Bayu Yudha Prasetya

Beranda » Uncategorized » Janji-janji yang Sebaiknya Tidak Terlalu Kamu Harapkan

Janji-janji yang Sebaiknya Tidak Terlalu Kamu Harapkan

Janji-Janji-yang-Sebaiknya-Tidak-Kamu-Harapkan

Ah janji. Sebuah kata-kata yang bisa memberikan harapan bagi umat manusia. Sebuah hal sederhana yang bisa membuat seseorang jadi bersemangat. Sejatinya, sebuah janji itu harus ditepati. Tapi sayangnya, dalam kehidupan yang kejam ini ada banyak janji-janji yang tidak ditepati dan hilang begitu saja seperti ditelan bumi. Biasanya, janji-janji ini muncul dari beberapa pihak-pihak tertentu. Berikut ini adalah janji-janji yang sebaiknya tidak terlalu kamu harapkan:

1. Janji Anak Kecil

Janji Standart: “Abis ini belajar!” atau “Kalo dibeliin mainan nanti jadi rajin belajar deh!”

Kenyataan: Ya namanya juga anak kecil. Janji aja dulu, mikir belakangan. Pada dasarnya sih anak kecil bukan maksudnya mau ngibul ya. Mungkin pada saat bikin janji itu, mereka emang punya niat untuk menepati janji. Problemnya kan anak kecil itu gak mikir panjang yah. Mereka gak tau kalo istilah “rajin belajar” itu adalah sebuah hal yang sangat berat. Jadi yah…biasanya sih janji tinggal janji ya.

2. Janji Tukang Jahit

Janji Standart: “Ya…jadi hari Kamis malem lah”

Kenyataan: “Belum jadi mbak…lagi banyak pesenan ini. Hari Senin setelah maghrib lah paling.” Tukang jahit juga merupakan salah satu pihak yang paling sering melanggar janji. Gak semua tukang jahit kayak gini sih, tapi kebanyakan sih kayak gini. Kayaknya dalam 10 kali kamu urusan sama tukang jahit, 7 di antaranya kamu bakal diingkari janji. Sebenernya kenapa ya? Mungkin mereka salah perhitungan aja sih. Banyak kerjaan yang diambil, terus semua dijanjiin cepet. Berantakan deh. Intinya sih kalo mau bikin janji sama tukang jahit, kamu juga harus bohong. Misalkan kamu mau pake bajunya tanggal 30 Januari, bilang itu baju harus dipake tanggal 15 Januari gitu.

3. Janji Politisi

Janji Standart: “Pemberantasan korupsi adalah prioritas utama!”

Kenyataan: Preeettt. Mirip sama anak kecil, kebanyakan politisi mah bikin janji cuma asal bikin janji aja. Bedanya, mereka tahu persis kalo janji mereka itu gak masuk akal dan gak bisa ditepatin. Lah terus kenapa bikin janji? Ya sebagian besar dari mereka kan mikirinya yang penting kepilih dulu aja. Kalo udah kepilih…ya udah. Ada pepatah yang bilang bahwa “Government is about managing broken promises.” Jadi yah…gitu deh.

4. Janji Kontributor

Janji Standart: “Malem ini gue kirim!”, “Ini lagi gue buat nih! Gue selesaiin nih sekarang!”, “Nih, gue kirim nih sekarang!”

Kenyataan: Hmmm. Gimana ya. Terkadang artikel bulan Januari dikirimnya baru Februari. Terkadang artikel yang dijanjiin gak pernah dikirim dan dilupakan begitu saja. Terkadang orangnya menghilang tiada kabar. Kenapa? Entah ya. Mungkin karena mereka sibuk. Atau mungkin karena website tempat mereka berkontribusi itu gak penting kali. Mungkin websitenya itu cuma website komedi nyampah yang kecil, sederhana, dan bersahaja. Gitu deh.

Yah demikianlah. Jadi kalo kamu harus berurusan dengan para pembuat janji di atas, ya sebaiknya kamu jangan terlalu berharap lah. Hidup kamu akan terasa lebih baik deh. Ada lagi yang menurut kamu suka bikin janji palsu? Silakan dishare di comment!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: