi kerahasiaannya, dan
menindak setiap pengkhianat untuk menghindari terjadinya pengkhianatan,
seperti dilakukan oleh Yahuda terhadap Nabi Isa. Aturan ini menjamin setiap
anggota Majelis untuk tunduk secara mutlak kepada pimpinan ‘Majelis 33’.
Aturan ini menimbulkan dugaan kuat, dan membuat tanda tanya besar dalam
benak kita, mengapa para penganut komunisme di setiap penjuru bumi tidak
pernah merasa terikat oleh rakyatnya sendiri, tapi selalu komitmen kepada
komunisme tertinggi sebagai panutannya.
Kaum Nurani memusatkan kegiatan The Great Eastern Lodge dari kota Angold
Stadt Jerman, untuk kemudian menyebarkan anggotanya ke dalam
perkumpulan Free Masonry yang tersebar di seluruh Eropa. Kegiatannya
dipusatkan di Perancis dengan memakai kedok sebagai kegiatan kemanusiaan,
atau lainnya yang bisa memberi kesan positif. Setelah itu, kaum Nurani
melangkah kepada rancangan berikutnya yang bertujuan bisa mengadakan
hubungan dengan para tokoh Gentiles yang berpengaruh dalam pemerintahan
atau dalam lingkungan gereja. Selanjutnya para tokoh itu ditundukkan ke
dalam pelukan Nurani, baik dengan jalan memberi uang atau pemerasan lewat
skandal, atau cara lain yang bisa ditempuh. Dan langkah berikutnya ialah
menjatuhkan pilihan pada Comte De Mirabeau sebagai sosok pemimpin yang
paling tepat untuk melaksanakannya. Hal ini mengingat pengaruh dan
kelebihan yang dimiliki oleh Mirabeau di tengah-tengah masyarakat Perancis.
Mirabeau adalah tokoh berdarah bangsawan yang sangat berpengaruh di istana
kerajaan. Dan lagi, dia adalah kawan dekat Duke Durlian, seorang tokoh
terbesar Free Mason. Alasan utama mengapa pimpinan gereja tertinggi Yahudi
memilih Mirabeau sebagai tokoh yang kelak akan memimpin Revolusi Perancis
adalah, karena ia seorang berdarah dingin dan tidak mengenal nilai-nilai susila,
dan ia punya kelebihan sebagai orator berbakat yang bisa mempengaruhi
publik umum. Banyak pengagum yang terpikat oleh gaya pidatonya.
38
Sementara itu, gaya hidup Mirabeau yang mewah telah mengantar dia ke
dalam jeratan hutang dalam jumlah yang besar. Situasi itu menyebabkan ia
mudah menerima uluran bantuan keuangan dari pihak Nurani, meskipun
bantuan itu pada hakikatnya adalah hutang yang berbunga tinggi. Di lain
kesempatan seorang jutawan Yahudi bernama Moshe Mondelhen menemui
Mirabeau dengan menawarkan uang dalam jumlah besar. Bahkan Mirabeau
diperkenalkan dengan seorang wanita rupawan Yahudi bernama Madam
Horse, yang dikenal sebagai wanita Permissive dan jet-set kota Paris kala itu.
Tidak lama kemudian, wanita itu telah jatuh bersama Mirabeau dalam dunia
asmara.
Posisi Mirabeau kini telah berada dalam cengkeraman keuangan Yahudi, yaitu
Moshe Mondelhen dari satu sisi, dan di sisi lain dicengkeram asmara wanita
Yahudi. Dengan demikian, jerat-jerat kaum Nurani Yahudi telah berhasil
menangkap mangsanya, dan bisa memasukkan kehendaknya. Kemudian
Mirabeau ditarik memasuki dunia terselubung, dan memperkenalkan lika-liku
dunia itu, setelah terlebih dulu disumpah dengan nyawa sebagai taruhannya.
Sejak itu Mirabeau berubah sikap dengan menjauhkan diri dari lingkungan
kelas elite Perancis, karena jeratan yang melilit lehernya terasa makin kuat.
Akibatnya, kalangan istana menjadi berang kepadanya. Mirabeau pun makin
benci kepada istana, sehingga ia menjadi makin gigih untuk meletuskan
Revolusi Perancis itu. Mirabeau melangkah lebih jauh dengan membujuk Duke
Durlian, anak paman Raja Perancis yang telah lama punya hubungan erat
dengan kaum Nurani, untuk mengatur dan memberi perlindungan kepada
kaum revolusioner Perancis. Mirabeau dan Duke Durlian hanya diberitahu oleh
pihak kaum Nurani, bahwa tujuan Revolusi adalah menggulingkan Raja Louis
XVI, kemudian Durlian akan menduduki singgasana kerajaan setelah itu,
sebagai raja yang dipilih secara demokratis. Demikianlah dua orang yang
ditokohkan itu tidak mengetahui secara pasti tujuan dan maksud penggerak
dan perancang revolusi yang sebenarnya, yaitu menyingkirkan raja dan
golongan aristokrat yang berkuasa di Perancis, untuk kemudian digantikan
oleh golongan aristokrat yang berdasarkan uang dan emas. Di samping Durlian
adalah anak paman raja, ada sebab lain mengapa ia dipilih oleh gereja Nurani,
karena Durlian adalah tokoh besar dalam gerakan Free Masonry Perancis.
Sebelumnya, Perkumpulan Nurani Tertinggi telah menyerahkan kepada Adam
Weiz Howight untuk menyusun aturan permainan dan simbol-simbol gereja
Nurani, agar ada keserasian dengan aturan yang ada di The Grand Eastern
Lodge. Maka, Mirabeau pergi ke Frankfurt, tempat Adam Weiz Howight
melakukan kegiatan disertai oleh Duke Durlian dan seorang pemuda yang
kelak akan menjadi tokoh penting dalam sejarah Perancis, bernama Talleyrand.
Kemudian Mirabeau mempertemukan mereka berdua dengan Adam Weiz
Howight. Sejak 1773, Duke Durlian mulai memasukkan aturan baru dalam Free
Masonry Perancis, dan mengubah aturan yang lama. Hingga tahun 1788,
jumlah Free Masonry telah mencapai lebih dari 100.000 orang pria dan wanita.
Demikianlah, kaum Nurani Yahudi telah berhasil menancapkan kuku
39
pengaruhnya lewat Moshe Mondelhen ke dalam Free Masonry Eropa, sesuai
dengan aturan dan garis rancangan yang telah diletakkan oleh Weiz Howight.
Kemudian datang tahap berikutnya, yaitu pembentukan komite rahasia dalam
Free Masonry untuk meletakkan revolusi, dengan menyebarkan penggerak
revolusi dan tokoh-tokohnya ke seluruh wilayah Perancis.
D. Mirabeau dan Duke Durlian
Mirabeau telah berhasil membawa Duke Durlian ke dalam Free Masonry
Nasional Perancis yang dikenal dengan sebutan The Blue Masonry. Kurang lebih
empat tahun kemudian, Duke Durlian terkuras kekayaannya, dan dia sendiri
memikul beban hutang dalam jumlah besar. Tidak ada jalan lain baginya untuk
membayar hutang-hutangnya kembali, kecuali harus menempuh jalan hidup
yang bisa melepaskan bebannya. Kemudian dia mengambil jalan pintas dengan
melakukan kegiatan penyelundupan dan perdagangan barang-barang
terlarang, dengan maksud untuk bisa membayar hutang-hutangnya. Akan
tetapi, petualangan bisnisnya justru membuat Durlian lebih dalam terjerumus
dalam lembah hutang. Pada tahun 1780 hutangnya telah mencapai 800.000
Franc. Angka itu merupakan jumlah yang sangat besar menurut ukuran masa
itu. Setelah itu, para sesepuh Yahudi melihat saatnya telah tiba untuk menjerat
mangsanya lebih kuat, berkat kecerdasan Mirabeau.
Para pemilik modal Yahudi mendekati Durlian dengan bujuk rayu
menggiurkan, sehingga Durlian terperdaya menggadaikan harta miliknya,
tanahnya, bahkan istananya ‘Palais Royal’ yaitu istana kerajaan khusus
untuknya atas pemberian raja. Istana itu dijadikan jaminan hutang-hutangnya
kepada para pemilik modal Yahudi itu. Durlian tidak menyadari, bahwa
tindakannya itu akan menjerumuskan dia ke dalam perangkap setan. Kekuatan
yang terselubung telah mengutus seorang Yahudi asal Spanyol untuk
menjalankan aksi mengawasi harta kekayaan Durlian, berikut Palais Royalnya.
Utusan itu adalah Coderlos De Lalco, yang dikenal sebagai penulis buku cerita
‘Hubungan Berbahaya’ dan karya percintaan lainnya yang bernafas cinta dan
seks. Ia juga dikenal sebagai penulis karya permissivisme moral dan kebebasan
seks. Antara karya-karya itu dan pembahasan ini tidak ada kaitannya apa-apa.
Akan tetapi, karena karya itu telah menjadikan istana Palais Royal sebagai
tempat mesum paling populer, maka hasil karyanya sering disebut-sebut
orang.
Demikianlah sebuah istana kerajaan telah dijadikan sarang kemaksiatan. Para
pengunjungnya yang rata-rata kelas elit bisa menyaksikan berbagai jenis
pertunjukan seks dan gambar-gambar porno, yang sulit diungkapkan dalam
bentuk kata-kata. Bukan hanya itu. Fasilitas lengkap tersedia juga untuk
mempermudah setiap pengunjung melakukan keinginannya, tanpa ada
kesulitan apa pun. Dalam menjalankan tugasnya, Coderlos tidak hanya
sendirian. Ia berkawan dengan orang bernama Callistro, seorang Yahudi asal
Italia yang nama aslinya Joseph Palsemo. Dialah yang menjadikan villa-villa
40
Durlian tidak terkena hukum Perancis, sebagai pusat penerbitan selebaranselebaran
untuk memanaskan suasana revolusi, di samping menyebar hasutan
tajam dan terus menerus. Selain itu, Callistro juga mengatur pertemuanpertemuan
akbar, berbagai pertunjukan, ceramah umum dan diskusi, dengan
tujuan untuk menggalakkan gejolak dan semangat publik. Jaringan mata-mata
juga dipasang di mana-mana untuk mengetahui perkembangan dan skandal
yang dilakukan oleh tokoh-tokoh yang diincar oleh Kekuatan terselubung.
Setelah itu dilakukan operasi gosip terencana, agar mangsanya jatuh di mata
umum. Oleh sebab itu, banyak pria dan wanita terpandang menjadi gelisah,
khawatir menjadi tumbal mafia yang dipimpin oleh De Lalco dan Palsemo itu.
Tidak sedikit diantara mereka terpaksa tunduk kepada kehendak mafia itu.
Dengan demikian harta kekayaan Duke Durlian telah berubah menjadi pusat
latihan aktivis revolusi, yang menyelusup ke berbagai kegiatan sosial budaya,
bahkan sampai masuk ke dalam perkumpulan olah raga. Dengan aneka ragam
kedok inilah mereka bisa memasukkan kegiatan yang merusak, mulai dari seks,
minuman keras dan berbagai macam kemaksiatan lainnya, hingga fenomena
seperti ini meluas dan menjamur ke seluruh negeri. Kaki tangan Konspirasi
menarik tokoh-tokoh revolusi ke dalam dunia gelap itu dengan bujuk rayu
yang menggiurkan, sehingga mereka jatuh ke dalam pelukan setan. Kegiatan
ini diatur dan diarahkan dari markas Mirabeau dan Durlian, dan dari istana
Palais Royal. Sejarawan Inggris Scoder dalam bukunya Prince of Blood
mengatakan tentang Palais Royal ini, bahwa masalah Palais Royal saja
membuat polisi lebih sibuk daripada menangani masalah Paris secara
keseluruhan.
Rakyat Perancis pada umumnya tidak tahu apa yang berjalan dalam istana
Palais Royal, karena mereka mengira itu adalah kediaman resmi Duke Durlian,
putra paman raja Perancis. Hanya sebagian kecil tertentu saja yang tahu, bahwa
Palais Royal telah jatuh ke tangan para pemilik modal Yahudi untuk dijadikan
sarang persekongkolan, yang akan melampiaskan dendam kesumat Yahudi
terhadap kaum Gentiles.
Sebenarnya penguasa kerajaan Perancis bukannya tidak tahu apa yang sedang
terjadi. Sebelumnya mereka sudah mendapat peringatan yang cukup, bahwa
pemerintah Bavaria menemukan dokumen-dokumen rahasia Konspirasi setelah
kematian utusan yang membawa dokumen itu, dan bagaimana pasukan
keamanan Bavaria menyerbu pusat sarang Konspirasi yang ada di negerinya,
sehingga ditemukannya dokumen yang lain. Maka raja Bavaria merasa perlu
menyampaikan peringatan adanya bahaya yang mengancam para penguasa di
seluruh Eropa, termasuk Pemerintah Perancis, Inggris, Polandia, Jerman,
Austria dan Rusia. Akan tetapi, peringatan itu tidak ditanggapi dengan
sepenuhnya, karena pengaruh kekuatan Konspirasi di negara-negara itu telah
sedemikian besarnya, sehingga peringatan seperti itu tidak cukup membuat
mereka tergugah untuk mengambil tindakan yang pasti.
41
Pada uraian berikutnya akan kita ketengahkan gambaran yang jelas mengenai
peristiwa revolusi Perancis, dan bagaimana berbagai peringatan itu tidak
mendapat tanggapan, untuk membangkitkan hati khalayak umum dari
kelengahan atas bahaya Konspirasi Internasional itu.
E. Revolusi Perancis dan Marie Antoinette
Negara-negara yang diberi peringatan tentang adanya ancaman bahaya
Konspirasi ternyata tidak menanggapi sepenuhnya, dan tidak mengambil
langkah apa-apa untuk menanggulangi. Maka pemerintah Bavaria beberapa
kali menulis surat kepada ratu Perancis, Marie Antoinette, yang isinya
mengingatkan ratu tentang adanya bahaya Konspirasi yang telah membuat
rancangan khusus untuk menguasai Perancis lewat Perkumpulan Free
Masonry Perancis. Akan tetapi, ratu Marie Antoinette, putri Raja Francois I dari
kerajaan Austria itu tidak bisa mempercayai peringatan itu. Karena peringatan
itu terus datang bertubi-tubi, maka ratu Marie Antoinette kemudian membalas
surat-surat yang datang dari pemerintah Bavaria itu. Dengan panjang lebar ratu
membantah peringatan itu, yang diantaranya ia mengatakan, “Tentang masalah
yang berhubungan dengan Perancis, keprihatinan Anda terlalu dibesarbesarkan
mengenai kegiatan Free Masonry itu. Aku percaya, gerakan itu di
Perancis merupakan gerakan yang terkecil diantara yang ada di seluruh Eropa.”
Dalam lembaran sejarah terdapat bukti-bukti yang menunjukkan kesalahan
besar yang telah dilakukan oleh ratu Marie Antoinette. Kesalahan ini
mengakibatkan ia sendiri dan suaminya Raja Louis XVI mengakhiri riwayatnya
di atas tiang maut Guilotin, dan mayoritas sejarawan sepakat menyatakan,
bahwa Marie Antoinette adalah seorang ratu yang bergaya hidup mewah dan
boros, serta mempengaruhi gaya hidup seluruh kerabat sentana istana kerajaan
Perancis. Selain itu, Marie Antoinette juga dicatat dalam sejarah sebagai playgirl
kelas elit, yang mengkhianati suaminya bersama teman-teman karibnya …..
dan seterusnya.
Padahal deskripsi busuk seperti itu tidak lain adalah hasil gosip Palsemo dan
para Propagandis revolusi dalam rangka mengangkat tuduhan palsu ke atas
permukaan publik, sehingga mereka akan bertambah benci kepada ratu.
Dengan demikian, tangan-tangan tersembunyi akan mudah menuntut keluarga
kerajaan di depan pengadilan.
——–
Beberapa sejarawan menulis betapa tabah ratu Marie Antoinette dan suaminya
menghadapi maut di atas pisau alat pembunuh sadis Guilotin. Isu gosip
populer yang pernah tercatat dalam sejarah ratu Marie Antoinette adalah
tentang skandal ‘Kalung Permata Ratu’, yang dijadikan alat untuk mencoreng
wajah sang ratu. Adam Weiz Howight dan Mondelhen pernah merancang
suatu sketsa gagasan seperti berikut :
42
“Masalah isu krisis ekonomi telah menjadi buah bibir masyarakat luas. Pada
saat kas kerajaan Perancis kosong, dan pemerintah terpaksa pinjam dari para
pemilik modal Yahudi Internasional, maka terbukalah kesempatan untuk
membuat gosip yang menggemparkan Tangan Terselubung. pihak Konspirasi
membuat surat palsu atas nama ratu, untuk memerintahkan seorang perajin
membuat kalung dari batu mulia kelas wahid, mirip permata dalam dongeng.
Batu permata itu seharga seperempat juta Franc, suatu harga yang amat tinggi
saat itu.”
Setelah perajin permata itu selesai mengerjakan instruksi palsu itu, ia
membawanya ke istana kerajaan. Alangkah terkejutnya baginda ratu dan
menolak mentah-mentah surat palsu atas nama ratu itu. Di luar kepalsuan itu,
berita tentang kalung permata tersebut telah menjadi berita populer di seluruh
Perancis, karena Palsemo telah menyebarluaskan secara besar-besaran. Tidak
pelak lagi, Marie Antoinette telah menjadi tumbal gosip, dan nama sang ratu
jatuh sedemikian parahnya akibat tuduhan pemborosan, kebejatan dan
tuduhan busuk lain yang ditujukan kepadanya. Ketika ketegangan gosip telah
mencapai titik runcing, Palsemo bermaksud membuat pukulan yang
mematikan terhadap Marie Antoinette. Palsemo mencetak selebaran dalam
jumlah yang besar, yang isinya menghasut dan memperuncing kebencian
terhadap sang ratu. Dikatakan, bahwa sang ratu telah diberi hadiah berupa
kalung itu dari seorang pacar gelapnya, sebagai tanda mata setelah keduanya
dengan diam-diam terlibat dalam skandal seks. Bukan hanya itu. Nama baik
Marie Antoinette dilucuti habis-habisan di mata umum, dengan munculnya
surat palsu lagi atas nama ratu, yang ditujukan kepada seorang bangsawan
Perancis, yaitu seorang Kardinal bernama De Rohand. Dalam surat itu
disebutkan, bahwa ratu minta agar sang Kardinal menemuinya pada tengah
malam di sebuah tempat peristirahatan di taman Palais Royal, untuk
membicarakan masalah isu kalung permata di atas. Sementara itu, seorang
dayang kerajaan yang telah dipersiapkan oleh Konspirasi menemui Kardinal di
tempat yang telah ditentukan itu dengan berpakaian menyamar seperti ratu
layaknya di tengah malam itu. Ketika itulah fitnah berbau gosip itu
disebarluaskan untuk menjatuhkan nama baik sekaligus juga mencemarkan
nama baik tokoh gereja. Sejarah telah mengungkap, bagaimana kalung permata
hasil fitnahan itu dipindah dan disembunyikan di London. Diduga permata
mahal yang terdapat pada kalung itu disimpan oleh jutawan Yahudi di London
bernama Elyason.
Di London masih terdapat bukti-bukti yang menguatkan keterlibatan tokohtokoh
Yahudi Inggris dengan persekongkolan yang merancang meletusnya
Revolusi Perancis. Bukti-bukti itu merupakan rahasia selama beberapa tahun
lamanya, dan terbongkar oleh Lady Queensburgh, permaisuri Lord
Queensburgh. Dalam bukunya yang berjudul ‘Pemerintahan Gereja
Terselubung’, Lady Queensburgh mencatat bukti-bukti yang pernah ditemukan
dalam sebuah manuskrip lama yang berjudul ‘Permusuhan terhadap Unsur
Semitik’, ditulis oleh seorang Yahudi Benjamin Gold Smidt pada tahun 1849.
43
Berkat wawasannya yang luas, Lady Queensburgh berhasil mempelajari
manuskrip tersebut dan menganalisanya, yang pada akhirnya mendapat buktibukti
kuat yang menunjukkan, bahwa Benjamin Gold Smidt dan saudaranya
Abraham Gold Smidt serta kawannya Sir Moshe Montifor, yang ketiganya
adalah pemilik modal keuangan di Inggris, merupakan anggota jaringan
Konspirasi Yahudi di seluruh Eropa yang telah merancang revolusi Perancis
itu. Juga terdapat bukti lain yang menguatkan pernyataan Lady Queensburgh
di atas manuskrip yang lama, yaitu seorang konglomerat Yahudi berasal dari
kota Berlin Jerman, bernama David Erend Lander dan seorang konglomerat
Yahudi lainnya bernama Henzegerber adalah anggota jaringan Konspirasi yang
bekerja di bawah pimpinan langsung Rothschild.
Demikianlah tabir-tabir itu terungkap oleh kita, sehingga para tokoh di balik
tabir itu tampak dengan jelas. Dan itulah para anggota kekuatan Konspirasi.
Kita tidak banyak membicarakan masalah sarana yang dipakai oleh para tokoh
Yahudi itu dalam kegiatan mereka untuk menjatuhkan ekonomi pemerintah
kerajaan Perancis. Kita bisa melihat data-data sejarah, lalu menganalisanya
untuk mengambil kesimpulan dari sarana-sarana yang dipakai oleh kekuatan
Konspirasi, seperti yang terjadi di Rusia, Spanyol dan Amerika. Tentang sarana
yang dipakai Konspirasi berkenaan dengan situasi revolusi Perancis, seorang
sejarawan Inggris bernama Sir Walter Scott mengatakan,
“Para pemilik modal itu memperlakukan pemerintah kerajaan Perancis seperti
rentenir yang siap mewarisi harta kekayaan milik yang berhutang dengan
boros dan mewah. Mereka mengulurkan hutang besar-besaran dengan satu
tangan, dan tangan lainnya menerima bunga hutang tersebut yang berlipat
ganda jumlahnya. Maka tidak mengherankan kalau kas negara menjadi kosong
dalam waktu singkat. Sebagai akibatnya, para pemberi hutang itu mendapat
fasilitas dan hak-hak istimewa di negeri itu, sebagai jaminan timbal balik atas
hutang-hutang tersebut. Dengan begitu lengkaplah jeratan yang mengikat leher
pemerintah Perancis.”
Setelah Perancis mengalami krisis ekonomi yang parah, yang mendorong
pemerintah terus mencari pinjaman dengan bunga sangat tinggi untuk
membiayai perang dan pergolakan, para pemilik modal dengan senang hati
mengulurkan pinjaman yang dibutuhkan itu, dengan syarat mereka diberi
wewenang mencetak mata uang Perancis dengan leluasa. Syarat itu pada
awalnya tidak terasa begitu berat. Namun pada hakikatnya itu tidak berbeda
dengan peribahasa Perancis yang mengatakan ‘Memasukkan seekor ular
berbisa ke dalam kamar’. Maksudnya adalah memasukkan wakil pihak pemilik
modal dalam keuangan rumah tangga kerajaan Perancis. pihak pemberi
pinjaman itu tidak lain adalah Jacques Necker, yang kemudian dipilih oleh raja
sebagai menteri keuangan Perancis. Setelah para pemilik modal berhasil
mengorbitkan Necker, mereka memujinya lewat berbagai sarana propaganda
yang mereka kuasai, bahwa Necker adalah seorang pakar ekonomi kelas kakap,
dan satu-satunya orang yang mampu menyelamatkan perekonomian Perancis
44
dari krisis yang sedang berjalan. Padahal, setelah 4 tahun Necker berkuasa
memegang kementerian keuangan, kondisi perekonomian Perancis makin
bertambah buruk, sejajar dengan naiknya hutang-hutang yang dibuatnya.
Seorang sejarawan Inggris Captain A. Romsey melukiskan kondisi ekonomi
Perancis kala itu dalam bukunya yang berjudul ‘Sebuah Perang Tanpa Nama’
(A War Without a Name) sebagai berikut :
“Revolusi Perancis merupakan pukulan maut bagi orang yang sedang sakit,
karena kuku-kuku hutang yang menancap, disusul dengan dikuasainya media
massa dan kegiatan politik oleh para tokoh Yahudi. Tidak luput pula para
tokoh lapisan masyarakat bawah juga mereka kuasai. Panggung massal telah
siap menyajikan pertunjukan drama revolusi. Dengan segala cara para
perancang Konspirasi menggerakan revolusi, dan dengan cengkeraman
kukunya yang kuat mereka membuat raja tidak berdaya.”
Waktu itu Palsemo menghujani dengan selebaran-selebaran gelap. Sambil
melaknat tokoh-tokoh istana dan gereja, para kaki tangan Konspirasi terus
mengatur langkah dan strategi, dan melatih kader-kader yang kelak dijadikan
pemimpin setelah sistem kerajaan runtuh. Di antara tokoh yang berhasil
dipersiapkan oleh Konspirasi adalah Robespierre, Danton dan lain-lain. Ada
pula yang secara khusus dipilih orang-orang yang bertugas menyerbu penjara
Bastilles dengan maksud membebaskan para narapidana, agar narapidana ini
melampiaskan kebenciannya kepada istana, sehingga seluruh kota Paris
diliputi oleh iklim pergolakan. Di antara pusat penataran itu adalah biara Saint
Yacob di Paris. Jadi, rancangan berdarah itu disusun dari balik tembok tempat
suci untuk beribadah. Di biara Saint Yacob itu pula dicatat daftar nama
bangsawan dan pendukung kerajaan yang bakal dienyahkan dari muka bumi
oleh para aktivis revolusi. Mereka ini juga memperalat orang-orang yang sakit
jiwa dan para pejabat agar melakukan tindakan kriminal, sehingga situasi akan
makin kacau.
Tujuan kekuatan Konspirasi di balik revolusi Perancis adalah untuk menguasai
Perancis dari balik layar, dan dari sini melangkah lagi untuk menguasai dunia
secara keseluruhan. Peristiwa demi peristiwa terjadi berturut-turut seperti telah
kita ketengahkan sebelumnya. Konspirasi telah memperalat Duke Durlian
sebagai kuda tunggangan. Mereka minta agar Durlian menghukum mati anak
pamannya sendiri, raja Louis XVI, dan dia pula yang mengemban
tanggungjawab atas kematian raja dan permaisurinya. Sesungguhnya pihak
Konspirasi lah yang bertanggungjawab atas semua peristiwa itu tapi para
tokohnya bersembunyi dari balik kegelapan. Instruksi dari konspirasi kepada
kalangan revolusioner untuk membunuh beberapa orang istana ternyata
terulang kembali. Kali ini yang harus dibunuh adalah Durlian sendiri. Tokoh
tunggangan ini difitnah melalui media massa, seperti pernah dialami oleh
Marie Antoinette sebelumnya. Dalam waktu sekejap tuduhan keji dari publik
Perancis dilontarkan kepada Durlian, yang akhirnya mengalami nasib sama
seperti Marie Antoinette. Durlian digiring ke Guilotin. Sementara itu terdengar
45
pula cemoohan dari para hadirin yang menyaksikan pertunjukan yang
mengerikan itu. Ini merupakan cemoohan ulang seperti pernah terjadi pada
kematian Antoniette dan raja Louis XVI.
Adapun Mirabeau, setelah merasa dirinya terancam oleh bahaya, dan
menyadari dijadikan alat permainan oleh kelompok Konspirasi dari balik layar,
segera menyadari adanya kebejatan moral yang digerakkan oleh para
penggerak revolusi. Sebenarnya Mirabeau menentang perlakuan sadis terhadap
raja Louis XVI. Dia tahu pula, bahwa mendiang raja sebenarnya orang yang
lugu, baik hati dan berkemauan lemah, sehingga kurang waspada menanggapi
kejadian di sekitarnya. Mirabeau hanya menghendaki untuk menyingkirkan
kekuasaan mutlak yang ada pada raja, untuk digantikan dengan raja yang
memerintah berdasarkan konstitusi. Kemudian Mirabeau sendiri akan tampil
sebagai penasihat raja. Oleh karena itu, ketika ia menyaksikan kekuatan
Konspirasi bermaksud membunuh raja Louis XVI, Mirabeau berusaha untuk
melarikan raja dari penjara Paris, dan memindahkan ke markas pasukan yang
masih setia kepada raja. Usaha Mirabeau ini gagal dan bahkan akan dibunuh
oleh kekuatan Konspirasi. Berbagai fitnah dilancarkan untuk mencari alasan
bisa menuntut Mirabeau ke pengadilan. Akhirnya pihak Konspirasi memakai
cara dengan meracun Mirabeau, dengan kesan seolah-olah Mirabeau mati
bunuh diri.
Setelah peristiwa demi peristiwa mengantar meletusnya revolusi Perancis,
tibalah saatnya sebuah periode dikenal dalam sejarah Perancis dengan sebutan
“Pemerintahan Teror”. Pada masa itu, para mangsa pergolakan digiring ke
tempat pembantaian dalam jumlah ribuan setiap hari seperti ternak. Sebagai
algojo telah ditunjuk Robespierre (1758-1794) dan Danton (1759-1794). Setelah
kedua algojo ini menyelesaikan tugasnya, mereka berdua juga dibantai dalam
usia yang relatif muda.
Seorang sejarawan Inggris Walter Scott mengetahui dengan pasti peran yang
dimainkan oleh kekuatan terselubung, yang mendalangi peristiwa yang terjadi
di Perancis. Dalam karya tulisnya berjudul ‘Kehidupan Napoleon’ kita bisa
menemukan data-data yang cukup tentang keterlibatan Konspirasi Yahudi
dalam revolusi Perancis itu, dan peristiwa besar lainnya di Eropa. Walter Scott
memaparkan bukti-bukti yang bisa menimbulkan tanda tanya dengan
mengungkapkan, bahwa kebanyakan wajah yang tampil dalam revolusi
Perancis tampak asing bagi alam Perancis. Lebih lanjut ia mengungkapkan
secara khas, bagaimana seorang majhul bernama Manuelle muncul seketika di
permukaan umum, dan seketika itu pula bisa menempati posisi sebagai jaksa
Agung di Paris. Padahal Manuelle adalah orang yang bertanggung jawab atas
penangkapan besar-besaran terhadap orang-orang yang dikirim ke tempattempat
hukuman mati di seluruh Perancis pada bulan September 1792. Dalam
penjara Paris saja ditemukan 7.000 orang menemui ajalnya.
46
Manuelle didampingi oleh seorang Yahudi lainnya bernama David, seorang
eksekutif Komite Keamanan Nasional di Paris, yang dikenal sebagai penjagal
maut selama perjalanan revolusi berlangsung. David pula yang memasukkan
faham Naturalisme ke dalam pemerintahan pada masa pasca revolusi, untuk
menggantikan agama Kristen.
Karya besar Sir Walter Scott The Life of Napoleon sebanyak 9 jilid sudah lama
tidak beredar. Diduga kuat karena pihak Konspirasi telah mengupayakan, agar
buku itu lenyap dari peredaran umum. Perlu juga kita simak sebuah karya lain
yang ditulis oleh Renoult dengan judul ‘Kehidupan Robespierre’ (The Life of
Robespierre). Buku ini menampilkan fakta-fakta penting, antara lain ucapanucapan
Robespierre, ketika revolusi sedang panas-panasnya. Pemerintahan
Teror mencapai puncaknya antara tanggal 27 April-27 Juli 1794. Pada saat itu
Robespierre berbicara panjang lebar di depan Majelis Nasional. Ia menyerang
sengit apa yang dinamakan dengan kelompok teroris ekstrimis. Dia menuduh
adanya suatu pihak yang berada di belakang tindakan teror itu. Namun dia
tidak menyebutkan siapa pihak yang dimaksud. Kata-kata asli yang diucapkan
Robespierre adalah : “Aku tidak berani menyebut nama mereka di tempat ini
dan di saat ini pula. Aku juga tidak bisa membuka tirai yang menutupi
kelompok ini sejak awal peristiwa revolusi. Akan tetapi, aku bisa meyakinkan
Anda sekalian, dan aku percaya sepenuhnya, bahwa di antara penggerak
revolusi ini terdapat kaki tangan yang diperalat dan melakukan kegiatan
amoral dan penyuapan besar-besaran. Kedua sarana itu merupakan taktik yang
paling efektif untuk memporak-porandakan negeri ini.”
Renoult memberikan komentar, seandainya Robespierre tidak mengucapkan
kata-katanya di atas, nasib yang dialami akan lain. Ia telah mengucapkan katakata
melewati batas yang dibolehkan. Kata-kata pedas meluncur dari
mulutnya, sehingga hari berikutnya ia digiring ke tempat hukuman mati.
Demikianlah nasib seorang Free Mason yang telah diberi kesempatan untuk
mengetahui gerakan Free Masonry lebih dari apa yang seharusnya. Hanya
sedikit orang yang tahu, bahwa Robespierre, Danton dan tokoh-tokoh revolusi
Perancis lainnya yang muncul pada periode pemerintahan teror merupakan
alat yang digenggam oleh komplotan 13 Sesepuh Yahudi. Setelah bonekaboneka
yang diperalat oleh Konspirasi satu per satu lenyap dari bumi, mereka
mulai dengan tahap baru lagi dalam persekongkolan internasional selanjutnya.
Esleim Mayer Rothschild mengirimkan putranya Nathan Mayer ke Inggris
untuk membuka cabang perusahaan raksasa milik mereka di kota London.
Tujuannya untuk mempermudah hubungan antar-sesepuh Yahudi
Internasional di seluruh kota Eropa, dan untuk menancapkan kuku mereka
dalam bidang politik dan ekonomi lebih dalam lagi. Tujuannya yang lebih
khusus lagi ialah, agar mereka bisa mengadakan hubungan lebih mudah antar
konglomerat yang menguasai bank Inggris, Belanda, Perancis dan Jerman.
Untuk itu, Rothschild telah mempersiapkan Nathan selama 26 tahun, yang
sekaligus ini menunjukkan kehebatan Rothschild dalam pembinaan kader
Konspirasi, sejak Nathan masih belia.
47
F. Kekuatan Konspirasi dan Napoleon
Setelah tahap di atas selesai, kekuatan Konspirasi mengincar seorang yang
sedang naik daun, yaitu Napoleon Bonaparte. Mulailah sejak itu kekuatan
Konspirasi mengulurkan dana besar-besaran kepada Napoleon untuk
membiayai perang yang kondang itu, dengan tujuan untuk menyingkirkan
sistem kerajaan di seluruh negara Eropa. Napoleon mengerahkan pasukannya
besar-besaran ke berbagai negara Eropa. Puncak pengerahan pasukan itu
terjadi pada tahun 1804, ketika ia mengangkat dirinya sebagai Kaisar Perancis,
dan mengangkat saudara-saudaranya menjadi raja di negara-negara Eropa
yang ditaklukkan. Joseph dijadikan raja Napoli, Louis raja Belanda, dan Jerume
raja Lostvalia (salah satu wilayah Jerman ketika itu). Nathan Rothschild juga
dengan diam-diam mengangkat keempat saudaranya menjadi raja uang di
keempat kerajaan Eropa itu. Dengan demikian, merekalah penguasa yang
sebenarnya di balik tahta kerajaan keluarga Napoleon.
Selanjutnya, pihak Konspirasi memilih negara Swiss sebagai pusat lembaga
keuangan yang aman. Mereka berusaha menyelamatkan negara ini dari perang
dan pertikaian umum. Dengan kata lain, Swiss akan dijadikan negara netral
untuk selamanya. Setelah itu, kekuatan Konspirasi melangkah lagi kepada
bisnis baru yang banyak memberi keuntungan, yaitu perdagangan ‘perang’.
Untuk mencapai tujuan ini mereka harus menguasai pabrik-pabrik senjata,
amunisi dan kapal perang, dan menguasai industri-industri baja, besi, kimia
dan pabrik yang memproduksi alat perang lainnya. Dengan strategi ini,
kekuatan Konspirasi mempersiapkan dana besar-besaran yang membanjiri
berbagai proyek itu, yang kemudian produknya dialirkan kepada pihak yang
bersengketa tanpa kecuali. Akan tetapi muncul kendala bagi mereka, yang
datang dari Napoleon sendiri. Awal mulanya Napoleon merasa puas terhadap
para sesepuh Yahudi yang mengulurkan pinjaman uang besar-besaran
kepadanya, untuk membiayai perlengkapan pasukannya sebesar itu. Akan
tetapi, lama-kelamaan Napoleon menyadari, bahwa dibalik itu ada kekuatan
terselubung yang menggerakan tangannya. Napoleon mengambil langkah lebih
hati-hati dan waspada, di samping berusaha untuk memukul kekuatan
terselubung itu, apabila telah cukup bukti-bukti dan saat yang tepat telah tiba.
Namun sebelum Napoleon bisa melaksanakan niatnya karena ia dan
pasukannya masih mati-matian berperang melawan Rusia, kekuatan
Konspirasi telah memergoki gelagat yang tidak menyenangkan dari Napoleon.
Di sela-sela kesibukan Napoleon itulah pihak Konspirasi melihat adanya
kesempatan yang tepat untuk memukul Napoleon, sehingga pasukan
Napoleon menjadi kacau dan dipukul roboh oleh pasukan Rusia. Dalam
lembaran sejarah pada umumnya disebutkan, bahwa kekalahan Napoleon oleh
Rusia disebabkan oleh adanya kesulitan cuaca dingin dan salju tebal yang
menghalangi laju pasukannya. Padahal, penyebab yang sebenarnya adalah
karena jalur penghubung yang menuju pasukan Napoleon diputus oleh
tangan-tangan terselubung, sehingga senjata dan amunisi yang dikirim untuk
pasukannya tidak bisa sampai. Sementara itu, amunisi pasukan Rusia terus
48
mengalir dengan deras. Langkah kekuatan Konspirasi yang dilakukan untuk
menghancurkan pasukan Napoleon kemudian memaksa Napoleon turun tahta.
Langkah ini oleh Konspirasi Internasional dijadikan tradisi untuk melangkah
dan mengadakan kegiatan di masa-masa selanjutnya. pihak Konspirasi dalam
melakukan taktik itu menggunakan kaki tangan orang-orang Serbia untuk
menyelusup ke jajaran penting dalam industri, transportasi, logistik dan posisi
rawan lainnya. Ketika itulah negara-negara yang telah dimasuki oleh mereka
jatuh di bawah pengaruh kekuatan terselubung. Posisi kunci yang dikendalikan
mereka memungkinkan mereka melaksanakan kegiatan yang bisa
menimbulkan kekacauan dalam suplai pasukan yang sedang bertempur di
medan laga. Taktik Konspirasi yang dipakai untuk menghancurkan pasukan
Napoleon dipakai lagi di kemudian hari untuk menghancurkan pasukan Czar
Rusia pada tahun 1904 dalam menghadapi pasukan Jepang.
Sejarah telah mencatat, bagaimana peristiwa berikutnya terjadi setelah
kekalahan Napoleon, disusul dengan peristiwa penurunan Napoleon dari tahta
dan dibuang ke pulau Elba. Ketika Napoleon melarikan diri sebagai usaha
untuk kembali, segera ditangkap kembali oleh jaringan yang telah dipasang
oleh Konspirasi. Pertempuran Waterloo merupakan perang terakhir bagi
Napoleon. Adapun Nathan Rothschild, nasibnya justru sebaliknya. Ia telah
berhasil menguasai keuangan di seluruh Eropa, setelah berakhirnya masa
kejayaan Napoleon. Rothschild pada waktu itu telah membangun istana yang
letaknya menghadap langsung dengan istana raja Louis XVIII, pewaris tahta
kerajaan Perancis. Dari lokasi di seputar istana raja, Nathan bisa memantau
gerak-gerik yang ada di sana dari jendela istananya sendiri itu. Para mata-mata
Konspirasi dalam istana raja Louis lebih mudah mengadakan hubungan
dengan Nathan, khususnya mengenai perkembangan perang Waterloo yang
hampir berakhir. Pada waktu yang sama, Nathan mengadakan jaringan lain
untuk menguak informasi tentang perang tersebut, untuk kemudian dikirim ke
Inggris. Pada saat datangnya berita mengenai keunggulan pasukan Wellington
(panglima pasukan Inggris) atas Napoleon, dan dipastikan Wellington akan
tampil sebagai pemenang perang, Nathan mengirimkan berita kebalikannya ke
Inggris lewat utusannya. Dikatakan, bahwa Napoleon lah yang menang atas
Wellington. Tak ayal lagi, berita itu membuat rakyat Inggris cemas, dan harga
bursa uang anjlok seketika. Kemudian Nathan berangkat secepatnya ke Inggris
dengan kapal khusus. Begitu Nathan menginjakkan kakinya ke London, segera
saja ia memerintahkan anak buahnya untuk memborong seluruh penjualan
modal, saham, uang dan apa saja yang bisa dibeli. Peristiwa ini sangat
mengejutkan semua pihak, setelah pada hari berikutnya tersiar berita yang
sebenarnya, yaitu kemenangan Wellington atas Napoleon. Setelah pasar modal
kembali normal, para pemilik modal Yahudi, khususnya Nathan telah
memboyong keuntungan yang sangat besar. Tidak seorang pun membicarakan
bagaimana Rothschild membungkam kemarahan pemerintah Inggris dan
rakyatnya, akibat kerugian jutaan poundsterling dalam pasar modal London itu
dalam waktu hanya satu hari. Dan jelas pula tercatat dalam sejarah, bahwa
49
Rothschild setelah itu mengeluarkan bantuan kepada Inggris uang sebesar £ 18
juta, dan kepada Rusia £ 5 juta, karena negeri ini telah berjasa membantu
Konspirasi menghancurkan Napoleon. Ketika Nathan meninggal dunia tahun
1836, Bank Inggris benar-benar telah berada di tangannya. Dan hutang nasional
Inggris kala itu telah mencapai £ 885 juta, akibat penjagalan ekonomi besarbesaran
dalam pasar modal. Sedikit sekali orang yang bisa menemukan tokoh
Free Mason Eropa yang bisa menyingkap, bagaimana The Grand Free Mason
Lodge bisa menyusup ke posisi penting di negara-negara Eropa. Paus Paulus
Pius IX termasuk orang yang mengetahui gerakan yang dilakukan oleh Free
Masonry itu, sehingga dia mengharamkan umat Kristen Katolik memasuki
perkumpulan itu.
Kalau masih ada orang yang meragukan peran Konspirasi dalam peristiwa
revolusi Perancis, bisa ditunjukkan bukti-bukti yang lebih jelas, yaitu ketika
terjadi diskusi dalam Majelis Nasional Perancis yang diadakan pada tahun
1904. Kita bisa mengutip sebuah ucapan yang dilontarkan oleh De Rosanbe,
seorang wakil anggota Majelis. Dia mengatakan
“Kita telah yakin benar tentang masalah ini, yaitu bahwa Free Masonry adalah
satu-satunya pihak yang merancang timbulnya revolusi Perancis. Dan
sambutan serta tanggapan yang kita dengarkan dalam Majelis ini
menunjukkan, bahwa sebagian kita tahu seperti yang saya ketahui.”
Kemudian seorang anggota lain bernama Gommel, yang juga termasuk
anggota perkumpulan The Grand Eastern Lodge Perancis berdiri mengatakan :
“Kita bukan hanya mengetahui hal itu, melainkan kita akan mengumumkan
kepada khalayak ramai.”
Pada acara makan malam besar-besaran yang diadakan di Paris pada tahun
1923, yang dihadiri oleh para politisi dan wakil-wakil dari Liga Bangsa-Bangsa
(Nations-League) yang kelak menjadi Perserikatan Bangsa-Bangsa (United
Nations), seorang tokoh The Grand Eastern Lodge bangkit seraya mengatakan
dengan penuh kebanggaan :
“Perancang Pemerintahan Perancis adalah putra Free Masonry Nasional
Perancis. Dan perancang Republik Dunia besok adalah putri Free Masonry
Internasional.”
Demikian kita melihat kekuatan Konspirasi yang sampai tahun 1923 telah
berani berbangga-bangga di tengah-tengah Pemerintahan Republik Perancis
sebagai ayah Revolusi Perancis, yang diberi sebutan akbar itu. Dan mereka
berani pula mengumumkan niatnya tentang program yang akan dilaksanakan
di masa mendatang, seperti mendirikan Republik Dunia, yang dikatakannya
sebagai anak putri kandung Free Masonry Internasional. Fenomena ini tidak
perlu mengherankan, sebagai akibat keberhasilan mereka dalam perjanjian
Versailles dan dalam perang dunia I. Sebelum itu mereka telah berhasil
menghancurkan sistem kerajaan Perancis, dan peristiwa yang terjadi pada abad
ke 19 atas ulah tangan-tangan tersembunyi mereka.
50
Setelah tahun 1923, Kekuatan Konspirasi telah bisa mempersiapkan kakitangannya
untuk menduduki posisi penting dalam pemerintahan Perancis.
Monseour Edouard Herriot adalah seorang antek Konspirasi yang pertama kali
bisa menduduki kursi Perdana Menteri Perancis pada tahun 1924. Sejak itu
pula pengaruh Konspirasi sangat menentukan untuk mempersiapkan orangorang
yang akan menduduki jabatan penting. Herriot telah berhasil
memelopori gerakan sekulerisasi total di Perancis, menggantikan agama
Kristen yang telah menjadi agama negara sejak berabad-abad lamanya.
Seorang anggota kawakan dari The Grand Eastern Lodge bernama Leon Bluem
adalah seorang Yahudi, dan seorang politikus Perancis terkemuka yang
memainkan peran penting dalam kebijakan politik Perancis sampai setelah
perang dunia II. Ia berkali-kali menduduki jabatan menteri dan wakil perdana
menteri. Tahun 1936 ia menjadi perdana menteri. Setelah itu, ia menjadi utusan
Perancis untuk Liga Bangsa-Bangsa (Nations League) pada masa antara perang
dunia I dan perang dunia II, yang bermarkas di Jerman. Sampai sekarang
Konspirasi juga ingin menguasai Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations),
dengan memanfaatkan keluguan negara-negara anggota yang berkumpul
dalam satu badan internasional itu. Dengan demikian, negara-negara itu akan
mudah menjadi mangsa bagi Konspirasi. Setelah Liga Bangsa-Bangsa
dibubarkan, Konspirasi Yahudi Internasional berusaha menyelusup ke dalam
Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ada bukti nyata yang tidak boleh kita abaikan
tentang usaha itu, yaitu ketika Badan Internasional itu menyetujui berdirinya
negara Israel, dan memberikan negeri Palestina kepada Zionisme Politik.
Amerika dan Uni Sovyet ikut mendukung berdirinya negara Israel itu. Kedua
negara adidaya itu telah lama dipengaruhi oleh lobi Yahudi. Dengan demikian,
tercapailah salah satu cita-cita Konspirasi, yang lebih dari setengah abad
lamanya diperjuangkan.
Jelaslah bagi kita, sejauh mana perjalanan yang telah ditempuh oleh kekuatan
Konspirasi, setelah jatuhnya Napoleon Bonaparte.
51
IV. KONSPIRASI BERCOKOL DI AMERIKA
A. Menancapkan kuku sedikit demi sedikit
Kalau kita menyimak sejarah Amerika modern, kita akan mengetahui asal-usul
masuknya Yahudi, berawal sejak sejarah Amerika itu sendiri. Bahkan orangorang
Yahudi telah berusaha mengembangkan sayap pengaruhnya di bumi itu
sebelum Amerika Serikat lahir sebagai negara, yaitu ketika Amerika masih
terdiri dari 13 wilayah koloni Inggris. Mata para pemilik modal mulai
mengincar koloni Inggris di Amerika setelah Benjamin Franklin, seorang tokoh
Amerika terbesar tiba di London ia disambut oleh para pemilik modal Yahudi
yang telah menguasai perekonomian Inggris, seperti telah kita jelaskan
sebelumnya.
Dalam dokumen Senat Amerika halaman 98 butir 33 terdapat laporan yang
ditulis oleh Robert L.Owen, mantan kepala komisi bank dan keuangan dalam
Kongres Amerika tentang pertemuan antara wakil-wakil perusahaan
Rothschild dan Benjamin Franklin. Disebutkan antara lain, bagaimana para
utusan Rothschild minta keterangan tentang sebab yang menurut hematnya
bisa membuat perekonomian di koloni Amerika maju. Franklin menjawab
pertanyaan itu dengan kata-kata sebagai berikut :
“Masalah itu tidak sulit. Kita akan mencetak mata uang kita sendiri, sesuai
dengan kebutuhan yang dihajatkan oleh industri yang kita miliki.”
Menurut pengamatan Robert L. Owen, jawaban Franklin itu langsung
membuat kelompok Rothschild tertarik untuk memanfaatkan kesempatan itu,
untuk memetik keuntungan besar. Itulah yang tampak pada awal mulanya,
bahwa mencetak mata uang sendiri bagi koloni Inggris di Amerika merupakan
larangan hukum, agar koloni itu tetap menggantungkan sistem keuangannya
pada bank Inggris.
Sementara itu, Amschel Mayer Rothschild masih tinggal di Jerman mengurusi
perusahaannya. Ia merekrut tentara profesional sewaan di Jerman, dan
mengirimnya kepada Pemerintah Inggris dengan imbalan sebesar $ 8 untuk
setiap orang. Pengaruh Rothschild dan kondisi Pemerintah Inggris telah
memungkinkan untuk meluluskan tuntutan koloni Amerika mencetak mata
uangnya sendiri. Undang-undang itu lahir, dan Pemerintah Inggris di Amerika
segera melaksanakan undang-undang itu. Pemerintah Inggris menyerahkan
kembali seluruh aset milik Amerika yang disimpan di bank Inggris, sebagai
pengembalian deposito sekaligus dengan bunganya yang segera akan dibayar
dengan mata uang baru. Apa akibat dari langkah tersebut? Kita serahkan
jawabnya kepada Benjamin Franklin sendiri, yang sampai sekarang masih
tersimpan dalam dokumen Kongres nomor 23, berbunyi sebagai berikut :
52
“Perkembangan situasi berbalik 100% dalam jangka waktu hanya satu tahun,
setelah disahkannya undang-undang itu. Masa-masa makmur telah berakhir,
dan berubah menjadi krisis ekonomi yang parah, sehingga jalan-jalan di koloni
itu penuh dengan gangguan. Bank Inggris telah menolak menerima pembayaran
lebih dari 50% dari nilai mata uang Amerika, seperti yang berlaku sesuai
dengan undang-undang baru. Dengan kata lain, mata uang Amerika anjlok
sampai 50% nilainya.”
Para analis sejarah sepakat mengambil kesimpulan, bahwa sebab timbulnya
revolusi Amerika untuk menentang Pemerintah Inggris adalah menyangkut
masalah ‘Pajak Teh’ yang terkenal itu. Sedang Benjamin Franklin adalah salah
satu figur terkemuka dalam revolusi Amerika. Para analis memberikan
komentar mengenai sebab-sebab itu sebagai berikut :
“Sesungguhnya Amerika Serikat bersedia sepenuhnya untuk menerima beban
pajak tambahan itu, atau yang sejenisnya, seandainya Inggris tidak mencabut
undang-undang tentang hak untuk mencetak mata uang bagi koloni Inggris di
Amerika, yang menyebabkan timbulnya pengangguran dan resesi ekonomi
seluruh koloni. Orang tidak tahu, bahwa sebenarnya lahirnya beban pajak baru
yang mengeruhkan ekonomi Amerika oleh Inggris disebabkan oleh adanya
pemeras internasional yang mencekik perekonomian Inggris. Sedang revolusi
pada waktu itu belum pecah. Perlawanan bersenjata yang pertama antara
pasukan revolusi melawan pasukan Inggris baru dimulai pada 19 April 1775.
Kemudian timbul peristiwa lain yang tidak perlu kita ceritakan di sini, hingga
terpilihnya George Washington sebagai panglima pasukan revolusi. Kongres
mengeluarkan deklarasi kemerdekaan pada tahun 1776.”
Setelah usai perang revolusi, para pemilik modal internasional tetap berusaha
lewat perwakilan mereka, untuk memperjuangkan lahirnya undang-undang
tentang hak mencetak mata uang. Para tokoh kemerdekaan Amerika
menyadari bahaya yang mengancam, dan bersikap waspada terhadap
persekongkolan para pemilik modal itu. Masalah ini bisa diketahui dari
dokumen mengenai suasana pertemuan yang diadakan di kota Philadelphia
tahun 1787, yang dikenal dengan “Pertemuan para bapak pendiri Amerika
Serikat”. Teks ke 5 bagian ke 8 pada butir pertama undang-undang Amerika
berbunyi :
“Kongres adalah satu-satunya lembaga yang punya wewenang mencetak mata
uang, dan mengeluarkan undang-undang yang bertalian dengan peraturan
mengenai nilainya.”
Langkah yang diandalkan oleh para pemilik modal internasional adalah taktik
konservatif mereka, yaitu menggunakan perusahaan terselubung. Para direktur
Bank Inggris telah memilih wakil mereka di Amerika pada tahun 1780, yaitu
seorang tokoh penting bernama Alexander Hamilton, yang muncul berkat
propaganda Yahudi, sehingga namanya bisa mengorbit sebagai salah satu
pejuang kemerdekaan. Ia mengusulkan gagasan untuk mendirikan Bank
terpadu yang punya wewenang untuk mencetak mata uang, dan sekaligus
53
berwenang mengawasi itu, sebagai ganti wewenang pemerintah. Di samping
masalah bank itu, ia juga mengajukan usul, agar lembaga dikelola oleh swasta.
Untuk modal bank itu dibutuhkan uang sebesar 12 juta US Dolar, 10 juta dolar
di antaranya akan diambilkan dari bank Inggris, sedang sisanya ditawarkan
kepada para investor Amerika sendiri.
Menjelang akhir tahun 1783 Hamilton dan partnernya Robert Morris berhasil
mendirikan Bank Amerika yang dimaksud. Morris, seorang analis keuangan
dalam Kongres Amerika telah berhasil mengawasi keuangan dan perbelanjaan
pemerintah Amerika, sehingga membuat kas negara jatuh dalam keadaan krisis
keuangan yang parah pada saat perang kemerdekaan usai. Masalah ini
membuktikan dengan jelas, bahwa taktik yang dipakai oleh kekuatan
terselubung adalah dengan memanfaatkan perang dan kaki-tangan. Morris
melangkah lebih jauh lagi. Ia mengeluarkan uang kas negara yang masih tersisa
sebanyak $ 250 ribu untuk didepositokan dalam Bank Amerika, karena para
direktur Bank Amerika merupakan orang-orang wakil Bank Inggris yang konsekuensi
logisnya adalah, bahwa kelompok pemilik modal Yahudi yang telah
menguasai Bank Inggris berarti juga menguasai Bank Amerika.
Melihat adanya bahaya kelompok Konspirasi Yahudi terhadap Amerika, para
tokoh revolusi kemerdekaan, terutama Benjamin Franklin sendiri terpanggil
untuk ikut campur dalam Kongres, dan mereka berhasil membatalkan
wewenang Bank Amerika untuk mencetak mata uang. Bank Inggris yang telah
menguasai Bank Amerika adalah pihak yang telah menyebabkan timbulnya
krisis keuangan di bawah pengawasan Robert Morris itu.
Para pemilik modal tidak putus-asa atas kegagalan sementara ini. Bahkan
mereka mengeluarkan instruksi kepada kaki-tangan mereka agar melipatgandakan
usaha dengan menunggu saat yang tepat. Mereka akhirnya berhasil
mengorbitkan Alexander Hamilton sampai pada kedudukan Menteri Keuangan
Amerika. Kedudukan itu memungkinkan Hamilton mendapatkan persetujuan
Pemerintah Amerika untuk memberikan wewenang mencetak mata uang
berdasarkan jumlah nilai pinjaman negara dan swasta. Hamilton
mengungkapkan alasan kepada pemerintah, bahwa mata uang yang
dikeluarkan oleh kongres dan nota jaminan pinjaman nasional tidak akan ada
harganya di luar negeri. Sedang nota jaminan pinjaman nasional dan swasta
yang dikeluarkan oleh bank bisa dipergunakan dalam berbagai bentuk
transaksi dengan pihak luar negeri. Modal baru telah ditetapkan bagi bank
sebesar $ 35 juta, dengan catatan yang $ 28 juta diambil dari investor Eropa.
Padahal, keuangan Eropa berada di tangan kelompok Rothschild.
Kini tiba saatnya Hamilton memetik buah sebagai balasan setimpal atas ulah
dan perbuatannya. Ibarat domba yang dipelihara, dan setelah gemuk dipotong.
Menurut dugaan, Hamilton telah mengetahui lika-liku Konspirasi lebih banyak
daripada yang dikehendaki mereka. Terjadilah persaingan keras antara
Hamilton dan seorang Yahudi profesional bernama Aron Pour, sehingga
Hamilton mendapat giliran yang menyedihkan.
54
B. Merebut Perekonomian
Manuver untuk bisa mengontrol pencetakan mata uang Amerika mengakhiri
satu tahap kegiatan Konspirasi di Amerika. Langkah berikutnya yang
ditempuh oleh para pemilik modal internasional adalah bagaimana menguasai
perekonomian Amerika. Tahap ini dimulai dengan gerakan manuver amat
meluas, yang dilakukan oleh kelompok Rothschild dengan mengeluarkan
instruksi kepada agen-agen mereka di Amerika, agar mereka menggalakkan
propaganda besar-besaran mengenai kemakmuran dan kesejahteraan bagi
prospek bangsa Amerika. Instruksi itu juga ditujukan kepada para direktur
Bank Amerika untuk memberikan pinjaman lunak, agar bangsa Amerika
tergiur untuk memanfaatkan tawaran itu. Tidak ayal lagi, bangsa Amerika
segera memanfaatkan pinjaman itu untuk membiayai proyek-proyek baru yang
tumbuh seperti jamur di musim hujan. Setelah perkembangan mencapai titik
tertentu, kelompok Rothschild mengeluarkan instruksi rahasia, agar tawaran
pinjaman itu segera dihentikan, dan agar jumlah uang yang beredar di pasaran
dibatasi. Tentu saja ini menyebabkan krisis ekonomi yang parah, dan
mengakibatkan lumpuhnya perekonomian Amerika. Proyek yang dibangun
atas biaya pinjaman dari bank itu. Peristiwa ini bukan tidak mendapat
tantangan dari rakyat Amerika. Tiga tokoh Amerika, yaitu John Adams,
Thomas Jefferson dan Andrew Jackson, yang kelak menjadi presiden Amerika
merupakan tokoh-tokoh terkemuka yang mempermasalahkan krisis ekonomi
tadi. Berikut ini adalah beberapa kalimat yang ditulis oleh Jefferson kepada
Adams :
“Saya yakin sepenuhnya, bahwa lembaga-lembaga keuangan ini lebih berbahaya
bagi kemerdekaan kita daripada serbuan pasukan musuh. Lembaga keuangan itu
juga telah melahirkan sekelompok aristokrat kaya yang kekuatannya mengancam
pemerintah. Menurut hemat saya, kita wajib meninjau hak mencetak mata uang
bagi lembaga keuangan ini, dan mengembalikan wewenang itu kepada rakyat
Amerika sebagai pihak yang paling berhak.”
Kritik terbuka seperti itu membuat para pemilik modal menjadi barang, dan
mengingatkan kepada mereka tentang masa suram yang akan segera datang,
berkenan dengan masa perpanjangan wewenang Bank Amerika pada tahun
1811, apabila hal itu dibatalkan. Nathan Rothschild kemudian segera
mengambil sikap dengan mengancam presiden Amerika secara pribadi, yang
ketika itu dipegang oleh Andrew Jackson, yang isinya sebagai berikut :
“Hanya ada dua pilihan, yaitu memperpanjang wewenang atau menolak. Dan
ketika itu Anda akan melihat Amerika Serikat terperosok ke dalam kancah
peperangan yang dahsyat.”
Kekuatan Konspirasi telah lama menggunakan taktik busuk dengan
meniupkan api perang untuk menghancurkan para pemimpin dan kepala
negara yang menentang para pemilik modal yang menghadang perjalanan
Konspirasi. Akan tetapi Presiden Jackson tidak memperdulikan gerakan
55
tersebut bahkan berganti menentang utusan itu. Kemudian utusan itu kembali
dengan jawaban :
“Anda sekalian tidak lain adalah kawanan perampok dan ular. Kami akan
menghancurkan kalian, dan bersumpah akan menghancurkan kalian.”
Rupanya para pemilik modal benar-benar akan melaksanakan ancaman
mereka. Tidak lama kemudian mereka mendesak pemerintah Inggris dengan
menekan lewat Bank Inggris untuk menyerbu Amerika pada tahun 1812.
Tujuan Nathan Rothschild yang paling utama adalah menguras kas
pemerintah Amerika, akibat biaya perang yang dibutuhkan, sehingga tidak ada
jalan lain kecuali mencari dana dari pinjaman luar negeri. Sedang tumbal
manusia dan kehancuran akibat perang bukanlah harus dipikul oleh Nathan
Rothschild. Program ini benar-benar terlaksana, dan akhirnya kongres
mengesahkan perpanjangan wewenang Bank Amerika itu tahun 1816.
C. Peperangan Sipil Amerika (1861-1866) dan Terbunuhnya
Abraham Lincoln
Perang sipil Amerika merupakan peristiwa sejarah terpenting bagi negara itu.
Kita tidak akan membahas deskripsi mengenai perang yang terkenal itu. Buku
sejarah sudah banyak mengungkapnya. Hanya saja, dalam peristiwa itu ada
hal-hal yang tersembunyi bagi pandangan umum, yaitu perang yang
dimainkan oleh para pemilik modal internasional, dan akibat yang ditimbulkan
oleh perang itu.
Pada tahun 1857 di London, Princess Leonara, putri direktur perusahaan
Rothschild and Brothers cabang Inggris punya hajad mengawinkan anak
putrinya bernama Louica Rothschild dengan seorang pria kerabat dekat dari
Perancis bernama Alfonso Rothschild. Sejumlah pemilik modal dari berbagai
negeri berkumpul dalam upacara pernikahan itu, di samping beberapa politisi,
antara lain Benjamin Disraeli, seorang politikus jempolan Yahudi, yang kelak
menjadi perdana menteri Inggris sampai beberapa kali. Dalam upacara itu
Disraeli menyampaikan sambutan, antara lain :
“Saat ini para pemuka keluarga besar Rothschild yang ketenarannya meluas di
seluruh Eropa dan di setiap ujung dunia berkumpul di tempat ini.” Kemudian
ia melanjutkan kata-katanya yang ditujukan kepada keluarga Rothschild
cabang Paris dan London : “Kalau Anda berdua berminat, kita akan membagi
Amerika Serikat menjadi dua bagian. Satu bagian untuk James (pimpinan
cabang Perancis) dan bagian lainnya untuk Leonnel (cabang Inggris). Adapun
Napoleon …. adapun Napoleon III, Kaisar Perancis, kita akan memberikan
wilayah yang akan kita tentukan kemudian. Mengenai Bismarck, Kanselir
Jerman, jatah nasibnya adalah yang telah kita sediakan untuknya, yaitu sebesar
pijakan kaki, yang kita akan mengenyahkannya.”
56
Sejarah telah menjelaskan kepada kita, bagaimana keluarga Rothschild
memilih Yahuda Benjamin, seorang kerabat Rothschild sendiri, sebagai
pimpinan yang mewakili perusahaan keluarga itu di Amerika. Bagaimana
peristiwa demi peristiwa terjadi kemudian, hingga pecahnya perang sipil
Amerika bisa meletus? Para pemilik modal melaksanakan program yang telah
disinggung oleh Disraeli tadi. Ia mendesak Napoleon III untuk menduduki
Meksiko, lalu mencaplok negeri itu ke dalam kekuasaan imperiumnya.
Pemerintah Britania Raya kembali menduduki Amerika Utara. Dalam perang
ini, para tokoh pemilik modal Yahudi punya dua ujung tombak sasaran, yaitu
pertama menciptakan kesempatan emas yang bisa dieksploitasi untuk
mengeluarkan pinjaman dan penjualan senjata kepada Napoleon III, untuk
mempersenjatai diri di Meksiko, di samping untuk mengulurkan persenjataan
di Amerika Selatan yang masih muda itu. Sedang sasaran kedua adalah, bahwa
wilayah ini akan jatah ke tangan para pemilik modal internasional secara
langsung. Lebih dari itu, mereka akan menghalangi presiden besar Abraham
Lincoln dengan perang ini, agar dia tidak membebaskan perbudakan di
Amerika. Mereka menyadari, bahwa perbudakan yang berkelanjutan tentu
akan menyebabkan kehancuran bangsa Amerika itu sendiri. Presiden Lincoln
sendiri telah mengetahui masalah ini, sehingga ia pernah mengucapkan katakata
yang populer : “Tidak mungkin suatu bangsa akan bertahan hidup, kalau
setengah dari jumlah warganya terdiri dari warga yang berstatus merdeka,
sedang setengah lainnya hidup dalam ikatan perbudakan.”
Perang itu tidak sejalan dengan harapan para pemilik modal internasional.
Setelah perang berjalan 2 tahun, pasukan Selatan tampak mengalami
kemunduran dan membutuhkan bantuan. Para pemilik modal menoleh kepada
Napoleon III, dan mendesaknya agar tetap maju perang. Mereka menyanggupi
memberi tambahan bantuan materi kepada Napoleon dengan target, bahwa
mereka kelak akan bisa menguasai Louisiana dan Texas. Czar Rusia mendengar
berita ini, dan menjadi marah karenanya. Czar kemudian mengancam Inggris
dan Perancis, bahwa penyerbuan dalam bentuk apa pun terhadap Amerika
Serikat berarti menyerbu wilayah Rusia sendiri. Ancaman itu bukan hanya
gertak sambal. Czar mengirim pasukan angkatan lautnya menuju sepanjang
pantai kota New York dan San Francisco, dan menyerahkan komando pasukan
laut ini kepada presiden Abraham Lincoln sendiri.
Manuver keras para pemilik modal untuk merebut perekonomian Amerika
Serikat mengalami kendala besar, karena adanya tantangan gigih dari presiden
Lincoln. Abraham Lincoln bekerja keras untuk melepaskan rantai yang
mengikat erat leher Amerika dalam sektor perekonomian. Untuk mencapai
perjuangan, Lincoln berpegang pada undang-undang Amerika teks ke 5 bagian
ke 8 butir 1, yang isinya memberikan wewenang kepada Kongres untuk
mengeluarkan mata uang di samping hak untuk mengeluarkan nota Bank
senilai 450 juta dolar yang jumlah hutang nasional akan dijadikan penutupnya.
57
Para pemilik modal Yahudi Internasional ketika itu mengerahkan segala
kekuatannya untuk menghadapi Lincoln yang mengancam kedudukan mereka.
Mereka mulai mengadakan manuver dan kegiatan terselubung, dengan tujuan
menjatuhkan Lincoln. Manuver pertama bisa mereka capai melalui Kongres
agar Kongres mengesahkan undang-undang baru yang bisa mencegah
pembatasan bunga pinjaman nasional atas harga barang-barang impor dengan
mata uang tersebut. Di samping itu, mereka juga mengumumkan perang
kepada mata uang baru itu di pasaran internasional dan bank-bank asing,
sehingga nilainya turun sampai tingkat rendah, yaitu sepertiga dari nilai
normal. Setelah itu mereka memborong mata uang tersebut yang masih
beredar, untuk membeli nota bank simpan-pinjam negara dengan harga penuh
menurut nilai dolar. Dengan demikian, para pemilik modal telah berhasil
melempar batu dan sekaligus mendapat dua ekor burung, yang mengakibatkan
anjloknya nilai mata uang negara dari satu sisi, dan mereka mengeruk
keuntungan besar-besaran di sisi lain. Berikut ini petikan beberapa kalimat dari
surat instruksi para pemilik modal di Eropa kepada lembaga keuangan di
Amerika Serikat :
“Kami tidak bisa menerima beredarnya mata uang baru Amerika, kecuali kalau
itu berpindah di bawah kekuasaan kami. Kami bisa mencapai tujuan ini lewat
nota bank pinjaman nasional, yang pada akhirnya bisa menguasai mata uang
pemerintah.”
Para pemilik modal telah berhasil menanamkan pengaruh mereka di kalangan
sejumlah anggota Kongres dan Senat. Dengan mudah mereka bisa
menundukkan Kongres dan membungkam suaranya, untuk mendukung
disahkannya undang-undang keuangan pada tahun 1863, yang
menguntungkan para pemilik modal itu, meskipun ditentang oleh presiden
Lincoln. Dengan demikian, tertancaplah kuku baru Yahudi dalam
memperebutkan perekonomian Amerika Serikat. Berikut ini kutipan sebuah
surat dari Konglomerat Rothschild kepada sebuah lembaga keuangan raksasa
di London yang terletak di Wall Street, yang kondang sampai sekarang, yaitu
lembaga keuangan Eickhaimer, Morton dan Van der Gold. Surat itu tertanggal
25 Juni 1863, berbunyi :
“Mr. John Shirman menulis surat kepada kami dari negara bagian Ohio Amerika
Serikat, untuk memberikan informasi mengenai spekulasi keuntungan besar yang akan
bisa diperoleh, setelah undang-undang baru yang disahkan oleh Kongres mengenai
perbankan. Mr. Shirman mengatakan, bahwa ini merupakan kesempatan yang belum
pernah ditemukan oleh para pemilik modal internasional selama ini untuk mengeruk
keuntungan besar. Tampaknya undang-undang ini akan menjamin Bank Amerika
untuk menguasai perekonomian Amerika.
“Rothschild berbicara panjang lebar dalam suratnya itu, yang pada akhirnya ia
mengemukakan pandangannya sebagai berikut :
58
“Hanya beberapa orang yang tahu hakikat undang-undang baru mengenai keuangan.
Mereka akan menghadapi dua pilihan, dan tidak ada lainnya, yaitu apakah mereka akan
mengikuti di belakang kita untuk mendapat beberapa keuntungan, ataukah akan
menentang kita, sedang mereka telah terikat oleh undang-undang itu. Oleh karena itu,
sikap oposisi yang menentang undang-undang itu akan sia-sia. Kebanyakan orang
Amerika adalah golongan yang tidak bisa berfikir tentang keuntungan apa yang
diperoleh oleh para pemilik modal internasional dari undang-undang ini. Mereka tidak
akan berfikir, bahwa undang-undang ini sebenarnya merupakan musuh bagi
kepentingan mereka sendiri.”
Hormat kami
ttd.
(Rothschild & Brothers)
Di bawah ini adalah kutipan surat balasan yang dikirim oleh perusahaanperusahaan
Eickhaimer, Morton dan Van der Gold kepada Rothschild
bersaudara :
“Tuan-tuan yang mulia, kami telah menerima surat tuan. Tampaknya Mr. John
Shirman adalah seorang yang memiliki sifat kecerdikan, seperti yang dimiliki oleh
seorang konglomerat berbakat dan bisa mengantisipasi perkembangan yang akan
mendatangkan keuntungan besar. Padahal umurnya masih sangat muda. Di samping
itu, ia mengidamkan untuk bisa menduduki kursi kepresidenan Amerika Serikat.
Sekarang ia anggota Kongres. Fikiran sehat telah membuatnya sadar, bahwa untuk
memperoleh keuntungan besar adalah dengan mengadakan persahabatan dengan tokohtokoh
dan lembaga-lembaga yang memiliki sumber dana keuangan besar, yang menurut
dia bukan saja menggunakan uang sebagai alat untuk mencari dukungan pemerintah,
melainkan juga untuk memukul pihak yang menentang kepentingan mereka.”
Selanjutnya butir undang-undang tentang keuangan yang baru itu disebut
berulang-ulang oleh Rothschild, dan menyinggung keuntungan yang bakal
diperoleh dari upaya itu. Setelah itu, baru kata-kata berikut ini mengakhiri
surat di atas :
“pihak Bank telah mendapat wewenang bukan untuk mengurangi atau menambah mata
uang yang beredar, sesuai dengan kebutuhan. Di samping itu, bank juga mendapat
wewenang hukum untuk memberi pinjaman atau menariknya kembali bila dianggap
perlu. Mengingat bahwa bank adalah lembaga paling penting dalam suatu negara,
maka pihaknya bisa bekerja dalam lingkup satu strategi, dan menentukan pasaran
uang, sebagaimana yang dikehendaki. Kalau mau misalnya, mengurangi seluruh jenis
produksi nasional dalam satu minggu, atau bahkan satu hari pun, hal itu akan bisa
terlaksana. Oleh karenanya, lembaga-lembaga keuangan mendapat eksepsi hukum dari
kewajiban membayar pajak atas pinjamannya, sahamnya, depositonya dan seluruh
asetnya. Kami yakin, bahwa surat ini akan tuan anggap sebagai catatan istimewa.”
Hormat kami
ttd
(Eickhaimer, Morton dan Van der Gold)
59
Surat di atas tidak memerlukan komentar lagi. Hanya sebagai tambahan saja
perlu ditandaskan di sini, bahwa dengan adanya undang-undang baru
tersebut, para pemilik modal internasional berhasil menguasai perekonomian
Amerika Serikat, dan bukan pemerintah yang menguasainya. Bank-bank itu
pada hakikatnya adalah lembaga keuangan Yahudi, khususnya ketika modal
nasional dalam keadaan lemah. Sedang pemerintah menggantungkan pada
income besar dan tetap. Negara terpaksa akan bergantung pada para pemilik
modal internasional tersebut, yang menguasai kebanyakan lembaga keuangan
dan bank-bank internasional.
Dalam menghadapi persekongkolan seperti itu, tidak ada jalan lain bagi
Abraham Lincoln, kecuali mengingatkan seluruh rakyat Amerika secara
terbuka. Kali ini bangsa Amerika akan mendengarkan suara akal dan
peringatan dari presiden mereka. Lincoln tidak segan-segan lagi menyerang
secara terbuka para pemilik modal internasional dengan ucapan provokatif,
antara lain :
“Saya melihat dengan jelas sebuah ancaman krisis sedang datang mendekati kita sedikit
demi sedikit, yaitu sebuah krisis yang membuat bulu-kudukku berdiri, karena cemas apa
yang bakal menimpa negeri ini. Siasat suap-menyuap telah menjadi cara yang selalu
dijadikan pegangan. Pada gilirannya, kelak akan terjadi kerusuhan dan kehancuran
besar-besaran, sebagaimana seluruh kekayaan negara pada akhirnya akan jatuh ke
tangan sekelompok kecil orang yang tidak segan-segan lagi menelan dan sekaligus
menghancurkan bangsa ini.”
Peringatan Lincoln itu disampaikan menjelang habis masa jabatannya sebagai
presiden Amerika Serikat. Akan tetapi, dalam pemilihan berikutnya ia terpilih
sebagai presiden untuk kedua kalinya. Kali ini ia bertekad akan
memperjuangkan sebuah undang-undang yang bisa menyingkirkan
cengkeraman kuku Konspirasi dari Amerika. Hal inilah yang membuat mereka
segera mempersiapkan diri untuk mencegah datangnya bahaya dari Lincoln.
Maka, pada malam 14 April 1865, presiden Lincoln dibunuh oleh seorang
Yahudi bernama John Dickles Booth. Mayoritas rakyat Amerika tidak tahu
sebab-sebab tindakan kriminil ini. Begitu pula catatan sejarah tidak mengupas
peristiwa pembunuhan tersebut secara jelas. Hanya para penyelidik yang
mendapat bukti-bukti kuat mengenai adanya hubungan nyata si pembunuh,
John Dickles Booth dengan Yahuda B. Benjamin, yang telah kita singgung
sebelumnya, bahwa ia adalah agen Rothschild di Amerika. Namun para
pemilik modal Yahudi internasional kali ini juga tetap berada di balik layar
dengan selamat. Sementara itu, si pembunuh harus menghadapi hukuman
setimpal di muka pengadilan. Dengan terbunuhnya Lincoln, berarti jalan untuk
menguasai perekonomian Amerika terbuka seluruhnya bagi para pemilik
modal Yahudi internasional.
60
D. Manuver Kekayaan
Dengan kematian Lincoln, kendala politis dan keuangan telah tersingkir.
Namun di sana timbul kendala yang lain lagi bagi para pemilik modal
internasional, yaitu kendala sistem mata uang itu sendiri. Sistem keuangan dan
perekonomian Amerika Serikat berdasarkan ukuran nilai logam perak. Lain
dengan sistem keuangan Eropa yang memakai ukuran nilai emas, khususnya
sistem keuangan Inggris. Faktor penyebab buat Amerika ialah, karena negeri
itu memiliki kekayaan sumber tambang perak yang melimpah-ruah. Sedang
kekayaan sumber tambang emas relatif kecil. Kendala ini tidak mudah bagi
para pemilik modal. Ini menyebabkan Amerika Serikat tetap terjaga
kemandiriannya dalam sistem keuangan, tanpa banyak dipengaruhi oleh
pergolakan naik-turunnya sistem keuangan Eropa dan dunia internasional. 0leh
karena itu, para pemilik modal internasional mendapatkan kesulitan untuk bisa
menguasai keuangan Amerika, tanpa lebih dulu menyingkirkan rintangan
seperti itu. Untuk menghadapi hal itu, para pemilik modal internasional
langsung melakukan langkah yang akan bisa mengubahnya. Mereka mengutus
salah seorang agen mereka bernama Ernest Syde dengan dibekali uang
sebanyak 500 ribu dolar Amerika, untuk keperluan kegiatan penyuapan yang
rencananya akan diberikan kepada sejumlah tokoh berpengaruh di Amerika, di
samping untuk pembiayaan proyek yang telah direncanakan. Mulailah
kegiatan mempengaruhi hati nurani dan perusakannya sekaligus, sehingga
para pemilik modal berhasil mengajukan sebuah proposal undang-undang
kepada Kongres. Orang yang mengajukan adalah senator John Shirman sendiri.
Undang-undang ini disahkan tahun 1873 dengan sebutan innocent, yaitu”
Undang-undang Perbaikan Sistem Mata Uang Logam”. Dari butir-butir
undang-undang itu tampak pada mulanya tidak menarik perhatian, seolah
hanya merupakan tujuan perbaikan terbatas. Namun ternyata di sela-sela
undang-undang terkandung racun mematikan. Dari undang-undang itu, pihak
pemilik modal dari sisi lain telah bekerja keras, sehingga mereka berhasil
mengorbitkan Ernest Syde menjadi penasihat keuangan dalam komite
keuangan Amerika Serikat. Sudah barang tentu Ernest Syde bekerja sesuai
dengan kepentingan kelompok Rothschild. Ia mulai melakukan penarikan
mata uang perak dari peredaran dengan memanfaatkan perlindungan hukum
dan kapasitasnya sebagai inspektur konsultan dalam komite keuangan, yang
menyebabkan krisis ekonomi lebih parah lagi. Hal itu memaksa Kongres pada
tahun 1879 untuk mencetak mata uang perak lebih banyak lagi sebagai usaha
untuk menanggulangi krisis tersebut dalam waktu terbatas. Namun bank-bank
yang ada segera mendapat instruksi baru dari konglomerat Rothschild di
Eropa. Instruksi Rothschild itu ditujukan kepada asosiasi bank Amerika,
menekankan keharusan untuk mengeluarkan nota pinjaman baru, berdasarkan
ukuran nilai harga emas, mencapai jumlah satu milyar dolar. Setiap pinjaman
harus berdasarkan nota tersebut. Pada saat yang sama persatuan Bank Amerika
menarik mata uang negara, yang berdasarkan nilai mata uang perak dari
61
pasaran, di samping menarik semua nota bank yang juga berdasarkan nilai
harga perak.
Para pakar ekonomi Rothschild telah memperkirakan, bahwa langkah tersebut
di atas akan mengakibatkan dampak besar terhadap perekonomian Amerika.
Tidak ada lagi mata uang yang berharga di pasaran umum, kecuali mata uang
yang dikeluarkan oleh pihak bank yang berdasarkan nilai harga emas itu.
Goncangan ekonomi diperkirakan benar-benar terjadi dengan disertai serangan
propaganda besar-besaran secara sistematis, yang dipersiapkan oleh para
pemilik modal internasional lewat agen-agen mereka di Amerika di satu sisi,
dan dari sisi lain lewat media massa. Mereka bisa membentuk publik opini
bangsa Amerika, bahwa dalam krisis ekonomi tersebut pihak yang memikul
tanggung jawab adalah pemerintah. Sementara itu, pihak pemilik modal
Yahudi internasional tetap tersembunyi dari balik layar.
Setelah langkah tersebut berhasil, para pemilik modal Yahudi melangkah lebih
jauh, setelah mereka berhasil menyingkirkan kendala besar yang menghalangi
perjalanan mereka. Pada tahun 1899 para bankir internasional mengadakan
pertemuan di London, dihadiri antara lain oleh JB Morgan, Anthony-Dicksile,
yang keduanya mewakili Bank Amerika. Ketika keduanya kembali ke Amerika,
kelompok Rothschild mengangkat Morgan sebagai agennya yang bergerak
untuk mengurusi kepentingannya di Amerika Serikat. Hasil dari pertemuan di
atas, selain yang telah disebut, juga terbentuk sebuah Monopoli Internasional,
terdiri dari lembaga keuangan sebagai berikut :
1) Perusahaan JB Morgan and Company di New York.
2) Perusahaan Dicksile and Company di negara bagian Philadelphia,
Amerika Serikat.
3) Perusahaan Hargiss and Company di Paris.
4) Lembaga MM Warburg di Jerman dan Belanda.
Monopoli itu bekerja di bawah kelompok Rothschild.
Setelah itu, mereka melangkah dengan merekrut urat nadi perekonomian
Amerika. Pada tahun 1901 mereka berhasil secara gemilang. Perusahaan
gabungan Morgan-Dicksile bisa membeli saham perusahaan Hains-Morris,
yang memiliki sejumlah bank, perkapalan, beberapa industri besi baja dan lainlain.
Semua itu jatuh berpindah ke tangan Morgan-Dicksile. Ini artinya, sendisendi
perekonomian Amerika telah berada di tangan mereka. Dengan kata lain,
mereka telah bisa ikut mencampuri urusan pemilihan umum. Maka dengan
mudah calon presiden yang didukung oleh mereka ketika itu, yaitu Theodore
Roosevelt menaiki kursi kepresidenan Amerika Serikat.
Tujuan monopoli bukan hanya mempromosikan Roosevelt ke jenjang
kepresidenan Amerika Serikat. Ada tujuan lain, yaitu untuk membentengi
pimpinan Monopoli dari mahkamah Amerika yang telah bergerak dan mulai
mengadakan penyelidikan mengenai konglomerasi ilegal, sehubungan dengan
kasus perusahaan Hains-Morris yang bangkrut, dan cara-cara yang kotor yang
62
dipakai oleh Morgan-Dicksile untuk menjatuhkan saingannya di pasaran.
Dalam kedudukan sebagai presiden, Roosevelt kemudian memilih senator
Nelson Aldrick yang kelak diketahui sebagai agen rahasia Monopoli tembakau
dan karet, yang merupakan anak cabang perusahaan raksasa Morgan-Dicksile.
Pada tahun 1902 seorang utusan dari perusahaan Warburg tiba di Amerika.
Utusan itu adalah Boegsel Warburg, yang membawa hasil kajian mendalam
mengenai situasi perekonomian Eropa dan Amerika. Tidak lama kemudian ia
bergabung pada lembaga keuangan raksasa Cohen-Lobe. Setelah beberapa saat,
seorang pengusaha kondang bergabung pula dengan mereka, yaitu Yacob
Steve. Ia adalah figur yang sangat dikenal di kalangan agen rahasia
internasional. Ia adalah orang yang mengulurkan dana kepada gerakan teroris
dan pengacau di Eropa Timur dan Rusia, sejak tahun 1883 hingga masa
revolusi Rusia tahun 1917. Dan seorang agen lagi dari Rothschild juga telah
bergabung dengan mereka.
E. Monopoli Terbesar dan Konferensi tahun 1910
Pada malam 22 November 1910, sebuah kereta istimewa telah siap menunggu
di stasiun Howkin, New Jersey. Orang yang pertama kali naik adalah senator
Aldrick disertai oleh seorang ahli keuangan pada Kementerian Keuangan
Amerika bernama A. Byatt. Belum pernah terjadi pertemuan sebesar kali ini,
karena pada dasarnya para partisipan adalah para pialang ekonomi seluruh
Amerika. Dalam konferensi itu terdapat Frank Van der Pilt, direktur Bank
International di New York, yaitu bank yang menangani perusahaanperusahaan
milik Rockefeller. Selain itu juga terdapat wakil dari konglomerat
Cohen-Lobe, yang bergerak khusus dalam bidang perkereta-apian, dan
memiliki beberapa pabrik gula. Dari perusahaan Morgan datang utusannya
Davidson. Bank International milik Morgan diwakili oleh direkturnya Charles
Torton. Kemudian Paul Warburg, yang saat itu dikenal sebagai salah seorang
terkaya di dunia juga hadir. Dan yang terakhir adalah Benjamin Strong, salah
satu bankir kenamaan di Wall Street, yaitu pusat lembaga keuangan terbesar di
dunia yang terletak di London. Dari Wall Street itu pula perusahaan Monopoli
Morgan pernah membuat goncangan besar dalam keuangan pada tahun 1907,
di mana para pemilik modal dunia berhasil mengeruk keuntungan sangat
besar.
Pertemuan itu menarik perhatian kalangan pers dan para ahli ekonomi dunia.
Mereka ingin mendapat informasi mengenai hasil pertemuan itu, yang
beritanya dimuat dalam koran-koran besar. Akan tetapi, mereka tidak bisa
mengetahui satu pernyataan pun yang dikeluarkan oleh para peserta
konferensi. Yang mereka ketahui kemudian adalah, bahwa kereta khusus yang
mengangkut para peserta berjalan menuju arah sebuah pulau terpencil di
negara bagian Georgia, milik Morgan sebagai lokasi yang jauh dari mata
umum. Pertemuan itu diikuti oleh para pakar ekonomi dan keuangan,
transportasi, industri berat, dan dilaksanakan dengan penuh kerahasiaan
63
mengenai masalah yang mereka bahas. Namun hasil dari pertemuan itu
menunjukkan, bahwa sebuah Monopoli Terselubung yang menguasai urat nadi
perekonomian Amerika Serikat telah didirikan oleh para peserta. Monopoli ini
mengadakan perang terhadap lembaga keuangan nasional Amerika. Sebuah
klub khusus juga telah mereka bentuk dengan mengambil nama ‘Klub Nama
Pertama’ (First Name Club), yang anggotanya hanya terdiri dari mereka sendiri.
Klub ini dimaksudkan untuk bisa menjamin keamanan setiap kegiatan yang
datang dari pihak luar.
Aldrick setelah pertemuan itu mengadukan proposal mengenai sebuah
rancangan undang-undang Cadangan Keuangan Amerika kepada Kongres,
dan dia sendiri adalah anggota lembaga eksekutifnya, di samping juga sebagai
kepala komisi keuangan Amerika Serikat. Akan tetapi, ia sebenarnya punya
tugas terselubung yang lebih besar daripada jabatan di pemerintahan Amerika.
Ia telah ditempatkan oleh para pemilik modal Amerika dan Eropa dalam pos
yang memungkinkan mereka memberi dana dan menyulut peperangan Dunia
Pertama, yang pada saat itu belum pecah.
Kita tidak perlu membicarakan panjang lebar mengenai sebab-sebab yang
mendorong para pemilik modal internasional merencanakan Perang Dunia I
dan II. Kita cukup memaparkan secara singkat mengenai keuntungan materi
yang mereka peroleh dalam kedua peristiwa yang membinasakan itu. Pada
tahun 1914, yaitu ketika Undang-Undang Cadangan Keuangan Amerika
disahkan, jumlah nota pinjaman Amerika, sesuai dengan undang-undang itu,
dibagikan kepada 12 Bank yang nilainya mencapai 134 juta dolar Amerika.
Keuntungan yang diperoleh dari nota pinjaman itu, menurut hasil sensus
Kongres nomor 8896 tanggal 29 Mei 1939, telah berlipat jumlahnya menjadi
senilai 23.141.197.457 US dolar. Adapun dalam perang dunia II, jumlah uang
cadangan pada tahun 1940 sebanyak 5 milyar US dolar. Tahun 1945 jumlah itu
berlipat menjadi 45 milyar US dolar. Ini adalah angka yang diumumkan.
Dengan kata lain, para pemilik modal dalam peristiwa perang ini telah bisa
mengeruk keuntungan sebanyak 40 milyar US dolar. Sementara hal itu terjadi,
rakyat Amerika yang telah dikuasai oleh kekuatan Monopoli Yahudi itu
mengira, bahwa undang-undang mengenai cadangan itu akan menjamin
kepentingan rakyat biasa yang menyimpan uang di bank. Mereka
berkeyakinan, bahwa undang-undang itu menjamin bahwa bank-bank itu tidak
akan bangkrut dan keuntungannya akan masuk ke dalam kas negara. Mereka
tidak tahu, bahwa keuntungan itu masuk kantong para pemilik modal
Monopoli yang terselubung.
64
V. KONSPIRASI DAN MASYARAKAT RUSIA
A. Rahasia Sebelum Revolusi
Serbuan Napoleon terhadap Rusia tahun 1812 mengakibatkan timbulnya
goncangan hebat, dengan meninggalkan korban besar, dan sejumlah lainnya
mengalami luka parah.
Czar Rusia Alexander I kemudian segera membenahi negerinya. Ia
mengeluarkan undang-undang baru, yang berhubungan dengan langkah untuk
mempersatukan lapisan masyarakat yang porak-poranda akibat perang itu. Di
antara undang-undang baru itu adalah dihapuskannya hukuman pembuangan,
yang sebelumnya dikenakan terhadap orang-orang Yahudi sejak 1772, yaitu
suatu hukuman pengasingan berupa pembatasan tempat tinggal di suatu
tempat tertentu. Czar Alexander bermaksud, agar orang Yahudi mau bekerja di
ladang-ladang, serta mendorong mereka untuk berasimilasi dengan penduduk
asli Rusia.
Pada tahun 1825 Nicholay I naik tahta sebagai Czar Rusia. Kebijakannya yang
ditempuh berbeda dari kebijakan Czar Alexander. Nicholay melihat orientasi
berfikir orang Yahudi hanya tertuju pada masalah ekonomi. Ia merasa cemas
melihat kegiatan yang mereka lakukan dalam berbagai lapangan pekerjaan dan
perekonomian Rusia. Mereka juga merupakan golongan masyarakat yang tidak
mau membaur dengan masyarakat Rusia. Mereka senantiasa mempertahankan
bahasa, budaya, pakaian dan adat istiadat sendiri. Melihat fenomena seperti itu
Nicholay tergugah untuk mengambil kebijakan yang paling tepat baginya,
dengan cara yang bisa ditempuh agar mereka bisa membaur. Ia mengeluarkan
peraturan yang memaksa mereka memasukkan anak-anak mereka ke sekolah
umum, agar kelak tumbuh dewasa seperti orang Rusia lainnya. Namun sayang,
harapan Nicholay justru menjadi senjata makan tuan. Wajib belajar bagi anak
Yahudi pada sekolah umum justru telah mencetak mereka menjadi golongan
masyarakat terpelajar yang kelak akan menduduki posisi penting dalam
pemerintahan pada masa Alexander II. Sementara itu, identitas keyahudiannya
tetap mereka pertahankan dalam semua aspek kehidupan mereka. Jumlah anak
Rusia sendiri yang belajar tidak lebih banyak dari anak Yahudi.
Tahun 1855 Alexander II menaiki tahta kerajaan Rusia. Ia seorang Czar Rusia
yang kelak oleh Disraeli dijuluki sebagai “Czar Terbesar Bagi Rusia”, karena ia
telah bekerja untuk memperbaiki nasib rakyat kelas bawah, golongan tertindas
dan kaum tani. Di antara golongan yang dimaksud oleh Disraeli adalah
golongan Yahudi. Inilah yang mendorong Disraeli memuji Alexander. Pada
masa sebelumnya, orang Yahudi terpelajar mengeluh karena mereka
menemukan beberapa kesulitan untuk mendapat pekerjaan dalam pemerintah,
dengan alasan agama yang mereka anut. Kemudian Alexander mengeluarkan
instruksi kepada seluruh pejabat di Rusia untuk membuka pintu lebar-lebar
65
pada seluruh instansi pemerintah bagi orang Yahudi, seperti hak yang
diberikan kepada warga Rusia lainnya.
Kebijakan Czar Alexander II sebenarnya mengandung niat baik terhadap
kelompok Yahudi, yang seharusnya disambut dengan sikap terima kasih. Akan
tetapi, kenyataannya justru sebaliknya. Para sesepuh Yahudi ekstrimis yang
punya hubungan dengan Konspirasi Internasional mengkhawatirkan, bahwa
langkah politik Alexander akan mengakibatkan pembauran Yahudi ke dalam
masyarakat Rusia, dan hal ini dianggap sebagai ancaman terhadap identitas
mereka. Ini akan menyulitkan Konspirasi memancing kerusuhan dan kebencian
di negeri yang sangat luas, yang pada saat itu dikenal sebagai bangsa yang taat
beragama. Dengan demikian, Czar Alexander dianggap penghalang yang harus
disingkirkan bagi Konspirasi. Langkah reformasi dan sikap toleransinya telah
menyebabkan kesulitan bagi kaki-tangan Konspirasi untuk memancing
terjadinya kerusuhan.
Bukan satu hal yang mengherankan, kalau di sana terdapat makar untuk
membunuh Czar Alexander. Pada tahun 1866 terjadi percobaan pembunuhan,
tapi gagal. Usaha pembunuhan yang kedua kali terjadi pada tahun 1879. pihak
Konspirasi tidak kehilangan akal. Alexander terperdaya oleh siasat mereka, dan
terperangkap di sebuah rumah seorang wanita Yahudi kaya bernama Hessia
Helgman. Di rumah itulah Alexander menemui ajalnya dalam keadaan
misterius pada tahun 1881.
Program yang dirancang oleh Konspirasi menyebabkan timbulnya perang
antara dua kerajaan besar, yaitu Rusia dan Inggris. Sasaran yang dimaksud
oleh Konspirasi adalah :
Dampak umum dari perang itu akan berupa kehancuran fisik, psikologis,
ekonomi, demoralisasi dan kehancuran sosial di kedua kerajaan yang
berperang itu.
Mengeruk keuntungan besar-besaran dari penjualan senjata dan alat-alat
perang kepada kedua belah pihak. Pada saat yang sama Konspirasi
mengulurkan pinjaman berbunga kepada mereka.
Berikut dikutipkan tulisan Profesor Golden Smidt, guru besar ilmu sejarah
modern pada Universitas Oxford, yang dimuat dalam majalah milik
Universitas itu, edisi bulan Oktober 1881 :
“Kita sekarang berada di ambang pintu perang melawan Rusia. Perang ini kalau benarbenar
terjadi akan melibatkan seluruh rakyat kedua negara itu. Lembaga keuangan
Yahudi di Eropa berusaha sekuat tenaga untuk mendorong agar perang ini terjadi.
Terompet Yahudi yang paling besar perannya adalah mass-media mereka yang berpusat
di Wina, ibukota kerajaan Austria.”
Pembunuhan atas diri Alexander menimbulkan gelombang kekerasan di
seluruh Rusia, yang mengakibatkan tindak kekerasan dan pembunuhan di
mana-mana, sebagai ungkapan rasa dendam terhadap orang Yahudi. Untuk
66
menanggulangi hal ini, pemerintah Rusia mengambil kebijakan baru dengan
mengubah politiknya yang berkenaan dengan hak-hak orang Yahudi.
Kebijakan ini dituangkan dalam undang-undang baru yang dikenal dengan
Peraturan Mei, karena peraturan ini dikeluarkan pada bulan Mei. Dalam
peraturan ini terdapat larangan keras terhadap perkumpulan dan organisasi
Yahudi. Para pendukung peraturan ini punya alasan kuat untuk membelanya.
Dalihnya, kalau Czar Alexander II dengan segala sikap toleransi dan
kebijakannya tidak bisa membuat orang Yahudi puas dan berterima kasih,
maka berarti mereka tidak akan puas dengan budi baik apa pun yang diberikan
oleh Czar, kecuali jika negeri Rusia ini telah benar-benar tunduk di bawah
kehendak mereka.
Sejarah kepedihan Yahudi kali ini terulang kembali. Mata kebencian dan rasa
muak tertuju kepada mereka di Rusia, meskipun yang bertanggungjawab atas
nasib itu sebenarnya adalah para pemimpin mereka sendiri. Seorang utusan
Yahudi bernama Baron Gainsburg, seorang agen resmi dari kelompok
Rothschild di Rusia bersama rekannya datang menghadap Czar baru,
Alexander III pada tahun 1882. Utusan itu mengajukan protes resmi terhadap
peraturan baru tersebut. Kemudian Czar berjanji untuk mengadakan
penyelidikan mengenai faktor penyebab terjadinya tindak kekerasan terhadap
orang Yahudi yang menyebabkan jatuhnya sejumlah tumbal manusia. Pada
tanggal 3 September 1882 itu juga, penguasa Rusia mengeluarkan pernyataan
resmi mengenai hasil penyelidikan yang telah dilakukan sebagai berikut :
“Pemerintahan Rusia telah mencurahkan segala perhatian selama beberapa tahun
kepada orang Yahudi, dan masalah yang dihadapi oleh mereka, serta hubungan mereka
dengan rakyat Rusia lainnya. Akan tetapi, pemerintah melihat para pemeluk agama
Kristen sangat menyedihkan, disebabkan oleh tingkah laku orang-orang Yahudi dalam
semua lapangan pekerjaan dan perekonomian. Semua itu terjadi karena ulah tangan
mereka selama 20 tahun. Mereka bukan saja memonopoli perdagangan dan hampir
seluruh lapangan kerja secara sistematis dan terencana, tapi lebih dari itu, mereka
melakukan hal yang sama dalam bidang sewa-menyewa dan pemilikan tanah.
Pemerintah telah mengadakan pengamatan, bahwa kelompok Yahudi bekerja dalam
bentuk organisasi rapi, dengan tujuan menguasai dan memonopoli sumber kekayaan
negeri ini, dan akan melucuti bangsa Rusia dari kekayaan yang dimiliki oleh negeri
mereka. Kelompok masyarakat yang paling menderita akibat tingkah orang Yahudi
adalah masyarakat kelas bawah. Akibatnya, mereka bangkit melakukan tindak kekerasan
melawan kelompok Yahudi. Maka pemerintah mengambil kebijakan, di satu sisi
melindungi orang Yahudi dari tindak kekerasan, dan di sisi lain bertanggungjawab
menegakkan keadilan dan kemaslahatan umum, untuk mencegah orang Yahudi
menindas dan mengganggu orang Rusia, yang semua itu hanya akan merugikan
negara.”
Dari hasil penyelidikan di atas jelas tampak, bahwa sebab-sebab lahirnya
undang-undang Mei bukan saja sebagai ungkapan rasa dendam atas
terbunuhnya Czar Alexander II, melainkan karena adanya peringatan dari para
ahli ekonomi Rusia yang tahu persis adanya niat jahat dari orang-orang
67
Yahudi. Karena itu, pemerintah merasa perlu menyelamatkan perekonomian
dan kehidupan sosialnya secara tuntas dari ulah para pedagang dan rentenir
Yahudi. Sikap permusuhan yang ditunjukkan oleh pemerintah Rusia terhadap
orang Yahudi itu membuat utusan Rothschild panas hati, mengadakan
kegagalan misinya. Tak ayal lagi, para sesepuh Yahudi internasional lalu
bertekad mencari strategi baru untuk menghadapi Czar Rusia. Senjata yang
paling diandalkan oleh para sesepuh Yahudi adalah ekonomi dan keuangan
yang mereka miliki. Dengan senjata ini mereka memerangi perdagangan Rusia
di seluruh dunia, dengan menggunakan pengaruh keuangan yang mereka
miliki di seluruh Eropa. Mereka memasang blokade terhadap seluruh produksi
dan pemasaran barang-barang dari Rusia. Negara ini akhirnya jatuh dalam
krisis ekonomi yang parah, dan kas negara makin habis terkuras, yang
mencapai puncaknya pada tahun 1905. Pada saat yang sama terjadi kerusuhan
dan kekacauan di seluruh wilayah Rusia dengan dukungan dana dari
Konspirasi internasional. Kecemburuan sosial melanda segenap lapisan
masyarakat yang merasa terkena jepitan ekonomi. Fenomena ini terus
berkembang dan meluas ke seluruh kerajaan Rusia.
Kondisi menyedihkan itu dimanfaatkan oleh unsur revolusioner yang tumbuh
dari golongan terpelajar, golongan pekerja dan golongan lain yang merasakan
pahit getirnya krisis ekonomi yang sedang terjadi. Ditambah lagi dengan
ketidakpuasan terhadap sistem kerajaan yang bersifat menindas. Unsur-unsur
revolusioner makin sering mengadakan kegiatan yang kelak bisa menyebar
benih-benih partai Komunis Rusia. pihak Konspirasi Internasional mendapat
peluang emas untuk mengail ikan di air keruh, ketika pada tahun 1905 krisis itu
mencapai puncaknya, dengan meletusnya perang antara Jepang dan Rusia.
Perang merupakan pukulan paling telak dalam sejarah Rusia, sehingga
kerajaan Rusia tidak bisa lagi berdiri dengan kedua kakinya.
Pada masa pemerintahan Czar Alexander III, pemerintah dan rakyat Rusia
mengetahui secara global, bahwa sumber kekacauan dan kesulitan ekonomi
yang dialami adalah akibat ulah tangan-tangan Yahudi yang terselubung.
Gejala ini menimbulkan sikap benci terhadap unsur Yahudi sedemikian
besarnya, seperti sikap orang Jerman dalam membenci unsur Yahudi, setelah
faham Karl Reiter tersebar luas di seluruh Jerman. Di pihak lain, orang Yahudi
Eropa terus mengatur dan memberi dana kepada gerakan kerusuhan yang
dirancang dari sarang perkumpulan Free Masonry di Perancis dan Inggris dan
negara Eropa lainnya. Mereka sudah lama memimpikan sebuah negara
nasional bangsa Yahudi. Dengan demikian, kalau terjadi tindak kekerasan
sebagai balas dendam terhadap mereka dari bangsa Eropa, bagi mereka
tersedia tempat berlindung yang sekaligus bisa dijadikan pusat kegiatan yang
bersifat internasional yang aman bagi Konspirasi internasional. Gerakan ini
dipimpin oleh seorang Yahudi Jerman bernama Theodore Herzl, yang kelak
berhasil mendirikan sebuah negara Zionis Israel.
68
Kelompok perusuh dari satu pihak dan kelompok revolusioner di pihak lain di
Rusia mengadakan sejumlah pembunuhan politik dengan tujuan yang berbeda.
Kelompok teroris berhasil membunuh Bogoliev, Menteri Pendidikan Rusia
tahun 1901, karena dendam akibat disahkannya peraturan mengenai
pendidikan yang terdapat dalam undang-undang Mei, yang membatasi jumlah
anak Yahudi yang bisa diterima di sekolah umum Rusia. Kemudian menyusul
pembunuhan atas diri Despiagin, Menteri Dalam Negeri, juga karena adanya
beberapa kata yang terdapat dalam undang-undang Mei, yang
memperbolehkan orang Yahudi hidup dengan bebas hanya terbatas dalam
ghetto-ghetto khusus bagi mereka. Berikutnya menyusul lagi pembunuhan
terhadap Yogdanovich, gubernur Uka pada tahun 1903. Kemudian
pembunuhan terhadap Vichiliev, Perdana Menteri Rusia tahun 1904, dan
pembunuhan terhadap Prince Sergey, paman Czar sendiri. Pemberontakan
1905 kemudian berhasil ditumpas oleh jenderal Durbachiev, karena Konspirasi
tidak mampu menghadapinya secara terbuka. Lalu mereka mencari jalan lain
untuk membunuh dari belakang pada tahun berikutnya. Pembunuhan yang
terjadi beruntun, dan kekacauan yang berkepanjangan itu membuat Czar
Alexander III marah besar. Ia mengeluarkan pernyataan dengan menunjuk
hidung pihak Yahudi sebagai biang kerok kerusuhan, krisis ekonomi dan
pembunuhan politik tersebut. Akan tetapi, golongan Komunis yang telah
berhasil mendapat dukungan luas, dengan memakai nama partai Sosialis
Revolusioner merancang untuk membunuh Czar dengan membentuk
kelompok teroris yang dipimpin oleh seorang pembunuh Yahudi berdarah
dingin bernama Gishuin dan seorang lagi bernama Iveno Aziev. Kemudian dua
orang ini mendapatkan satu orang lagi bernama Alexander Olianov untuk
bekerja sama dalam rencana pembunuhan atas diri Czar Alexander III. Akan
tetapi, rencana jahat ini bisa digagalkan, dan Olianov ditangkap oleh pasukan
keamanan, lalu diadili dan dihukum mati. Hal ini menyebabkan adik Olianov
bernama Vladimir Olianov menjadi dendam. Ia lalu bergabung pada partai
Sosialis Revolusioner. Vladimir inilah yang beberapa tahun kemudian dikenal
dengan nama Lenin.
Revolusi Komunis tumbuh mekar pada saat situasi pemerintahan Czar sedang
tenggelam dalam perang melawan pemberontakan dalam negeri, yaitu
melawan gerakan kerusuhan yang diatur oleh orang Yahudi, dan juga perang
melawan krisis sosial dan ekonomi, serta kekacauan yang juga ditimbulkan
oleh tangan Yahudi Internasional. Pada saat mereka meniupkan perang antara
Rusia dan Jepang dengan tujuan untuk menghancurkan Rusia, mereka telah
membuat program kerja. Secara diam-diam perusahaan Cohen-Lobe di
Amerika mengirimkan dana besar-besaran kepada pemerintah Jepang.
Pengiriman dana besar-besaran kepada Rusia sesuai dengan program
Konspirasi dihentikan seketika oleh lembaga keuangan Rothschild. Pada saat
yang sama kelompok sabotase yang bekerja di bawah naungan kelompok
Rothschild, khususnya para teknisi dalam jajaran militer yang tersebar di
seluruh tempat strategis melakukan aksinya dengan memutuskan jalur
69
perbekalan militer dan logistik, khususnya jalur kereta api yang mengangkut
perbekalan Rusia menuju Timur jauh. Akibatnya, pasukan Rusia porakporanda.
Rencana ini benar-benar dilaksanakan dengan sempurna. Kali ini
dunia terkejut untuk kesekian kalinya atas kekalahan sebuah kerajaan besar
Rusia di hadapan pasukan Jepang yang kecil itu. Sejarah masih tetap bertanyatanya
kebingungan mengenai sebab-sebab kekalahan yang tidak masuk akal
itu.
Kemudian diadakan pembicaraan damai di kota Portsmouth Amerika Serikat
tahun 1905. Utusan khusus telah menghubungi konglomerat Yahudi kelas
internasional bernama Yacob Sheiff yang mewakili kelompok perusahaan
Cohen-Lobe, yaitu yang mendukung dana kepada Jepang dalam perang
melawan Rusia. Maksudnya ialah untuk minta penjelasan mengenai sebabsebab
yang mendorong lembaga keuangan raksasa ini memihak Jepang dalam
perangnya melawan Rusia. Pertanyaan itu dijawab dengan surat yang isinya
sebagai berikut :
“Anda tahu dan Anda adalah seorang ahli ekonomi dan politik. Tidak mungkin Anda
akan mengharapkan, demi kepentingan dan pengaruh orang Yahudi Amerika, kecuali
berbuat sesuatu untuk menentang pemerintah Rusia yang telah memerangi
kepentingan keuangan orang Yahudi, dan tidak meluluskan tuntutan mereka, serta
tidak menjamin hak mereka.”
Kecaman Yacob Sheiff terhadap pemerintah Rusia tampak jelas sekali dalam
jawabannya itu. Ia sendiri adalah orang yang bertanggungjawab mengenai
dukungan dana kepada gerakan revolusioner dan kekacauan yang melanda
Rusia sejak tahun 1887. Bantuan seperti itu terus mengalir hingga pecah
revolusi Bolshevik tahun 1917. Peristiwa ini diungkap oleh berbagai mass
media internasional secara terbuka. Dan harian Figareau di Perancis memuat
kasus itu dalam edisi 20 Februari 1932.
B. Pembantaian Januari dan Revolusi Manshevik
Pada tahun 1903 para tokoh Komunis Rusia, Eropa, Eropa Timur dan Jerman
merencanakan mengadakan konferensi di kota Brussels, ibu kota Belgia, tapi
ditolak oleh pemerintah Belgia. Akhirnya konferensi diadakan di London.
Dalam konferensi itu sendiri terjadi perpecahan tajam antara kelompok yang
berpihak kepada tokoh Yahudi Martov yang disebut Manshevik. Situasi di
Rusia makin memburuk akibat meletusnya peristiwa demi peristiwa. Struktur
kerajaan Czar makin bertambah rapuh. Kemudian datang sebuah pukulan
mematikan dari Jepang dalam sebuah perang yang terjadi tahun 1905, yaitu
sebuah negara yang dipandang oleh Rusia sebagai negara kecil tak berdaya.
Belakangan pemerintah berusaha menjelaskan kepada rakyatnya tentang sebab
yang menimbulkan bangsa Rusia menderita, akibat situasi perekonomian Rusia
yang porak-poranda. Pemerintah kemudian memberi kebebasan kepada para
buruh untuk membentuk serikat buruh. Pemerintah tidak menyadari bahaya
yang timbul akibat dari penyusupan ke dalam serikat buruh itu oleh gerakan
70
revolusioner dan kelompok perusuh. Dari serikat buruh itu muncul seorang
pemimpin aktivis berpengaruh, yaitu pendeta Kristen Ortodoks bernama
Father Gabon yang menjadi panutan sekaligus juru bicara mereka. Hal ini
membuat para tokoh di balik layar menjadi iri. Apalagi ia makin dihormati oleh
istana dan para menterinya. Tidak mengherankan kalau Father Gabon sering
diundang untuk dimintai pertimbangannya oleh Czar dalam berbagai masalah.
Ketika terbetik berita mengenai kekalahan Rusia melawan Jepang dan akibat
dari kekalahan itu, tersiar di Rusia timbulnya kerusuhan besar di kalangan
buruh untuk menuntut diadakannya perbaikan. Father Gabon sendiri juga
merencanakan mengadakan sebuah demonstrasi besar-besaran secara damai
menuju istana Czar pada tanggal 22 Januari 1905. Gabon akan mengajukan
surat permohonan mengenai perbaikan secara damai. Sementara itu, pihak
kelompok ekstrimis akan mengajukan beberapa tuntutan dengan
menggunakan kekerasan.
Sesuai dengan tanggal yang telah ditetapkan, demonstrasi besar-besaran
diadakan pada tanggal tersebut di atas, diikuti oleh berbagai kelompok serikat
buruh, disertai oleh anak dan istri mereka. Demonstrasi berjalan teratur menuju
istana Czar di ibukota Rusia dan Petersburg, yaitu kota Leningrad sekarang.
Sampai di sini demonstrasi masih berjalan damai dan mengisyaratkan
kepatuhan mereka terhadap Czar. Namun ketika mereka sampai di depan
pintu istana, tiba-tiba terjadi pembantaian besar-besaran yang dikenal dalam
sejarah Rusia dengan sebutan “pembantaian minggu berdarah”. Tembakan
senapan mesin membabi-buta menghujani mereka, sehingga ribuan korban
jatuh berserakan menutupi halaman istana dengan darah mereka. Sedang
sejumlah besar lainnya mengalami luka parah. Siapakah sebenarnya orang
yang berada di balik pembantaian itu? Czar Nicholey II saat itu sedang berada
di luar kota San Petersburg. Hasil penyelidikan selanjutnya menunjukkan,
bahwa perintah penembakan itu datang dari seorang perwira pengawal istana
Czar, dan ia adalah pelaksana dari rancangan besar yang dibuat oleh
Konspirasi Internasional.
Pembantaian kejam tersebut menyulut api kebencian umum terhadap Czar dan
pemerintahnya. Untuk menurunkan suhu politik yang makin memanas, Czar
mengeluarkan sebuah instruksi untuk membentuk komite khusus guna
menyelidiki peristiwa-peristiwa berdarah tersebut, beberapa hari ini setelah
kejadian. Czar juga mengadakan perubahan sistem, dari sistem kerajaan
absolut menjadi sistem elektif dengan mengeluarkan instruksi untuk
membentuk badan legislatif yang dikenal dengan sebutan Duma. Czar
memberi amnesti kepada para tawanan politik. Di antara tawanan yang
mendapat amnesti adalah Lenin, Martov dan tokoh-tokoh Bolshevik dan
Manshevik lainnya. Akan tetapi, kebebasan mereka justru membuat suhu
kekacauan dan pembangkangan lebih panas.
Program yang dirancang oleh Konspirasi internasional atau sering disebut
dengan perkumpulan Sesepuh Zionis bukanlah untuk menyalakan api revolusi
71
pada saat itu, melainkan mereka masih menginginkan sistem kerajaan Rusia
berlangsung dulu, hingga pecah perang dunia I, yang saat itu masih dalam
rancangan. Akan tetapi, perkembangan situasi Rusia menyebabkan kelompok
Bolshevik menyalahi instruksi dari kekuatan terselubung. Menurut
perhitungan mereka, saat pecahnya revolusi telah tiba. Mereka tidak bisa
disalahkan kalau punya perhitungan seperti itu, karena kondisi kerajaan Rusia
pada saat itu telah jatuh porak-poranda, disebabkan oleh banyaknya masalah
yang dihadapi. Dengan sekali pukul, kerajaan itu akan lenyap seketika.
Pemogokan umum dimulai tanggal 20 Oktober 1905 di seluruh kota penting di
Rusia. Kemudian disusul dengan didudukinya ibukota San Petersburg
(Leningrad sekarang) pada tanggal 27 Oktober tahun yang sama. Lalu
menyusul lahirnya deklarasi sebuah pemerintahan baru. Kemudian Trotsky,
seorang tokoh Yahudi Komunis kenamaan mengumumkan diri sebagai
pimpinan revolusi Manshevik. Akan tetapi, terhadap kekuatan yang
menentang revolusi ini, Czar sendiri tidak mampu mengatasinya. Dana yang
selama ini diberikan kepada gerakan revolusioner dan kelompok teroris
dihentikan sama sekali oleh kekuatan terselubung itu. Bahkan juga diperangi,
sehingga pasukan pemerintah berhasil menduduki kembali San Petersburg
dengan mudah, tanpa ada perlawanan yang berarti pada tanggal 16 Desember
1905. Kemudian Trotsky bersama 30 orang tokoh revolusi mendapat giliran
menjadi buron. Dan kerusuhan timbul kembali di bawah pimpinan seorang
Yahudi bernama Yarifos. Pasukan Czar yang berhasil menumpas gerakan
perusuh itu sekaligus mengembalikan sistem kerajaan lagi.
C. Lenin dan Revolusi Merah
Lenin yang nama aslinya Vladimir Olianov dilahirkan tahun 1870 di kota
Smirsk, terletak di pinggir sungai Volga. Ayahnya seorang konsultan eksekutif
dalam bidang pendidikan, di samping direktur sebuah lembaga pendidikan
pemerintah, sehingga memungkinkan anaknya menyelesaikan sekolah
menengah dan perguruan tinggi. Dengan latar belakang pendidikan yang
cukup pada masa itu, Lenin dengan mudah bergaul dengan kalangan terpelajar
Rusia. Pada masa mudanya, Lenin pernah mengalami stres berat akibat
saudara kandungnya, Alexander Olianov dihukum mati, setelah mengadakan
usaha pembunuhan terhadap Czar. Dengan dendam yang membara, Lenin
segera bergabung pada gerakan revolusioner bersama kawan-kawan Yahudi
seperguruan tingginya.
Vladimir memiliki kelebihan lainnya, yaitu keberaniannya untuk melarikan diri
demi cita-citanya yang besar. Sejak masa mudanya Vladimir banyak bergaul
dengan kawan-kawannya, dan banyak berkecimpung dalam gerakan
revolusioner atheis. Hubungannya dengan para aktivis Yahudi telah banyak
menambah pengalamannya, yang akhirnya ia mempersunting seorang gadis
jelita Yahudi.
72
Vladimir mempelajari secara mendalam dan analitis tentang peristiwa yang
terjadi, hingga meletusnya revolusi besar di Perancis. Ia tahu benar, bahwa para
pemilik modal Yahudi internasional adalah pihak perancang dan pendukung
dana Revolusi Perancis itu. Ini membuat Vladimir berfikir untuk menghubunghubungkan
peristiwa sejarah dengan kenyataan terselubung, yaitu berlanjutnya
persekongkolan internasional dalam gerakan revolusioner sepanjang sejarah,
dalam lingkup rancangan kekuatan terselubung di bawah petunjuk dan
instruksi para pemilik modal Yahudi internasional. Pada saat itulah Vladimir
berniat mengumpulkan data sebanyak mungkin dari para tokoh revolusioner
internasional, untuk kemudian mengambil pelajaran dari langkah-langkah
mereka. Catatan mengenai peristiwa sejarah menunjukkan, bahwa
perkumpulan Sesepuh Yahudi menemukan pada diri Lenin, sebagai orang
yang dicari-cari dan sangat dibutuhkan oleh mereka. Sejak itu ia terpilih
sebagai agen utama dalam revolusi Komunis di Rusia.
Pada masa itu, Swiss merupakan tempat perlindungan bagi para aktivis
revolusi dan gerakan perlawanan di Eropa Timur. Swiss adalah pusat yang
penting bagi para pemilik modal Yahudi internasional. Vladimir melarikan diri
ke Swiss pada tahun 1895 dalam usia 25 tahun, setelah saudaranya dihukum
mati oleh Czar. Di sanalah ia bertemu dengan tokoh-tokoh Komunis dalam
pengasingan. Dalam sekejap Vladimir segera dikenal oleh mereka, karena
kecerdasan dan wawasannya yang luas. Di samping itu Lenin bergabung
dengan para tokoh Komunis di Swiss atas nasihat dan bimbingan para Sesepuh
Yahudi. Di sana ia bertemu dengan Bilichanov, seorang penganut Kristen satusatunya
di antara mereka kecuali Lenin, dan dari tokoh Yahudi seperti Leoduch
Kslarud, Yulius Rayoum dan wanita Yahudi Feroza Solich dan lain-lain.
Mereka lalu mendirikan perkumpulan proletar berhaluan Marxisme dengan
nama Kelompok Pembebasan Kaum Pekerja. Yulius Rayoum ketika itu masih
berusia sangat muda seperti Lenin. Akan tetapi, ia sudah dikenal sebagai
anggota teroris yang sadis dan berdarah dingin, ketika masih hidup dalam
ghetto. Kelak ia menjadi pemimpin Manshevik, dengan mengambil sebuah
nama julukan untuk dirinya, yaitu Martov seperti juga Vladimir Olianov
menjuluki dirinya dengan sebutan revolusioner, Lenin.
Lenin kembali dari Swiss setelah membekali diri dengan berbagai pengalaman
baru mengenai gerakan revolusioner yang diberikan oleh para tokoh Yahudi. Ia
bekerja sama dengan Martov dan para tokoh revolusioner lainnya dalam
mempersiapkan sebuah revolusi, yang akan dimulai dari San Petersburg.
Mereka mengatur pemogokan umum, demonstrasi dan kerusuhan dengan
menyebarkan propaganda faham Komunisme Atheis, disamping melakukan
penyusupan orang penting tertentu untuk diperalat. Namun akhirnya Lenin
dan kawan-kawannya ditangkap dan diadili. Lenin dipenjarakan sampai tahun
1897, kemudian dibuang ke Siberia bersama Martov dan kawan-kawan. Ia
diperbolehkan membawa serta istri dan anaknya yang masih kecil. Lenin hidup
dalam pembuangan sampai tahun 1900, yaitu ketika Czar memberikan amnesti
umum bagi para tahanan politik. Kemudian Lenin dan Martov bersama kawan73
kawannya pergi meninggalkan Rusia menuju Swiss. Di Swiss mereka bertemu
lagi dengan banyak kawan dan guru lama serta para agen Sesepuh Yahudi.
Mereka sepakat menerbitkan sebuah harian, akan menyuarakan gerakan
Komunisme internasional. Tanggungjawab penerbitan ini diserahkan kepada
tiga tokoh senior yaitu, Bilichanov, Kslarud dan Yutorisov. Sedang istri Lenin
sendiri bertindak sebagai sekretaris redaksinya. Tidak lama kemudian Trotsky
bergabung ke dalam dewan redaksi. Koran itu diberi nama bahasa Jerman
ESKIRE, yang berarti “menyala”. Harian ini pada mulanya diterbitkan dari
Munchen Jerman, lalu dipindahkan ke Jenewa Swiss tahun 1903. Untuk
distribusinya, koran ini diselundupkan ke Rusia oleh agen-agen The Grand
Eastern Lodge dan perkumpulan yang berada di bawah naungannya, sesuai
dengan cara yang selalu ditempuh oleh para Sesepuh Yahudi.
Eskire pernah memuat ajakan untuk mengadakan pertemuan umum bagi
gerakan Komunis yang menurut rencana akan diadakan di kota Brussels
ibukota Belgia. Akan tetapi, pemerintah Belgia menolak untuk mengizinkan
pertemuan itu diadakan di buminya. Kemudian pertemuan itu diadakan di
kota London, seperti telah kita singgung terdahulu. Orang tahu, bahwa Inggris
itu adalah negara kapitalis. Banyak pihak bertanya-tanya, mengapa pertemuan
seperti itu boleh diselenggarakan di Inggris. Ini merupakan bukti kuat tentang
adanya hubungan terselubung yang bisa mendesak pemerintah Inggris untuk
menyetujui permohonan bagi diadakannya pertemuan itu. Siapakah gerangan
pihak terselubung yang telah mampu mendesak pemerintah Inggris sebagai
negara adidaya pada saat itu? Siapa lagi kalau bukan kelompok pemilik modal
internasional. Pertemuan itu diadakan di London tahun 1903, yang
menyebabkan timbulnya perpecahan, seperti juga telah kita ulas terdahulu,
yaitu kelompok Manshevik di bawah pimpinan Martov, dan kelompok
Bolsevick di bawah pimpinan Lenin.
Setelah mengalami kegagalan di atas, partai Komunis menjadwalkan sebuah
pertemuan lagi untuk membahas masalah revolusi dan hasil yang telah mereka
capai. Pertemuan ini diadakan di London lagi tahun 1907, dihadiri oleh 91
utusan dari kelompok Bolshevik dan 89 utusan dari kelompok Manshevik. Di
samping itu hadir pula utusan dari gerakan Komunis Polandia di bawah
pimpinan seorang wanita Yahudi bernama Roza Luxemburg, dan utusan partai
Komunis Jerman di bawah pimpinan seorang Yahudi bernama Rafael
Ivahamovich. Maka jumlah peserta pertemuan mencapai 312 orang. Lenin kali
ini diserang habis-habisan oleh para tokoh Manshevik dengan tuduhan telah
menyalahgunakan dana dalam jumlah besar, tanpa menjelaskan dari mana
diperoleh. Dalam pertemuan itu muncul seorang tokoh muda selain Lenin,
bernama Stalin. Di antara keputusan yang diambil dalam pertemuan itu adalah
keharusan untuk bekerja keras dan maju terus, di bawah satu komando yang
ditopang dengan propaganda mass media secara luas dan terorganisir.
74
Pada tahun 1908 kelompok Bolshevik menerbitkan harian lain dengan nama
PROLETARIA. Harian ini juga dimaksudkan untuk menyebarluaskan faham
Komunis, dan sekaligus sebagai penyambung lidah mereka. Lenin sendiri
duduk sebagai pimpinan redaksinya, dibantu oleh Zenoviev dan Dovirovinsky.
Sedang pihak kelompok Manshevik menerbitkan harian mereka sendiri dengan
nama GOLOS SOSIAL DEMOKRATIS, yang pimpinan redaksinya dipegang
oleh Bilichanov, Kslarud, Martov dan Martonov.
Satu hal yang perlu diingat di sini adalah bahwa seluruh pimpinan redaksi
kedua harian Komunis itu dipegang oleh para tokoh Yahudi Komunis senior,
selain Lenin dan Bilichanov. Adapun Trotsky, yaitu seorang Yahudi Komunis
kenamaan telah memisahkan diri dengan jalan fikirannya sendiri pula. Ia
menerbitkan sebuah harian yang diberi nama PRAVDA. Pada tahun 1909 dua
tokoh Yahudi di antara pimpinan redaksi surat kabar Proletaria bergabung
dengan Lenin, yaitu Zenoviev dan Dovirovinsky, untuk kemudian membentuk
kelompok tiga serangkai yang kelak memerintah Rusia, sampai saat Lenin
meninggal dunia tahun 1924.
D. Peran Rasputin dan Revolusi Merah
Situasi di Rusia dari luar tampak tenang, setelah revolusi Manshevik bisa
ditumpas. Czar menyadari kesalahan yang selama ini membuatnya dimusuhi
oleh banyak pihak. Ia lalu mengadakan reformasi dalam pemerintahannya, dan
membenahi istana serta memerangi demoralisasi yang telah merusak kalangan
tertentu. Undang-undang pemilihan umum diterapkan, dan Duma sebagai
majelis legislatif difungsikan. Kemudian Stolibin seorang tokoh pembaharu
dipilih untuk menjadi Perdana Menteri Rusia. Stolibin mulai melangkah
dengan perbaikan mendasar pada semua sektor. Ia memperbaiki ekonomi dan
mengeluarkan undang-undang baru yang dikenal dengan sebutan undangundang
Stolibin, untuk melindungi hak-hak sipil kaum petani, dan mengatur
undang-undang tentang land-reform berdasarkan bantuan dana yang diberikan
kepada para petani untuk membeli tanah milik negara yang mereka garap.
Namun sayangnya, reformasi ini justru membuat para aktivis revolusioner
lebih tidak senang kepada pemerintah, baik dari golongan Bolshevik maupun
dari golongan Manshevik, yang telah mendapat instruksi penting dari
kekuatan terselubung. Mereka tidak senang melihat stabilitas pulih kembali di
Rusia. Untuk itu, mereka sepakat mengadakan rencana untuk menghabisi
hidup Stolibin, yang bagi rakyat Rusia merupakan Perdana Menteri terbesar
dalam sejarah negeri itu. Beberapa kali usaha pembunuhan terhadap dirinya
selalu gagal. Akhirnya Stolibin ditembak mati oleh seorang Yahudi bernama
Morday Yogovov di sebuah auditorium kota Kiev tahun 1911.
Sepeninggal Stolibin, pemerintah Rusia berusaha meneruskan langkah
perbaikan Stolibin. pihak kekuatan terselubung juga tidak berhenti
mengadakan persekongkolan untuk menimbulkan kerusuhan dan
ketidakstabilan. Maka muncullah perang propaganda besar-besaran, seperti
75
pernah dialami oleh Perancis sebelum revolusi. Propaganda gosip tentang
skandal sosial, moral dan seksual diarahkan kepada orang-orang penting istana
dan istri tokoh masyarakat, para pejabat pemerintah dan lain-lain. Fenomena
suap-menyuap muncul dengan tiba-tiba. Demoralisasi segera menyebar di
seluruh lapisan masyarakat. Kehidupan mewah ala jet-set mewarnai keluarga
Czar. Pesta-pora gila-gilaan, yang digemari oleh kalangan istana dan para
pejabat menjadi lahan subur untuk dijadikan bahan gosip. Demikianlah
fenomena yang dideskripsikan oleh kekuatan terselubung lewat mass-media
dan alat propaganda lainnya. Meskipun gosip itu tidak seluruhnya merupakan
isapan jempol, namun di situ terdapat seorang tokoh penting yang dijadikan
sumber jaringan propaganda demoralisasi. Tidak lain tokoh ini adalah setan
berjubah pastor, Rasputin sendiri, yaitu tokoh yang sengaja dipasang untuk
mempersiapkan pecahnya revolusi Rusia, persis seperti peran yang dimainkan
oleh Coderlos De Lalco dalam revolusi Perancis. Kesamaan yang aneh telah
terjadi lagi dalam sejarah, karena merupakan hasil dari perancang yang sama.
Rasputin yang memiliki kharisma besar dan teguh pendirian itu telah bisa
menguasai istana dengan jalan mendekati permaisuri Czar yang putranya
sakit-sakitan, karena ia bisa meyakinkan sang permaisuri, bahwa ia bisa
menyembuhkan putranya. Faktor ‘kebetulan’ juga ikut berperan, sehingga
Rasputin bisa masuk ke istana, karena Czar Nicholey II memiliki kepribadian
lemah dan lugu. Jika saja Czar Nicholey memiliki kepribadian kuat, bermoral
dan berpendirian tegas, nasib Rusia dan rakyatnya mungkin akan berbeda dan
terhindar dari pembantaian Minggu itu.
Lama-kelamaan Rasputin bukan saja menguasai Czar Nicholey II, melainkan
sebagian besar kaum muda Rusia juga sudah banyak termakan gosip dan
faham atheis permissive yang disebarluaskan oleh kelompok revolusioner.
Rasputin sendiri adalah orang yang bejat moralnya, dan punya filsafat hidup
permissive, sebagaimana terlihat dari ucapannya, ‘Hidup adalah untuk
mencapai kenikmatan lahir-batin sepuas-puasnya. Setelah itu lalu
membersihkan batin kembali dan menyelamatkannya’. Rasputin mendapat
banyak pengikut berkat kedudukannya sebagai pendeta, dan persahabatannya
dengan Czar. Jalan pemikirannya benar-benar menimbulkan arus demoralisasi
besar-besaran, terutama setelah ia dengan isyarat dari kekuatan terselubung di
balik layar berhasil menciptakan suasana permisif dalam istana, yang belum
pernah terjadi di Rusia selama itu, persis seperti suasana Royal Palais di
Perancis menjelang pecahnya revolusi.
Suhu situasi di Rusia akhirnya mencapai titik siap bagi meletusnya revolusi
yang ditunggu-tunggu. Kemudian disusul terjadinya peristiwa di Eropa
sebagai permulaan meletusnya Perang Dunia I, yang akan kita bicarakan.
Dalam Perang Dunia I, Rusia berperang melawan Jerman. Berkat propaganda
Bolshevik dan Manshevik, patriotisme bangsa Rusia menurun di kalangan
rakyat dan angkatan bersenjata. Demikian pula kaki-tangan Konspirasi masih
menempati posisi penting pada pos-pos perhubungan, logistik dan transportasi
sejak Rusia perang melawan Jepang. Kekalahan Rusia dari Jepang dijadikan
76
bahan propaganda kelompok revolusioner untuk menyebarkan sikap ragu dan
cemas di dalam negeri. Kekacauan makin memuncak, dan keruntuhan makin
dekat, ibarat lumpur yang bertambah becek. Rasputin ternyata kelak diketahui
sebagai seorang agen rahasia Jerman. Tak diragukan lagi, bahwa di belakang
Rasputin ada kekuatan Konspirasi internasional yang telah mengatur semua
itu. Apalagi markas operasi Rasputin berada di dekat istana Czar, sehingga
lebih mudah ia mengumpulkan informasi yang dibutuhkan dari kalangan
istana.
Sedang Lenin dan Martov beserta para tokoh Komunis lainnya pada saat itu
masih berada di Swiss untuk menikmati kehidupan mewah di negara netral,
dan jauh dari kebisingan perang yang sedang berkecamuk di negerinya, sambil
menunggu instruksi khusus. Trotsky saat itu masih berada di New York untuk
merekrut kelompok teroris Yahudi profesional, yang kemudian dikirim ke
Rusia. Setelah saat yang tepat tiba, mereka akan mengadakan perang jalanan di
kota-kota besar Rusia. Akhirnya kerusuhan pun tidak bisa dihindarkan sejak
awal tahun 1917, yaitu sejak kelompok bawah tanah Yahudi menghentikan
supply kebutuhan pokok ke ibukota San Petersburg. Bahaya kelaparan mulai
dirasakan penduduk. Sementara itu, para tokoh revolusi yang mayoritas terdiri
dari orang Yahudi terus menghasut massa agar melakukan kerusakan dan
perampokan di mana-mana. Mereka membagi-bagikan uang kepada para
perusuh disertai dengan pengarahan yang disampaikan oleh kekuatan
terselubung itu. Maka lautan demonstran memenuhi jalan-jalan besar. pihak
pemerintah telah mengambil pelajaran dari pemberontakan Januari 1905,
sehingga untuk menembakkan sebutir peluru pun mereka harus berfikir
panjang dalam situasi seperti itu. Hal itu bukan berarti, bahwa demonstrasi
terus berjalan tertib. Para tokoh di balik layar telah mengatur taktik untuk
memancing kekerasan. Mulailah terdengar suara tembakan senjata api yang
diarahkan kepada para demonstran dari tempat tersembunyi yang telah diatur.
Tembakan itu seolah datang dari pasukan pemerintah. Tumbal berjatuhan dan
ratusan lainnya menderita luka-luka. Kekacauan berkembang menjadi
kekerasan dan kebrutalan. Apalagi setelah para demonstran dengan berapi-api
berhasil membongkar penjara, dan melepaskan narapidana yang segera
menyebar ke mana-mana dengan membakar gedung-gedung dan mengadakan
perampokan di jalan-jalan. Saat itu Czar sedang keluar untuk mengunjungi
pasukan Rusia di medan tempur. Majelis Duma menyampaikan kepada Czar
tentang perkembangan situasi terakhir yang sangat berbahaya, agar Czar
segera mengambil langkah-langkah drastis yang perlu untuk mengatasinya.
Akan tetapi, berita yang disampaikan melalui telegram itu berhasil disita oleh
kaki-tangan Konspirasi yang bercokol di The Grand Eastern Lodge, sehingga
berita itu tidak sampai kepada Czar.
Peran Free Masonry bukan hanya sampai di situ. Banyak peran penting lainnya
yang sangat berbahaya. Di satu sisi, Free Masonry mengawasi dan mengatur
gerakan dan jaringan terselubung. Di sisi lain, Free Masonry memberikan dana
besar-besaran kepada kaki-tangan yang menyelusup ke dalam instansi
77
pemerintah, angkatan bersenjata, kalangan buruh dan berbagai perkumpulan.
Ditambah lagi, Konspirasi Yahudi melakukan sejumlah operasi rahasia untuk
menggoyahkan pasukan Rusia di medan tempur. Contoh operasi terselubung
seperti itu adalah sebuah instruksi palsu yang diberikan oleh seorang
komandan kaki-tangan Konspirasi kepada pasukannya untuk mengadakan
serbuan terhadap musuh. Pada saat yang sama, pasukan pelindung yang di
garis belakang mendapat instruksi untuk segera mundur. Akibatnya, pasukan
Rusia ketika itu mendapat pukulan hebat dengan korban jiwa dan sejumlah
lainnya menjadi tawanan musuh. Lebih parah lagi, di sana terjadi
pembangkangan dan desersi dalam barisan angkatan bersenjata, karena tidak
puas terhadap komandan yang mengecewakan bawahannya itu. The Grand
Eastern Lodge juga memakai taktik suap-menyuap kepada para perwira tinggi
dan menengah, untuk merebut simpati pasukan pengawal kerajaan di San
Petersburg. Di samping itu, taktik propaganda atheisme dan teori Marxisme
juga dipakai, sehingga pada saat menjelang pecahnya revolusi pada tanggal 12
Maret 1917 terjadi desersi atau pembelotan besar-besaran dalam pasukan
pengawal kerajaan di San Petersburg, sampai terjadi baku hantam antara
mereka sendiri. Menyusul kemudian, terjadinya suatu peristiwa di luar
dugaan, yaitu dua barak militer menyerahkan diri dan bergabung kepada
pemberontak revolusioner. Maka jatuhlah ibukota San Petersburg ke tangan
mereka. Kemudian diumumkan berakhirnya sistem kerajaan Czar Rusia oleh
pihak pemberontak revolusioner.
Seusai revolusi, secara umum kekuasaan belum jatuh ke tangan Komunis atau
Bolshevik, seperti yang diduga. Bahkan sebuah komite telah berdiri dengan
jumlah anggota sebanyak 12 orang dari majelis Duma, untuk membentuk
pemerintahan sementara di bawah pimpinan Krinsky, segera setelah terjadi
Revolusi Merah itu. Sementara itu, kelompok Manshevik juga membentuk
Majelis Sovyet atau juga disebut Majelis Buruh, untuk mengambil kendali
pemerintahan San Petersburg, sampai Lenin membubarkannya pada tanggal 19
0ktober 1917. Pada saat revolusi meletus, Lenin masih berada di Swiss.
Kemudian para sesepuh Yahudi Internasional mengatur perjalanannya kembali
ke Rusia, setelah terlebih dulu mengatur pertemuan antara Lenin dan
pemerintah Jerman. Dalam pertemuan itu disepakati, bahwa pemerintah
Jerman akan membantu kepulangan Lenin dan pembubaran pemerintahan
sementara. Pemerintahan itu telah bertekad untuk meneruskan perang, dengan
imbalan Lenin kelak akan menarik pasukan Rusia dari medan tempur. Lenin,
Martov dan para tokoh Komunis Yahudi kembali ke Rusia dengan menumpang
kereta khusus yang disediakan oleh pemerintah kerajaan Jerman, setelah
sebelumnya pemerintahan sementara mengumumkan amnesti umum bagi
semua tahanan politik, dan memberi izin kepada semua pelarian untuk kembali
ke Rusia.
Peristiwa yang terjadi kemudian menunjukkan, bahwa pemerintah sementara
tidak melakukan kesalahan besar dengan menandatangani keputusan ini, yang
pada hakikatnya merupakan penyerahan kekuasaan kepada pihak Bolshevik.
78
Rusia dibanjiri lebih dari 90.000 anggota revolusioner dan kelompok teroris
yang kembali ke Rusia. Trotsky juga memanfaatkan keputusan amnesti
pemerintah itu, untuk kembali ke Rusia beserta orang-orang Yahudi yang telah
ia rekrut dan dilatih di New York. Sebagian besar dari mereka kemudian
bergabung dengan partai Bolshevik, yang makin besar dan ganas. Tidak lama
kemudian Lenin dan Trotsky mulai menyerang pemerintahan sementara.
Setelah itu, terjadilah peristiwa demi peristiwa, yang akhirnya Lenin dan para
pendukungnya berhasil menumbangkan pemerintahan sementara di bawah
Krinsky. Kemudian ia membentuk pemerintahan baru, berdasarkan
Komunisme. Sejak itulah berawal pemerintahan diktatorisme Lenin di Rusia.
Para tokoh yang tidak sependapat dengan Lenin mendapat perlakuan keji dari
Lenin. Mereka ini pada umumnya adalah pihak yang lebih berjasa dalam
perjuangan untuk melahirkan revolusi Komunis itu, termasuk di dalamnya
kelompok Trotsky dan kelompok Yahudinya. Akan tetapi, pemerintahan atheis
baru menganggap adanya bahaya yang datang dari pihak yang sebelumnya
merupakan pendukungnya yang lebih gigih. Nasib yang mereka terima
kebanyakan berakhir di atas tiang gantungan, atau dibuang ke Siberia atau
dipenjarakan. Nasib para tokoh Yahudi pada masa berikutnya, yaitu pada masa
pemerintahan Stalin juga tidak jauh berbeda. Sebagian digantung atau dibuang
ke Siberia, dan sebagian lagi dipenjarakan, seperti nasib Trotsky sendiri,
Zenoviev, Kaminiev, Martinov, Yarfos, Kslarud, Martov dan tokoh Yahudi
lainnya. Dengan kata lain, nasib buruk yang mereka terima justru datang dari
seorang yang paling setia kepada ideologi yang mereka anut,…… Stalin.
79
VI. RAHASIA DI BALIK PERANG DUNIA I
A. Persiapan Perang
Perang Dunia I meletus pada tahun 1914. Selama 4 tahun dunia banjir darah
oleh tumbal peperangan. Peristiwa ini belum pernah terjadi dalam sejarah
panjang ummat manusia, meskipun akan disusul dengan pertumpahan darah
yang lebih mengerikan, yaitu terjadinya Perang Dunia II tahun 1945. Apakah
akan menyusul perang dunia III, yang pasti akan lebih mengerikan? Wallahu
a’lam.
Tidak ada salahnya untuk menyinggung kembali peristiwa yang telah samasama
kita maklumi, yang akan mengawali terjadinya Perang Dunia I. Di sana
terjadi perlombaan senjata yang belum pernah disaksikan oleh dunia
sebelumnya. Senjata mematikan telah membanjiri negara di seluruh dunia.
Kegiatan ini tentu mendatangkan uang besar-besaran bagi para pialang perang.
Dunia terbelah menjadi berbagai persekutuan, yang saling menghadapkan
senjata yang mereka miliki satu sama lain. Siapa yang merancang? Tidak lain
mereka itu adalah para sesepuh Yahudi, atau jerat-jerat maut dari balik layar.
Kenyataannya mereka bisa menentukan suhu situasi dunia pada saat itu. Dari
uraian terdahulu kita bisa menyimak, bagaimana para sesepuh Yahudi
mempersiapkan diri untuk menyambut abad ke 20. Mereka telah
mempersiapkan pemerintah negara-negara Erpoa, aliran politik yang
dianutnya, dan angkatan bersenjatanya telah dipersiapkan untuk menimbulkan
terjadinya perang, atau minimal untuk menerima pemikiran tentang perang itu.
Setelah itu, di satu sisi para sesepuh Yahudi membentuk opini umum Eropa
dan dunia pada umumnya. Lalu di sisi lain, mereka menindas pemimpin yang
berani menghadang jalan yang sedang ditempuh oleh Konspirasi. Para tokoh
itu adalah para pembaharu yang berpegang pada undang-undang yang sah di
negaranya, dan memiliki wibawa yang memungkinkan mereka menghalangi
program yang telah dirancang oleh Konspirasi. Apalagi jika tokoh-tokoh itu
secara terbuka menyatakan perang terhadap mereka, dan tidak bisa
digoyahkan dengan propaganda yang menyesatkan. Tokoh-tokoh seperti itulah
yang merupakan ancaman bagi Konspirasi.
Kita akan menyajikan krisis politik yang besar, dan pertikaian sekitar wilayah
jajahan pada awal abad ini, yang membuat kita bingung. Dengan adanya krisis
tersebut, dunia terbelah menjadi berbagai kelompok persekutuan dan blok-blok
yang memporak-porandakan Eropa. Masing-masing pihak siap menyerang
lawannya, seperti yang telah ditulis secara rinci oleh sejarah umum, atau yang
diajarkan di sekolah. Di sini, kita akan mengungkap dari sisi lain, yaitu dari sisi
analitis.
Sekuensi peristiwa demi peristiwa sejarah sendiri telah menjadi jawaban jelas,
yang sebelumnya merupakan teka-teki besar yang terjadi awal abad ini, hingga
80
pecah perang Dunia I. Secara ringkas peristiwa itu telah mengakibatkan hal-hal
berikut :
1) Menghilangnya sejumlah pemimpin besar yang berkepribadian reformis
dari arena percaturan politik Eropa.
2) Dampak kuat yang mewarnai opini umum di Eropa, sehingga menjalar ke
seluruh dunia.
Adapun peristiwa-peristiwa di atas adalah
1) Terbunuhnya Raja Austria tahun 1899.
2) Pembunuhan Omirito, Raja Italia tahun 1900.
3) Pembunuhan William McKinley, Presiden Amerika yang ke 25 tahun 1901,
yang kemudian diganti oleh Theodore Roosevelt dengan bergelar Roosevelt
I.
4) Pembunuhan Prince Sergey, paman Czar sendiri tahun. 1905.
5) Pembunuhan Raja Portugal dan putra mahkotanya tahun 1908.
6) Peristiwa demi peristiwa itu disusul kemudian dengan pembunuhan putra
mahkota kerajaan Austria bersama permaisurinya di kota Sarajevo
Yugoslavia tahun 1914.
Rentetan peristiwa itu sebenarnya mengungkapkan hakikat peristiwa itu
sendiri. Di sini kita bisa menganalisa sepintas tentang peristiwa itu, dan
sekuensi waktu kejadiannya, yang jelas tercium berbau rancangan terselubung,
serta perbedaan lokasi kejadian peristiwa itu secara geografis. Kita tidak akan
ragu lagi, bahwa peristiwa itu bukan terjadi hanya karena faktor kebetulan. Di
sana terdapat ulah tangan-tangan dari balik layar, yang bisa dirasakan dengan
jelas di berbagai tempat.
B. Perang dan Layar Politik
Perdana Menteri Inggris pada saat meletusnya Perang Dunia I adalah Herbert
Henry Asquith. Ia adalah seorang politikus Inggris moderat yang disegani,
lantaran kebijakan politiknya yang ditujukan untuk kepentingan nasional
kerajaan Inggris. Ia terkenal sebagai Perdana Menteri Inggris yang sangat
memusuhi gerakan Zionisme. Oleh sebab itu, Konspirasi bertekad untuk
menumbangkannya, dan menggantinya dengan pasangan tiga serangkai,
terdiri dari tokoh-tokoh loyal kepada organisasi Zionisme. Mereka adalah
David Lloyd George, Arthur Balfour dan Winston Churchill. Namun untuk
menumbangkan pemerintahan Asquith ternyata tidak mudah. Inggris masih
berada dalam keadaan perang, sehingga tidak ada kesempatan yang tepat
untuk mengadakan manuver politik secara wajar. Di samping itu, mengganti
kabinet di saat perang akan menimbulkan benturan keras, dan mencemarkan
opini umum Inggris yang punya semboyan “Do not change your horse during the
war” (jangan mengganti kudamu di saat perang). pihak Konspirasi tidak hanya
bertujuan mengganti Asquith beserta pemerintahannya, melainkan mengganti
badan-badan terpenting dalam struktur negara secara menyeluruh. Ini berarti
menghancurkan struktur lama dan menggantinya dengan struktur baru.
81
Roda Konspirasi berputar pelan penuh kewaspadaan. Gerakan di bawah tanah
diberitahu untuk menghancurkan struktur pemerintahan dan sosial yang ada,
sesuai dengan program yang diinstruksikan oleh Kekuatan Terselubung.
Mereka merintis jalan untuk mengantar Churchill, Balfour dan Lloyd George
menduduki tampuk kekuasaan. Senjata yang mereka pakai adalah sama,
seperti yang dipakai dalam rancangan revolusi Perancis dan Rusia, yaitu
serangan propaganda yang luas, dan skandal gosip serta demoralisasi besarbesaran.
Rencana ini dilaksanakan dengan sangat hati-hati, sesaat setelah
pecahnya perang, agar tidak mengundang perhatian. Seorang agen Konspirasi
yang merupakan salah seorang milyuner Inggris menyewa gedung besar di
suatu daerah pinggiran London. Gedung ini dengan biaya besar diubah
menjadi sebuah klub mewah dan megah yang menimbulkan kesan aristokratik.
Penanggungjawab klub tersebut bisa meyakinkan para pejabat kerajaan, bahwa
klub itu didirikan dengan tujuan mengungkapkan salah satu bentuk
patriotisme, dan sebagai penghargaan yang dipersembahkan kepada para
perwira angkatan bersenjata dari medan tempur, ketika mereka datang ke
London untuk berlibur dan beristirahat. Pemerintah tidak segan lagi memberi
dukungan dan fasilitas atas usaha ‘mulia’ seperti itu. Akan tetapi, dibalik itu
semua, yang semula dikatakan bahwa anggota klub hanyalah para perwira
tinggi, berkembang menjadi terbatas pada orang-orang penting dengan lebih
dulu disumpah dan diketahui identitas pribadinya, sebagai syarat untuk
menjadi anggota.
Adapun kehidupan yang beredar dalam klub berkisar pada masalah minuman
keras, wanita dan perjudian dengan segala bentuk kemaksiatan bagi kalangan
atas masyarakat Inggris. Para pengelola klub berhasil menjaring sejumlah besar
wanita dan gadis-gadis kelas atas ke dalam klub dengan berbagai cara. Pada
suatu senja di bulan November 1916 terjadi suatu peristiwa yang unik. Seorang
menteri pemerintah Inggris mendapat surat yang isinya memohon, agar ia
berkenan menghadiri sebuah acara yang akan diadakan oleh klub itu. Sang
menteri memenuhi undangan itu dengan mobil khusus. Sopirnya disuruh
menunggu di luar. Seorang penyambut mengantarnya masuk ke dalam, dan
tibalah ia di sebuah ruangan remang-remang. Ia ditinggal sendirian oleh
penyambutnya. Sesaat kemudian datanglah seorang wanita muda dengan
busana sangat minim yang segera menggandeng sang menteri. Betapa terkejut
wanita itu setelah tahu, bahwa yang digandeng itu adalah suaminya sendiri.
Sementara itu, sang menteri juga sangat terkejut dan marah bukan kepalang.
Seorang pengawas klub segera mendatangi sang menteri dan memperlihatkan
daftar hitam mengenai istrinya, bahwa istrinya telah lama bergabung dalam
klub itu. Sang istri pun tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali berusaha menutupi
aib keluarganya dengan meninggalkan tempat itu dengan penuh kecewa. Sang
menteri baru menyadari, bahwa klub itu tidak lain adalah perangkap yang
sengaja dipasang oleh kekuatan terselubung. Daftar hitam itu adalah kumpulan
data milik klub dari anggota pria maupun wanita, usaha terselubung dari
Konspirasi. Tidak jarang hal-hal semacam itu sengaja diangkat dalam media
82
massa, disertai komentar provokatif, sehingga opini umum segera menyebar
luas mengenai kebobrokan kalangan atas di pemerintahan. Sementara itu
Inggris masih terlibat dalam perang besar yang mengorbankan ribuan putraputranya.
Pada bulan November 1916 seorang anggota parlemen mengucapkan pidato
dengan mengecam keras dan terbuka masalah klub ini. Ia menuntut agar
pemerintah segera mengambil langkah penyelidikan secara tuntas. Ia mendapat
informasi lengkap tentang kegiatan klub itu dari tiga orang perwira angkatan
darat Inggris, yang sebelumnya pernah mendukung berdirinya klub itu, setelah
mempertimbangkan tujuan baik yang tercantum dalam proposal. Ketiga
perwira tergiur dan akhirnya terperangkap di dalamnya tanpa sadar. Data-data
mengenai belang mereka telah tercatat oleh para pengawas klub. pihak klub
juga berusaha menggali informasi tentang rahasia militer dari ketiga perwira
dengan cara pemerasan. Namun mereka bertiga tetap tidak menyerah setelah
yakin, bahwa klub itu merupakan sarang mata-mata musuh. Selain itu, ketiga
perwira tersebut juga memberitahukan kepada anggota parlemen itu, bahwa di
sana terdapat seorang wanita terkenal dari Australia yang tidak disebutkan
namanya, beserta seorang sopir dari London, sejumlah istri dan gadis-gadis
anak beberapa tokoh politik dan pemerintah, yang terlibat sebagai anggota
klub. pihak pemerintah tidak segera bisa menjernihkan masalah, karena negara
dalam keadaan perang. Apalagi beberapa catatan hitam telah sempat bocor ke
dalam parlemen, dan beberapa surat kabar telah memuat berita hangat tentang
skandal yang melibatkan beberapa tokoh politik, sehingga membentuk opini
umum yang luas. Tidak lama kemudian media massa yang dikuasai oleh
Konspirasi mulai menyerang pemerintah Asquith dan berbagai
kementeriannya, dengan memuat nama mereka yang dilingkari dengan tanda
tanya besar mengarah kepada tuduhan. Pribadi Asquith pun tidak luput dari
serangan tuduhan. Ia dituduh punya hubungan lama dengan beberapa
penguasa Jerman, pada masa sebelum perang, di samping memberi dukungan
kepada Kaisar Jerman Guillaume. Sementara itu, gerakan bawah tanah
menyebar data-data dan dokumen dari daftar hitam tentang kebejatan moral
para tokoh politik dan pemerintahan Asquith yang telah terjaring dalam klub.
Tujuannya tentu saja untuk membentuk opini umum, persis seperti yang terjadi
menjelang revolusi Perancis. Posisi Asquith dan pemerintahannya makin
terjepit. Tak ada jalan lain baginya, kecuali mengundurkan diri bersama
pemerintahan kabinetnya hanya sebulan berselang, setelah berita skandal
moral diangkat ke atas permukaan, tepatnya pada bulan Desember 1916.
Kemudian Asquith digantikan oleh pemerintahan tiga serangkai, yaitu Lloyd
George sebagai perdana menteri, Balfour sebagai menteri luar negeri, dan
Churchill sebagai menteri pertahanan.
Data seperti di atas juga dialami oleh penulis buku ini (Admiral William Guy
Karr), yang ia sendiri adalah salah satu agen rahasia Inggris berpangkat
admiral yang memiliki pengalaman khusus dalam dunia rahasia. Ia
mengatakan :
83
“Aku pernah bertugas dalam berbagai operasi sebagai perwira agen rahasia
selama perang Dunia I. Aku merasa berkewajiban untuk mengatakan hakikat
yang sebenarnya tentang ekor peristiwa menyedihkan yang menimpa ketiga
perwira angkatan bersenjata Inggris tadi. Aku sangat terkejut dan hampir tidak
percaya, ketika aku mendapat sebuah laporan mengenai klub itu dan keterlibatan
ketiga perwira tersebut dalam sebuah pertikaian tajam. Mereka bertiga telah
dicantumkan dalam catatan militer Inggris, bahwa mereka bertiga telah
terbunuh dalam sebuah operasi militer, sedang wanita Australia tadi bersama
sopirnya ditangkap dan ditahan selama masa perang. Ia dikeluarkan setelah
perang usai tanpa diajukan ke pengadilan, dengan dalih berdasarkan undangundang
darurat perang kerajaan. Anggota parlemen yang telah membeberkan
rahasia skandal itu tiba-tiba menghilang dari arena politik tanpa meninggalkan
alasan sedikit pun. Datanglah giliranku pribadi, setelah aku bisa mengetahui
secara mendalam tentang rahasia itu. Aku ditugaskan oleh pemerintah Lloyd
George dalam operasi militer di kapal selam. Dengan kata lain, aku dimutasikan
dari dinas inteligen ke bidang persenjataan kapal selam pada jajaran angkatan
laut Inggris. Selama operasi, kami kehilangan 33% perwira yang bertugas. Aku
termasuk salah satu orang yang selamat, berkat keajaiban belaka.”
Dari pengalaman penulis buku ini sendiri tampak jelas, bagaimana kebijakan
yang ditempuh oleh pemerintahan tiga serangkai di Inggris waktu itu, dalam
usahanya membunuh orang-orang yang dianggap membahayakan kepentingan
kekuasaan terselubung. Sedang kaki-tangan mereka diselamatkan dengan cara
seolah-olah dipenjarakan, untuk mengelabui masyarakat umum, seperti nasib
wanita Australia dan sopirnya itu. Ada dalang yang memainkan wayang tiga
serangkai dari balik layar.
C. Zionisme mencekik Inggris
1. Rahasia di balik masalah Palestina
Setelah Asquith dan pemerintahannya jatuh, Konspirasi bisa menempatkan
Tiga Serangkai Lloyd George, Balfour dan Churchill untuk memerintah Inggris.
Berubahlah perimbangan kekuatan dunia. Amerika tiba-tiba melibatkan diri
dan memihak Inggris dalam perang melawan Jerman pada pertengahan tahun
1917, tiga tahun setelah perang pecah selama masa itu masing-masing pihak
dalam keadaan seimbang. Amerika sebenarnya tidak punya kepentingan apaapa
dalam perang ini, meskipun negara itu harus mengorbankan ribuan putra
terbaiknya, dan mengeluarkan jutaan dolar. Publik opini Amerika
menunjukkan, bahwa mayoritas penduduknya menolak keterlibatan negaranya
dalam perang itu. Sebenarnya bangsa Amerika masih memandang bangsa
Eropa, khususnya Inggris, dengan mata kebencian dan kewaspadaan. Mereka
belum bisa melupakan perang melawan penjajah Inggris itu. Akan tetapi, di
sana ada faktor baru, yaitu gerakan Zionisme yang sepenuhnya mengendalikan
pemerintah Inggris, dan juga pengaruhnya yang sangat kuat di Amerika. Maka
opini publik Amerika bukanlah satu-satunya pertimbangan yang menentukan
84
kebijakan pemerintahnya. Faktor baru itu didukung oleh adanya berbagai
bentuk hubungan yang dilakukan dari balik layar. Dan yang paling menonjol
adalah hubungan Rothschild dengan menteri luar negeri Inggris Arthur
George Balfour, dan hubungan Balfour bersama Lord Reading dari satu sisi dan
dari sisi lain dengan perusahaan Cohen-Lobe di New York, yang mewakili
kelompok pemilik modal internasional di Amerika. Hubungan terakhir
dilakukan secara resmi, ketika pemerintah Inggris mengutus menteri luar
negerinya Balfour pada 5 April 1917, untuk mengadakan pertemuan dengan
kelompok Cohen-Lobe beserta para wakil perusahaan monopoli yang
tergabung dalam Cohen-Lobe itu. Balfour menyampaikan secara resmi atas
nama pemerintahnya, bahwa pemerintah Inggris akan mendukung proyek
yang mengacu pada terwujudnya Zionisme politik, sebagai imbalan atas
kesediaan mereka mendukung keterlibatan Amerika ke dalam perang memihak
Inggris. Demikianlah kedua belah pihak telah sepakat dan kemudian benarbenar
melaksanakan. Tepat pada tanggal 7 Juni 1917 pasukan Amerika pertama
tiba di Eropa. Sedang Inggris sesuai dengan perjanjian tersebut melaksanakan
langkah bagi terwujudnya Zionisme politik.
2. Deklarasi Balfour
Kita kembali kepada masalah hubungan pertama antara Rothschild dan
Balfour. Tanggal 18 Juli 1917 Lord Rothschild yang mewakili cabang
Rothschild and Brothers menulis surat kepada Balfour yang isinya :
“Sesuai dengan pernyataan yang anda minta, kami menulis surat ini kepada
Anda. Kalau Anda sudah mendapat wewenang tertulis dari pemerintah
baginda Raja yang berisi pemberitahuan tentang pernyataan yang kami
maksudkan kepada pemerintah, dan Anda sendiri menyambut baik tentang
pernyataan itu, kami akan menyampaikannya kepada persatuan Gerakan
Zionisme dalam sebuah pertemuan yang akan diadakan khusus untuk
membicarakan masalah itu.”
Ttd.
Lord Rothschild
Adapun bunyi teks pernyataan yang diminta oleh Lord Rothschild, yang telah
disetujui oleh pemerintah kerajaan Inggris adalah yang kelak menjadi deklarasi
Balfour, yang isinya :
1) Pemerintah kerajaan Inggris menyetujui prinsip mengenai berdirinya
sebuah negara nasional bagi bangsa Yahudi di bumi Palestina.
2) Pemerintah kerajaan Inggris akan mengupayakan dengan segala
kepastian yang dimilikinya untuk mendukung tercapainya tujuan ini.
Pemerintah kerajaan Inggris juga akan membicarakan cara dan sarana
yang dibutuhkan oleh organisasi Zionisme untuk mewujudkan tujuan
tersebut.
85
Demikianlah sikap pemerintah kerajaan Inggris di bawah Perdana Menteri
Lloyd George, yang diwakili oleh menteri luar negerinya Arthur George
Balfour, yang bertekuk lutut tanpa syarat kepada arsiteknya. Bahkan
pemerintah Inggris tidak menawar sama sekali persyaratan yang diajukan oleh
Lord Rothschild dan kawan-kawannya dari organisasi Zionis. Bukti lain yang
menunjukkan adanya hubungan pemerintah Lloyd George dengan tokoh-tokoh
Zionis adalah disetujuinya tuntutan mereka yang lain. Yaitu tuntutan untuk
memilih Lord Reading sebagai kepala perutusan ekonomi Inggris di Amerika
Serikat. Padahal, Lord Reading itu tidak lain adalah seorang Yahudi yang
menyamar. Nama aslinya adalah Sir Roefoss Isac, yaitu orang yang tersangkut
skandal Marcony yang terkenal itu, sebelum mendapat gelar Lord. Pemerintah
Inggris memberi gelar itu kepadanya dengan maksud, agar skandal yang telah
menjatuhkan namanya itu akan terkubur dalam ingatan orang. Dan pemerintah
Inggris terpaksa memilihnya untuk menduduki posisi rawan itu, karena
desakan dari Lord Rothschild dan kawannya seperti Sir Herbert Samuel, yang
kelak menjadi komisioner tertinggi Inggris di Palestina, dan Sir Alfred Mond,
yang kelak juga mendapat gelar Lord.
Sementara itu, Lord Reading telah mengadakan pembicaraan rahasia dengan
pemerintah Amerika Serikat mengenai masalah keuangan, yang tidak seorang
pun bisa mengungkap. Hasil dari pembicaraan itu baru bisa dilihat dari
tinjauan kembali tentang struktur Bank Inggris, berdasarkan sistem baru
setelah tahun 1919, yang kemudian muncul hubungan keuangan besar-besaran
antara kedua negara. Di bawah ini adalah kutipan beberapa kalimat dari
sebuah surat yang dikirim oleh Yacob Sheiff, seorang tokoh Yahudi yang
mewakili perusahaan Cohen-Lobe di New York kepada salah seorang
pimpinan organisasi Zionisme bernama Freedman pada bulan September 1917
sebagai berikut :
“Saya benar-benar yakin sekarang, bahwa jaminan yang diberikan oleh Inggris,
Amerika dan Perancis kepada kita telah memungkinkan dimulainya imigrasi
besar-besaran bagi bangsa kita ke tanah Palestina. Jalan akan terbuka kelak
untuk menempatkan jaminan dari negara-negara besar mengenai kemerdekaan
bangsa kita, yaitu ketika bangsa kita di sana telah mencapai jumlah yang cukup
untuk bisa dijadikan alasan bagi tuntutan seperti itu.”
Bukti-bukti seperti itu rasanya cukup jelas untuk membuka tirai yang
menutupi, siapa sebenarnya Kekuatan Terselubung yang menguasai perjalanan
sejarah bangsa-bangsa dari balik layar. Itu memperjelas, bahwa Zionisme
bukanlah suatu gerakan yang lahir dari ‘rahim kebetulan.’ Ia merupakan anak
dari sebuah program jangka panjang, yang dibentuk oleh perkumpulan pemilik
modal internasional dengan tujuan menguasai seluruh dunia dengan
kekayaannya. Berikut ini diketengahkan beberapa data lain yang bisa
melengkapi bukti-bukti yang lalu, yang bisa dijadikan bahan tambahan untuk
meneropong beberapa sisi misterius dari pengaruh Kekuatan Terselubung dan
Zionisme di Inggris.
86
Pada tanggal 28 Januari 1915 Perdana Menteri Asquith menulis dalam buku
hariannya beberapa baris catatan berikut :
“Saya menerima catatan khusus dari Herbert Samuel dengan judul Masa Depan
Palestina. Dia menyangka, bahwa kami mampu menempatkan sebanyak 3
sampai 4 juta bangsa Yahudi Eropa di bumi Palestina. Gagasan semacam ini
bagi kami seperti kumpulan cerita mengenai perang salib baru. Saya
menunjukkan kebencianku terus perang terhadap program dan gagasan yang
akan menambah beban tanggungjawab kami ….. dan seterusnya.”
Catatan tersebut menunjukkan bukti kuat mengenai sikap Asquith terhadap
Zionisme dan Konspirasi internasional. Tidak bisa diragukan lagi, bahwa sikap
benci Asquith dan pemerintahannya menyebabkan pihak Konspirasi
mengambil langkah-langkah baru untuk menumbangkan Asquith. Bahkan juga
akan mendongkel sistem pemerintahan Inggris yang ada pada saat itu.
Memang benar, bahwa para pemilik modal sejak lama telah menguasai
beberapa pabrik senjata di Inggris. Pada saat para perancang program
Konspirasi mengumumkan perang terhadap Asquith yang menentang
Zionisme, Inggris tiba-tiba dihadapkan pada krisis dahsyat di bidang produksi
kimia sebagai bahan dasar bagi industri senjata perang dan amunisi. Direktur
produksi bahan kimia di Inggris ketika itu adalah seorang Yahudi bernama Sir
Frederick Nathan. Ia memberikan tender bahan-bahan kimia kepada
perusahaan Browner-Mond dengan kredit besar dari pemerintah sebagai
bantuan. Sedang pemilik perusahaan itu tidak lain adalah dua orang
pengusaha Yahudi terkenal, yaitu Browner dan Mond itu sendiri yang diambil
sebagai nama perusahaannya. Kemudian perusahaan itu membangun pabrik
kimia raksasa di kota Silvertown dengan biaya dari bantuan kredit pemerintah
itu. Ketika pabrik ini mulai memproduksi bahan-bahan kimia, kebutuhan
bahan kimia pemerintah segera bisa diatasi. Pada saat itu media massa yang
kebanyakan telah dikuasai oleh Konspirasi segera menyanjung keberhasilan
Browner dan Mond sebagai patriot yang dibanggakan Inggris. Pada saat negara
sedang dikepung oleh ancaman krisis persenjataan, mereka tampil sebagai juru
selamat. Sedang kecaman pedas dibebankan kepada pemerintah. Tidak lama
kemudian, setelah proyek Silvertown beroperasi, terjadi ledakan dahsyat yang
menghancurkan pabrik tersebut beserta 800 rumah di sekitarnya. Akibatnya,
produksi bahan kimia macet dan kembali pula krisis mengancam pemerintahan
Asquith. Sedang para pahlawan palsu beserta para perancangnya telah selamat
dari kecaman, dan mendapat sanjungan serta pujian.
Sebagai penutup perlu kita ingatkan, bahwa Mond yang bergelar Sir Alfred
Mond itu, yang kemudian menjabat pengawas produksi bahan kimia Inggris,
di samping sebagai wakil pemerintah dalam produksi persenjataan di kerajaan
itu adalah kelak menjadi kepala perwakilan Yahudi di Palestina.
Telah kita ketengahkan peristiwa yang terjadi berturut-turut, hingga jatuhnya
pemerintahan Asquith, yang kemudian digantikan oleh pemerintahan tiga
serangkai, yaitu Lloyd George, Balfour dan Churchill. Kemudian menyusul
87
berbaliknya perimbangan kekuatan dalam Perang Dunia I, setelah Balfour
mengadakan kunjungan ke New York untuk menghubungi para pemilik modal
internasional. Mungkin timbul pertanyaan di benak kita mengenai sebab yang
memaksa menteri luar negeri Inggris harus pergi ke New York untuk
menghubungi mereka. Padahal, kelompok Rothschild punya pusat kegiatan di
London, sebagaimana beberapa kali telah kita singgung. Untuk menjawab
pertanyaan seperti itu, kita bisa melihat Encyclopedia Yahudi mengenai
gerakan Zionisme sebagai berikut :
“Perang Dunia I telah memaksa pusat organisasi Zionisme di Berlin berpindah
ke New York. Seluruh kekuasaan dan wewenang diserahkan kepada Komite
Darurat Zionisme di bawah pimpinan seorang jaksa agung Amerika L.B.
Brandes.” Dalam kaitan ini, seorang penulis berkebangsaan Inggris mengatakan
dalam bukunya berjudul Waters Flowing to the East halaman 51 :
“Sejak itu, yaitu perpindahan pusat Zionisme dari Berlin ke Amerika,
pengaruhnya tampak makin bertambah besar dalam kehidupan politik di
Amerika dan Eropa. Perwakilan imigrasi Yahudi telah berubah menjadi
kekuatan yang mampu mengirimkan dana dan informasi penting kepada
kelompok sabotase di setiap negeri di dunia.” Kemudian seorang pengamat
Amerika dalam bidang peperangan M. Harrisburger menambahkan dalam
bukunya My Experiences in the First World War halaman 145-146 :
“Perusahaan milik orang Yahudi, Eliyans telah mentransfer uang sebesar
700.000 Franc Perancis pada 16 Maret 1916 kepada The Grand Eastern Lodge
di Paris, dan kepada The Grand Eastern Lodge di Roma sebesar 1 juta Lira Italia
pada tanggal 18 Maret tahun yang sama. Hal ini telah tercatat dalam dokumen
perkumpulan itu. Tidaklah keliru, kalau kita meragukan, bahwa uang sebesar
itu hanya untuk dibagikan kepada orang-orang Yahudi miskin. Jumlah itu
sangat besar waktu itu. Di sana pasti ada tujuan lain.”
Kita kembali lagi meneropong peristiwa keji yang mengakibatkan Konspirasi
Zionisme berhasil menguasai Inggris sepenuhnya. Dalam periode ini
digambarkan oleh seorang penulis Inggris A.N. Field dalam bukunya That’s all
Things halaman 4 sebagai berikut :
“Demikianlah pengaruh Yahudi tampak jelas setelah Lloyd George memegang
kendali pemerintahan.”
Pertemuan pertama yang diadakan oleh komite politik organisasi Zionisme,
setelah Lloyd George memegang kendali kekuasaan dilaksanakan 7 Februari
1917 di kota London. L. Fray dalam bukunya Waters Flowing to the East
halaman 55 mengatakan :
“Pertemuan pertama yang diadakan oleh Komite politik organisasi Zionisme
adalah tanggal 7 Februari 1917 di rumah kediaman Moshe Gaster di London,
dihadiri oleh :
1) Lord Rothschild, kepala Rothschild and Brothers cabang London, dan
James Rothschild putra Edmond De Rothschild, kepala cabang Perancis
88
untuk kelompok Rothschild and Brothers, dan kepala Dewan Pemukiman
Yahudi yang mewakili Rothschild di Palestina.
2) Sir Mark Sykes, yang rumah tinggalnya terletak di distrik Ballingham
Guinness London, yang merupakan pusat gerakan Zionisme di Inggris,
3) Sir Herbert Samuel, yang kelak menjadi komisioner Tinggi Inggris pertama
di Palestina dan koordinator imigrasi Yahudi di wilayah itu.
4) Herbert Pantowich, yang kelak menjadi gubernur jenderal di Palestina.
Dialah orang yang bertanggung jawab dalam bidang hukum dan undangundang
serta pelaksanaannya di Palestina.
5) Harry Sasheer
6) Joseph Cowen
7) Haim Weisman, seorang ketua Zionisme politik terbesar.
8) Nachom Sokolov, penanggungjawab dalam bidang propaganda yang kelak
menulis buku The History of Zionisme.
Topik utama yang dibahas dalam pertemuan itu adalah strategi yang akan
dipakai sebagai landasan pijak dalam perundingan resmi, yang akan
menentukan perjalanan nasib Palestina, Armenia dan Irak. Seorang politikus
Amerika Jeffrey menambah informasi mengenai pertemuan itu dalam sebuah
komentarnya yang ia sajikan kepada pihak organisasi Zionis di Amerika Serikat
sebagai berikut :
“Saya menyampaikan rincian hasil pertemuan ini kepada organisasi Zionisme di
Amerika. Kemudian sejak itu, mereka mencampuri urusan dalam negeri Inggris,
dan mengarahkan pemerintahan Lloyd George dalam masalah penting yang
menjadi bidangnya.”
Selanjutnya kita perlu mengukur, sejauh mana penyusupan Zionisme ke dalam
pemerintahan Inggris pada saat itu diatur. Berikut ini beberapa pengakuan
seorang tokoh Yahudi Samuel Landman yang dibeberkan sendiri kelak dalam
bukunya Yahudi Internasional, diterbitkan di London tahun 1926 sebagai
berikut :
“Setelah persetujuan ditandatangani oleh Sir Mark Sykes dan Haim Weizman serta
Sokolov, mereka sepakat untuk mengirim sepucuk surat kepada jaksa agung Amerika
Serikat L.D. Brandes, yang sekaligus juga kepala Komite Organisasi Zionisme di New
York, untuk memberitahukan, bahwa pemerintah Inggris telah menyetujui untuk
membantu orang-orang Yahudi dalam merebut Palestina dari tangan bangsa Arab.
Imbalannya, persatuan Yahudi internasional bersedia bersekutu dengan Inggris, dan
Zionisme di Amerika bersedia mendesak pemerintah Amerika untuk bergabung dengan
sekutu. Pada saat itu, Amerika belum melibatkan diri dalam perang. Kemudian gerakan
Zionisme di Amerika meniupkan arus kuat untuk mendukung dan menekan
pemerintah Amerika agar terlibat dalam perang memihak Inggris. Ini membuat
kekuatan Inggris menjadi unggul seketika.”
“Kami mengirimkan surat serupa kepada jenderal Mac. Donaff, komandan angkatan
darat Inggris. Dr Weizman sejak itu telah menjadi orang yang punya pengaruh besar,
sehingga memungkinkan ia mengadakan hubungan langsung dengan jenderal Mac.
89
Donaff, dan bisa mencampuri urusan militer. Ia berhasil memperoleh hak pembebasan 6
orang pemuda Yahudi dari dinas wajib militer. Padahal, negara masih dalam keadaan
perang. Dr Weizman berhasil memperoleh pembebasan mereka dari dinas wajib militer,
karena alasan yang ada hubungannya dengan kepentingan utama bagi negara.”
“Adapun kepentingan utama yang dimaksud tidak lain adalah mendirikan kantor
khusus untuk gerakan Zionisme, langsung di bawah pimpinan Weizman. Sedang ke 6
pemuda itu adalah saya sendiri dan 5 kawan lainnya, di antaranya Harry Sasheer,
seorang anggota Komite politik organisasi Zionisme. Pemerintah baru di bawah
pimpinan Lloyd George, Balfour dan Churchill menganggap organisasi Zionisme
sebagai kawan dan sekutunya. Kantor-kantor perwakilan kita mendapat perlakuan
istimewa dalam pelayanan urusan paspor untuk beberapa orang tertentu, transportasi
dan pendanaan. Sebagai contoh, kami sendiri bisa menguruskan dokumen-dokumen
perjalanan untuk seorang Yahudi berkebangsaan Turki Utsmani, karena ia adalah
kawan kami sendiri. Kementerian dalam negeri Kerajaan Inggris dengan mudah
memberikan berbagai fasilitas, meskipun kerajaan Turki pada saat itu sedang berperang
melawan Inggris. Setiap warga Turki Utsmani dianggap musuh.”
Demikianlah sebagai penutup bab ini, kita bertambah yakin, bahwa langkah
pertama dan paling utama yang ditempuh oleh pemerintah tiga serangkai
adalah, bahwa politik negaranya (Inggris) akan mendukung program
Rothschild untuk mendirikan sebuah negara bagi bangsa Yahudi di bumi
Palestina.
90
VII. DI BALIK PANGGUNG PERJANJIAN
VERSAILLES
Dalam sejarah sering terjadi kesalahan besar, adanya perjanjian dan pertemuan
yang sering menimbulkan akibat buruk yang tidak diharapkan oleh berbagai
negara. Sejarah belum pernah menyaksikan akibat yang lebih buruk daripada
yang ditimbulkan oleh Perang Dunia I, yaitu perjanjian Versailles, yang
buntutnya masih dirasakan oleh ummat manusia sampai kini. Perjanjian
Versailles yang menandai berakhirnya Perang Dunia I sebenarnya merupakan
bibit timbulnya Perang Dunia II. Perjanjian ini telah mencoreng wajah dunia
secara keseluruhan. Dunia terkelompok menjadi wilayah jajahan, yang
diistilahkan dengan kawasan-kawasan pengaruh. Perjanjian Versailles juga
melahirkan penjajahan baru dengan istilah yang menyesatkan, seperti
pemerintah perwakilan, perlindungan, pendudukan, pembinaan, kawasan
pengaruh, dan seterusnya. Timbullah berbagai pertikaian, pemberontakan,
krisis macam-macam, yang diakibatkan oleh pengelompokan bangsa dan
negara menjadi berbagai sekutu, yang pada akhirnya menumbuhkan bibit
kekacauan di mana-mana, dan kecemburuan politik tak terhindarkan lagi.
Sebagai akibat dari semua itu, situasi dunia makin buruk, setelah perjanjian
Versailles dilaksanakan. Opini dunia mulai menyadari keburukan isi perjanjian
Versailles itu sedikit demi sedikit. Tokoh politisi dunia dibantu oleh para ahli
strategi terus mengamati perkembangan yang terjadi. Akhirnya mereka
meletakkan tanda tanya besar di seputar perjanjian itu. Oleh sebab itu, kita
akan mencoba mengungkap tabir yang menutupi hakikat yang
melatarbelakangi perjanjian itu, agar kita bisa melihat hal-hal yang selama ini
merupakan teka-teki.
A. Kebencian Muncul di Jerman
Para analis netral memberi komentar tentang perjanjian Versailles, bahwa para
wakil dunia berbudaya sebenarnya tidak menandatangani isi perjanjian yang
berisi penindasan, sebanyak penindasan yang diderita oleh bangsa Jerman,
setelah perjanjian itu diberlakukan. Kebenaran ini terlihat dari sikap bangsa
Jerman terhadap perlakuan yang mereka terima akibat diberlakukannya
perjanjian itu beberapa hari setelah ditandatangani. Akibatnya, bangsa Jerman
naik darah dan dendam, yang kelak berkembang menjadi bahan dasar
pemikiran faham nasionalisme Aryan Jerman. Fenomena kebencian bangsa
Jerman ini kelak melahirkan Hitler dan Nazisme, yang kemudian menyebabkan
pecahnya Perang Dunia II. Kita perlu melihat kembali kerancuan bagaimana
Perang Dunia I berakhir, agar kondisi yang mengelilingi penandatanganan
perjanjian Versailles tanggal 11 November 1918 menjadi jelas.
91
Permintaan untuk mengadakan gencatan senjata oleh komandan tertinggi
angkatan bersenjata Jerman bukan berarti menyerah kalah. Peristiwa ini
menimbulkan perbedaan pendapat yang sangat besar. Pasukan Jerman masih
tetap kuat dan masih maju menghadapi musuh. Permintaan komandan
tertinggi Jerman itu semata-mata disebabkan oleh adanya bahaya yang
mengancam dari dalam negeri Jerman sendiri, yaitu bahaya pemberontakan
Komunis yang timbul di bawah pimpinan seorang wanita Yahudi, Roza
Luxemburg.
Ketika pimpinan pasukan Jerman sedang membicarakan masalah gencatan
senjata dengan sekutu, ada peristiwa besar yang terjadi, yang perlu dicatat.
Gerakan pemberontakan Komunis di bawah pimpinan Roza Luxemburg
berhasil menyusup ke dalam tubuh angkatan bersenjata Jerman, khususnya ke
dalam jajaran angkatan laut, yang selama itu menjadi incaran mereka. Pada
awal tahun 1918 tiba-tiba tersiar desas-desus di kalangan angkatan laut Jerman,
bahwa panglima tertinggi angkatan bersenjata akan mengadakan serbuan
bunuh diri dengan kapal perangnya secara besar-besaran terhadap armada
angkatan laut Amerika, Inggris dan Perancis. Tujuannya ialah untuk
melumpuhkan kapal-kapal sekutu, meskipun untuk itu Jerman akan
kehilangan sebagian besar kapal perangnya. Setelah itu, Jerman akan
mengadakan serangan udara di pantai-pantai Inggris yang tidak terlindung
oleh armada sekutu. Para penyebar kabar burung itu terus melakukan agitasi
kasak-kusuk, dan mengadakan api pembangkangan dengan dalih, bahwa
rencana serbuan gila seperti itu sama saja dengan bunuh diri secara konyol, dan
akan mengakibatkan kehancuran fatal. Desas-desus itu terutama difokuskan
pada bayangan yang mengerikan yang akan terjadi, apabila saat itu pesawat
sekutu menjatuhkan bom-bom kimia paling modern terhadap pasukan Jerman.
Maka nasib pasukan Jerman sudah bisa dibayangkan.
Desas-desus itu mencapai puncaknya, ketika para agitator mengumumkan
secara terbuka dari atas kapal Jerman, tentang satu-satunya jalan untuk
menyelamatkan diri dari nasib yang bakal menimpa, apabila panglima
angkatan bersenjata meneruskan rencana serbuan itu. Pada tanggal 3
November angkatan laut Jerman benar-benar mengeluarkan pernyataan
pembangkangan terhadap panglima tertinggi angkatan bersenjata. Kemudian
disusul oleh pembangkangan unit armada kapal selam pada tanggal 7
November, yang sedang berada dalam perjalanan menuju arah front Barat.
Tiba-tiba tersiar desas-desus yang lain, bahwa mereka sedang berjalan pergi
untuk melarikan diri dari misi serbuan bunuh diri yang didesas-desuskan itu.
Pada saat yang sama di Jerman terjadi kekacauan besar di berbagai pabrik
amunisi dan senjata, yang menyebabkan macetnya produksi. Sejumlah orang
keluar untuk menyebarluaskan tuntutan, agar Jerman menyerah kepada
sekutu. Perkembangan selanjutnya makin bertambah kacau dan keruh,
sehingga Kaisar Jerman terpaksa turun tahta pada tanggal 9 November 1918.
92
Kemudian segera berdiri sebuah pemerintahan Republik Sosialis. Langkah
pertama yang dilakukan adalah menandatangani gencatan senjata, hanya
beberapa hari berselang kemudian, yaitu pada tanggal 11 November 1918.
Akan tetapi, kerusuhan itu tidak juga kunjung reda. Bahkan kali ini banyak
orang bertambah sengit menentang tokoh-tokoh Republik Sosialis. Roza
Luxemburg telah memainkan kartu pentingnya, ketika ia mengajukan
persyaratan kepada pemerintahan Republik Sosialis, untuk melepas angkatan
bersenjata dan menggantikan panglimanya, sebagai imbalan untuk meredakan
kerusuhan. Namun ketika Jerman tidak lagi mengandalkan pasukan regulernya
yang mampu menumpas kerusuhan dan kekacauan, Roza Luxemburg beserta
kelompoknya kembali memihak kaum republik sosialis dan bergabung
kedalamnya. Kemudian mereka mengeluarkan pengumuman tentang revolusi
di kota Berlin pada bulan Januari 1919, dan berhasil merebut kekuasaan
bersama para pendukungnya, yang mayoritas adalah orang Yahudi. Namun
revolusi ini sempat menimbulkan dampak ke luar yang tidak disangka-sangka.
Di Moskow terjadi perpecahan tajam antara dua tokoh revolusi Komunis Rusia,
yaitu Lenin dan Trotsky. Lenin menolak mentah-mentah membantu Roza
Luxemburg, sedang Trotsky bersedia membantu dengan segala kekuatan yang
dimiliki Uni Sovyet Rusia. Penolakan Lenin itu menjadi faktor penentu bagi
perkembangan selanjutnya. Roza dan kawan-kawan Yahudinya menjadi
terisolir. Sementara kaum nasionalis Jerman bangkit untuk menyerang Roza
dan para pendukungnya. Mereka dikejar-kejar, dan terjadilah pembantaian
besar-besaran atas orang Yahudi. Seorang kolonel muda dari angkatan
bersenjata Jerman berhasil menangkap Roza beserta pembantu utamanya Karl
Lickenht. Kemudian mereka berdua ditembak mati. Kebencian terhadap unsur
semitik terus memuncak, karena mereka merupakan biang kerok yang telah
merugikan Jerman dalam perang, dan timbulnya kerusuhan besar setelah itu.
Rumah-rumah yang dihuni oleh orang Yahudi dibakar, dan ratusan ribu orang
Yahudi menemui ajal mereka, akibat dendam mendalam bangsa Jerman
terhadap mereka.
Sejak itu situasi di Jerman membuka pintu bagi fanatisme ras, dan
menghidupkan kembali teori superioritas Aryanisme, atau dengan kata lain
memunculkan Hitler dan Nazismenya. Inilah akibat peran buruk yang
dimainkan oleh pemilik modal Yahudi internasional bagi bangsa Jerman, mulai
dari angkatan lautnya, pabrik senjatanya dan perjanjian Versailles yang sangat
memberatkan Jerman. Lenin sendiri pernah mengatakan, bahwa Roza
Luxemburg adalah orang Yahudi yang bertanggungjawab atas gelombang anti
semitik yang melanda Jerman. Konspirasi sebenarnya menemukan kondisi
yang sesuai untuk menyulut api Perang Dunia II, setelah mereka lebih dulu
merancang dan menciptakan situasi itu. Ini sesuai dengan pernyataan di atas,
bahwa yang bertanggungjawab atas gelombang anti semitik di Eropa, dan
perkembangan situasi yang terus memuncak menuju pertikaian senjata secara
global adalah hasil ulah tangan kotor persekongkolan para pemilik modal
Yahudi internasional sendiri.
93
B. Masalah Palestina
Setelah Konspirasi berhasil mencapai tujuannya di Jerman, sasaran berikutnya
ditujukan kepada bumi Palestina. Mereka mengincar Palestina sebagai impian
lama yang kini hampir tiba di ambang pintu. Sebagaimana telah kita singgung
terdahulu, bumi Palestina akan dijadikan poros bagi program dan titik
pemusatan kegiatan internasional bagi Konspirasi. Hal ini bisa dimaklumi,
karena Palestina adalah pusat terpenting wilayah Timur Tengah dan Timur
Dekat. Secara geografis, Palestina merupakan jalur penghubung antara tiga
benua, yaitu Afrika, Eropa dan Asia. Di samping itu, kekayaan emas hitam
yang terdapat di wilayah itu merupakan kebutuhan dunia dalam jumlah
melimpah. Dengan demikian, politik Zionisme telah meletakkan dua sasaran
yang hendak dicapai untuk menuju ke Palestina, yaitu :
1) Memaksa negara di dunia untuk mengakui negara nasional bagi bangsa
Yahudi di Palestina, yang kemudian akan dijadikan pusat kegiatan
Konspirasi untuk meletakkan memprakarsai Perang Dunia III.
2) Menguasai seluruh sumber kekayaan alam yang terdapat di wilayah itu.
Berikut ini diketengahkan tahapan program kerja yang akan dijadikan landasan
bagi pelaksanaannya. Langkah pertama, mereka mengeluarkan deklarasi
Balfour tahun 1917 yang telah mengikat Inggris, Perancis dan Amerika Serikat
untuk mendukung berdirinya sebuah negara nasional bagi bangsa Yahudi di
bumi Palestina. Untuk melaksanakan hal itu, jenderal Allenby langsung diberi
instruksi untuk memukul mundur pasukan Turki Utsmani keluar dari wilayah
Timur Tengah dan menduduki Yerusalem. Penguasa Inggris sengaja
merahasiakan deklarasi Balfour selama masa operasi militernya, dengan
dukungan pasukan Arab nasional, pengkhianat ummat di bawah bendera
Syarif Hussein, Amir Makkah. Sedang para pemilik modal internasional pada
saat operasi militer Inggris di wilayah Palestina masih berlangsung, telah
mendesak pemerintah Inggris untuk menentukan perwakilan Organisasi
Zionisme di Palestina, dan menentukan anggota politisi Zionis untuk menjadi
anggota perwakilan itu. Tuntutan itu diajukan kepada penguasa militer Inggris
di Palestina, jenderal Crayton, dan segera dikabulkan pada bulan Maret 1915.
Politisi yang menjadi anggota perwakilan itu adalah :
􀂙 Kolonel Orampsey Rigor, yang kelak menjadi direktur Bank Standard di
Afrika Selatan, yaitu sebuah bank yang menguasai pertambangan emas
dan logam mulia lainnya di Afrika Selatan. Dan dia pula yang
mendukung dana kepada sistem politik Apartheid.
􀂙 Haim Weizman yang kelak menjadi perdana menteri Israel pertama.
Komite perwakilan Zionisme ini telah berada di Palestina sebelum diadakan
perundingan damai, bahkan sebelum Perang Dunia I usai. Hal ini
dimaksudkan untuk menciptakan momen yang tepat sebelum masalah
Palestina dibicarakan di forum mendatang, yaitu perjanjian Versailles.
Kemudian perundingan damai dimulai, dan para pemilik modal internasional
94
membuka kedok. Tampak jelaslah pengaruh mereka. Kita tidak perlu
memperjelas lagi, tapi cukup dengan menyebutkan beberapa analisa singkat.
Dalam perundingan ini, ketua utusan Amerika adalah Paul Warburg, yang
sebelumnya telah kita sebutkan sebagai wakil pemilik modal internasional di
Amerika Serikat. Ketua utusan Jerman adalah saudara kandung Paul sendiri,
Mark Warburg. Jangan lupa, Mark mewakili negara musuh sekutu yang kalah
perang. Sementara itu, Paul mewakili negara yang menang perang.
Perundingan damai seperti itu lalu menjadi perundingan pemerasan, yang
seluruh keputusan yang berbuntut jahat dan mengakibatkan timbulnya bahaya
itu bisa disetujui. Pada masalah yang berhubungan dengan Palestina, sejumlah
tokoh Zionis Inggris dalam perundingan itu meletakkan rancangan
pemerintahan perwakilan Inggris di wilayah itu, di antaranya adalah :
􀂙 Profesor Philex Frankfurner, yang kelak menjadi penasihat presiden di
Gedung Putih pada masa pemerintahan Franklin Roosevelt.
􀂙 Sir Herbert Samuel, komisioner tinggi pertama di Palestina setelah
pendudukan pasukan Inggris.
􀂙 Lushian Wolf, seorang penasihat pribadi perdana menteri Inggris Lloyd
George.
Ketika perundingan pendahuluan dimulai, penasihat khusus bagi perdana
menteri Perancis Monscour Clemenceau adalah Madell. Nama ini adalah nama
samaran. Nama yang sebenarnya adalah Rothschild, yaitu salah satu anggota
keluarga besar Rothschild. Sedang salah satu penasihat presiden Amerika
Serikat yang menjadi delegasi dalam perundingan itu adalah Mr. Morganthow,
yang putranya kelak memegang kementerian keuangan pada masa
pemerintahan Roosevelt. Telah kita sebutkan, bahwa para pemilik modal
internasional tidak segan-segan mencampakkan topeng mereka. Untuk
membuktikan hal ini, berikut ini dikutipkan beberapa kalimat yang ditulis oleh
Lushian Wolf dalam bukunya yang berjudul Steadies on The Jewish History
halaman 408 :
“Sejumlah nama politisi muncul pada perundingan perdamaian, dan yang
menandatangani perjanjian itu atas nama negara-negara Italia, Perancis dan
India adalah tokoh-tokoh Yahudi yang mewakili negara masing-masing.
Mereka adalah Baron Somito mewakili Italia, Louis Cloudes mewakili Perancis,
dan Edvin Montagio mewakili India. Mereka semua adalah orang Yahudi.
Sebaiknya baik pula untuk kita simak kata-kata beberapa penulis yang tidak
perlu kita beri komentar. Seorang sejarawan Inggris terkenal Harold Nicolon
dalam bukunya “Menciptakan Perdamaian” 1919-1944 (Making Peace 1919-1944)
halaman 44 mengatakan, bahwa Lushian Wolf minta secara pribadi kepadanya,
agar ia mau menunjukkan pendapatnya tentang orang-orang Yahudi yang
harus diberi perlindungan internasional. Dalam waktu yang sama mereka juga
harus diberi hak seperti layaknya warga negara lain, di mana pun mereka
berada.
95
Seorang penulis Perancis George Pateau dalam bukunya yang diberi judul
“Masalah Yahudi” (The Problem of the Jews) halaman 38 mengatakan :
“Tanggungjawab diberikan kepada orang Yahudi yang telah mengelilingi
presiden Amerika Serikat Wilson, perdana menteri Perancis Clemenceau dan
perdana menteri Inggris Lloyd George, dalam menyulap perundingan damai
menjadi perundingan Yahudi.” Selanjutnya perlu juga disinggung mengenai
peristiwa yang terjadi pada saat perundingan berlangsung di Paris tahun 1919,
saat presiden Wilson pada mulanya mengajukan pendapatnya yang sangat jitu.
Akan tetapi sayang, tiba-tiba ia mendapat telegram tertanggal 28 Maret 1919
terdiri dari 2000 kata, yang dikirim kepadanya secara pribadi oleh Yacob Sheiff,
wakil pemilik modal internasional di Amerika, yang telah kita sebutkan
berulang kali. Telegram itu berisi gagasan pihak yang diwakili Yacob Sheiff
mengenai 5 masalah internasional, yaitu masalah Palestina, pampasan perang
yang harus dibayar oleh Jerman, masalah Sisilia, Terusan Danring dan wilayah
Sarre (Jerman). Telegram ini telah mempengaruhi pendirian presiden Wilson,
dan membuatnya berubah pendirian, sehingga jalan perundingan dibuatnya
berputar haluan. Duta besar Perancis untuk Inggris, pada waktu itu De San
O’clear melukiskan peristiwa itu dalam bukunya mengenai politik yang kelak
ia tulis, berjudul “Jenewa menuju Perdamaian” (Jeneve Towards Peace)
menyebutkan, bahwa isi teks yang terkandung dalam perjanjian Versailles
berkenaan dengan 5 masalah itu adalah hasil rancangan Yacob Sheiff dan
orang-orang sedarahnya.
Masalah Palestina merupakan agenda pembicaraan yang paling banyak
difokuskan oleh para peserta. Sebelum gerakan Yahudi terselubung selesai
menentukan pemerintahan perwakilan Inggris di Palestina dalam perundingan
damai itu, mereka telah mengalihkan program mengenai point yang lain, yaitu
persiapan untuk merancang pecahnya Perang Dunia II. Maka isi rumusan
perundingan damai yang dibebankan kepada Jerman sangat tidak adil dan
memberatkan. Hal ini merupakan bibit-bibit ketidakpuasan di kalangan bangsa
Jerman yang kelak menimbulkan dendam nasional. Begitulah kenyataan yang
terjadi dalam peristiwa berikutnya.
Konspirasi tidak lupa untuk menoleh kepada usul mengenai pembentukan
Liga Bangsa-Bangsa (Nations League) Yang telah disahkan dalam perjanjian
Versailles. Maka tidak mengherankan kalau forum internasional ini kelak
menjadi ladang subur bagi penanaman berbagai rancangan yang dibuat oleh
Konspirasi, sekaligus menjadi kuda tunggangan bagi para pemilik modal
internasional. Oleh sebab itu, kelak tokoh Zionis kenamaan Nachom Sokolov,
kepala Komite Eksekutif Konferensi Zionisme menjadi berbangga diri dalam
badan internasional ini. Pada tanggal 25 Agustus 1952 ia mengatakan, bahwa
Liga Bangsa-Bangsa adalah hasil buah pikiran orang-orang Yahudi. Pernyataan
ini dikutip secara harfiah oleh kolonel M.H. Seen dari Amerika, dalam bukunya
“Tangan Kotor” (The Filty Hand), yang sengaja ia tulis untuk memperingatkan
bangsa Amerika mengenai bahaya Zionisme. Juga perlu kita perhatikan
pernyataan Weekham Syde, seorang pakar dalam masalah internasional dan
96
pimpinan redaksi harian besar berbahasa Inggris The Tunes. la berkali-kali
menyinggung adanya pengaruh terselubung yang dilakukan oleh para pemilik
modal Yahudi internasional. la menulis buku besar dengan judul “Selama 30
Tahun” (In the past 30 Years). Dalam halaman 301-302 ia mengatakan :
Ketika Winston Churchill mengadakan kunjungan ke tanah Palestina tahun
1921, delegasi Arab datang untuk menyambutnya. Mereka menjelaskan
kepadanya tentang ketidakadilan dan kekejaman langkah-langkah kebijakan
yang ditempuh pemerintah Inggris untuk memenuhi cita-cita Zionisme, yaitu
menguasai bumi Palestina. Mereka mengemukakan, bahwa bangsa Arab telah
mendiami bumi itu sejak ribuan tahun yang silam. Mereka minta agar
Churchill sudi mengusahakan adanya penyelesaian mengenai ketidakadilan
ini. Akan tetapi Churchill menjawab:
“Masalah itu di luar wewenang kekuasaanku, di samping aku sendiri juga tidak
setuju. Bahkan kami yakin, bahwa yang telah digariskan dalam deklarasi Balfour
ini akan lebih baik bagi kemaslahatan dunia, bagi kerajaan Inggris dan bagi
bangsa Arab sendiri. Kami akan tetap mewujudkan rencana itu.”
Tidak seorang pun bisa membayangkan, bagaimana perasaan delegasi Arab
yang mendengar jawaban Churchill itu, yang terus terang menunjukkan
keterlibatan Churchill dengan program terselubung Zionisme. Bahkan kami
pribadi (penulis) baru tahu masalah ini setelah tahun 1954, pada saat Churchill
mengadakan kunjungan ke Amerika Serikat dalam suatu pertemuan dengan
Bernard Baruch, seorang Yahudi yang memainkan pecan penting dalam politik
Amerika Serikat dari balik layar selama bertahun-tahun, pada masa
pemerintahan Roosevelt yang menjabat sebagai kepala penasihat presiden di
Gedung Putih. Pada pertemuan itu Churchill menyatakan, bahwa dia adalah
seorang Zionis, dan akan tetap sebagai orang Zionis. Mungkin ketika menjawab
delegasi Arab, Churchill masih teringat ancaman terbuka kepada Inggris, yang
dikeluarkan oleh tokoh Zionis terbesar, Haim Weizman yang dimuat dalam
majalah Gudesha edisi ke 4 tahun 1920, yang bunyinya secara harfiah sebagai
berikut :
“Kami akan tetap hidup berdiam di tanah Palestina, baik Anda mau atau tidak.
Maka langkah yang paling baik untuk Anda lakukan sekarang adalah
mempercepat proses imigrasi bangsa Yahudi ke Palestina atau memperlambat
sedikit. Namun yang paling baik bagi Anda adalah membantu kami supaya
kekuatan kami tidak berbalik menentang Anda. Kami sekarang berada dalam
barisan bersama Anda. Dan Anda semua tahu, bahwa kami punya kekuatan di
setiap penjuru dunia.”
Ancaman seperti itu bukan satu-satunya. Dalam konferensi Zionisme yang
diadakan di kota Budapest ibukota Hunggaria tahun 1919, para tokoh Zionis
peserta konferensi mengeluarkan ancaman terbuka kepada dunia. Pernyataan
yang bernada mengancam seperti itu juga datang dari Hain Weizman sendiri.
Ia mengatakan :
97
“Organisasi Zionisme kita akan memainkan perannya dalam mengatur dunia
baru pada masa pasca perang. Kitalah yang menciptakan Liga Bangsa-Bangsa,
dan kita akan berjalan di belakang program yang telah kita buat. Tujuan dan
kepentingan yang kita inginkan telah kita tentukan sebelumnya.”
Kami (penulis) menyelesaikan penulisan bab ini tahun 1944, setelah
mempelajari dokumen dan data-data yang sebelumnya kami kumpulkan. Akan
tetapi, setelah 8 tahun kemudian sesuai dengan jabatan kami dalam pemerintah
sebagai perwira inteligen rahasia, kami mendapatkan sebuah dokumen rahasia
berbahaya. Kami merasa wajib untuk menyertakan beberapa bagian dari
dokumen itu dalam bab ini, mengingat masalah ini punya arti tersendiri, yaitu
yang berhubungan dengan konferensi puncak Sidang Darurat Para Pendeta
Yahudi se-Eropa, yang diadakan di Budapest tanggal 22 Januari 1952. Berikut
ini adalah ringkasan dari dokumen tersebut yang mengandung beberapa
paragraf harfiah, yang memungkinkan kami memuatnya, yaitu :
‘Laporan dari Eropa tentang konferensi puncak Sidang Darurat Pendeta Yahudi
se-Eropa, pidato rahasia yang disampaikan oleh pendeta tertinggi Yahudi
Emanuel Robinovich tertanggal 12 Januari 1952.
Selamat berbahagia putra-putraku . . .
Kalian telah terpanggil untuk mengadakan pertemuan istimewa ini untuk
mengkaji masalah dan rancangan pokok bagi program kita yang baru, yaitu
program yang berkaitan dengan perang yang akan datang, sebagaimana yang
kalian telah ketahui. Rancangan kita semula membutuhkan tenggang waktu 20
tahun, sehingga kita mendapatkan seluruh keuntungan yang dihasilkan dari
Perang Dunia II. Akan tetapi, beberapa pertimbangan baru mengharuskan
adanya pengurangan jangka waktu 5 tahun lebih dini. Langkah-langkah yang
masih kita lakukan demi tujuan kita, sejak 3000 tahun yang lalu sekarang telah
berada dalam jangkauan tangan kita. Sebentar lagi kita pasti akan bisa memetik
buahnya, dengan syarat kita harus melipat gandakan usaha keras dengan
menggunakan pikiran dan pengalaman apa saja yang kita miliki. Kami bisa
meyakinkan Anda sekalian, bahwa beberapa tahun lagi bangsa kita akan bisa
mengembalikan posisinya di tempat paling atas di dunia. Ini merupakan hak
alami yang telah dirampas semenjak kurun waktu yang sangat panjang. Dan
hal ini akan kembali kepada kita seperti semula, sehingga setiap orang Yahudi
akan menjadi tuan, dan setiap gentile atau non-Yahudi akan menjadi budak …
(aplaus besar).
Sekarang ini, kami akan menawarkan pemikiran tentang perang mendatang.
Kalian tentu ingat keberhasilan besar mengenai program yang kita laksanakan
sejak tahun 1930. Propaganda besar-besaran yang kita sebarluaskan telah
berhasil meniupkan api kebencian di Jerman terhadap dunia Barat dan
terhadap unsur semitik. Kemudian kita juga meniupkan rasa kebencian bangsa
Barat terhadap bangsa Jerman, yang disebabkan oleh sikap permusuhan
Jerman terhadap unsur semitik. Inilah program pokok yang sekarang sedang
kita laksanakan untuk meniupkan rasa kebencian Timur terhadap Barat, dan di
98
Barat terhadap Timur. Kita akan memerangi bangsa-bangsa yang bersikap
netral untuk memaksa mereka bergabung dengan blok ini atau blok itu. Kita
tidak akan membiarkan seseorang menghalangi jalan yang kita tempuh. Untuk
mencapai tujuan awal dari program ini, kita akan menanamkan orientasi
militerisme dan naluri perang di Amerika. Akan tetapi, rancangan undangundang
yang kita ajukan kepada kongres Amerika dengan dukungan dari jaksa
agung mengenai wajib militer bagi setiap warga Amerika ternyata ditolak. Kita
mengalami kegagalan sementara. Kita akan mulai usaha baru lagi dengan
bekerja keras, untuk melemparkan tuduhan kepada pihak Uni Sovyet, bahwa
negara itu melakukan kebijakan anti semitik, meskipun terdapat hubungan erat
antara kita dan Komunisme. Kita akan mendukung dengan dana dan pengaruh
bagi organisasi yang membela unsur semitik, khususnya di Amerika. Tujuan
terakhir program ini adalah menciptakan Perang Dunia III, yang akan
mengakibatkan kehancuran total, dan pengaruh yang jauh lebih besar dari
pada seluruh peperangan yang pernah terjadi. Kita akan membuat Israel tetap
netral dalam perang ini, sehingga terhindar dari kehancuran. Setelah itu, Israel
akan menjadi tempat sidang-sidang perundingan, pengawasan dan lain-lain,
yang saat itu akan diserahi tugas untuk mengawasi bangsa-bangsa yang tersisa.
Perang inilah yang akan merupakan pertikaian terakhir dalam sejarah melawan
kaum gentiles. Kita kelak akan membuka kedok yang menutupi wajah identitas
kita yang sebenarnya di hadapan mata dunia.
Ada sebuah pertanyaan diajukan oleh salah seorang pendeta Yahudi. Saya
mohon yang mulia pendeta Robinovich menjawab pertanyaan berikut ini,
‘Bagaimanakah nasib agama-agama setelah Perang Dunia III berakhir?’ Robinovich
menjawab,
“Di sana tidak akan ada lagi agama setelah Perang Dunia III, dan tidak ada pula tokohtokoh
agama. Keberadaan agama dan tokohnya merupakan ancaman bagi kita, karena
agamalah yang mampu membuat ancaman bagi kita untuk menguasai dunia. Kekuatan
jiwa yang ditimbulkan dari iman pemeluk agama akan melahirkan sikap berani untuk
menghadapi kekuatan kita. Akan tetapi, kita akan tetap memelihara sebagian dari ajaran
agama yang bersifat lahiriah saja. Sedang agama Yahudi akan tetap merupakan
pegangan bagi setiap bangsa Yahudi, dengan satu tujuan untuk menjaga tali pengikat
antar-bangsa kita, dan sekaligus sebagai tameng untuk menghalangi orang non-Yahudi
tidak masuk ke dalam barisan kita melalui perkawinan atau lainnya.”
“Untuk mencapai tujuan akhir, bisa saja kita memerlukan cara yang menyedihkan,
seperti pernah kita lakukan pada masa Hitler, yaitu kita sendiri yang mengatur
terjadinya peristiwa penindasan terhadap sebagian bangsa kita sendiri. Dengan kata
lain, kita akan menumbalkan sebagian putra bangsa kita sendiri pada suatu peristiwa
yang akan kita atur dari belakang layar. Kita bisa mendapatkan alasan yang cukup
untuk menarik simpati dan dukungan bangsa Eropa dan Amerika, serta dunia pada
umumnya dari satu sisi. Sedang dari sisi lain, para tokoh militer yang terlibat perang,
seperti pernah kita lakukan dalam pengadilan Nurenburg (Jerman) setelah Perang
Dunia II. Tumbal itu mungkin mencapai ribuan nyawa bangsa kita, dan kita sendiri
yang akan melakukan pembunuhan terhadap mereka, agar kita bisa melemparkan
99
tuduhan terhadap pihak lain. Meskipun tumbal itu besar, namun kita tidak perlu
mengukur besar-kecilnya tumbal demi tujuan kita yang terakhir, yaitu menguasai
dunia. Anda sekalian sekarang melihat kemenangan terakhir dengan jelas, seperti
melihat gajah di pelupuk mata. Kalian akan kembali ke negara masing-masing setelah
konferensi ini untuk mengajak bangsa kita bekerja keras, sehingga akhirnya akan
sampai pada suatu saat, di mana Israel akan membuka hakikat diri yang sebenarnya
kepada dunia, sebagai tempat memancarnya cahaya yang akan menerangi seluruh
jagad.”
Sampai di sini Robinovich mengakhiri pidatonya. Komentar tidak diperlukan
lagi. Satu hal yang perlu kita singgung adalah, bahwa kongres itu menguatkan
hasil analisa kita sebelumnya, sehubungan dengan masalah anti semitik dan
Nazisme dan seterusnya, yang bisa meyakinkan kita, bahwa kekuatan di balik
layar yang diatur oleh Zionisme pada hakikatnya adalah kekuatan yang
mengeksploitasi gerakan anti semitik dengan memperalat Hitler dan
Nazismenya. Kekuatan itu pula yang sedang merancang dan mendalangi
untuk menjerumuskan dunia ke dalam Perang Dunia III. Hitler dan Nazisme
bagi orang awam belum banyak dikenal.
Banyak yang tidak memperhatikan adanya tangan-tangan terselubung di balik
peristiwa yang terjadi di Jerman, yaitu ketika para pemilik modal Yahudi
internasional mempersenjatai Nazisme, dan membangun perindustrian Jerman
setelah perjanjian Versailles. Pada saat itu Hitler menggalakkan anti Yahudi. Di
sini timbul pertanyaan, mengapa Stalin dan dunia Barat tutup mulut, ketika
melihat Jerman bangkit dan membangun militernya kembali secara besarbesaran,
yang bisa mengancam dunia Barat dan Rusia? Menurut pengamatan
yang cermat, justru Stalin sendiri telah mengadakan perjanjian kerja-sama
rahasia dengan penguasa militer di Jerman, bahkan sebelum militer berkuasa
untuk melatih dan mempersenjatai angkatan perang Jerman. Dan lagi,
beberapa lembaga keuangan Barat menyalurkan dana-dananya untuk
membiayai pembangunan industri persenjataan Jerman. Tokoh-tokoh Barat
bukan tidak tahu apa yang terjadi di balik layar di Jerman pada waktu itu, dan
kebangkitan kekuatan militernya. Kami (penulis) secara pribadi tahu akan hal
itu dengan yakin, ketika kami menghadiri konferensi perlucutan senjata yang
diadakan di London tahun 1930. Hasil studi analitis mengenai periode 1920-
1938 dalam sejarah modern yang kami lakukan menunjukkan, bahwa pemilik
modal Yahudi internasional telah memusatkan kegiatannya dalam periode ini
untuk meraih tujuan-tujuan sebagai berikut :
1) Menyalakan api Perang Dunia II, sesuai dengan program asli semenjak
dulu. Mereka berhasil.
2) Memerangi pemerintahan dan pergerakan yang memusuhi mereka di
Eropa dengan segala cara dan sarana. Dalam hal ini, mereka juga telah
berhasil dengan gemilang, seperti penyingkiran pemerintahan Asquith
di Inggris pada masa Perang Dunia I.
100
3) Memaksa Inggris, Perancis, kemudian Amerika Serikat untuk
menyetujui berdirinya sebuah negara nasional bagi bangsa Yahudi di
Palestina. Pada masa Perang Dunia I Inggris telah menjanjikan para
pemilik modal Yahudi internasional untuk mendesak Amerika Serikat
lewat organisasi Yahudi di Amerika, agar negara itu terlibat dalam
perang bersama sekutu dengan imbalan, bahwa Inggris akan membela
cita-cita Zionisme. Data-data inteligen angkatan laut menunjukkan,
bahwa peristiwa penyerbuan Jerman terhadap kapal perang Amerika,
Lusiana, kemudian tenggelam adalah sebuah peristiwa yang sengaja
dirancang sebelumnya sebagai preteks agar Amerika Serikat melibatkan
dirinya dalam Perang itu, persis penyerbuan Pearl Harbour oleh
angkatan udara Jepang tahun 1941, sehingga Amerika-Serikat ketika itu
bisa terjun dalam kancah Perang Dunia II.
Adapun naskah asli dalam perjanjian Versailles tentang nasib tanah Palestina di
bawah kekuasaan pendudukan Inggris disebutkan dalam rumusan berikut …
yaitu untuk mengubah tanah Palestina menjadi sebuah negara nasional bagi
bangsa Yahudi. ‘mengubah” menjadi “mendirikan”, dengan maksud menutupi
niat buruk bangsa Yahudi sebenarnya di seluruh wilayah itu. Maka rumusan
menjadi sebagai berikut21 :
“His Majesty’s government view with favor the establishment in Palestine of a national
home for the Jewish people, and will use their best endeavors to facilitate the
achievement of this object, it being clearly understood that nothing shall be done which
might prejudice the civil and religious rights of existing non-Jewish communities in
Palestine, of the right and political status enjoyed by Jews in any other country.”
(Pemerintah baginda raja melihat dengan tatapan belas kasih mengenai
berdirinya sebuah negara nasional bagi bangsa Yahudi di Palestina, dan akan
mengusahakan dengan segala kemampuan pemerintah kerajaan Baginda untuk
mewujudkan cita-cita ini. Sebagaimana sama-sama dimaklumi, tidak ada
langkah yang akan diambil yang kira-kira bisa menyinggung hak sipil atau
agama bagi masyarakat non-Yahudi yang ada di Palestina, atau hak dan status
politik yang dimiliki oleh Yahudi di negara lain manapun).
Dalam ulasan terdahulu telah kita bicarakan, bagaimana kekuatan Konspirasi
bisa menaklukkan arah politik seluruh negara Eropa pada masa antara Perang
Dunia I dan Perang Dunia II, yaitu politik yang ditandai dengan ketamakan
imperialisme dunia Barat dan pemerasan kekayaan terhadap bangsa lainnya di
Dunia. Begitu pula periode itu ditandai oleh adanya perpecahan blok militer
yang saling berhadapan, hingga pecahnya Perang Dunia II. Oleh karena itu,
kita tidak perlu heran, bahwa tujuan paling utama Konspirasi dari Perang
Dunia itu adalah mendirikan negara yang akan menjadi pusat kegiatan
konspirasi Yahudi terhadap bangsa lain di dunia.
21 Compton Pictured Encyclopedia, Compton & Company Chicago tahun 1959 halaman 80
101
“Kami telah berkali-kali mengatakan, bahwa yang menguasai wajah perjalanan
dunia adalah para pemilik modal Yahudi Internasional. Dan yang
menggerakan khususnya perundingan damai itu adalah Yacob Sheiff dan
kelompok Warburg serta para pemilik modal Yahudi internasional lainnya.
Satu-satunya tujuan yang hendak mereka capai adalah menguasai Eropa,
khususnya Jerman.”
C. Stalin dan Yahudi
Stalin dilahirkan di desa Gory, wilayah Georgia Rusia. Ibunya seorang pemeluk
agama Kristen Ortodoks bernama E. Catherina Gelades, dan kakeknya seorang
petani kecil. Ayahnya mula-mula bekerja di ladang, dan kemudian berpindah
profesi sebagai tukang sepatu di kota kecil Adilchanov. Meskipun ibunya
pemeluk agama yang taat, tapi ayahnya peminum minuman keras. Ibunya
terpaksa bekerja keras sebagai pencuci pakaian, agar ia bisa membiayai
anaknya mengenyam pendidikan dan menjadi pendeta. Stalin sendiri adalah
anak yang cerdas di kelas, dan akhirnya ia mendapat bea siswa dari sebuah
seminary di kota Tiflis. Namun Stalin terpaksa tidak bisa meneruskan studinya
karena sering terjadi perdebatan sengit dengan guru-gurunya. Akhirnya ia
diusir dari sekolahnya, setelah 4 tahun belajar di sana. Kemudian ia bergabung
dengan sebuah kelompok yang kala itu telah tersebar luas di seluruh Rusia.
Stalin menikah dengan Catherine Shnaindes dan mendapat seorang putra yang
diberi nama Yasha. Kelak Yasha hidup sebagai seorang mekanik listrik sampai
masa kejayaan ayahnya berakhir. Selain itu, Stalin juga punya seorang istri lain
bernama Nadia Baliova, dikaruniai seorang putra bernama Fasili dan seorang
putri lagi bernama Sevitlana. Fasili kelak menjadi marsekal udara dalam jajaran
angkatan bersenjata Rusia pada masa kejayaan Stalin. Namun sepeninggal
Stalin, Fasili termasuk orang yang disingkirkan dari arena politik oleh Nikiti
Khrouchtchev. Kemudian Fasili menghilang tanpa jejak.
Perkawinan Stalin dengan istri keduanya tidak berumur lama. Sebab, Stalin
jatuh cinta kepada seorang wanita Yahudi jelita bernama Roza Kaganovich,
yang kemudian hidup bersama tanpa ada ikatan perkawinan. Nasib Nadia
(istri pertama) berakhir dengan bunuh diri. Tindakannya yang nekad ini bukan
karena skandal asmara suaminya dengan wanita Yahudi itu, melakukan ia
menderita karena melihat suaminya melakukan kekejaman terhadap musuh
politiknya, yang sebagian besar merupakan saudara seagama Nadia, yaitu
Kristen Ortodoks, yang berbeda dari agama yang dianut oleh wanita Yahudi,
pacar gelap Stalin itu. Adapun Roza Kaganovich tidak lain adalah saudara
kandung Lazar Kaganovich, seorang tokoh Komunis terkemuka pada masa
pemerintahan Stalin, yang menjadi anggota politbiro partai Komunis Rusia, di
samping menjadi kepala pengawas industri berat. Lazer adalah orang yang
paling dekat dengan Stalin, sampai Stalin mati. Setelah Stalin mati,
pemerintahan Khrouchtchev mengadakan pembersihan besar-besaran untuk
mencampakkan sisa-sisa popularitas Stalin dan para pendukungnya dari arena
politik Rusia dengan cara kejam, seperti pernah dilakukan oleh pendahulunya,
102
Stalin terhadap lawan politiknya. Lazer Kaganovich juga berhasil
mengawinkan putranya Mikhail dengan putri Stalin Sevitlana pada tanggal 15
Juli 1951. Padahal, Sevitlana ketika itu masih berstatus istri dari salah seorang
yang konon telah menghilang beberapa hari berselang, tanpa diketahui ke
mana ia pergi. Sedang Stalin sendiri kemudian mengawini Roza, setelah
istrinya mati bunuh diri. Dengan demikian, Stalin telah hidup dalam
lingkungan keluarga Yahudi. Sebab, istrinya adalah Yahudi, menantu lakilakinya
adalah Yahudi, dan saudara kandung istrinya yang sekaligus sahabat
karib Stalin adalah juga Yahudi. Bukan hanya sampai di sini. Wakil perdana
menteri dalam pemerintahan Stalin yang merangkap menteri luar negeri, yaitu
Molotov juga beristrikan wanita Yahudi. Istri Molotov ini adalah adik kandung
pemilik modal Yahudi internasional di Amerika Sam Carb, yang mewakili
perusahaan impor-ekspor, berpusat di negara bagian Connecticut. Sedang putri
Molotov adalah tunangan putra Stalin sendiri, Fasili.
Demikianlah yang kita lihat. Politbiro akhirnya dipegang oleh tangan-tangan
satu keluarga. Ini merupakan akibat wajar dari filsafat atheisme dalam bentuk
komunisme, yang pada dasarnya merupakan anak yang lahir dari kandungan
kehidupan lingkungan ghetto Yahudi di Eropa Timur. Oleh karena itu, tidaklah
mengherankan kalau kenyataan ini merupakan sisi gelap dari perkembangan
mendasar yang terjadi di Rusia, dan dunia komunisme umumnya, sampai
Stalin meninggal dunia. Perkembangan ini ditandai dengan publikasi tentang
kejahatan Stalin, dan pembantaian kaum tani yang dilakukannya. Mesin
propaganda Komunis sebelumnya telah berusaha menggambarkan, bahwa
kaum tani adalah pendukung terkuat sistem Komunisme. Dan faham
Komunisme masih akan terus berubah dan berkembang di seluruh dunia.
Pada mulanya Stalin adalah sosok yang dilahirkan oleh situasi. la muncul
menjelang pecah revolusi Oktober 1917, pada saat tokoh-tokoh senior masih
terkungkung dalam sel-sel penjara Czar. Pada masa pemerintahan Lenin, Stalin
belum memainkan peran berarti dalam partai Komunis Rusia, kecuali hanya
beberapa saat ketika Lenin dalam keadaan sakit. Stalin maju ke barisan
terdepan setelah terjadi perselisihan tajam antara dia dan Trotsky. Maka sejak
Trotsky bisa disingkirkan, Stalin terus berkuasa sebagai diktator Rusia tanpa
tertandingi sampai matinya. Tahap kenaikan bintang Stalin dalam
kepemimpinan Komunis Rusia dimulai ketika Lenin jatuh sakit bulan Mei 1922,
yaitu ketika sebuah dewan yang terdiri dari Stalin, Zenoviev, Kaminiev,
Trotsky dan Bochorin meneruskan kepemimpinan Komunis Rusia. Kemudian
penyakit Lenin tidak bisa disembuhkan, yang akhirnya menyebabkan
kematiannya. Zenoviev dan Kaminiev merupakan tangan kanan Lenin sejak
awal kekuasaan Lenin, sehingga mereka berdua memandang dirinya sebagai
pewaris yang paling layak untuk meneruskan kepemimpinan Lenin. Trotsky
dalam bukunya yang berjudul Lenin pada halaman 37 dan 48 menyebutkan,
bahwa Zenoviev diperlakukan oleh Stalin seperti budak, sedang Kaminiev
sering dihina. Trotsky memandang Zenoviev dan Kaminiev sebagai saingan
yang mengancam kedudukannya, setelah Lenin meninggal dunia. Sementara
103
itu, Stalin memandang Trotsky dengan pandangan curiga, karena sikapnya
yang meragukan terhadap Stalin.
Zenoviev bagi kalangan atas partai Komunis Rusia dipandang sebagai calon
kuat untuk menggantikan Lenin. Pada kongres partai Komunis ke 12 ia diminta
menyampaikan pidato pembukaan menggantikan Lenin yang sedang sakit.
Lenin sendiri sudah menyatakan tidak mampu menyampaikan pidato
sambutan seperti biasanya. Kesempatan emas ini dimanfaatkan oleh Stalin dan
bukan Zenoviev yang menggantikan Lenin. Setelah sidang ditutup, Stalin
meraih kekuasaan dan kedudukan tinggi atas partai Komunis bersama kawankawannya,
hingga pada saat Lenin meninggal dunia tahun 1924. Pada bulan
April 1925 Stalin berhasil menyingkirkan Trotsky dari jabatannya sebagai
komisioner rakyat dalam urusan penahanan atau kementerian penahanan.
Setelah itu, Zenoviev disingkirkan pula dan digantikan oleh Bovadin, Rikov
dan Tomsky. Sedang Zenoviev dan Kaminiev ketika itu bergabung dengan
Trotsky untuk membentuk gerakan oposisi menentang Stalin. Akan tetapi,
langkah ini datangnya terlambat, sehingga mereka mendapat pukulan balik
dari Stalin. Pada bulan Februari 1926 Stalin berhasil menyingkirkan Zenoviev
dari politbiro, kemudian dari kepemimpinan Rusia di Leningrad, dan terakhir
dari kepemimpinan rakyat. Lalu datanglah giliran bagi Kaminiev dan Trotsky
pada bulan Oktober 1926. Mereka berdua disingkirkan dari politbiro oleh
Stalin. Pada tahun berikutnya Stalin benar-benar telah menyingkirkan lawanlawan
politiknya dari komite sentral partai Komunis Rusia. Tahun 1927 Trotsky
berusaha mengadakan pembangkangan yang terakhir kalinya dengan
melemparkan tuduhan, bahwa Stalin telah menyalahi garis ideologi Marxisme
yang benar, dan menciptakan diktatorisme keluarga di Rusia. Stalin membalas
tuduhan itu dengan tindakan sangat kejam, dengan mengadakan pembersihan
besar-besaran yang menumbalkan ratusan ribu orang mati, dan ribuan lainnya
dibuang ke Siberia. Ini diungkapkan oleh Khrouchtchev di kemudian hari.
Stalin telah melakukan pembersihan terhadap para tokoh Komunis senior
Yahudi dan para tokoh proletar generasi pertama yang mencetuskan revolusi
Komunis. Di antara mereka yang terkenal tindakan Stalin itu yang berupa
penahanan, pembuangan dan hukuman mati adalah Trotsky, Zenoviev,
Kaminiev, Martinov, Zalolich, Martov dan lain-lain. Dengan demikian, secara
langsung Stalin telah bebas dari lingkungan orang-orang Yahudi senior pada
akhir hayatnya, kecuali istrinya Roza Kaganovich dan kakak iparnya Lazar
Kaganovich. Hasil studi analitis menunjukkan, bahwa dalam pembersihan
yang dilakukan Stalin pada akhir masa hidupnya terdapat adanya hubungan
rahasia dengan kekuatan terselubung, yang di dalamnya terdapat para tokoh
senior Yahudi Komunis Rusia. Ini menunjukkan, bahwa kekuatan terselubung
itu tidak mempertimbangkan adanya tumbal orang Yahudi atau bukan, selama
semua itu akan mendatangkan keuntungan materi bagi mereka. Peristiwa demi
peristiwa itu sebenarnya merupakan rancangan untuk membuka jalan
timbulnya perang ekonomi global, dengan menjadikan dunia sebagai arena
pertarungan pada masa sebelum Perang Dunia II. Perang ekonomi itu
104
memberikan bukti nyata, yang menunjukkan adanya hubungan konspirasi
antara Stalin dengan kekuatan terselubung. Tujuan yang hendak dicapai oleh
kekuatan terselubung sejak Perang Dunia I usai adalah :
1) Mempersiapkan pecahnya Perang Dunia II, seperti telah kita bahas.
2) Menguasai sumber kekayaan bangsa-bangsa gentiles, yang merupakan
tujuan mereka sejak dulu.
Jelaslah kiranya, bahwa untuk menopang tujuan pertama, Konspirasi dituntut
untuk mencapai dua faktor utama. Pertama adalah faktor psikologis dengan
membawa dunia dan Eropa kepada perang, dan meniupkan rasa permusuhan
dan kebencian antar-bangsa, seperti telah kita bicarakan terdahulu. Faktor
kedua adalah menciptakan perimbangan antara blok militer yang saling
berhadapan dalam perang. Ini merupakan jalan pokok menuju pecahnya
perang, karena negara sekutu yang keluar sebagai pemenang dalam Perang
Dunia I, yaitu Amerika, Perancis dan Inggris jauh lebih kuat dibanding dengan
Jerman yang kalah perang, dan menderita luka parah luar-dalam. Maka sebagai
pijakan logis untuk mewujudkan perimbangan kekuatan yang ada, lebih dulu
harus mempersenjatai dan membangun Jerman kembali beserta negara yang
akan dijadikan sekutu oleh para pemilik modal Yahudi internasional. Pada saat
yang sama, negara sekutu yang lebih kuat lebih dulu harus dilemahkan pada
tingkat yang diperlukan. Di samping itu, para pemilik modal Yahudi
internasional mencurahkan dananya dalam bidang industri persenjataan, agar
bisa mengalihkan potensi ekonomi negara yang bersangkutan kepada produksi
senjata, sampai pada masa yang diperlukan. Tidak mengherankan kalau setelah
Perang Dunia I, negara Barat yang tergabung dalam sekutu bersama Stalin
menutup mulut atas kebangkitan militer Jerman dan pembangunan kembali
negara itu, sehingga melahirkan Hitler dan Nazismenya. Sebagai kekuatan
besar dan makin kuat, Jerman mampu menaklukkan dan menduduki Swedia
dan Austria, serta beberapa negara Eropa lainnya. Sementara itu, Konspirasi
terus mencurahkan perhatiannya untuk mengeruk keuntungan dari bangsabangsa
yang bertikai, sebagai pelaksana dari perang ekonomi global yang
dirancang oleh Konspirasi.
Perang ekonomi global ini dimulai dari tahap percobaan antara tahun 1922
sampai 1925 dengan taktik tradisional. Para pemilik modal Yahudi
internasional membanjiri pasar modal negara-negara yang menang perang dan
negara-negara netral dengan saham, kredit dan investasi secara besar-besaran,
sehingga menimbulkan kenaikan harga barang dan meningkatkan produksi
serta kegiatan bisnis. Setelah itu, dana, saham dan investasi yang ada dalam
bursa internasional tiba-tiba ditarik kembali, sehingga menimbulkan krisis
ekonomi drastis dan dahsyat pada tahun 1925. Nilai mata uang merosot
seketika, Selanjutnya saham yang telah ditarik itu dilempar kembali ke pasar
modal dalam bentuk pinjaman dan transaksi, dan nilai mata uang kembali
normal. Dan para pemilik modal Yahudi internasional meraih keuntungan
besar. Para pemilik modal Yahudi Internasional merasa yakin akan
105
keberhasilan percobaan perang ekonomi tersebut di atas. Dengan berpijak pada
percobaan itu, mereka mengambil langkah penting dalam perang ekonomi
besar tahun 1930, yang mengakibatkan krisis ekonomi yang melanda hampir
seluruh dunia, yang dikenal dalam sejarah dengan sebutan Krisis Ekonomi
Dunia. Perang ekonomi ini bisa terlaksana berkat bantuan Stalin, sesuai dengan
kesepakatan rahasia. Maka jelaslah bukti yang menunjukkan adanya
persekongkolan antara Stalin dengan para pemilik modal Yahudi internasional.
Operasi perang ekonomi ini dimulai dengan penolakan para pemilik modal
memberikan dana kepada perusahaan perkapalan dan pelayaran Amerika dan
Eropa Barat pada umumnya. Sedang perusahaan perkapalan dan pelayaran
Jerman, Jepang dan Italia mendapat dana besar-besaran dan fasilitas dari
mereka. Di tiga negara itu tumbuh industri perkapalan, dan banyak orang
memonopoli dan merajai pelayaran Taut di seluruh dunia. Dan yang menjadi
perhatian khusus bagi para pemilik modal Yahudi internasional adalah kapalkapal
barang pengangkut peti daging yang dieskan, dan biji-bijian Amerika
dan Eropa Barat menjadi terbengkalai tanpa bisa dioperasikan. Sementara itu,
kapal Jepang, Jerman dan Italia berlayar dengan leluasa mengangkat berbagai
jenis muatan.
Operasi berikutnya adalah lembaga keuangan dan bank-bank besar beserta
cabang-cabangnya menolak untuk memberikan kredit dan pinjaman bagi
pemasaran biji-bijian dan daging yang telah dieskan atau kalengan dan
asuransi produksinya di Amerika dan Eropa pada umumnya. Barang-barang
tersebut menumpuk dalam gudang tanpa bisa dipasarkan. Pada saat yang
sama, di negara yang dibanjiri barang-barang itu oleh para pemilik modal
internasional, harga barang turun drastis. Daging-daging itu berasal dari
Australia dan Argentina, sedang biji-bijian Rusia dijual kepada para pemilik
modal internasional dengan harga sangat murah, sehingga para petani Rusia
dengan sistem kolektif mengalami beban berat, khususnya para petani
Republik Ukraina di Uni Sovyet. Hal inilah yang menimbulkan kerusuhan
berdarah dan bahaya kelaparan yang melanda seluruh wilayah Republik
Ukraina.
Kenyataan di atas merupakan bukti yang kelak secara terbuka diakui sendiri
oleh Nikita Khrouchtchev dalam konferensi umum partai Komunis Rusia,
dimana Nikita dengan sengit menyerang politik Stalin, dan membeberkan
kebijakannya atas penjualan hasil biji-bijian Rusia kepada lembaga keuangan
internasional dengan harga sangat rendah, sehingga para petani Rusia
mengalami kerugian besar dan dilanda kelaparan. Kecuali itu, Nikita juga
berbicara tentang pembantaian yang dilakukan oleh Stalin pada masa
pemerintahannya. Akibatnya, perekonomian Amerika dan Eropa ambruk,
khususnya dibidang produksi pertanian dan peternakan. Barangkali Stalin
mengharapkan pecahnya revolusi Komunis di Eropa Barat yang ditimbulkan
oleh krisis ekonomi perubahan sosial dan gejolak politik. Namun peristiwa
berikutnya menunjukkan kesalahan dan keluguan perhitungan Stalin,
sebagaimana dilukiskan oleh Nikita. Sedang para pemilik modal internasional
106
adalah pihak yang berhasil mencapai tujuannya, yaitu menciptakan krisis
ekonomi global di Amerika, Eropa dan dunia penghasil biji-bijian dan daging.
Dengan demikian, krisis ekonomi, sosial dan politik berkembang mewarnai
kehidupan dunia secara umum. Kredit bank, sertifikat tanah, nota bank dan
lain-lain yang dijadikan jaminan pada lembaga keuangan segera berpindah
tangan kepada para pemilik modal internasional. Semua itu berkat kebijakan
yang ditempuh Stalin dalam konspirasinya bersama mereka.
Selanjutnya kondisi mencekam seperti itu menyebabkan lembaga keuangan
kecil terpaksa gulung tikar, di samping mengakibatkan timbulnya kerusuhan
dan dekadensi moral di mana-mana. Masalah ini tidak menjadi pertimbangan
bagi para pemilik modal selama mereka mendapat keuntungan besar. Stalin
telah berspekulasi dengan permainan berbahaya, dan menghancurkan nilainilai
manusiawi di kalangan rakyatnya sendiri.
Untuk mengetahui lebih jelas lagi tentang langkah-langkah setan yang
merancang krisis ekonomi dunia, kita perlu menengok kembali peristiwa
menjelang meledaknya krisis besar ini pada tahun 1929 sampai 1930. Amerika,
Eropa dan negara lain penghasil biji-bijian dan ternak mengalami kelesuan
ekonomi yang sangat parah. Barang hasil produksinya terpaksa tertimbun
dalam gudang, atau terbengkalai dalam kapal, tanpa bisa dikirim ke luar negeri
untuk dipasarkan. Pada saat yang sama bahaya kelaparan melanda berbagai
negara, termasuk negara penghasil biji-bijian dan daging itu sendiri. Sedangkan
Jerman, Jepang dan Italia telah mendapat kesempatan emas untuk mengeruk
keuntungan besar dari krisis ekonomi itu. Kapal mereka bisa leluasa
mengangkut ke pasaran bebas. Orang bisa bebas membeli dan menjual barangbarang
Jepang dengan harga yang bersaing. Dalam waktu relatif singkat ketiga
negara tersebut telah kembali berotot dan bisa membusungkan dadanya di
hadapan bangsa lain di dunia.
Akibat dari krisis besar dunia ini macam-macam. Franklin Roosevelt di
Amerika muncul dengan politiknya yang terkenal itu, yaitu beranjak dari
pengalihan investasi modal nasional Amerika ke dalam bidang industri, dan
membiarkan sebagian tanah pertanian tidak digarap dengan imbalan ganti rugi
yang diberikan kepada para pemiliknya. Roosevelt berhasil dengan rencana
politiknya itu, sehingga ia memenangkan pemilihan umum di Amerika. Krisis
ekonomi yang melanda Amerika bisa diakhiri dari satu sisi. Dari sisi lain,
investasi modal nasional Amerika bisa dialihkan ke dalam industri yang segera
berubah lagi menjadi industri persenjataan perang sejak meletusnya Perang
Dunia II.
Sebagaimana kita lihat, tujuan pokok para pemilik modal internasional adalah,
pertama mewujudkan perimbangan ekonomi antara Eropa dan Amerika di satu
pihak, dan Jerman, Italia dan Jepang di pihak lain. Masing-masing pihak dipacu
untuk mengalihkan industrinya ke bidang produksi persenjataan, untuk
mempersiapkan perang yang benar-benar akan menjadi kenyataan. Sedang
107
tujuan kedua adalah untuk sedapat mungkin menguasai kekayaan lain bangsa.
H al ini sudah mereka capai.
Krisis besar ini tampak mereda antara tahun 1931-1932, dan muncul lagi tahun
1933. Hal ini terjadi, karena para pemilik modal internasional melemparkan
modalnya secara besar-besaran ke pasaran internasional yang memungkinkan
lahirnya transaksi baru. Pemasaran dan barter barang diborong oleh para
pemilik modal itu dengan harga sangat rendah. Adapun Stalin, ia telah gagal
menyalakan api revolusi Komunis di Eropa Barat. Stalin sendiri akhirnya
mengakui, bahwa ia adalah pihak yang dirugikan dalam persekutuan
rahasianya dengan para pemilik modal internasional. Mungkin inilah yang
menyebabkan timbulnya perselisihan terselubung antara keduanya, yang
tanda-tandanya tampak jelas pada tahun 1936. Dunia saat itu belum menyadari,
bahwa krisis ekonomi besar itu pada hakikatnya adalah awal dari rancangan
menuju Perang Dunia II. Juga tidak banyak orang menyadari, bahwa semua itu
terjadi karena ulah Konspirasi Internasional dengan jerat-jerat perangkap yang
sengaja dipasang.
108
VIII. HITLER DAN PERISTIWA YANG
MENYEBABKAN PECAHNYA PERANG DUNIA
II
Kita sampai pada tahap baru dalam sejarah umat manusia yang punya anti
tersendiri bagi generasi sekarang. Tahap ini merupakan lembaran dunia baru
dari akibat yang langsung kita rasakan. Yaitu tahapan yang dimulai sejak pra
Perang Dunia I sampai Perang Dunia II.
Pada bab terdahulu sudah kita bicarakan tentang kondisi dunia dan tentang sisi
gelap politik Eropa. Telah diketengahkan, bagaimana para pemilik modal
internasional mengembalikan kekuatan militer dan industri Jerman, tanpa ada
reaksi dari Stalin dan dunia Barat di tengah-tengah bahaya yang terus
meningkat. Kita jelaskan pula sebab dan latar belakang yang membuat Stalin
mengambil kebijakan untuk melatih dan mempersenjatai para perwira
angkatan bersenjata Jerman mendatang. Data-data itu telah lama diketahui oleh
agen-agen rahasia di seluruh dunia. Juga kegiatan lembaga keuangan besar di
Eropa dan Amerika yang telah memberikan kredit besar-besaran kepada
industri Jerman yang Sedang bangkit itu, untuk membuka jalan bagi lahirnya
militerisme Jerman di bawah pimpinan Hitler. Namun kita harus tahu, bahwa
faktor yang sebenarnya menaikkan bintang Hitler dan suhu kondisi Eropa
adalah sisi gelap dari kondisi politik yang ada antara tahun 1924-1934.
Bangsa Jerman keluar dari perang penuh dengan kepahitan, dan perjanjian
Versailles menjerat Jerman dengan rantai berupa kewajiban negara yang kalah
perang dan kekacauan sosial melanda negara itu, serta sistem pemerintahannya
runtuh berkeping-keping, betapa pun bangsa Jerman dikenal sebagai bangsa
yang ulet dan rajin bekerja. Kepedihan itu makin bertambah dengan
meningkatnya kekacauan dan penghinaan yang dilontarkan oleh negaranegara
sekutu yang Jerman tidak mampu membalasnya. Marah dan dendam
terus ditahan, sambil melihat dengan berat kenyataan yang ada di hadapannya.
Mayoritas bangsa Jerman tahu, bahwa angkatan bersenjatanya belum kalah
perang. Jerman belum menyerah, bahkan bisa dikatakan lebih mendekati
kemenangan. Jerman lah yang melakukan penyerbuan dari segala penjuru
tahun 1918, yaitu pada akhir Perang Dunia I. Dengan kata lain, Jerman pada
masa akhir perang itu masih tetap merupakan pihak yang mengambil prakarsa.
Akan tetapi, Jerman ditikam dari belakang oleh kelompok Yahudi, yang
membuat onar dan kekacauan dalam jajaran angkatan bersenjata Jerman, dan
bergabungnya Amerika ke dalam barisan sekutu dari faktor luar.
Kepemimpinan Roza Luxemburg beserta para pendukung Yahudinya dari
partai Komunis Jerman, peran kaum Komunis yang membuat kekacauan di
Jerman, disusul dengan pemberontakan Komunis, semua itu merupakan
kenangan abadi yang pahit bagi Jerman, bahwa orang Yahudi di mata mereka
adalah sekutu musuh Jerman.
109
Perjanjian Versailles muncul pada saat kondisi psikologis, politik dan sosial
dalam keadaan tidak menentu, penuh dengan dendam kesumat yang
dieksploitasi oleh para pemilik modal internasional, yang akhirnya semua itu
dapat terungkap. Semangat anti Yahudi tumbuh subur mewarnai aspirasi
nasional bangsa Jerman secara menyeluruh.
A. Faktor Ekonomi
Bukan hanya rakyat jelata Jerman yang mengalami perasaan seperti itu. Para
cendekiawan khususnya di kalangan pemerintahan, dan para ahli ekonomi itu
juga merasakan hal itu. Akan tetapi, perhatian mereka dicurahkan ke masalah
vital lainnya, yaitu masalah ekonomi. Mereka menyadari adanya jurang yang
membuat Jerman terperosok kedalamnya, setelah para pemilik modal
internasional menguasai perekonomian negara itu, sehingga Jerman secara
ekonomi menggantungkan diri kepada kredit luar negeri, yang ada
hubungannya secara langsung dengan lembaga keuangan internasional lewat
bank negara-negara besar. Para cendekiawan dan politisi Jerman bukan tidak
tahu adanya bahaya hutang-piutang semacam itu yang mencekik leher, ibarat
tangan ikan gurita yang melilit mangsanya sedikit demi sedikit yang akhirnya
bisa mematikan itu. Bunga kredit itu, dan bunga dari bunganya senantiasa
bertambah terus menerus, yang akhirnya berkembang menjadi berlipat ganda
dari kredit semula. Untuk membayar kredit itu pemerintah terpaksa menaikkan
pajak yang dikenakan pada rakyatnya dari hasil pertanian, industri,
perdagangan dan income nasional. Dengan kata lain, arti kredit itu tidak lain
adalah perbudakan nasional bagi seluruh rakyat.
Melihat kenyataan seperti itu, para cendekiawan dan politisi Jerman menyadari
bahaya cekikan perekonomian negara. Mereka segera mengadakan
kesepakatan untuk mencari jalan keluar, yang bisa menyelamatkan Jerman dari
ancaman bahaya di atas. Dengan demikian, iklim pembebasan krisis ekonomi
telah lahir untuk menyambut setiap langkah yang bisa menyelamatkan Jerman
bersama rakyatnya. Muncullah Hitler dengan Nazismenya yang menyerukan
kebangkitan Jerman dalam segala aspek kehidupan termasuk membebaskan
diri dari ikatan pihak asing, dan mencetak mata uang sendiri, tanpa bergantung
pada kredit. Ia segera mendapat dukungan penuh dari bangsa Jerman. Langkah
pertama yang dilakukan adalah mengatur income nasional, sumber daya alam
Jerman, industri, pertanian dan kekayaan alam untuk kepentingan bangsa,
demi terwujudnya self-reliance atau berdikari.
Langkah ini pada dasarnya merupakan ungkapan nyata yang mewakili aspirasi
bangsa Jerman, dan tuntutan mereka. Oleh sebab itu, sambutan mereka ibarat
api yang menyambut bensin. Nazisme naik pada tingkat kekuatan politik
paling atas yang terorganisir dengan baik. Pendukungnya terdiri dari unsur
pemuda, para tokoh intelektual dan para politisi, yang secara serentak
menghendaki Jerman muncul kembali sebagai kekuatan dunia yang harus
diperhitungkan. Kehadiran Adolf Hitler di atas pentas percaturan politik
110
Jerman merupakan tokoh penuh dinamika, yang mampu merebut simpati
segenap lapisan masyarakat Jerman. Ditambah dengan keberhasilan Mussolini
dan Fasismenya di Italia yang terus berjaya menunjukkan kekuatannya, dan
munculnya beberapa tokoh diktator di Eropa merupakan faktor yang
mendorong Hitler dan Nazismenya bangkit dan menguasai Eropa.
Melihat perkembangan di Jerman, para pemilik modal internasional mengatur
siasat setan. Meskipun sasaran Hitler ditujukan kepada orang Yahudi, namun
para pemilik modal internasional justru mendorong seruan nasionalisme
ekstrem Nazi dan pembangunan ekonomi, yang digalakan oleh Hitler. Dan
lagi, setelah Hitler naik daun, para pemilik modal internasional bersedia
menarik beban kredit yang memberatkan Jerman, dan merelakan hutang
pampasan perang yang ditolak oleh Hitler. Bahkan mereka memberikan
pinjaman lunak kepada Hitler untuk proyek industri dan perdagangan Jerman.
Mereka kemudian mendesak Stalin dan dunia Barat untuk tutup mulut atas
kebangkitan militer Jerman secara besar-besaran dari waktu ke waktu. Dalam
masalah ini, banyak pengamat sejarah dunia belum menemukan jawaban,
mengapa Stalin dan dunia Barat tinggal diam di hadapan Fuhrer Adolf Hitler,
yang pada awal perjalanannya masih sangat lemah, yang bisa di hancurkan
cukup hanya dengan kekuatan militer Perancis atau Inggris sendiri.
Kegelapan politik saat itu, kenapa para analis, para sejarawan dan para penulis
tidak mempersoalkan perjalanan sejarah, yang membuat Eropa tidak
mengambil tindakan terhadap langkah agresif Hitler, mulai dari pembatalan
perjanjian Versailles, penolakan untuk membayar pampasan perang,
membangun kembali militer Jerman, pendudukan atas wilayah Ruhr untuk
dijadikan kawasan industri persenjataan Jerman, pendudukan Swedia,
penyerbuan terhadap Czekoslovakia, aneksasi Austria ke dalam wilayah
Jerman, dan seterusnya? Keberanian Hitler telah menaikkan namanya dan
Nazisme, baik di dalam maupun di luar Jerman. Hitler telah keluar sebagai
kekuatan yang membuat bulu Roma negara-negara besar berdiri. Sementara
itu, para pemilik modal Yahudi internasional terus membukakan peluang bagi
Hitler, dan mengeluarkan dana besar-besaran secara terselubung, serta
merancang pembunuhan terhadap sejumlah besar putra-putra Yahudi dengan
meminjam tangan Hitler sebagai kambing tebusan (scape goat). Peristiwa ini
kelak dijadikan propaganda untuk menuntut ganti rugi atas kematian mereka.
Ini adalah bagian dari program jangka panjang, untuk membuka jalan bagi
pecahnya Perang Dunia II.
Hitler mendapat kenangan gemilang pada saat Jerman sebenarnya masih
dalam keadaan lemah, belum memiliki kekuatan militer yang memadai. Baru
kemudian Hitler membangun angkatan bersenjatanya yang bisa diandalkan. Ia
terpaksa membuka hubungan dengan golongan aristokrat militer Jerman
golongan Arya’, yang dikenal oleh dunia dengan sebutan Junkers. Mereka
inilah golongan yang memegang kendali kekuatan militer Jerman sejak
beberapa generasi yang lalu. Maka timbullah Perselisihan intern di kalangan
111
Nazi sendiri, antara golongan moderat yang ingin membangun Jerman dengan
memperkuat sendi-sendinya, dan golongan ekstrim yang punya hubungan
dengan golongan aristokrat militer, penganut faham Karl Reiter yang ingin
mendirikan negara Jerman Tulen yang berdasarkan faham supremasi ras Arya,
untuk menguasai seluruh Eropa dengan kekuatan tangan besi.
Banyak analis sejarah yang membahas masalah pertikaian intern dalam tubuh
Nazi. Begitu pula media massa dan pergerakan politik sering
membicarakannya, namun mereka tidak menyinggung sebab-sebab mendasar
yang melatarbelakangi pertikaian ini. Hitler sendiri sebenarnya tidak memihak
kepada golongan ekstrim, seperti sering disebut oleh beberapa penulis. Ia tetap
bersikap netral tanpa memihak kepada golongan ekstrem, seperti sering
disebut oleh beberapa penulis. Ia tetap bersikap netral tanpa memihak kepada
salah satu pihak yang berselisih sampai tahun 1936, ketika peristiwa demi
peristiwa yang terjadi akhirnya menempatkan Hitler menganut garis moderat.
Ini terlihat jelas dari usaha yang dilakukan untuk mencoba mengadakan
persahabatan dengan Inggris, dan berusaha menjauhi benturan dengan pihak
gereja dan para penganut Kristen secara umum. Tindakan Hitler yang sangat
berani adalah menutup The Grand Eastern Lodge di Jerman, yang merupakan
sarang Free Masonry, mirip dengan The Grand Eastern Lodge yang terdapat di
kota besar Eropa lainnya yang dikuasai oleh para pemilik modal internasional.
Meskipun perkumpulan The Grand Eastern Lodge di Jerman melarang orang
Yahudi menjadi anggotanya, namun faham atheisme yang terdapat dalam
perkumpulan itu bukan tidak lebih berbahaya daripada prinsip para pemilik
modal Yahudi internasional. Nazisme merupakan salah satu bentuk atheisme
yang mentuhankan negara Jerman. Seluruh dunia harus tunduk kepada Jerman
dengan kekuatan, dan membangun kebudayaan supremasi ras Arya Jerman.
Di tengah-tengah perselisihan antar-kelompok dalam Nazi, pribadi Hitler bagi
kelompok moderat merupakan sosok pimpinan baru dan bapak pembangunan
Jerman. Bagi kelompok ekstrem, Hitler adalah seorang Fuhrer bagi Jerman, dan
seorang pimpinan bangsa Arya. Sedang Hitler sendiri berusaha menjauhkan
diri dari pelukan golongan aristokrat militer Aryan, yang bagi Hitler sendiri
tidak dibutuhkan, karena ia mampu membangun militer Jerman tanpa harus
minta bantuan mereka. Hitler yakin, bahwa satu-satunya jalan untuk
mewujudkan perdamaian, dan memberikan pukulan mematikan kepada para
pemilik modal Yahudi internasional itu adalah mengadakan persekutuan
dengan negara super power di Eropa pada saat itu, yaitu Inggris. Maka, arah
politik Hitler ditujukan kepada persekutuan sejenis itu. Antara tahun 1933-1936
Hitler selalu berusaha mengadakan hubungan dengan Inggris, agar bisa
membentuk persekutuan bersama. la mempunyai tekad seperti itu sejak masih
dalam bukunya yang diberi judul Perjuanganku. Katanya, “Seandainya aku
diminta untuk membela kerajaan Inggris dengan kekuatan, pastilah permintaan
itu akan kukabulkan dengan senang hati”. Hitler kurang jeli, bahwa usaha
untuk mencapai keinginan seperti itu terhalang oleh dua kendala besar, yaitu :
112
1) Para pemilik modal internasional tahu, bahwa dukungan bagi
kebangkitan dan militerisasi Jerman yang digalakan oleh Hitler akan
membuka jalan bagi pecahnya perang yang mereka rancang
sebelumnya. Di lain pihak, Hitler punya beberapa sasaran utama yang
akan dituju dalam persekutuannya dengan Inggris, di antaranya
mengenyahkan orang-orang Yahudi sampai ke akar-akarnya.
2) Golongan aristokrat militer Aryan di Jerman, yang dari para sejarawan
mendapat julukan “Para Pialang Perang Nazi”, tidak mau berkompromi,
kecuali demi kekuasaan Jerman atas seluruh Eropa, dan membangun
kebudayaan yang berpijak pada supremasi bangsa Arya Jerman.
Dengan demikian, kedua kekuatan itu telah sepakat dalam satu hal, yaitu
mencegah Hitler untuk mengadakan perjanjian persekutuan dengan Inggris,
dan mencegah Jerman dari setiap upaya untuk tidak terlibat dalam perang
yang akan datang. Oleh karena itu, usaha Hitler untuk mengadakan hubungan
dengan Inggris berkali-kali mengalami kegagalan. Pihak golongan Nazi
ekstrem menjadi jengkel melihat Hitler selalu berusaha berjalan melawan arus
yang ditempuh oleh golongan aristokrat militer Jerman. Akhirnya sebuah
persekongkolan berusaha untuk membunuh Hitler, tetapi gagal. Usaha
pembunuhan kedua terjadi tahun 1936, karena Hitler berusaha lagi
mengadakan perjanjian persekutuan dengan Inggris. Tujuannya untuk
menghadapi kekuatan para pemilik modal Yahudi internasional, bahaya
Komunisme di Eropa dan untuk menghindari perang yang sudah terasa segera
akan pecah. Usaha Hitler untuk mengadakan perjanjian persahabatan dengan
Inggris yang terakhir dilakukan bulan Januari 1936 di Berlin, ibukota Jerman.
Inggris diwakili oleh Lord Lowend, sedang Jerman oleh Hitler sendiri dan
tangan kanannya Goering dan menteri luar negerinya Von Reintrop. Kita perlu
mengetahui masalah ini lebih luas, karena ini merupakan titik perubahan sikap
Hitler yang menyentuh perkembangan kondisi Jerman secara keseluruhan.
Untuk itu, kita perlu menelaah buku karya Lord Lowend yang diberi judul Kita
dan Jerman (We are and Germany), dan menengok kembali artikel yang dimuat
oleh harian The Evening Standard berbahasa Inggris edisi 23 April 1936.
Hitler membeberkan kepada Lord Lowend tentang sikap Jerman terhadap
masalah internasional yang dihadapi oleh dunia, khususnya tentang bahaya
Komunisme dan bahaya organisasi para pemilik kapital besar. Hitler
menjelaskan sebab-sebab yang melatarbelakangi sikap kerasnya terhadap
kelompok Yahudi internasional, dan keprihatinan Jerman atas penyusupan
organisasi Zionisme yang masuk ke Eropa dan Amerika Serikat. Hitler
berpendapat, bahwa untuk menghindari bahaya itu harus lebih dulu
menyingkirkan kelompok pemilik modal Yahudi internasional sampai ke akarakarnya,
dengan mengingatkan kembali apa yang diucapkan oleh Disraeli,
perdana menteri Inggris kenamaan berdarah Yahudi akhir abad ke 19 dalam
catatan diarynya, “Sesungguhnya yang memerintah dunia adalah segelintir orang
yang jauh berbeda dari apa yang dibayangkan oleh orang yang tidak mengerti apa yang
113
sebenarnya terjadi di balik layar”. Reintrop menandaskan kata-kata Hitler. Lord
Lowend kemudian menyebutkan laporan komite kerajaan Inggris yang diberi
tugas menyelidiki skandal percukaian Kanada di bawah pimpinan Mr. Stevens
pada tahun 1927-1928. Von Reintrop sendiri saat itu berada di Kanada. Dalam
laporan itu dijelaskan, bahwa sindikat penyelundupan yang punya hubungan
dengan para pemilik modal Yahudi internasional bisa mengeruk uang setiap
tahunnya lebih dari 100 juta dolar Amerika. Jumlah itu sangat besar waktu itu,
yang diperoleh lewat sogokan, pemerasan dan sebagainya, sehingga timbulgoncangan
kehidupan sosial dan politik di Kanada. Untuk memperkuat
laporan pemerintah Inggris itu, Von Reintrop menambahkan, bahwa
kebobrokan seperti itu, lebih dulu harus disingkirkan sumbernya, yaitu
kelompok pemilik modal internasional. Pembicaraan itu berakhir setelah Von
Reintrop dan Goering memaparkan pemikiran dan pandangan profesor Karl
Reiter dan para ideolog Nazi kepada Lord Lowend. Hitler menutup pertemuan
itu dengan meminta, agar menteri Inggris itu menyampaikan kepada
pemerintahnya tentang sikap dan pandangan Hitler, dan menawarkan untuk
mempertimbangkan kemungkinan terbentuknya persekutuan bersama antara
Jerman dan Inggris. Setelah tiba di Inggris, Lord Lowend menyampaikan
gagasan dan pandangan Hitler kepada pemerintah Inggris, tetapi ditolak
mentah-mentah. Lord Lowend diberi tugas kembali untuk menjelaskan
penolakan tersebut. Pada tanggal 21 Februari 1936 Lord Lowend kirim surat
kepada Von Reintrop yang berisi penolakan pemerintah Inggris atas gagasan
dan tawaran Hitler, dan menerangkan faktor-faktor penyebabnya. Hitler
kemudian sepenuhnya berpaling kepada golongan aristokrat militer Jerman,
dengan mengambil prinsip dan rancangan mereka. Sejak itu Hitler
berkeyakinan, bahwa satu-satunya jalan untuk mewujudkan cita-cita bangsa
Jerman dan membinasakan musuh-musuhnya adalah perang.
Sejak tahun 1936 tahap kedua masa pemerintahan Hitler dimulai. Prinsip
Nazisme berhaluan keras telah mewarnai sepak-terjangnya untuk
mempersiapkan diri menghadapi perang. Sementara itu, apa yang terjadi di
Italia mirip dengan apa yang terjadi di Jerman. Akibatnya yang wajar, Hitler
tertarik untuk mendekati Mussolini, yang akhirnya keduanya membentuk
poros Berlin-Roma. Spanyol merupakan medan percobaan bagi kekuatan yang
bertikai di Eropa, yaitu Hitler dan Mussolini berpihak kepada kaum nasionalis.
Perang saudara tersebut berakhir pada bulan Juli 1936 dengan kemenangan di
pihak jenderal Franco kemudian tampil sebagai pemimpin baru di Spanyol.
B. Pertikaian antara Nazisme dan Kristen
Kaum nasionalis di Spanyol yang didukung oleh Hitler dan golongan Kristen
tidak bisa mengelakkan permusuhan antara Hitler dan gereja Katolik, sejak
Hitler memihak dan bergandengan tangan dengan golongan aristokrasi militer
Jerman. Kasta ini berpegang pada faham atheisme dalam sepak terjangnya,
yaitu menjadikan negara Jerman dan prinsip supremasi ras Arya sebagai
Tuhan. Para tokoh Protestan bergabung dengan gereja Katolik untuk
114
menghadapi langkah-langkah Hitler. Gabungan ini terjadi karena terpanggil
untuk menentang faham atheisme yang dijadikan pegangan oleh golongan
Nazi ekstrem itu. Pertentangan antara Hitler dan gereja makin tampak jelas
menjelang akhir tahun 1936, dan mencapai puncaknya ketika Paus Pius XI
menulis surat kepausannya kepada gereja di seluruh dunia tanggal 14 Maret
1937. Isinya, Sri Paus menyerang Nazisme secara terbuka, khususnya
sehubungan dengan prinsip ketuhanan nasional bagi suatu bangsa dengan
menjelaskan, bahwa Allah adalah Tuhan bagi semesta alam, bukan hanya bagi
makhluk atau ras tertentu.
Tanggal 19 Agustus 1938 para tokoh gereja Protestan Jerman mengedarkan
surat berisi kecaman keras terhadap prinsip atheisme yang dianut oleh Nazi.
Disebutkan tentang sikap para tokoh Nazi di Jerman terhadap agama Kristen
secara terbuka, disertai dengan pernyataan fuehrer tentang nasionalisme Aryan
Jerman yang di-Tuhan-kan itu. Gereja Protestan bersama Katolik mengambil
sikap melawan dan menentang Hitler dan Nazismenya. Berikut ini adalah
cuplikan isi surat tersebut :
“Tujuan para tokoh Nazi bukan saja menghancurkan gereja Katolik atau gereja
Protestan, melainkan juga ingin menghancurkan ajaran Kristen yang berlandaskan
Tuhan semesta alam, untuk diganti secara praktis dengan Tuhan Ras Jerman. Apakah
yang dimaksud dengan Tuhan Ras Jerman itu ? Apakah ada bedanya dari Tuhan
bangsa lain? Kalau demikian, setiap bangsa punya Tuhan sendiri, yang berarti tidak
ada Tuhan’ sama sekali”.
Para tokoh Nazi menanggapi sikap gereja itu dengan sikap keras. Suhu politik
di Jerman hampir mirip dengan situasi perang sipil yang disebabkan oleh
pertikaian kepercayaan agama. Untuk menghadapi perkembangan situasi
dalam negeri, Hitler mengeluarkan undang-undang tegas dengan sangsi
hukuman yang berat bagi setiap ancaman terhadap kekuasaan politik mutlak
negara Nazi. Sejak itu situasi tegang yang terjadi di Jerman tampak mereda.
Akan tetapi, pertengkaran mendasar antara Nazi dan gereja tetap tidak bisa
berkurang.
Perkembangan situasi di Italia tidak jauh berbeda secara umum dari situasi di
Jerman. Akan tetapi, pertikaian yang ada di Italia berasal dari persengketaan
tentang perebutan tanah jajahan antara Italia di satu pihak serta Inggris dan
Perancis di pihak lain. Kesamaan Mussolini di Italia dengan Hitler di Jerman
merupakan sekutu alami dalam menghadapi setiap tantangan musuh.
Persekutuan poros Nazi-Fasisme terungkap dengan jelas ketika Italia dan
Jerman terlibat dalam perang saudara di Spanyol, yang keduanya memihak
jenderal Franco, yang akhirnya Francolah yang menang. Demikianlah awal
wajah poros Berlin-Roma. Pada mulanya Hitler dan Mussolini mengira, bahwa
jenderal Franco segera akan bergabung ke dalam persekutuan mereka setelah
menang perang itu. Namun pandangan politik Franco yang lebih banyak
dipengaruhi oleh keyakinan ajaran agama Kristen yang dianutnya, telah
menjadi penghalang untuk bergabung bersama. Franco tetap bersikap seperti
115
ini, meskipun berkali-kali mendapat tekanan dari Hitler dan Mussolini. Dengan
demikian, kepercayaan yang dipegang teguh telah menjauhkan negerinya dari
kancah perang yang menghancurkan.
Kemudian poros Berlin-Roma mengalihkan perhatiannya ke Timur Jauh. Di
sini mereka mendapatkan sekutu ketika tanpa kesulitan, karena perang
ekonomi yang telah mencapai puncaknya antara Jepang dan Dunia Barat.
Barang-barang produksi Jepang sudah dikenal oleh seluruh dunia dengan
ragam dan modelnya serta harganya yang murah. Hal ini merupakan ancaman
bagi barang-barang produksi Eropa. Pihak Barat mengumumkan perang
terhadap perdagangan dan industri Jepang yang akan menghancurkan
perekonomiannya. Maka wajarlah kalau Jepang mencari kawan yang bisa
dijadikan sekutu, dan menyambut baik pendekatan yang dilakukan oleh poros
Berlin-Roma, yang juga memusuhi Dunia Barat. Dengan demikian,
terbentuklah poros Berlin-Roma-Tokyo. terbukalah sekarang jalan bagi
program para pemilik modal Yahudi internasional. Mereka mengantar dunia
menuju perang yang tidak bisa di hindarkan lagi. Mereka segera bersiap siap
untuk menyambut kedatangan perang itu.
Tokoh yang dipersiapkan untuk memimpin perang dari Inggris adalah
Winston Churchill. Dari Amerika tampil Franklin Roosevelt, yang punya
hubungan dekat dengan Baruch, seorang kapitalis kelas dunia. Lebih
berbahaya lagi, karena ia adalah salah seorang tokoh yang menggerakan
organisasi Zionisme internasional dan Kongres Yahudi internasional selama
hampir setengah abad. Selama hidupnya ia melakukan pengkhianatan
terhadap bangsa Amerika Serikat. Hubungan gelapnya dengan Churchill
bukan merupakan rahasia lagi. Keduanya sering mengadakan pertemuan dan
kunjungan secara teratur sejak beberapa tahun lamanya. Dan yang paling
menonjol adalah, kunjungan Churchill kepada Baruch pada tahun 1954, ketika
Churchill menyampaikan terus terang hubungannya dengan organisasi
Zionisme, yang telah terjalin sejak lama. Namun ini tidak berarti, bahwa para
pemilik modal Yahudi internasional menemukan jalan mulus untuk mencapai
cita-citanya di Inggris, meskipun Churchill telah membantu proyek yang
dicanangkan.
Di Inggris sendiri terdapat benturan keras dengan sebuah tantangan
terorganisasi yang digerakkan oleh kalangan intelektual kelas atas. Kalangan
ini telah lama menyadari bahaya yang mengancam Inggris yang datang dari
Kongres Yahudi dan para pemilik modal Yahudi internasional.
Orang yang mengingatkan kalangan intelektual tentang bahaya yang
mengancam inggris dari balik layar adalah seorang wartawan bernama Victor
Marsedan , yang bertugas di Rusia untuk harian The Morning Past berbahasa
Inggris yang terbit di London. la menyaksikan berbagai peristiwa yang terjadi
di Rusia ketika itu. Ia juga mendapatkan satu eksemplar buku yang ditulis oleh
Sergay Niloss berjudul “Bahaya Yahudi” yang terbit tahun 1905. Dalam buku
itu profesor Niloss memuat dokumen rahasia yang ia peroleh dari seorang
116
wanita kaya di Paris yang berhasil mencuri dari kekasihnya, seorang kapitalis
Yahudi terkemuka pada saat itu, yang baru saja kembali dari pertemuan
rahasia yang diadakan oleh para tokoh The Grand Eastern Lodge Perancis.
Setelah mengkaji dan menganalisa buku profesor Niloss itu, Victor Marsedan
segera berniat mengingatkan bangsanya tentang bahaya yang sedang
mengancam negerinya. Sebenarnya ia sudah berniat segera kembali ke London,
tapi situasi dan peristiwa besar yang terjadi di Rusia memaksa ia untuk
menangguhkan kepulangannya hingga tahun 1921. Setelah tiba di Inggris,
Marsedan segera menerjemahkan buku itu ke dalam bahasa Inggris, dan
mengedarkannya dengan judul The Protocols of Learned Elderly of Zion.
Marsedan menyadari, bahwa dengan menerjemahkan dan mengedarkan buku
itu berarti is meletakkan diri dalam posisi berbahaya. Namun ia tetap tidak
mau mundur dari tekadnya. Setelah buku itu beredar, terjadilah goncangan
besar di Inggris, yang kemudian menjalar ke seluruh dunia. Para pemilik modal
Yahudi segera melangkah mengadakan propaganda besar-besaran dengan
melemparkan tuduhan klasik, seperti biasa mereka lakukan, bahwa dokumen
yang terdapat dalam buku Niloss itu palsu, yang bertujuan hendak meniupkan
gelombang anti semitik.
Kami (penulis) menjadikan buku Niloss ini sebagai rujukan utama. Setelah
mengadakan kajian dan analisa mendalam selama beberapa tahun, akhirnya
kami sampai pada kesimpulan yang meyakinkan, bahwa dokumen Niloss, atau
yang dikenal dengan Protocols of learned elderly of Zion tidak lain adalah
ucapan asli yang disampaikan dalam Kongres yang diadakan oleh Amschel
Rothschild tahun 1773 di Frankfurt, yang telah kami kutipkan selengkapnya
pada bab terdahulu. Perlu kami tambahkan di sini, bahwa kekuatan setan itu
sejak lama telah membentuk organisasi yang memiliki jaringan internasional,
dengan tujuan menghancurkan masyarakat dunia. Organisasi ini tidak lain
adalah faham Zionisme dan Komunisme sebagai kedok yang membungkus
gurita busuk. Para pemilik modal internasional tidak bisa memukul Marsedan
secara terbuka. Banyak kawan Marsedan justru akan membuka rahasia lebih
luas lagi. Marsedan tetap bekerja pada harian The Morning Post sampai tahun
1927. Saat itu, golongan yang berpengaruh di Inggris yang menyadari bahaya
Yahudi internasional bisa membujuk pemerintah Inggris untuk mengangkat
Marsedan sebagai orang kepercayaan putra mahkota Inggris, Duke of Wales.
Waktu putra mahkota akan mengadakan lawatan panjang keliling wilayah
kerajaan Inggris, Marsedan diminta untuk mendampingi sang pangeran.
Sepulang dari lawatan itu, sang pangeran tidak lagi bergaya hidup mewah dan
boros, tapi berubah menjadi orang yang berpandangan jauh. Selama dalam
perjalanan, Marsedan sengaja menunjukkan semua dokumen dan bukti yang
ada padanya tentang seluk-beluk Konspirasi internasional, dan peran yang
dimainkan oleh para pemilik modal Yahudi internasional dari balik layar.
Setelah beberapa saat pulang dari lawatannya berkeliling bersama sang
pangeran, Marsedan meninggal dunia secara mengejutkan. Ini jelas bukan
peristiwa kebetulan.
117
Di sisi lain, Setelah kembali dari perjalanannya, sang pangeran mengalihkan
pola hidupnya dari hidup pesta-pora dan bersenang-senang kepada hidup
serius untuk memanfaatkan peluang baik dalam memikirkan politik dan
ekonomi. Ia suka membaur dengan berbagai kalangan rakyat. Sang pangeran
telah meninggalkan adat kebiasaan turun temurun, yang melarang seorang
pangeran campur tangan dalam masalah umum. Ia menentang setiap langkah
politik yang telah ia ketahui berasal dari prakarsa para pemilik modal Yahudi.
Jelaslah kiranya, pangeran telah masuk ke dalam pertikaian melawan kekuatan
terselubung yang sedang memerintah Inggris. Hal ini benar-benar terjadi ketika
ia menaiki tahta kerajaan Inggris bulan Mei 1936 dengan gelar Raja Edward
VIII.
Para pemilik modal Yahudi internasional segera tahu, bahwa pertikaiannya
melawan raja baru Inggris itu adalah perang yang menentukan. Mereka tidak
mau membuang-buang kesempatan dalam penyerangannya kepada Raja
Edward VIII, sejak raja naik tahta. Mereka amat berpengalaman sejak berabadabad
lamanya dalam menghadapi masalah seperti ini, dan banyak belajar
untuk mempersiapkan segalanya dalam rangka operasinya. Mereka mulai
menyerbu dengan propaganda gosip yang terkenal itu. Ini ternyata tidak
mudah. Sebab, Raja Edward diketahui hidup bersih sejak ia kembali dari
lawatannya itu. Namun mereka tidak kehilangan akal. Mereka segera
menemukan sasaran yang dicari pada diri wanita terkenal bernama Willy
Simpson. Ia adalah seorang janda jelita berkebangsaan Amerika, yang hendak
dikawin oleh Edward. Segeralah mesin propaganda besar-besaran diarahkan
kepada masalah ini untuk membentuk opini umum di Inggris menentang
wanita itu. Masalah ini menjadi isu paling hangat di Inggris, dan memaksa
Edward memilih salah satu alternatif, turun tahta atau kawin dengan Willy
Simpson. Edward diperingatkan oleh perdana menteri Inggris Mr. Boldwin
agar menentukan sikap. Akhirnya Edward memilih turun tahta, dan
melanjutkan pernikahannya dengan Willy Simpson.
Inggris mengalami masa peralihan baru sejak Edward VIII turun tahta.
Pertikaian terjadi antara para pemilik modal Yahudi internasional melawan
para pendukung mantan Raja Edward yang masih bertahan merintangi gerakgerik
mereka. Para pemilik modal Yahudi internasional bertekad akan
mengalahkan para pendukung Edward, berapa pun harga yang harus dibayar,
demi menaikkan seorang pendukung Zionisme kawakan Winston Churchill ke
tampuk kekuasaan sebagai perdana menteri.
Kami pribadi (penulis) bertanya-tanya tentang sebab munculnya dokumen ini,
yaitu The Protocols of Learned Elderly of Zion, ketika ditemukan oleh profesor
Niloss setelah berapa di alam rahasia sejak tahun 1773, yaitu lebih dari satu
seperempat abad lamanya. Jawaban ini kemudian terungkap dalam analisa
kami mengenai periode itu yang punya arti lebih penting daripada yang
pernah mereka alami dalam sejarah mereka. Dunia telah dipersiapkan untuk
menerjuni Perang Dunia I, setelah semua jalan yang menuju perang itu terbuka
118
lebar. Mereka dituntut mengadakan pertemuan penting dalam rangka
menjajaki masalah perang itu dan rancangannya. Bukan hanya ini saja
keistimewaan periode tersebut. Di sana terdapat peristiwa demi peristiwa
berbahaya yang telah dipersiapkan oleh pihak Konspirasi secara serentak
terhadap umat manusia. Peristiwa itu belum pernah disaksikan dalam sejarah
dunia, yang menyebabkan para tokoh Konspirasi sendiri terpaksa berbondongbondong
membanjiri kota London pada tahun 1893 dengan membawa serta
dokumen-dokumen, berbagai program dan hasil kajian penting mereka.
Berbagai pertemuan rahasia yang mereka adakan terus berlangsung di London
saat itu. Sebagian dokumen rahasia itu disimpan oleh para tokoh Konspirasi
yang berdiam di London, sampai mereka meninggal dunia dan setelah itu.
Pada waktu para tokoh The Grand Eastern Lodge mengadakan pertemuan di
Paris tahun 1901, salah seorang peserta kapitalis Yahudi membawa dokumen
itu ke London, langsung setelah pertemuan itu usai. Pada saat ia menginap di
rumah seorang wanita kaya kekasihnya, dokumen itu lenyap.
Peristiwa yang membuat kekuatan Konspirasi terpaksa mengadakan berbagai
pertemuan dimulai tahun 1896, ketika terjadi perang Boer yang berkobar di
Afrika Selatan. Para pemilik modal internasional berhasil menguasai tambang
emas di sana. Lalu disusul dengan sejumlah peristiwa pembunuhan terkenal
yang telah kita bicarakan terlebih dahulu. Di samping itu, di belahan bumi lain
terjadi pula perang antara Spanyol dan Amerika tahun 1896. Ada indikasi kuat,
bahwa Winston Churchill muncul pertama kali ketika terjadi perang Boer itu.
Saat itu ia bekerja sebagai koresponden perang di Afrika Selatan. Hubungannya
dengan Zionisme telah terjalin sejak masa mudanya, seperti diakuinya sendiri
pada tahun 1954. Churchill sangat bangga sebagai tokoh Zionis, dan bekerja
sesuai dengan program terselubung berjangka panjang, yang diawasi oleh
Zionisme internasional, yang bertujuan menguasai dunia.
119
IX. RAHASIA DI BALIK PERANG DUNIA II
(Sebuah Tinjauan Analitis Sejarah)
Setiap peristiwa yang terjadi di Inggris meninggalkan tanda tanya besar bagi
sekelompok kalangan dalam masyarakat Inggris, karena telah lama menyadari
bahaya yang mengancam negeri itu sesuai Perang Dunia I. Media massa yang
kebanyakan dikuasai oleh para pemilik modal internasional mampu menguasai
pendapat umum, dan jalan pemikiran, serta perasaan kelas menengah dan
bawah di Inggris. Lain halnya dengan kalangan intelektual dan golongan atas
lainnya. Mereka ini tidak mudah terpengaruh oleh propaganda media massa.
Para pemuka Inggris yang berpikiran jernih makin merasakan adanya kekuatan
terselubung. Mereka ini mengatur dan mengendalikan peristiwa dari balik
layar, menciptakan tokoh-tokoh yang bisa dijadikan kaki-tangan, sesuai dengan
program teratur dan terarah, dan berjangka panjang. Peristiwa turunnya
Edward dari singgasana kerajaan Inggris, dan peristiwa yang melatarbelakangi
punya akibat tertentu, sesuai dengan rancangan yang telah digariskan. Para
tokoh terkemuka Inggris menyadari bahaya itu, dan tahu pula dari mana
datangnya bahaya itu. Mereka tahu secara pasti, bahwa para pemilik modal
Yahudi internasional adalah pihak yang membentuk kekuatan terselubung itu,
atau setidaknya yang mewakilinya. Jadi, merekalah yang bertanggungjawab
atas perjalanan sejarah yang terjadi di Eropa, atau bahkan di dunia pada
umumnya. Diyakini pula, bahwa Zionisme bukanlah sebuah organisasi politik
yang punya tujuan dan sasaran biasa. Zionisme adalah organisasi utama yang
melaksanakan program Konspirasi internasional secara umum.
Tokoh Inggris yang mengetahui hakikat dan seluk-beluk Konspirasi adalah
admiral Sir Barry Dumvell, seorang perwira yang pernah memegang jabatan
tinggi berkali-kali pada angkatan laut kerajaan Inggris selama 40 tahun
berturut-turut. la dikenal dengan kedahsyatannya dalam pasukan meriam
angkatan laut Inggris pada Perang Dunia I, dan juga seorang direktur Akademi
Angkatan Laut Kerajaan (Royal Navy Academy). Kemudian ia menjabat
sebagai kepala badan inteligen angkatan laut selama beberapa tahun. Tidak
diragukan lagi, data-data berbahaya yang ia peroleh selama melaksanakan
tugas inteligen itulah yang membuat ia mengetahui secara detail tentang apa
yang terjadi di balik layar. Apalagi ia sering mewakili pemerintahnya dalam
berbagai kesempatan, terutama dalam konferensi yang ada hubungannya
dengan keamanan laut. Adapun kolonel Ramsey adalah tokoh kedua yang
mengetahui seluk-beluk Konspirasi, setelah Sir Barry Dumvell. Ia seorang
alumnus Akademi Militer Saint Horse (Saint Horse Military Academy), dan
pernah mengabdi sebagai pasukan pengawal kerajaan Inggris (The Royal
British Guard) selama masa Perang Dunia I. Kemudian ia berpindah tugas
sebagai komandan angkatan laut kerajaan Inggris. Setelah terjun ke dunia
politik, ia terpilih sebagai anggota Majelis Umum (House of Common) pada
120
tahun 1931. Ia duduk dalam parlemen itu sampai tahun 1940, ketika ia
meninggalkan kehidupan politik.
Admiral Dumvell dan Ramsey keduanya merupakan orang terdepan dalam
barisan pasukan yang mengetahui hakikat bahaya yang datang dan para tokoh
Yahudi internasional, yang bergabung pada kelompok pemilik modal
internasional. Masalah ini menjadi perhatian khusus bagi mereka berdua sejak
tahun 1938. Mereka berdua menyampaikan peringatan kepada pemerintah
Inggris tentang hakikat bahaya itu. Keduanya mengetahui tujuan langsung
yang dijadikan sasaran pada waktu itu, yaitu menyalakan api perang yang
akan menyeret bangsa lain untuk saling menghantam. Seusai perang pasti akan
muncul kondisi baru yang penuh kecemasan dan kelelahan, yang
memungkinkan Konspirasi melangkah ke tahap berikutnya, yaitu mendirikan
negara nasional bagi bangsa Yahudi di Palestina. Dari tempat inilah kegiatan
Konspirasi selanjutnya akan diatur untuk mengejar mimpi-mimpi gila mereka.
Kami pribadi (penulis) sampai tahun 1937-1938 belum merasa yakin tentang
tujuan akhir Konspirasi dan sejauh mana pengaruh mereka yang menyelusup
masuk ke dalam bangsa-bangsa di dunia. Setelah mempelajari catatan Dumvell
dan Ramsey yang berhubungan dengan masalah Yahudi sejak tahun 1939
sampai tahun 1950, kami meyakini semua itu, khususnya tentang kenyataan
yang mengerikan, dan hakikat apa yang disebut dengan penindasan terhadap
Yahudi. Semua itu memberikan image secara jelas mengenai propaganda
beracun yang menelanjangi mereka sendiri dari sifat kemanusiaan. Setiap
orang Yahudi dan para korban propaganda Komunisme dan atheisme wajib
menelaah ulasan berikut dengan pikiran jernih, agar selamat dan marabahaya.
Stalin mengadakan langkah pembersihan umum secara besar-besaran pada
tahun 1939 terhadap unsur-unsur Yahudi yang didalangi oleh jaringan
revolusioner terselubung. Setelah beberapa waktu berlalu diketahui, bahwa
mereka itu ternyata hanya menjadi kuda tunggangan belaka. Para tokoh
Konspirasi Yahudi internasional tidak memperdulikan untuk menjerumuskan
saudara-saudaranya sebangsa Yahudi sebagai tumbal. Bahkan mereka
memberikan bantuan besar-besaran kepada Stalin selama dalam perang. Dan
kami (penulis) adalah salah seorang yang memimpin pengawasan pengiriman
bantuan itu dari Eropa dan Amerika ke Rusia melewati teluk Arab. Mengenai
perang itu sendiri, para pemilik modal Yahudi internasional adalah pihak yang
mendalangi dan membiayainya. Para tokoh Yahudi mengklaim, bahwa mereka
meniupkan api perang itu untuk menyelamatkan bangsa Yahudi dari
kekejaman Nazisme. Demikian pula yang diklaim oleh sekutu mereka dalam
perang tersebut, termasuk di dalamnya Winston Churchill dan Roosevelt, serta
tokoh-tokoh dunia lainnya. Dengan demikian, pendapat yang beredar dan
yang terus diungkit-ungkit hingga kini adalah, bahwa Jerman di bawah Hitler
telah bertekad untuk memusnahkan orang Yahudi. Dan Perang Dunia II telah
menyelamatkan nasib mereka dari penderitaan yang mereka alami selama ini.
Akibatnya, orang Yahudi yang pada umumnya menganut faham Zionisme
121
bekerja untuk mencari dukungan dari bangsa Eropa dan Amerika terhadap
penindasan Hitler di masa lalu.
Siapakah gerangan orang-orang Yahudi yang tertindas itu?
Apa sebenarnya hakikat penindasan Hitler itu?
Dan apa hakikat Zionisme itu?
Kita perlu berhenti sejenak untuk meninjau secara analitis, sehingga kita akan
sampai pada titik yang bisa memberikan gambaran jelas. Sejarah telah berbicara
sendiri, bahwa Jerman pada masa Nazi memang memusuhi Yahudi, atau anti
semitisme menurut istilah orang Yahudi. Akan tetapi, permusuhan itu belum
sampai di luar batas Jerman. Memang benar mereka diperlakukan kejam oleh
Hitler dan para tokoh Nazi. Akan tetapi, orang Yahudi di luar perbatasan
Jerman tidak mendapat perlakuan keji dari Nazi. Bahkan orang Yahudi di
Eropa masih tetap bisa hidup dengan aman. Hanya sebagian kecil orang
Yahudi yang melarikan diri dari Jerman. Serbuan Hitler bersama pasukan
Nazinya ke wilayah Polandia terjadi pada bulan September 1939, disusul
dengan pecahnya Perang Dunia II. Keadaan orang-orang Yahudi berbalik sama
sekali. Perang tersebut membuat seluruh Eropa dalam cengkeraman Jerman
Hitler. Kebencian bangsa Jerman ditumpahkan kepada orang Yahudi di
Polandia, Belgia, Perancis, Belanda dan negara Eropa lainnya, yang sebelum
pecah perang mereka hidup aman. Perang itu sendiri direncanakan oleh para
tokoh Yahudi sejak berakhirnya Perang Dunia I. Sikap anti Yahudi bangsa
Jerman sebelum pecah Perang Dunia II sudah tampak dan terungkap dalam
bentuk kebencian, pemenjaraan dan pembuangan pada saat-saat tertentu.
Setelah pecah perang, sikap orang Yahudi di seluruh dunia menentang Jerman,
sedang kebencian bangsa Jerman terhadap Yahudi berubah menjadi tindakan
kejam. Jerman menganggap orang Yahudi sudah memihak kepada sekutu
musuh Jerman. Wajarlah kalau Jerman juga memerangi Yahudi, sehingga
tumbal perang bertambah banyak.
Bagi kita masalahnya bertambah jelas, bahwa para tokoh Yahudi internasional
lah yang mengatur kondisi buruk seperti itu. Contoh yang jelas adalah kondisi
di Polandia, yang karena perjanjian Versailles telah menimbulkan perselisihan
tajam antara Jerman dan Polandia tentang pemisahan Prusia Timur sebagai
wilayah Jerman yang dipersengketakan oleh Polandia. Prusia Timur dengan
Jerman dibatasi oleh terusan yang memanjang sampai di kota Danzig, sesuai
dengan perjanjian Versailles sebagai kota internasional. Propaganda yang
dilancarkan oleh para pemilik modal Yahudi internasional menghujani berita
palsu yang membentuk opini umum, bahwa Hitler telah bertekad
menyelesaikan kota Danzig dan terusan Polandia dengan jalan kekerasan.
Padahal masalahnya tidaklah demikian. Nota Hitler yang dikirim kepada
pemerintah Polandia bulan Maret 1939 menjelaskan, agar masalah itu bisa
diselesaikan dengan jalan damai. Usaha damai ini sudah berulang kali
ditempuh, namun tidak membawa hasil. Nota Hitler yang terakhir itu tidak
mendapat jawaban selama berbulan-bulan. Pemerintah Polandia berlagak tidak
122
tahu-menahu, yang membuat Hitler kehabisan kesabaran. Propaganda Yahudi
sendirilah yang mengipas-kipas untuk mendorong Hitler mengambil tindakan
militer terhadap Polandia. Dan terjadilah serbuan Nazi ke Polandia, September
1939.
Masalah yang menyebabkan Polandia bersikap tidak tahu-menahu tentang
nota Hitler itu ialah, karena adanya jaminan dari Inggris untuk membela
Polandia bila diserang oleh Jerman. Untuk ini, Polandia menandatangani
sebuah perjanjian dengan Inggris. Jaminan Inggris ini disahkan oleh
pemerintah Inggris atas desakan dan prakarsa para pemilik modal Yahudi
internasional dan kakitangannya. Mungkin ada anggapan, bahwa Inggris
sudah melaksanakan janjinya itu, ketika Inggris mengumumkan perang
terhadap Jerman, setelah Jerman menyerbu Polandia. Akan tetapi,
kenyataannya Inggris sendiri sangat lemah. Pemerintah Inggris sendiri
menyadari ketidakmampuannya untuk mengulurkan bantuan, baik dari laut,
udara atau pun darat. Jaminan Inggris kepada Polandia menyulitkan posisi
pemerintah Inggris sendiri. Di sisi lain, para pemilik modal Yahudi
internasional telah mengetahui lika-liku sebelumnya tentang apa yang akan
terjadi, dan mendesak Inggris untuk mengeluarkan jaminan, dan sekaligus juga
mendesak Polandia untuk memegang jaminan itu. Mereka juga mendorong
orang-orang Yahudi Polandia untuk mengadakan perlawanan sengit kepada
pasukan Jerman. Ketika Polandia dikejutkan oleh serbuan Nazi, dan ternyata
Inggris tidak mengulurkan bantuan apa pun, rakyat Polandia mengalami nasib
buruk. Jelaslah bagi kita akibat dari semua peristiwa itu. Para tokoh Yahudi
internasional telah merancang dan menyebabkan nasib bangsa mereka sendiri
di Polandia kepada pasukan Nazi. Mereka sebelumnya berhasil memaksa
Hitler membanting haluan untuk berpihak kepada Nazi ekstrem. Dan
kebencian Nazi ekstrem yang telah mendarah daging terhadap bangsa Yahudi
justru menambah keruh suasana di Jerman setelah Perang Dunia I. Ini satu
bukti lagi, bahwa para tokoh Yahudi internasional adalah dalang setiap
kejahatan internasional dengan program setan, yang bertujuan menguasai
dunia demi kepentingan mereka sendiri. Setiap orang Yahudi patut menyadari,
bahwa para tokoh mereka adalah pihak yang paling bertanggungjawab atas
setiap peristiwa yang menimpa mereka dan bangsa lain di dunia. Para tokoh
Yahudi atau para sesepuh Zion (The Learned Elderly of Zion) atau kaum Nurani
tidak pernah menganut ajaran suatu agama mana pun, sampai kini. Mereka
tidak punya aqidah tertentu, kecuali ‘aqidah’ tamak dan gila turun-menurun,
yang selalu membuat onar dan bencana dalam mewujudkan impiannya.
Seandainya mereka benar-benar hendak membela orang Yahudi Polandia
seperti yang mereka klaim, niscaya mereka tidak akan menjerumuskan negara
itu ke dalam perang. Perang itu berarti orang Yahudi sendiri yang mendapat
perlakuan kejam dari pasukan Nazi.
Mengapa orang Yahudi yang konon tertindas, lewat organisasi Zionisme dan
jaringan-jaringannya berhasil masuk ke Amerika, Eropa dan Palestina? Orang
Yahudi kelas bawah sebenarnya hanya melaksanakan perintah dan program
123
para tokoh mereka sendiri. Mereka terkejut oleh perang yang berkecamuk,
karena mereka sebelumnya tidak menyangka. Para tokoh Yahudi, para agen
mereka, dan kaki-tangan mereka adalah orang-orang yang mengatur jaringan
Konspirasi di mana-mana dan mempersiapkan perang. Mereka inilah yang
sebenarnya menyelusup ke Eropa, Amerika dan Palestina. Mereka ini pula
yang datang kepada bangsa Barat dengan mengenakan ‘pakaian hamil’ dengan
mengaku menjadi mangsa perkosaan Hitler dan Nazismenya. Padahal, mereka
sendirilah yang sengaja merancang dan mengatur perkosaan itu. Mereka
datang atas nama Zionisme untuk membela apa yang dinamakan dengan
bangsa Yahudi. Kalau bangsa di dunia hendak membela orang Yahudi,
mestinya para sesepuh Yahudilah yang harus dibinasakan, untuk
menyelamatkan mereka dari kejahatan setan.
124
X. SISI GELAP POLITIK PERANG DUNIA II
Sudah kita bahas terdahulu, bahwa sekelompok tokoh terkemuka Inggris,
terutama Dumvell dan kolonel Ramsey menyampaikan peringatan kepada
pemerintah Inggris tentang bahaya Yahudi internasional. Ketika Chamberlain
menjadi perdana menteri Inggris, Dumvell dan Ramsey menjelaskan adanya
bahaya Yahudi, dan bahwa para pemilik modal Yahudi internasional adalah
pihak yang akan menyalakan api perang antara Inggris dan Jerman. Tujuan
yang hendak dicapai di balik perang itu juga dijelaskan. Mereka berdua
mencari bukti-bukti yang kuat untuk mendesak, agar Chamberlain mengambil
langkah yang tepat. Chamberlain akhirnya yakin akan adanya bahaya itu.
Pemerintahnya segera mengambil langkah dan sikap hati-hati dan waspada
dalam masalah internasional, dengan mengabaikan isyarat yang digerakkan
oleh para pemilik modal Yahudi internasional. Chamberlain tahu tentang
kebusukan perjanjian Versailles yang menjerat leher Jerman. Maka, ia akan
menyelesaikan masalah internasional yang timbul oleh adanya perjanjian
tersebut. Akibatnya, pihak kelompok pemilik modal internasional mulai
memandang Chamberlain dengan mata permusuhan dari hari ke hari. Mereka
bertekad untuk menyingkirkan Chamberlain dari kedudukannya.
Waktu krisis Swedia mencapai puncaknya karena invasi pasukan Nazi ke
negeri itu, yang sebelumnya Swedia telah digabungkan dengan Czekoslovakia
sesuai dengan perjanjian Versailles, Chamberlain enggan mengumumkan
perang terhadap Jerman. la lebih mengutamakan langkah damai dengan
mengusulkan diadakannya konferensi untuk membicarakan penyelesaian
damai mengenai krisis tersebut. Lebih-lebih setelah Dumvell dan Ramsey
membeberkan seluk-beluk kekuatan terselubung itu, ia lebih waspada
menghadapi para tokoh Yahudi. pihak Jerman sendiri setelah melihat isyarat
baik dari Inggris, Hitler melihat secercah harapan untuk menjalin hubungan
persahabatan dengan Inggris. Hitler masih tetap menuntut, agar semua beban
ketidakadilan perjanjian Versailles terhadap Jerman segera dicabut. Seluruh
akibat yang ditimbulkan oleh isi perjanjian itu harus diganti rugi. Pertemuan
yang diprakarsai Chamberlain ini diadakan di kota Munich (Munchen) Jerman.
Kemudian Chamberlain kembali ke Inggris dengan membawa berita besar
tentang perdamaian. Para pemilik modal Yahudi internasional melihat gelagat
yang tidak menyenangkan, yang akan menghalangi mereka disebabkan oleh
sikap Chamberlain. Mereka tidak akan berhasil menyalakan api Perang Dunia
II, kecuali apabila mereka bisa menyingkirkan jalan yang menuju perang itu.
Mereka juga menyadari, bahwa Chamberlain sedikit demi sedikit berbalik
memusuhi mereka. Untuk menghadapi Chamberlain, para pemilik modal
Yahudi internasional mengandalkan taktik efektif, seperti yang biasanya
mereka pakai dalam memukul musuhnya. Mereka memakai senjata media
massa dan propaganda besar-besaran yang mereka kuasai, termasuk surat
kabar, majalah dan siaran. Semuanya itu memusatkan serangan terhadap
125
Chamberlain, dengan melemparkan tuduhan sebagai antek dan kaki tangan
Hitler. Bahkan Chamberlain sempat dituduh sebagai agen Fasisme. Tuduhan
itu disebarluaskan sampai ke seluruh Eropa. Nama Chamberlain menjadi
identik dengan Fasisme. Sampai sekarang literatur internasional yang
membahas pembicaraan Chamberlain dan Hitler di Munich melukiskannya
sebagai tidak membawa hasil positif. Padahal, pertemuan itulah yang
mencegah pecahnya perang, dan menjaga perdamaian internasional.
Dalam rangka mengumpulkan bukti-bukti, Dumvell dan Ramsey menemukan
seorang yang bisa memberikan bantuan dalam melakukan usaha menghindari
perang, yaitu Tailor Kant, seorang perwira dari Amerika yang bertugas
menerima dan mengirim teleks kepada jaringan badan inteligen di kedutaan
Amerika di London. Tailor Kant dibantu oleh seorang wanita bernama Anna
Woofkov. Keduanya telah lama mengetahui data-data berbahaya yang terdapat
dalam dokumen rahasia yang sampai kepada kedutaan besar Amerika itu.
Mereka pun tahu, bahwa perang sudah sampai di ambang pintu, tanpa ada
yang menyadari. Akhirnya lubuk hati kedua orang itu berontak, ketika
mengetahui bahwa di belakang perang itu terdapat perancang dan pengatur
yang akan mendapat keuntungan sendiri. Mereka merupakan komplotan
internasional terselubung yang punya hubungan langsung dengan kalangan
pemilik modal Yahudi internasional. Mereka berdua mulai berpikir dalamdalam
untuk menemukan cara yang bisa mencegah terjadinya perang itu.
Mereka mempelajari isi dokumen pertukaran informasi lewat antara Churchill
dan Presiden Roosevelt, yang jelas-jelas membuka kedok para tokoh Yahudi
internasional yang sebenarnya memegang kendali pemerintah Inggris dan
Amerika dari punggung Churchill dan Roosevelt sendiri.
Tailor Kant tahu, bahwa admiral Dumvell dan kolonel Ramsey sedang
berusaha memerangi tokoh-tokoh Yahudi internasional, serta menghindari
pecahnya perang. Akhirnya Taylor menemui kolonel Ramsey di rumahnya di
Gloster Square 47 London, dan minta agar Ramsey sudi menunjukkan
dokumen asli kepadanya. Setelah diperlihatkan, Taylor terkejut sekaligus lebih
yakin dan bisa lebih banyak membantu usaha pencegahan perang dengan
memperlihatkan dokumen itu kepada Chamberlain.
Sementara itu, di Jerman terjadi pertikaian intern antara Hitler dan para tokoh
Nazi berhaluan ekstrem, yang mewakili kalangan elit Jerman. Meskipun Hitler
telah berganti haluan dan memihak mereka sejak tahun 1936, namun dalam
benak Hitler masih terdapat keyakinan mengenai keharusan adanya
persahabatan dan perdamaian dengan Inggris dan Eropa. Hitler berharap agar
tuntutan Jerman berkenaan dengan perjanjian Versailles bisa dipenuhi,
khususnya pencabutan konsekuensi tersebut. Sedang para tokoh Nazi
berhaluan keras bertekad untuk mewujudkan supremasi ras Jerman dengan
menguasai Eropa dan dunia pada umumnya dengan kekuatan militer. Di sisi
lain, Hitler telah merasa puas setelah bertemu Chamberlain. Sebab perdana
menteri Inggris ini tahu benar seluk-beluk bahaya laten Yahudi internasional,
126
dan bertekad untuk tidak tunduk pada ketamakan para pemilik modal Yahudi
internasional. Itulah sebabnya, Hitler berusaha menghindari benturan dengan
Inggris, namun ternyata tidak mampu mencegah pecahnya perang. Ketegangan
politik terus meningkat oleh propaganda dan desas-desus santer yang tersebar
luas di Eropa, yaitu suatu taktik untuk membakar suasana. Di samping itu,
tekanan kelompok Nazi berhaluan keras di Jerman terhadap Hitler
menyebabkan meletusnya perang pada awal September 1939, ketika Jerman
menyerbu Polandia.
Hitler adalah tipe orang yang punya sifat tidak mundur dari pendiriannya,
kalau hal itu telah terlanjur diucapkan. Ketika mengumumkan perang kepada
Inggris dan sekutu, ia memandang bahwa satu-satunya penyelesaian adalah
dengan perang, meskipun ia masih ingin berdamai dengan Inggris. Namun ia
ingin mengenyahkan para pemilik modal internasional dengan satu pukulan
yang mematikan. Para tokoh Yahudi internasional menyadari, bahwa mereka
sedang mempertaruhkan nasib dalam sebuah permainan konspirasi terbesar
yang pernah mereka lakukan sepanjang sejarah. Untuk itu, mereka bertekad
menyalakan api perang lebih besar lagi, dengan menjadikan Nazisme sebagai
kekuatan yang mampu membakar api perang global, yang dalam perang itu
pasukan Nazi muncul sebagai salah satu super power. Sementara itu, mereka
mendapatkan Chamberlain sebagai batu penghalang di tengah jalan yang
mengganggu, sampai perang berkobar. Chamberlain diketahui punya niat
untuk secepatnya mengakhiri perang, dan mengadakan perdamaian, atau
menerima syarat yang diajukan oleh Hitler sebelumnya.
Pasukan Jerman menyerbu bagaikan angin topan dan menduduki Polandia,
lalu melalap Perancis dan Eropa Barat. Pasukan lapis baja Jerman yang
dilengkapi dengan tank jenis panser yang terkenal itu, mampu menumbangkan
pasukan Inggris, atau memaksa mereka menyerah dalam sekejap mata. Namun
saat itu tiba-tiba Hitler mengeluarkan perintah tertanggal 22 Mei 1940, agar
pasukannya berhenti menyerang. Perintah yang ditujukan kepada komandan
pasukan lapis baja Jerman, jenderal Von Klaist itu berbunyi sebagai berikut,
“Seluruh divisi lapis baja supaya menghentikan operasinya dengan mengambil
jarak yang cukup dari battery meriam kota Dankert, yang memungkinkan bisa
melakukan gerakan defensif atau berjaga-jaga”. Sudah tentu, jenderal Von
Klaist sangat terkejut adanya perintah itu. Sebab, pasukannya ketika itu
mampu menghancurkan pasukan Inggris sama sekali kalau dikehendaki. Ia
lebih terkejut lagi ketika mendapat perintah yang kedua yang lebih
membingungkan lagi. Hitler memberi instruksi untuk menarik mundur
pasukannya ke belakang garis front pertempuran di dekat kota itu, setelah
pasukan lapis baja Jerman berhasil menyeberang masuk melewati garis
tersebut. Pasukan Jerman itu terpaksa berhenti selama tiga hari dalam keadaan
tidak menentu.
127
Dalam bukunya berjudul “Ujung Lembah yang Lain” (Another End of the Plain),
seorang kapten dalam pasukan Von Klaist bernama Liddle Hart menulis,
bahwa dua perwira tinggi jenderal Ronchidt dan Von Klaist menghadap Hitler
untuk menyampaikan protes atas instruksi Hitler yang membingungkan.
Namun kedua perwira itu lebih terkejut lagi setelah mendengar jawaban sang
Fuhrer yang menjelaskan, bahwa perintahnya itu bermaksud memberikan
kesempatan pasukan Inggris untuk menarik mundur pasukannya, tanpa
memerlukan jatuhnya korban, dan untuk menjaga wibawa angkatan bersenjata
Inggris yang telah dikenal oleh dunia itu. Hitler punya keyakinan, bahwa
kelestarian kerajaan Inggris masih sangat diperlukan. Di samping itu, Hitler
mengharapkan agar terbuka kesempatan untuk mengadakan pembicaraan
damai dengan Inggris, yang berarti akan mengakhiri perang melawan Inggris,
dengan syarat Inggris harus memenuhi tuntutan Jerman.
Ada bukti lain, bahwa angkatan udara Jerman menolak untuk melakukan
serangan udara selama bulan-bulan pertama perang itu, yaitu selama
Chamberlain masih menduduki tampuk kepemimpinan pemerintah Inggris.
Pasukan Inggris jugs menolak untuk menyerang kota-kota Jerman yang akan
membawa korban penduduk sipil. Hal ini sesuai dengan pernyataan yang
dikeluarkan oleh Chamberlain tanggal 2 September 1939, tepatnya pada hari
pecahnya perang. Chamberlain berkata, bahwa pasukannya hanya akan
menyerang sasaran militer. Perang itu berlangsung hingga pasukan Inggris
ditarik mundur dalam kondisi lebih mirip damai daripada perang yang
sebenarnya, dari kota Dankert. Pasukan Jerman tidak mengadakan serbuan
lebih jauh masuk ke wilayah Inggris, kecuali melakukan manuver militer kecilkecilan.
Situasi ini ditentang keras oleh tokoh-tokoh Nazi di Jerman, dan para
pemilik modal Yahudi internasional di Inggris. Setelah itu, seperti biasanya
media massa di Inggris menyerang Chamberlain dengan gencar, dibarengi
dengan tekanan berat terhadap pemerintahnya. Chamberlain terpaksa
meletakkan jabatan dalam kondisi seperti dialami oleh Asquith dan
pemerintahnya dalam Perang Dunia I. Kemudian digantikan oleh wajah yang
sama pernah menggantikan Lord Asquith sendiri, yaitu Winston Churchill
menduduki kursi perdana menteri tanggal 11 Mei 1940, langsung ia
mengeluarkan perintah kepada angkatan udara Inggris untuk mengadakan
serangan udara terhadap sasaran di kota-kota Jerman untuk pertama kalinya.
Inilah awal pengeboman atas kota-kota penduduk sipil di seluruh dunia.
Perkembangan seperti itulah yang ditunggu-tunggu oleh para tokoh Nazi
berhaluan keras. Ini berarti, mereka telah melihat saat yang tepat untuk
mengadakan penyerbuan besar-besaran ke arah Timur dan Barat. Lebih-lebih
setelah diketahui ternyata pasukan Nazi dengan mudah bisa merebut beberapa
kemenangan sebelumnya. Mereka segera mengadakan pertemuan puncak yang
dihadiri oleh eselon satu tokoh-tokoh Nazi untuk membahas perkembangan
yang terjadi. Mereka sepakat memanfaatkan politik Hitler yang condong
kepada Inggris untuk membentengi jalannya perang. Dengan segera mereka
mengutus orang kepercayaannya yang mewakili mereka ke Inggris untuk
128
mendesak, agar Inggris bersedia mengadakan perjanjian damai dengan Jerman.
Dengan demikian, kekuatan pasukan Jerman bisa difokuskan ke Uni Sovyet
dan menghancurkan Komunisme, kalau Inggris bersikap netral. Utusan yang
dikirim itu adalah Rudolf Heiss, yang saat itu dipandang sebagai tangan kanan
Hitler. Seluruh dunia dikejutkan oleh berita tentang pembelotan Rudolf Heiss
yang melarikan diri, dan minta suaka politik di Inggris. la melarikan diri
dengan pesawat tempur terbang ke London. Di antara orang yang paling
terkejut adalah Hitler sendiri. Ia tidak habis berfikir, kenapa orang
kepercayaannya sampai melarikan diri. Di Inggris, Rudolf Heiss mengadakan
pembicaraan penting dengan Churchill dan Lord Hamilton. Heiss
membeberkan gagasan dari sejumlah perwira tinggi Jerman yang ingin
mengadakan perdamaian dengan Inggris. Setelah itu, Hitler akan memutuskan
perhatian militernya untuk memerangi komunisme di Uni Sovyet. Churchill
ternyata menolak. Gejala ini juga menunjukkan, bahwa Hitler dan Heiss
sebenarnya menentang kelompok Nazi yang berhaluan keras. Dan benar juga,
kelompok Nazi berhaluan keras mendesak Hitler untuk segera menyerbu
Rusia, tanpa memperhitungkan terbukanya wilayah Jerman dari perlindungan
militer, apabila pasukan Jerman dikerahkan ke arah Rusia. Tidak ada jalan lain
bagi Hitler selain menyerah kepada kehendak mereka. Tepat tanggal 22 Juni
1941 pasukan Jerman menyerbu Rusia secara besar-besaran.
Perang global menjadi kenyataan setelah Presiden Amerika Roosevelt
mengumumkan perang kepada Jerman. Churchill muncul menjadi tokoh
sekutu terkemuka dan pemimpin kuat di Inggris. Langkah pertamanya ialah
mengadakan penangkapan terhadap semua lawan politiknya, dan
menjebloskan mereka ke penjara sampai batas yang tidak ditentukan tanpa
diadili. Sebagian tetap meringkuk dalam penjara, meskipun perang telah
selesai. Hal ini bertentangan dengan kebiasaan yang dikenal dalam sejarah
Inggris. Bagi Churchill, orang yang memusuhi Yahudi internasional atau
Zionisme, dan orang yang mencoba menghalangi berlanjutnya perang adalah
musuhnya. Di antara orang yang ditahan adalah Dumvell dan kolonel Ramsey
beserta istri mereka, serta kawan-kawan dan para pendukung mereka. Faktor
yang menyebabkan bangsa Inggris tutup mulut adalah propaganda yang
tersebar luas, yang dikuasai oleh para pemilik modal Yahudi internasional.
Berita ini mengatakan, bahwa di Inggris terdapat perkumpulan terbesar kelima
yang berkolaborasi dengan Hitler, yang para anggotanya harus segera
diamankan. Kebohongan propaganda itu dibuktikan oleh hasil penyelidikan
mahkamah dan agen rahasia Inggris, bahwa tuduhan yang dilontarkan kepada
para tahanan mengenai kolaborasi mereka dengan Hitler adalah tidak benar.
Kekuatan terselubung juga mencoba melontarkan tuduhan yang sama kepada
Lady Nicholson, istri admiral Nicholson. Namun pengadilan Inggris kemudian
membebaskannya, setelah terbukti ia tidak bersalah. Churchill mengambil
tindakan lain dengan menahannya tanpa diajukan ke pengadilan, hanya karena
ia pernah menentang keterlibatan Inggris dalam perang. Semua perintah
penangkapan itu dikeluarkan oleh menteri dalam negeri pemerintah Churchill,
129
Herbert Morrison. Morrison ini tampil kembali dengan wajah aslinya pada
tahun 1954 di Kanada, ketika ia melakukan kegiatan pengumpulan dana
bantuan untuk gerakan Zionisme internasional. Dengan demikian, hubungan
Churchill dengan kelompok Yahudi internasional tampak makin jelas.
Ternyata, penjara bukanlah penghalang bagi suara lantang admiral Dumvell. Ia
terus tetap berusaha membeberkan seluk-beluk kekuatan terselubung itu.
Beberapa saat setelah keluar dari penjara, karya tulisnya segera beredar dengan
judul From Admiral to Young Marine (Dari Admiral menjadi Marinir Muda).
Dalam buku itu ia membuka rahasia peristiwa yang menyebabkan timbulnya
Perang Dunia II, dan mengingatkan bangsa Inggris akan adanya ancaman
bahaya Zionisme. Kolonel Ramsey juga tidak ketinggalan. la menulis buku
berjudul War without Name (Perang tanpa Nama). Anehnya kedua buku itu
segera lenyap dari peredaran. Diduga keras, kedua buku itu diborong oleh
kelompok Yahudi untuk dimusnahkan. Namun demikian, mata sebagian
bangsa Inggris dan Eropa sempat pula terbuka tentang hal-ikhwal rahasia
Zionisme.
Sedang mantan perdana menteri Inggris Chamberlain sangat terenyuh melihat
negerinya diseret ke pembantaian global, demi membela kepentingan
kelompok pemilik modal Yahudi internasional. Kepedihan Chamberlain
bertambah pahit oleh adanya propaganda yang memusatkan sasarannya
kepada dirinya, sampai akhir hayatnya. Bahkan dalam buku sejarah hingga kini
masih tertulis, bahwa Chamberlain adalah kaki tangan Hitler. Sementara itu,
Churchill ditulis sebagai pahlawan terbesar penuh dengan jasa bagi
kemanusiaan dan bintang kehormatan. Ia dianggap berjasa, karena telah
menghindarkan umat manusia dari malapetaka Nazisme. Sejarah telah menjadi
kumpulan kebohongan yang dibukukan.
130
Xl. DUNIA MASA KINI
Kita telah melemparkan jejak langkah Konspirasi internasional dalam sejarah
berabad-abad lamanya, sampai periode Perang Dunia II, yang lebih ganas
daripada Perang Dunia I. Kita masih bisa menyaksikan reruntuhan puingpuing
peninggalan perang tersebut. Atau minimal kita masih ingat kekacauan
dan kehancuran yang ditimbulkan. Saksi hidup masih banyak jumlahnya.
Perang itu selayaknya menjadi pelajaran bagi umat manusia. Segala
kemampuan perlu dihimpun untuk menghindari malapetaka yang timbul dari
perang yang tidak perlu terulang lagi. Jalan terbaik adalah bersikap waspada
terhadap setiap kekuatan setan, yang suka menimbulkan gejala kekacauan
dunia dari balik layar. Setiap krisis perekonomian dan kekacauan yang timbul
perlu diwaspadai siapa biang keladinya. Terulangnya sejarah pahit perlu
dicegah.
Sukar orang mengetahui ke mana dunia kita ini sedang berjalan. Kita hanya
bisa membandingkan antara masa lalu dengan fenomena masa kini, dengan
berpijak pada apa yang telah kita ketahui mengenai program-program besar
yang dicanangkan oleh konferensi Malta tahun 1943, dan 1946 oleh tiga tokoh
berpengaruh dunia, yaitu Churchill, Roosevelt dan Stalin. Peran Roosevelt
kemudian digantikan oleh Truman. Tidak banyak pihak yang tahu tentang
hakikat yang berhubungan dengan kesepakatan tinggi tokoh tersebut, kecuali
beberapa orang dalam kalangan atas saja, pihak umum sukar hendak
mengetahui, kecuali hanya melihat indikatornya lewat peristiwa yang terjadi
kemudian. Mereka merancang perjalanan yang sedang kita alami sekarang ini,
sebagaimana pengakuan Stalin dan Truman atas berdirinya negara Zionis di
tanah Palestina, sebelum negara lain mana pun memberikan pengakuannya.
Ketiga tokoh di atas sebenarnya bukan merupakan satu kesatuan. Stalin sendiri
telah berbalik kepada pihak pemilik modal internasional sejak sebelum perang,
dan memperkokoh kedudukan dengan langkah pembersihan terhadap lawan
politiknya, terutama para tokoh Komunis senior. Berbaliknya Stalin karena ada
tekanan berat dari para pemilik modal internasional, untuk bersama-sama
menghadapi musuh, yaitu Nazisme golongan aristokrat militer rasialis Jerman.
131
XII. SISI GELAP JATUHNYA BOM ATOM DI
HIROSHIMA DAN NAGASAKI
Para pemilik modal Yahudi internasional melihat tanda-tanda akan
berakhirnya Perang Dunia II. Negara yang terlibat di dalamnya telah lumpuh,
dan Stalin bertekad untuk mengadakan serbuan besar-besaran ke Eropa Barat
sendiri, dan akan menyerbu Amerika untuk menghancurkan musuh dan
memperluas sayap pengaruh Komunisme ke seluruh dunia. Para tokoh militer
dan sipil Amerika dan Eropa menyadari ancaman bahaya ini. Mereka
memandang, bahwa untuk menghalangi jejak langkah Stalin, pertama-tama
perang dengan Jepang harus di akhiri. Hal ini harus dibicarakan secara terbuka
dengan Stalin. Akan tetapi, penyelesaian seperti itu dikhawatirkan akan
merugikan pihak Konspirasi internasional. Akhirnya kekuatan terselubung ini
mengambil jalan pintas, untuk menunjukkan kekuatan Barat yang mengerikan
kepada Stalin, agar Stalin tidak berani mengadakan serbuan kepada Dunia
Barat. Pilihan mereka jatuh pada Jepang untuk dijadikan kambing tebusan atau
medan percobaan, tanpa memperhitungkan akibat dari senjata membinasakan
yang baru pertama kali akan muncul saat itu, yaitu bom atom.
Protes beberapa perwira tinggi Amerika tentang penyelesaian masalah dengan
cara barbar seperti itu untuk mencegah malapetaka tidak mendapat perhatian
sama sekali. Bernard Baruch dan para pemilik modal Yahudi internasional
telah berhasil menekan Presiden Roosevelt untuk menggunakan bom atom,
meskipun jenderal Mac Arthur dan para tokoh nasional lainnya menentang
penggunaan senjata itu. Maka tidak bisa dihindari lagi senjata jahanam itu
jatuh yang pertama kali di kota Hiroshima, dan bom kedua jatuh di kota
Nagasaki. Jepang segera menyerah kepada sekutu beberapa hari setelah
jatuhnya bom atom itu. Setelah itu, propaganda besar-besaran segera beredar
untuk memberikan justifikasi atas peristiwa biadab tersebut. Kekalahan Jepang
sebenarnya sudah tercium sebelum bom atom itu dijatuhkan Ini dikemukakan
oleh jenderal Mac Arthur sendiri, sebagai panglima tertinggi pasukan Amerika
Serikat di Timur Jauh. Hal yang sama juga diucapkan oleh para perwira tinggi
Amerika lainnya. Sumber inteligen yang lain menunjukkan adanya gejala,
bahwa Jepang sudah mencoba berkali-kali untuk menyerah, dan bersedia
memasuki meja perundingan damai, tetapi ditolak oleh pihak yang berniat
menjatuhkan bom atom tersebut.
Jatuhnya bom atom telah mengakhiri Perang Dunia II. Dunia terbelah menjadi
dua blok, yaitu Stalin dan dunia Barat, sesuai dengan perjanjian Teheran, Malta
dan Potsdam. Dalam perjanjian itu, dunia dibagi menjadi wilayah pengaruh
yang saling berhadapan, seperti yang terjadi akibat dari perjanjian Versailles.
Namun masalahnya tidak hanya berhenti di sini. Di samping itu ada
pembicaraan rahasia antara para wakil pemilik modal internasional dan Stalin
untuk mengungkapkan kondisi masing-masing pihak. Stalin saat itu sedang
berada pada akhir masa kekuasaannya. Kekuatan atheisme yang diwakili oleh
132
Komunisme belum tentu akan bisa terus berperan sebagai alat, setelah Stalin
meninggal dunia. Di sisi lain, sendi-sendi yang telah dimasuki oleh agen-agen
kekuatan terselubung bisa menjadi jalan mudah untuk menguasai negara itu
beserta satelit-satelitnya. Ada pun bahaya yang mungkin datang dari Stalin
sendiri terbatas pada masa usia Stalin yang telah lanjut tersebut. Maka harus
dihindari jangan sampai Stalin melangkah ke kebinasaannya sendiri, sekaligus
membinasakan harapan para pemilik modal internasional, di samping
kehancuran global.
Stalin menganggap Komunisme Cina yang dipimpin oleh Mao Tse Tung
sebagai sahabat alaminya, yang bisa membantu untuk mewujudkan ketamakan
hegemoni internasionalnya. Apa lagi Cina punya potensi sangat besar dengan
memiliki jumlah penduduk terbesar di dunia. Demikianlah kepentingan kedua
belah pihak antara Stalin dan para pemilik modal internasional telah
bersekongkol terhadap musuh bersama mereka, yaitu pemerintahan nasional
Chiang Kai Sek yang berusaha membangun kembali negeri Cina, dan
membendung musuh yang datang dari dalam dan luar. Dengan terompet
propaganda internasional yang ditiup oleh Konspirasi terhadap pemerintah
Chiang Kai Sek, disertai dengan penyusupan kaki tangan asing ke dalam
jaringan politik, pemerintah berhasil menyingkirkan tokoh nasional tersebut.
Presiden Amerika sendiri, Truman telah bersikap membiarkan Cina jatuh ke
tangan Komunis. Pada saat yang sama Stalin memberikan dukungan dan dana
besar-besaran untuk kemenangan revolusi Komunis Cina.
Masalahnya berbeda dari situasi di mana-mana sebelumnya. Kesadaran
bangsa-bangsa tentang bahaya kekuatan terselubung makin meningkat di
berbagai negeri. Para tokoh internasional mulai memikirkan dan menyusun
barisan untuk membendung laju tipu daya Konspirasi internasional. Dengan
demikian, Konspirasi internasional akan mendapatkan kesulitan untuk
melakukan langkah provokatif dan agitatif seperti terhadap bangsa, lalu, yang
tidak berdaya menghadapinya. Maka berdirilah Perserikatan Bangsa-Bangsa
(United Nations) sebagai lembaga internasional untuk menyelesaikan masalah
yang dihadapi oleh dunia secara damai, dengan prinsip moral yang bisa
diterima. Sayangnya, kekuatan terselubung juga bisa menyelusup ke dalamnya,
sebagaimana yang biasa dilakukan di masa-masa sebelumnya. Sejak berdirinya,
PBB sering mengecewakan. Ini bisa dilihat dengan jelas tentang resolusi yang
dikeluarkan, yang justru sering mendapat tantangan dari negara anggotanya
sendiri, atau sering tidak mampu melaksanakan resolusi yang telah diputuskan
secara adil.
Masyarakat internasional seharusnya menyadari apa yang sedang berjalan di
PBB, dan segera berusaha menghentikan ulah kekuatan terselubung itu.
Sulitnya ialah, bahwa PBB itu bukanlah segalanya bagi Konspirasi
internasional. Timur Tengah, Timur Jauh, Amerika Latin dan negara-negara
blok Barat dan Timur telah menjadi kancah pertikaian regional, dan
dihadapkan kepada berbagai krisis yang tak terpecahkan. Untuk itu,
133
propaganda yang serba menyesatkan diarahkan kepada mereka, agar pola pikir
mereka dilayani oleh informasi yang keliru. Dunia kita saat ini sedang
menyaksikan perkembangan mendasar dan menyeluruh di seluruh dunia, yang
belum pernah terjadi dalam sejarah umat manusia. Gelombang kedzaliman dan
atheisme telah meluas sampai ke negara kecil mana pun di belahan bumi ini.
Kekuatan Konspirasi terus bermain dalam usahanya mengeksploitasi
kemiskinan dan pengalaman bangsa-bangsa kecil itu, yang akhirnya akan di
kuasai, baik secara langsung atau pun tidak langsung.
Perubahan mendasar secara mencolok telah terjadi di Rusia sejak wafatnya
Stalin. Negara-negara bagian berusaha keras untuk melepaskan diri dari
cengkeraman Komunisme, setelah rahasia politik dan taktik kotor yang dipakai
Stalin terungkap oleh bangsa Rusia sendiri. Di Amerika pun terjadi
perkembangan untuk memahami masalah yang dihadapi oleh bangsa sedunia,
yaitu menghindari perang, memperbaiki kondisi politik Amerika, mencari jalan
penyelesaian tentang diskriminasi rasial, dan meningkatkan kewaspadaan
umum tentang bahaya Konspirasi internasional. Perkembangan itu masih terus
berlanjut dalam kehidupan bangsa Amerika.
Tidak diragukan lagi, dunia tengah bertanya-tanpa mengenai peran Konspirasi
dalam perkembangan yang bakal terjadi di masa mendatang. Kita pun yakin,
bahwa nasib hari esok bukanlah berada di tangan makhluk tertentu, melainkan
milik Tuhan sendiri. Kita perlu membandingkan masa lalu dan sekarang, lalu
menarik kesimpulan umum berdasarkan studi sejarah. Mungkin pada tahuntahun
mendatang akan terungkap hakikat Konspirasi lewat berbagai peristiwa
yang terjadi. Kemungkinan besar berbagai peristiwa itu akan bisa mengalihkan
orientasi dunia yang sekarang sedang kita hadapi, dan hakikat Konspirasi tidak
lagi merupakan realitas asing bagi setiap orang, dan akan menunjukkan
sebagai kekuatan yang punya tujuan menghancurkan bangsa-bangsa, baik dari
dalam maupun dari luar. Kita harus berusaha menguasai mereka sedikit demi
sedikit secara ideologis, sosial dan ekonomis. Saat itu kekuatan Konspirasi akan
terang-terangan menghantam keyakinan agama samawi, di samping
menghancurkan para tokoh agama dan pembela moral yang berdiri tegak
menghadang jejak langkah Konspirasi.
Mudah-mudahan sajian buku ini menjadi peringatan tentang bahaya
Konspirasi Zionisme internasional yang tanpa henti melakukan
persekongkolan terhadap umat manusia di balik kedok yang bermacammacam.
Informasi dan bukti-bukti yang disajikan buku ini telah membuka
rahasia tentang propaganda atheisme materialis atau faham yang sejalan
dengannya, di samping juga membeberkan para tokoh dan kaki tangan yang
dipakai untuk mengeruhkan situasi, dan merusak serta memerangi ajaran
agama samawi. Dunia harus menyadari, bahwa kekuatan terselubung sedang
mempersiapkan diri untuk menyalakan api Perang Dunia III. Perang ini
seandainya benar-benar terjadi akan merupakan malapetaka yang paling
dahsyat bagi umat manusia sepanjang sejarah, dan merupakan akhir tujuan
134
Konspirasi. Maka tidak ada kekuatan lagi yang berani melawannya, kecuali
kekuatan yang berlandaskan aqidah yang membaja.
Bangsa sedunia wajib memusatkan perhatian kepada bahaya yang mengancam.
Kita harus mewaspadai setiap gejala yang bisa menyeret dunia menuju
meletusnya Perang Dunia III. Kita harus punya sikap konsisten untuk
menentang siapa saja yang menimbulkan perang dan pergolakan.
Penyebarluasan propaganda atheisme harus dicegah dan ditangkal secara
frontal. Umat manusia harus ingat, bahwa kehancuran dan malapetaka adalah
akibat benturan-benturan yang menyulut perang dan pergolakan. Sedang
sejarah telah berbicara, bahwa satu-satunya pihak yang bertanggung jawab
adalah para pialang perang atau dengan kata lain, para tokoh Yahudi
internasional.
Penyunting
Khairullah Al-Thalfah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: