Bayu Yudha Prasetya

Beranda » Pengetahuan Umum

Category Archives: Pengetahuan Umum

Tanda-Tanda Pacar Kamu Memiliki Gangguan Kepribadian

Pacar kamu sering naik turun mood-nya? Sebentar manis banget dan sayang sama kamu tapi kemudian tiba-tiba marah-marah gak jelas ke kamu? Memiliki kecemasan dan kecemburuan berlebihan? Ok sini merapat. Gini, karena hampir nyaris semua cewek cemburuan, cemasan dan moody, mari kita sepakati bahwa kata ‘gangguan’ disini berarti maksudnya ya sudah dalam level mengganggu dan berada di luar koridor normal dan batas toleransi lagi. Pokoknya udah sampe bikin kamu tertekan deh.

Nah, jadi ada yang namanya Borderline Personality Disorder (BDP), ini gangguan kepribadian yang paling sering terjadi dalam hubungan interpersonal. Hmmm apa ya bahasa Indonesianya? Borderline itu artinya ambang, dan emang gangguan ini merupakan ambang/batas dari gangguan kepribadian Psikosis dan Schizophrenia. HAH APAAN LAGI TUH? Udeh langsung ke ciri-cirinya aja ye biar gak tambah pusing.

Takut Ditinggalin

Seseorang dengan BDP ini biasanya gak bisa mentoleransi perpisahan. Jadi gak mau kamu jauh-jauh gitu dari dia. Oh kamu pikir itu manis? Manja? Gimana kalau sampai kamu gak bisa beraktivitas dengan leluasa, karena dia nempel mulu kemana kamu pergi, kampus, kelas, kantor, ikut nongkrong sama teman-teman kamu. Cepat atau lambat, kamu tidak lagi memiliki kehidupan sosial, karena selalu bersama dia kemana-mana. Dan ketika kamu berusaha melepaskan, dia akan ngamuk sejadi-jadinya, nangis, dan melakukan apa saja untuk bisa tetap bersama kamu atau mendapatkan kamu kembali. Hmmm.

Parno-an

Paranoid dan super sensitif. Dia juga memiliki self-esteem yang rendah, jadi  minderan gitu. Memiliki persepsi yang negatif tentang dirinya dan menganggap orang lain juga berpikiran sama tentang dia.  Dia juga sering merasa frustasi dan akan menyalahkan kamu sebagai penyebab ketidakbahagian yang dia rasakan. Dia akan mulai menyerang kamu secara verbal dan bahkan fisik. Yang paling nyebelin adalah ketika kamu berusaha untuk menolong (membela diri dari serangan), dia malah akan menuduh kamu yang mau menyakiti dia. Terus biasanya bakalan gak inget kalau dia melakukan hal tersebut ke kamu. Huft banget lah pokoknya.

Moody

Seperti yang udah kita sebutin di intro tadi. Dalam satu waktu dia menganggap kamu prince charming, love of her life, tapi kemudian kamu dianggap babu, perusak kebahagiaan dan melecehkan kamu. Ada kalanya dia ceria, bahagia, gembira, hangat, tapi dalam sekejap bisa berubah menjadi sangat dingin, kasar, marah-marah, depresi, dan terganggu. Bisa karena urusan sepele dan seringkali tanpa ada sebab yang jelas. Berasa naik rollercoaster lah naik turunnya. Ekstrim kanan ke ekstrim kiri. Dia gak punya standar logika tentang hal ‘baik’ dan ‘buruk’ karena semua sesuai dengan mood dia saat itu aja.  Membuat kamu juga jadi kayak megang vas dengan tangan berminyak, setiap saat bisa jatuh berantakan, meskipun kamu sudah sangat berhati-hati.

Impulsif

Itu apa ya bahasa Indonesianya? Cirinya adalah dia melakukan sesuatu sesuai dengan kehendak hatinya aja pada saat itu. Orang seringkali melihatnya kayak gak punya manner dan etiket berperilaku gitu jadinya. Perilaku impulsif yang juga sering dilakukan adalah boros dan belanja gila-gilaan. Beuh.

Kecenderungan merusak diri

Bisa macem-macem nih bentuknya. Mulai dari makan berlebihan dalam satu periode tertentu, mabuk-mabukan sampai collapse, menkonsumsi narkoba sampai abusive, hubungan seks yang gak sehat, menyilet tangan dan bahkan sampai percobaan bunuh diri. Tsk tsk tsk.

Sebetulnya selain hal-hal diatas, banyak lagi ceklis yang harus ada untuk menegakan diagnosa kalau cewek kamu memiliki gangguan kepribadian borderline. Tapi, dimulai dari 5 hal diatas itu aja dulu kamu ngeceknya. Dan ingat kata kuncinya : GANGGU. Kalau misalkan kelakuan dia seperti diatas tapi belum sampai level mengganggu, yah sabar aja ya. Jika sudah, hmmm coba dikonsultasikan sama profesional.

Ini kok jadi serius gini ya artikelnya? Gapapa lah sesekali. Komen dong.

Iklan

15 Fakta Tentang Brucee Lee

[Image: Bruce%2BLee%2B-%2BVery%2BRare%2BPhotos%2...9%2529.jpg]
Photo Langka Master Bruce hehe

15 HAL YANG ANDA BELUM TAHU TENTANG BRUCE LEE
1. Bruce Lee memiliki cacat bawaan: kaki yang panjang sebelah dan testis yang besar sebelah.

2. Bruce Lee sebenarnya pake kacamata yg cukup tebal, dan dia menggunakan soft lens. Ternyata di Amerika soft lens udah ada dari jaman dahulu.

3. Bruce Lee bukan 100% Chinese, ibunya Grace Lee adalah blasteran chinese & german, jadi bisa dikatakan Bruce Lee memiliki 1/4 darah Jerman.

4. Bruce Lee pertama kali tampil dalam film pada umur 3 bulan. Ia dibawa ayahnya, seorang yg cukup terkenal dalam Chinese Opera untuk tampil pada film pertamanya. 

5. Dalam suatu lelang, sebuah surat tulisan tangan Bruce Lee untuk memotivasi dirinya sendiri dgn judul “My Definite Chief Aim” terjual seharga US$29,500.

6. Kecepatan pukulan Bruce Lee adalah 1/500 detik dari jarak sekitar 1 meter ke targetnya.

7. Bruce Lee seorang yang sangat kuat untuk ukurannya, dia dapat melakukan pull up 50 kali dgn satu tangan. Bolo Yeung (aka Chong Li) yang segitu gede tidak pernah menang panco lawan Bruce Lee.

8. Bruce Lee dapat melakukan push up dgn satu tangan hanya dgn 2 jari (telunjuk dan jempol) dan terkadang dengan dua tangan, namun hanya menggunakan jempol saja.

[Image: Two-finger-pushup-bruce-lee.jpg]

9. Bruce Lee mempopulerkan teknik ‘one inch punch’ yaitu tinju dari jarak 1 inci, dan pada satu turnamen karate, dia mempraktekannya pada seorang juara judo asal Jepang yang memiliki berat sekitar 100 kg. Di sini terlihat pejudo itu ditinju dari jarak 1 inci sampai terangkat kedua kakinya dari lantai.

10. Pada umur 13 tahun Bruce Lee berguru pada Yip Man untuk belajar Wing Chun karena pada waktu itu ia ikut geng dan sering berantem dgn geng lain. Ia berpikir kalau teman2 gengnya sedang tidak bersamanya, bagaimana jika ia diserang rame2.

11. Ada tiga murid Bruce Lee yg pernah memenangkan World Karate Champion: Chuck Norris, Joe Lewis dan Mike Stone.

12. Di Amerika Bruce Lee mengajarkan kung fu kepada semua ras dgn tidak pilih2, dan karena itu dia ditantang oleh perguruan kung fu lain dgn tuduhan membocorkan rahasia Chinese Martial Art kepada ras lain. Bruce Lee menerima tantangan itu dan menghajar wakil dari perguruan tsb dalam waktu 3 menit. Bruce Lee kecewa, menurut dia perkelahian haruslah berlangsung dalam beberapa detik. Dari sini dia mulai berlatih lebih keras lagi, dan menemukan konsep “Jeet Kune Do”.

13. Film Dragon The Bruce Lee Story yg diperankan Jason Scott Lee adalah film yang sangat tidak akurat dalam menggambarkan cerita nyata Bruce Lee. Di film itu Bruce Lee ditendang punggungnya, menjadi lumpuh dan harus duduk di kursi roda. Dalam kejadian nyata, cedera Bruce Lee disebabkan karena ia berlatih dgn beban yg terlalu berat dan menyebabkan cedera tulang belakang, dan sebenarnya dia tidak pernah duduk di kursi roda.

14. Dalam istirahat dari cedera tulang belakangnya Bruce Lee selama 6 bulan, terciptalah buku “Tao of Jeet Kune Do” yg menjadi best seller.

15. Beberapa waktu sebelum kematian Bruce Lee, pa qua (sejenis jimat yg dipercaya dapat menangkal evil spirits) pada rumah Bruce Lee jatuh tertiup angin.

[Image: Bruce%2BLee%2B-%2BVery%2BRare%2BPhotos%2...2%2529.JPG]
Photo Langka Master Bruce lainnya thumbs up

[Image: Poor%2BBruce%2BLee.jpg]

“Cantikan aku atau dia?

“Cantikan aku atau dia?

Rencana MBDC Kalo Punya Budget Web DPR

Menurut Roy, berdasarkan DIPA Setjen DPR 2010, biaya pemeliharaan jaringan sistem informasi website resmi DPR yakni www.dpr.go.id pada 2010 berkisar Rp 9,75 miliar yang terdiri dari biaya pembayaran provider website senilai Rp 8,4 miliar per tahun dan biaya pemeliharaan situs www.dpr.go.id senilai Rp 1,3 miliar.

*glek* telen ludah….

Berita mengenai hebohnya biaya pembuatan website DPR lumayan menarik perhatian orang banyak belakangan ini, terutama MBDC. Semua langsung protes macem-macem mengenai harganya, ada yang bilang sini gue kerjain aja, dll.

Btw, udah pada liat websitenya belum? Liat deh dpr.go.id dan berikan komentarmu. Kalau komentar MBDC?

Beberapa revisi dari MBDC:

  1. Tulisan berita ‘terkini’ nya harusnya lebih didesign lagi, dikasih shadow atau apalah, jangan terlalu polos seperti title koran.
  2. Menu EMAIL DPR kayaknya harus diilangin deh, secara kayaknya itu feature yang paling gak berguna buat user.
  3. Penunjuk waktu dan tanggal dll diilangin aja. Maksudnya, ya ngapain website pake penunjuk waktu segala? Bahkan website merk jam pun gak mencantumkan penunjuk waktu bukan? Do’ooh…

Belum lagi bagian menunya yang menurut kami sungguh kebanyakan banget gak sih tuh? Padahal bisa lebih dikelompokkan lagi sehingga tidak terlihat semrawut dan membingungkan. Dari segi warna dan design pun terlalu ngeblok dan kurang shadow. Hal tersebut membuat web terlihat kurang anggun dan berwibawa. Yeaah..mungkin memang itu impresi yang didapat dari webdesignernya ketika bertemu dengan sang client.

Udahlah, gak perlu dibahas lebih banyak lagi..yang sekarang perlu dibahas adalah: Dengan duit sebanyak itu sebenarnya bisa ngapain aja sih dalam hal pembuatan website??

Inilah rencana MBDC kalau punya budget web gedung DPR senilai 9 Milliar.

1. Set Up Geek Team for 1 year: 2 M

Paling pertama adalah set up geek team untuk handle seluruh proses pembuatan website dari 0 sampai jadi dan sampai maintenancenya.

Team ini bisa terdiri dari:

  1. 2 developer
  2. 1 designer
  3. 1 webmaster admin
  4. 1 server admin

Team ini akan bekerja full selama masa kontrak website tersebut. Misalnya 1 tahun. Intinya DPR tinggal terima bersih websitenya jadi dan jalan.

2. Set Up Social Media Expert Team 1 year: 1 M

Yang MBDC maksud disini adalah social media expert beneran, bukan orang yang tiap hari main Twitter dan follow atau difollow banyak orang, dan rajin juga memberikan kultwit. Sekali lagi bukan itu yang MBDC maksud!

Social Media Team disini maksudnya mereka akan ngurusin masalah online identity tiap anggota DPR yang dibentuk ke dalam facebook profile page.

Setiap anggota akan dibuatkan Facebook profile page untuk bisa berinteraksi dengan masyarakat luas, mengingat Facebook sangat mudah digunakan bahkan oleh ABG dan anggota DPR yang tidak mengerti email sekalipun.

Jadi untuk masalah kalo ditanya email resmi dll sudah solved yah.

Juga dengan tingginya angka orang yang membuka Facebook di saat kerja, bisa lebih mempermudah rakyat untuk beraspirasi ke wakilnya.

Juga dibentuk sebuah Facebook Page dan Group DPR RI. Setiap anggota DPR harus menjadi fans/anggota dari page/group tersebut.

Tim ini akan memonitori setiap perkembangan yang terjadi dengan anggota di mata masyarakat luas melalui jejaring sosial. Jadi untuk urusan pencitraan di website sendiri bisa diantisipasi.

Tim ini juga akan menghandle urusan Twitter resmi DPR RI, untuk jawab2in seluruh mention-mention yang masuk, biar jangan si @MA_DPR lagi yang jawab. Bisa berabe urusannya.

3. Beli Premium WordPress Theme : 500 ribu.

Yang paling penting adalah beli premium WordPress Theme, bisa cari di themeforest.com atau woothemes.com. Cari yang model-model magazine themes.

WP Theme ini harganya cari yang sekitaran 50 US$ aja. Yang model2 magazine cukup karena isinya website DPR kebanyakan artikel-artikel statis. Untuk urusan foto-foto pasang plug in gallerynya sekalian yang paling mantep.

Edit-edit dikit dari segi warna dan imagesnya. Pasang logo DPR, dan gambar2 header yang berkaitan.

Geek Team ini akan menyulap semuanya ini menjadi sebuah website keren.

4. Beli Premium Flash Video Player: 500 ribu.

Cari flash video player yang keren dan gak norak/kampungan. Yang rapih dan ada gallerynya juga yang bisa disusun menurut kategori. Lalu taruh materi video di hosting yang kenceng dan bisa streaming.

5. Sewa Cloud Hosting: 108 juta/tahun

Pake hostingan cloud biar lebih asik dan flexibel buat disetup sesuai kebutuhan *iklan banget*

6. Beli Lamborghini Gallardo: 3 M

Supaya bisa ngebut dari Cibubur untuk meeting revisi web ke Senayan lewat tol Jagorawi.

7. Berlibur ke Kepulauan Karibik: 100 juta/pax

Paket liburan 5 orang ini sangat perlu, karena ketika bekerja mendevelop ini, kadang-kadang kepala sering kusut dengan revisi-revisi dan permintaan client yang tidak masuk akal. Apalagi kalo client yang kita hadapi adalah orang-orang dari Senayan itu.

Liburan ini tentunya sudah termasuk : hotel bintang lima, booze setiap hari nonstop dan Yacht. Serta pastinya ada ongkos untuk ‘entertainment’ juga.

8. Masukin Deposito: 1 M

Nah, sisa 2M nya ini enakan dimasukin ke deposito bank. Jadi dalam setahun, setiap bulannya duit kamu akan nambah 8 jutaan. Lumayan buat maintenance Lamborghini, bensin, service, tambahan uang buat beli oleh-oleh ketika liburan, dll.

Kira-kira itu sih yang akan MBDC lakukan apabila diorder buat bikin web DPR seharga 9 milyar lebih. Bisa juga ide lain misalnya untuk setup company kecil dll, sehingga uang tersebut akan balik lagi dalam 3 tahun, dan lain sebagainya.

Kalau ide dari kamu seperti apa?

 

Alasan Resolusi Tahun Baru Yang Kamu Buat Akan Gagal

 

Kenapa-Resolusi-Tahun-2013-kamu-akan-Gagal-lores

Ah. Tahun baru. Saatnya mengganti kalender. Saatnya ngitung jatah cuti baru, dan liat kapan ada tanggal merah serta long weekend. Saatnya berkontemplasi telah berapa lama kamu gak punya pacar. Saatnya bikin resolusi baru.

Eits. Sebelom kamu mulai nulis resolusi, ada baiknya kamu baca ini dulu. Karena menurut MBDC, kamu bakal gagal. Iya. Gagal. Kamu gak bakal jadi kurus tahun ini. Kamu gak bakal dapet pacar taun ini. Kemungkinan besar, kamu bakal nambah semester lagi kuliahnya. Kamu juga kayaknya gak bakal mulai rajin jogging/berenang/nge-gym 2x seminggu. Dan, enggak bro, kamu gak bakal move on dari si doi, walaupun gosipnya tahun ini doi mau nikah.

“Lho kenapa MBDC? Kok negatif banget sih? Apa MBDC sekarang bisa ngeramal? Kalo gitu minta nomer togel dong.”

Ssh. Baca aja nih, kenapa menurut MBDC resolusi tahun baru kamu bakal gagal.  

Kamu Lupa 

Lupa itu manusiawi. Lupanya orang itu macem-macem, dan akibatnya pun macem-macem. Dari yang kecil, kayak ketinggalan dompet, sampe ketinggalan tiket pesawat ketika kamu harus banget berangkat untuk konferensi internasional tingkat tinggi dimana kamu jadi pembicara utamanya.

Belom lagi kalo resolusi kamu banyak, 10 gitu misalnya. Coba, Pancasila yang ada 5, kamu hafal gak? Yang cuma 5 aja banyak orang yang gak inget, gimana kalo 10 kan. Belom lagi mulai tanggal 2 Januari kamu udah mulai sekolah/kerja lagi. Mulai sibuk lagi dan kamu perlu fokus di urusan-urusan itu. Akhirnya resolusi kamu terbengkalai deh.

Atau, kamu bikinnya pas lagi pesta taun baru, dan kamu udah minum beberapa botol gitu. Pas bangun besok paginya, jangankan resolusi, itu siapa yang tidur telanjang di sebelah kamu, kamu gak tau.

Kamu Kurang Gigih 

Oke, taro lah kamu berhasil melewati bulan Januari dan Februari tanpa melupakan resolusi kamu. Progress-nya masih dikit sih, sekitar 10% lah, tapi kan masih ada 10 bulan lagi, bisa lah nanti dikejar.

Tapi.. Oh-oooh.. Apa yang terjadi.

“Aduh, seminggu ini sibuk banget di kantor, hari ini gak usah nge-gym dulu deh istirahat dulu.” Dan istirahatnya pun berlanjut jadi seminggu. lalu jadi sebulan. Lalu tiba-tiba udah mau taun baru lagi.

“Udah 2 bulan nih, tapi belom ada gebetan baru. Gapapa lah, nanti pasti ketemu yang oke.”  Tapi orang yang menurut kamu “oke”, tak kunjung datang.

“Belajar main gitar susah ya? Tapi pelan-pelan pasti bisa gue! WUOGH! SEMANGAT!” Kamu pun tetep pelan-pelan belajar. Saking pelannya, pas udah mau taun baru lagi, pindah kunci C ke F aja masih belepotan.  

Resolusi Kamu Mustahil

Misalnya, resolusi 2013 kamu adalah “Making out sama Kate Upton”

YA KALI DEH.

Emang bisa gitu kamu ketemu sama dia? Kalo pun bisa ketemu, emang dia mau ciuman sama kamu? Inget, nyosor ama making out itu beda.

Kate Upton

Eiitsss…No way josè!

Kamu Cuma Pencitraan Doang

Supaya keren dan gak kalah sama timeline kamu, kamu pun nge-post sebuah list resolusi juga, dan kamu isi lah yang keren-keren, kayak kamu mau travel ke negara-negara yang kayaknya keren, atau kamu mau mencapai sesuatu yang hebat taun ini.

Terus, abis di-post, apa? Udah kan, yang penting kamu dapet Like yang banyak di Facebook, mention yang banyak di twitter, dan banyak yang nge-view di Path. Terus? Yaudah. Yang penting orang tau kamu punya resolusi. Masalah dikerjain ato enggak… Hmm..

Begitulah. Ini menurut MBDC lho, berdasarkan pengamatan orang-orang di sekitar. Kalo kamu ngerasa kamu hebat dan spesial dan bisa nyelesaiin resolusi yang kamu buat, ya silakan. Nanti laporan ya sama kita di akhir tahun, berhasil apa enggak. Okeh? Gutlak.

Fakta Asal-Usul Etnis di Indonesia

ndonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman suku bangsa terbesar di dunia. Terdapat setidaknya 400 kelompok etnis dalam wilayah negara ini. Sebuah pertanyaan besar adalah dari mana suku-suku ini datang atau siapakah nenek moyang kita?

Mari kita coba lihat asal-usulnya dari sisi antropologi.

A.    Periode Zaman Es Akhir (20.000 – 14.000 tahun yang lalu)

Leluhur Austro-Melanesia
Dalam masa ini, kutub menjadi lebih dingin dan samudera di sekitar kutub membeku. Pembekuan ini berdampak pada lebih banyak lagi air yang tertarik ke arahnya sehingga menghasilkan pembekuan lebih besar lagi. Karena adanya pembekuan di wilayah kutub-kutub Bumi, volume air di wilayah khatulistiwa berkurang. Akibatnya, dalam masa ini, laut wilayah Indonesia jatuh hingga 135 meter dengan laju penurunan 7-9 mm per tahun. Laju penurunan ini masih diluar persepsi manusia namun dalam jangka waktu panjang dapat terlihat jelas. Dalam 150 tahun misalnya, bibir pantai telah tertarik jauh karena penurunan 1 meter permukaan laut. Di masa ini, Sumatera, Jawa, dan Kalimantan menyatu menjadi satu daratan yang terhubung langsung dengan benua Asia. Daratan ini disebut sebagai Paparan Sunda. Hal yang sama terjadi di wilayah timur tepatnya di Nusa Tenggara. Laut di wilayah mereka jatuh dan membuat wilayah ini menyatu dengan Australia membentuk apa yang disebut sebagai Paparan Sahul.

Manusia menghuni wilayah Paparan Sunda yang ada dalam segitiga Sumatera-Jawa-Kalimantan. Masyarakat ini berasal dari daratan benua Asia, masuk lewat Thailand atau Semenanjung Malaya. Masyarakat ini disebut masyarakat Austro-Melanesia dan telah hidup di wilayah ini bahkan sebelum zaman es terjadi. Masyarakat Austro-Melanesia ini telah tinggal setidaknya sejak 35 ribu tahun lalu. Jadi leluhur orang Indonesia yang pertama dapat dipandang berasal dari masyarakat Austro-Melanesia ini.

B.    Zaman Es Berakhir (14.000-6.000 tahun yang lalu)

Pada akhir zaman es ini, kutub kembali mencair dan air kembali memenuhi lautan yang kering. Air laut yang memasuki Paparan Sunda dan memisahkan Kalimantan dengan Sumatera dan Jawa yang masih menyatu akhirnya terpisah oleh Selat Sunda. Masyarakat Austro-Melanesia yang tinggal di Paparan terpaksa menyebar ke dalam tiga arah. Ke Sumatera di Barat mereka menjadi leluhur Batak dan Minang. Ke Jawa di Selatan mereka menjadi leluhur orang Sunda dan Jawa. Ke Kalimantan di timur, mereka menjadi leluhur orang Dayak. Mereka masuk ke pulau-pulau baru ini lewat sungai-sungai besar. Mereka pada umumnya tinggal di gua-gua besar di pegunungan seperti di wilayah Bandung, Yogyakarta, dan Kalimantan Timur. Ketika jumlah populasi telah besar, gua tidak cukup menampung, dan mereka menyebar ke sekeliling. Indonesia dipenuhi hutan lebat karena masuknya nutrisi dari kutub dan berubahnya iklim menjadi lebih hangat.

Dalam suatu masa di akhir zaman es ini, sekelompok masyarakat pelaut dari Taiwan datang ke Indonesia. Di katakan masyarakat pelaut karena mereka datang dengan melindasi perairan selat antara Taiwan, kepulauan Philipina, dan Laut Sulawesi. Mereka datang ke Indonesia dalam tiga aliran. Aliran pertama berpisah di Pulau Palawan Philipina mengambil jalur ke Sabah di Kalimantan. Mereka berasimilasi dengan masyarakat Austro Melanesia yang telah ada lebih dahulu sehingga masyarakat Dayak yang ada sekarang dapat dipandang sebagai campuran antara Austro-Melanesia  dan orang pelaut ini.

Gelombang kedua berpisah dengan aliran ketiga di wilayah Sangir Talaud. Dari Mindanau mereka menyeberang ke Sangir Talaud lalu mengambil dua arah. Arah pertama menuju ke Sulawesi Utara terus ke selatan memenuhi seluruh Sulawesi seperti Buton dan Bugis. Masyarakat pelaut yang mencapai wilayah Sulawesi Selatan berasimilasi dengan penduduk Austro-Melanesia yang telah lebih dahulu hadir dari Kalimantan. Mereka dapat dipandang sebagai leluhur Bugis. Karena konflik, kompetisi, atau letusan gunung, mereka meneruskan perjalanan dari Sulawesi menuju Takabonerate, menyeberangi Laut Flores, dan tiba di Nusa Tenggara, tepatnya di Flores. Flores merupakan wilayah yang sering diterjang tsunami dan kemungkinan ini pula yang mendorong mereka untuk
menyeberang lebih jauh ke selatan yaitu ke Pulau Sumba dan ke Timor.

Arah kedua menyeberang ke Halmahera menuju ke Papua. Mereka pertama mendarat di wilayah Papua Utara. Papua Utara dan Selatan dihalangi oleh Pegunungan Jayawijaya yang tinggi dan tertutup salju. Seiring semakin menghangatnya iklim, salju tertarik menuju puncak dan jalan lembah menuju ke selatan terbuka. Mereka sebagian menyeberang ke selatan dan memenuhi Papua Selatan.

C.    Zaman Resen (6.000 tahun yang lalu – sekarang)
Pada zaman ini, relatif seluruh pulau besar di Indonesia telah berpenghuni. Masyarakat pelaut dan Austro-Melanesia telah berasimilasi sehingga membentuk berbagai kebudayaan unik di seluruh penjuru Nusantara. Penyebaran ini didukung oleh teknologi pelayaran yang baik. Sebagian dari masyarakat pelaut menyebar hingga ke Australia dan berasimilasi dengan penduduk Aborigin yang telah tinggal lama di sana, mungkin juga berasal dari Austro-Melanesia. Mereka juga menyebar ke Selandia Baru dan mungkin menjadi leluhur orang Maori. Ke Barat, mereka menyeberang hingga ke Afrika Timur. Di Madagaskar misalnya, ditemukan bahasa yang memiliki kemiripan dengan bahasa daerah salah satu etnik Dayak di Kalimantan. Diduga masyarakat Dayak telah menyebar dan mengkoloni Madagaskar sejak abad ketiga SM.

Demikian sedikit info mengenai Asal-usul etnis di Indonesia. Semoga berguna ya, Xcelbrainer.

Kebudayaan Cirebon & Indramayu

Letaknya yang secara geokultur berada di perlintasan dua kebudayaan besar membuat masyarakat di Cirebon, Indramayu, dan (sebagian) Majalengka (Ciayumaja) memiliki dua bahasa ibu. Perjalanan sejarahnya yang panjang kemudian membentuk peta kebudayaan yang mencerminkan adanya tarik-menarik pengaruh di antara dua kebudayaan besar tadi.

Yang dimaksud dua kebudayaan besar itu ialah Sunda di sebelah barat dan selatan, serta Jawa di sebelah timur dan utara. Pengaruh Sunda, dalam sejarahnya lebih bersifat politis karena Cirebon (Ciayumaja) dijadikan sebagai bagian dari wilayah kekuasaan (geopolitik) kerajaan-kerajaan Buddha-Hindu Kuno seperti Galuh, Pajajaran, dan Sumedang Larang.

Sementara pengaruh Jawa, lebih bersifat kebudayaan (geokultur) melalui interaksi sosial yang terbentuk karena letak geografis pesisir pantura yang strategis sebagai sentra perdagangan. Masuknya Islam pada abad ke-15 sampai ke-16, di antaranya lewat syiar Islam Sunan Gunung Djati yang menggunakan bahasa Jawa, seolah makin mempertegas pengaruh Jawa secara kebudayaan di wilayah tersebut.

Tarik-menarik di antara dua kebudayaan besar tadi, dalam perjalanannya, kemudian menghasilkan suatu kebudayaan tersendiri, yakni apa yang sampai sekarang disebut dengan kebudayaan Cirebon. Dari sisi kebahasaan, masyarakat yang berdiam di Ciayumaja, sampai sekarang lalu mengenal dua bahasa ibu (dwibahasa), yakni Sunda dan Jawa.

bahasa-jawa-cerbon-dermayonDari sisi kebahasaan (bahasa ibu) tadi, terbentuk pula peta dua bahasa yang bila merunut lewat kronologi sejarah atau proses terbentuknya konstruksi sosiologis dan antropologis masyarakatnya, menggambarkan intensitas pengaruh dari dua kebudayaan besar tadi (Sunda dan Jawa). Dalam konteks kewilayahan secara administratif kenegaraan masa sekarang, di antara lima daerah, yakni Kota dan Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, serta Kuningan (Ciayumajakuning), hanya masyarakat Kuningan yang bahasa ibunya sama dengan daerah Pasundan umumnya, yakni bahasa Sunda. Empat daerah lainnya, yakni Ciayumaja, mengenal dua bahasa ibu, Sunda dan Jawa.

Akibat tarik-menarik pengaruh tadi, terbentuk entitas kebudayaan tersendiri yang disebut kebudayaan Cirebon. Dari segi bahasa, juga kemudian membentuk bahasa tersendiri, yakni yang oleh masyarakat setempat disebut sebagai Sunda Cirebon atau juga Jawa Cirebon.

Kata “Cirebon” menunjukkan bahasa Sunda yang dipakai masyarakat Ciayumaja, terdapat kekhasan, pun demikian dengan bahasa Jawa. Ada perbedaan-perbedaan dengan Sunda atau Jawa mainstream, terutama pada dialek (irama bahasa) dan idiolek (ragam bahasa).

Perbedaan yang terasa itu pada dialek dan idiolek. Sunda yang digunakan wong Cerbon, beda dengan Sunda mainstream. Juga dengan bahasa Jawanya. Dari fenomena itu muncul “peng-aku-an” bahwa Cirebon ya Cirebon, bukan Sunda maupun Jawa.

Pada fenomena itu, terdapat pula sisi keanehan, yakni bahwa bahasa Sunda dan Jawa yang digunakan masyarakat di Ciayumaja, terdapat kosakata “Sunda Buhun” dan “Jawa Kuno” yang di masyarakat Pasundan atau Jawa sudah tidak lagi digunakan.

Contohnya seperti masyarakat Kecamatan Lelea di Indramayu yang berbahasa Sunda (atau disebut Sunda Lelea). Untuk menyebut kata “istriku”, bukan pamajikan atau pamajikan urang, tetapi panotog aing. Menurut Nurochman Sudibyo, budayawan setempat, panotog itu kosakata Sunda Buhun yang oleh masyarakat Pasundan sendiri sudah tidak lagi digunakan atau hilang.

Untuk bahasa Jawa, misalnya kata bobat (bohong), masyarakat Jawa (di Jateng dan Jatim) sudah sama sekali tidak mengenal. Untuk menyebut “bohong”, rata-rata orang Jawa menyebut dengan lombo atau nglombo atau ngapusi.

Kata bobat ini merupakan bahasa Jawa kuno yang oleh rata-rata masyarakat Jawa sendiri sudah tidak digunakan. Padahal, di balik kata bobat ada peristiwa sejarah yang sangat dramatis dan menimbulkan trauma bagi masyarakat Sunda umumnya, yakni Perang Bubat, (bubat berasal dari kata bobat) atau perang bohong-bohongan yang terjadi ketika sepasukan tentara Majapahit, atas perintah Patih Gajah Mada, menyerang rombongan Putri Padjajaran Diah Pitaloka (diyakini di daerah Majalengka) sekadar untuk menggagalkan perkawinan Prabu Hayam Wuruk dengan putri Kerajaan Sunda itu.

“Bahwa ada kosakata-kosakata kuno yang masih bertahan ini sama dengan fenomena Jawa di Suriname. Masyarakat Jawa di Suriname itu lebih Jawa daripada masyarakat Jawa sendiri. Bahasa Jawa Suriname lebih klasik dibandingkan dengan Jawa yang ada di Pulau Jawa,” tutur Nurochman.

Penggunaan Basa Jawa Cerbon/Dermayon
Sunda Lelea & Parean

Untuk Indramayu, ada dua kantong (enclave) masyarakat Sunda yang unik yang masih mempertahankan bahasa ibu Sunda di tengah-tengah masyarakat umumnya yang berbahasa Jawa (Jawa Dermayon), yakni di Desa Lelea (Kecamatan Lelea) dan masyarakat nelayan di Desa Parean (Kecamatan Kandanghaur). Orang Indramayu menyebutnya Sunda Lelea dan Sunda Parean, bahasa Sunda yang digunakan masyarakat dua desa itu hampir sama, dan berbeda dengan Sunda mainstream.

“Masyarakat Sunda Lelea dan Parean sebagai fakta dari rentetan sejarah pengaruh Kerajaan Sumedang Larang di Indramayu. Lucunya, bahasa Sunda di dua desa itu tidak mengenal tingkatan. Dalam terminologi sekarang cenderung disebut Sunda kasar,” tutur Nurochman yang penyair itu.

Ini berbeda dengan masyarakat yang berhasa Jawa. Sama dengan Jawa umumnya, mengenal tingkatan bahasa antara ngoko, kromo, dan kromo inggil. Bedanya di Ciayumaja hanya mengenal dua tingkatan, yakni ngoko (Jawa kasar) dan kromo (Jawa halus).

Di antara masyarakat berbahasa ibu Jawa di Ciayumaja juga terdapat beragam perbedaan dialek dan idiolek. Misalnya masyarakat Cirebon barat (Plered dan sekitarnya), utara (Suranenggala, Kapetakan) sampai Krangkeng dan sebagian Karangampel (Indramayu), dialek dan idioleknya hampir sama, yang menonjol pada penggunaan huruf “O”, misalnya kata “tentaro” untuk “tentara“, “siro” untuk “sira” (engkau, kamu), ini berbeda dengan masyarakat Cirebon kota dan Indramayu pada umumnya yang huruf “A” tetap dibaca “A” (tidak “O”). Rata-rata wong Dermayu menyebut “aku” dengan kata reang, sedang wong Cerbon isun.

Bahasa Jawa di Indramayu (Jawa Dermayu) juga terpecah dalam dialek-dialek dan idiolek yang lebih sempit lagi. Meski secara umum sama, tapi tetap dijumpai perbedaan misalnya bahasa Jawa Dermayu masyarakat Desa Tugu (Kecamatan Sliyeg) berbeda dengan Singaraja (Kecamatan Indramayu), juga berbeda dengan Jambak (Kecamatan Cikedung).

Jejak-jejak bahasa yang menunjukkan intensitas pengaruh (hegemoni) budaya Jawa dan Sunda juga dapat terlihat jelas. Pengaruh Jawa sangat terasa mulai di Cirebon utara dari Suranenggala terus sampai ke sebagian besar wilayah Indramayu, ditunjukkan bahwa masyarakat di wilayah itu sama sekali tidak bisa berbahasa Sunda.

Berbeda dengan masyarakat sebagian besar Cirebon yang berdwibahasa, dari mulai Cirebon timur (Cileduk dan sekitarnya), Cirebon selatan (Sumber dan sekitarnya), Kota Cirebon hingga barat (Plered dan sekitarnya). Selain bisa berbahasa ibu Jawa, masyarakat Cirebon tadi juga bisa berbahasa Sunda, atau sebaliknya selain berbahasa ibu Sunda juga bisa berbahasa Jawa.

Masyarakat dwibahasa di Majalengka, terdapat di Majalengka bagian utara berbatasan dengan Indramayu seperti Jatitujuh dan sekitarnya. Sementara masyarakat berdwibahasa di Indramayu, terdapat di wilayah barat (Haurgeulis dan sekitarnya) yang berbatasan dengan Subang, serta Bangodua dan sekitarnya yang berbatasan dengan Majalengka.
Sumber: Pikiran Rakyat, Hafidnsyah